Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kabupaten Jeneponto Adha, Andi Syamsiah; Bahtiar, Nurhalika Wahyuni; Ibrahim, Irviani Anwar; Syarfaini, Syarfaini; Nildawati, Nildawati
AL-GHIDZA Volume 1, Nomor 2, 2021
Publisher : Al GIZZAI: PUBLIC HEALTH NUTRITION JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/algizzai.v1i2.21825

Abstract

Stunting ialah sesuatu kondisi dimana besar tubuh anak yang sangat rendah, yang dinyatakan pada usia dengan besar tubuh yang terletak pada minus 2 standar deviasi berdasarkan status gizi World Health Organization child growth standard. Pola asuh bunda dari kehamilan sampai 1000 hari awal kelahiran sangat mempengaruhi dalam kondisi gizi serta perkembangan anak. Tujuan dari riset ini merupakan mengenali ikatan pola asuh bunda dengan peristiwa stunting pada anak bayi di wilayah pesisir Desa Bonto Ujung Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto. Tipe riset yang digunakan merupakan riset kuantitatif, yang memakai pendekatan analitik observasional dengan desain potong lintang( Cross Sectional Study). Sample sebanyak 82 orang diperoleh dengan metode pengambilan total sampling yang dianalisis dengan memakai uji chi-square. Hasil riset ini menampilkan kalau tidak terdapat ikatan antara aplikasi pemberian makan( p=0. 945), pemanfaatan pelayanan kesehatan( p=0. 228), pendapatan keluarga( p=0. 600) dengan timbulnya kejadian stunting pada anak bayi, serta terdapat korelasi antara rangsangan psikososial( p=0. 006), praktik kebersihan/ hygiene( p=0. 009), sanitasi lingkungan( p=0. 003), pola asuh( p=0. 005) dengan timbulnya stunting pada anak bayi.
Hubungan Sosial Budaya Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Desa Bone-Bone Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang Tahun 2020 Ibrahim, Irviani Anwar; Alam, Syamsul; Adha, Andi Syamsiah; Jayadi, Yusma Indah; Fadlan, Muhammad
AL-GHIDZA Volume 1, Nomor 1, 2021
Publisher : Al GIZZAI: PUBLIC HEALTH NUTRITION JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/algizzai.v1i1.19079

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Menurut WHO, Indonesia termasuk ke dalam negara1ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara /South-East Asia Regional (SEAR). Rata-rata1prevalensi balita stunting di Indonesia tahun 2005-2017 adalah 36,4%, sehingga persentase balita pendek di Indonesia masih tinggi. Menurut Riskesdas tahun 2018, provensi sualawesi selatan masih berada di angka 35,4% , dengan kabupaten Enrekang tertiggi ke-5 dengan persentase 42%. Data PSG tahun 2018 menunjukkan bahwa kecamatan yang memiliki prevalensi stunting tertinggi  yaitu Kecamatan Baraka sebesar 45,1%. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana hubungan sosial budaya dengan kejadian stunting pada baita usia 24-59 bulan di Desa Bone-Bone Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dengan teknik total sampling. Jumlah populasi dalam penelitin ini adalah 34 balita, dan jumlah sampel juga sebanyak 34 balita karena menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga (p=0,050) dengan kejadian stunting tidak terdapat hubungan antara sosial budaya (p=0,0281), kepercayaan makanan (p=0,089), dan pengasuhan anak (p=1.000) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan.    
Hubungan Tuntutan Tugas, Tuntutan Peran, dan Tuntutan Antarpribadi Dengan Stres Kerja Pada Perawat di Bagian IGD Rumah Sakit Haji Kota Makassar Fatmawaty Mallapiang; Azriful Azriful; Dwi Putri Nursetyaningsih; Andi Syamsiah Adha
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.88 KB) | DOI: 10.24252/as.v9i2.3779

Abstract

Perawat dalam menjalankan profesinya sangat rawan terhadap stres, kondisi ini dipicu karena adanya tuntutan dari pihak organisasi dan interaksinya dengan pekerjaan yang sering mendatangkan konflik atas apa yang dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan  survei analitik. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh perawat tetap bagian IGD RSUD Haji Kota Makassar sejumlah 30 orang, dan sampel adalah total sampling sebanyak 30 orang. Dari hasil uji statistik diperoleh ada hubungan antara tuntutan tugas dengan stres kerja (p=0.037), ada hubungan antara tuntutan peran dengan stres kerja (p=0.04), dan tidak ada hubungan antara tuntutan antar pribadi dengan stres kerja (p= 0.735).  Pihak rumah sakit atau kepala IGD sebaiknya membuat ruang kecil khusus untuk perawat beristirahat sejenak mengingat waktu kerja yang panjang dalam setiap shift dan memaksimalkan fungsi perawat magang untuk membantu mengurangi beban pekerjaan dari perawat tetap. 
Perilaku Ibu Terhadap Pemanfaatan Posyandu Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tarakan Kecamatan Wajo Kota Makassar Aswadi Aswadi; Sukfitriyanti Syahrir; Andi Syamsiah Adha
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.927 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i1.5416

Abstract

Posyandu yang terintegrasi adalah kegiatan pelayanan sosial dasar keluarga dalam aspek pemantauan tumbuh kembang anak. Dalam pelakasanaannya dilakukan secara koordinatif dan integratif serta saling memperkuat antar kegiatan dan program untuk kelangsungan pelayanan di posyandu sesuai dengan situasi/kebutuhan lokal yang dalam kegiatannya tetap memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk medapatkan informasi tentang perilaku ibu terhadap pemanfaatan posyandu balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tarakan Kecamatan Wajo Kota Makassar Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang sifatnya mengeksplorasi secara mendalam informan sehubungan dengan perilaku ibu terhadap pemanfaatan posyandu di Posyandu Melati Kecamatan Wajo Kota Makassar yang meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu terhadap pemanfaatan posyandu bagi balita.  Hasil penelitian dari 16 informan menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu atau keluarga terhadap pemanfaatan posyandu balita umumnya sangat kurang, dimana ibu balita tidak ada inisiatif sendiri untuk datang keposyandu tanpa di panggil oleh kader atau petugas, mereka lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya atau menunggu anaknya bangun bahkan mereka lebih antusias keposyandu apabila ada pemberian vitamin  A, PMT dan obat-obatan. Akan tetapi motivasi untuk mengikutsertakan balita untuk keposyandu kurang karena kesibukan kerja dan faktor malas sehingga alur-alur dalam pelayanan posyandu balita masih ada yang belum paham karena jarang ke posyandu, walaupun manfaatnya mereka paham dan tahu. Disarankan pengetahuan, sikap dan tindakan ibu dapat lebih di tingkatkan lagi, sehingga anak dapat memiliki proteksi dini dan tidak ada lagi yang terkena penyakit dan kekurangan gizi.
Gambaran Pengelolaan Persediaan Obat di Gudang Farmasi RSUD Syekh Yusuf Gowa Fais Satrianegera; Syarfaini Syarfaini; Andi Syamsiah Adha; Nurul Iwanah Husain
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 2, July-December 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.588 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i2.6887

Abstract

Mutu pelayanan yang diberikan rumah sakit sangat berpengaruh terhadap citra rumah sakit dan kepuasan pasien yang berkunjung kerumah sakit tersebut. Salah satu faktor yang berperan terhadap mutu pelayanan rumah sakit adalah pengelolaan obat yang dilakukan di rumah sakit. Pengelolaan obat perlu untuk dilakukan untuk mencegah terjadinya kekurangan obat (stock out), kelebihan obat (over stock), dan pembelian obat secara cito. RSUD Syekh Yusuf Gowa pernah terjadi kekosongan obat yang disebabkan oleh peningkatan jumlah pasien. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran manajemen pengelolaan persediaan obat di Gudang Farmasi RSUD Syekh Yusuf Gowa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan sampel pada  penelitian ini menggunakan Teknik Non Random (Non Probability) Sampling dengan metode purposive sampling. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Instalasi Farmasi, Penanggung Jawab Sediaan Obat dan BMHP, Pengelola Obat dan Pengelola BMHP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan persediaan obat di gudang farmasi RSUD Syekh Yusuf Gowa sudah cukup efektif, tetapi ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kekosongan obat. Hal ini terlihat dari beberapa komponen Input (Sarana terutama gudang penyimpanan yang kurang representatif), Proses (ketidakkonsistenan terhadap penggunaan sediaan, perencanaan yang kurang teliti, suhu ruangan yang berubah-ubah mempengaruhi sediaan yang ada, keterlambatan pelaporan sediaan yang kosong dan kelalaian petugas yang mengakibatkan sediaan menjadi rusak dan expired) dan Output (sudah sesuai dengan kebutuhan). Diharapkan kepada Kepala Instalasi Farmasi RSUD Syekh Yusuf Gowa untuk mempertimbangkan penambahan luas gudang farmasi yang dianggap belum cukup memadai, pengadaan pendingin ruangan yang sesuai dengan standar dan diharapkan kepada petugas gudang untuk lebih teliti dalam proses perencanaan sediaan untuk meminimalisir sediaan yang terlupa.
Analisis Determinan Kejadian Growth Failure (Stunting) Pada Anak Balita Usia 12-36 Bulan di Wilayah Pegunungan Desa Bontongan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang Irviani Anwar Ibrahim; Emmi Bujawati; Sukfitrianty Syahrir; Andi Syamsiah Adha; Mujahida Mujahida
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 11, Nomor 1, January-June 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.497 KB) | DOI: 10.24252/as.v11i1.9418

Abstract

Stunting merupakan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian growth failure (stunting) pada anak balita usia 12-36 bulan di Wilayah Pegunungan Desa Bontongan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang.Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study.Populasi seluruh anak balita usia 12-36 bulan di Desa Bontongan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang sebanyak 80 orang dengan pengambilan sampel secara Total Sampling diperoleh dari jumlah populasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara univariat, dan bivariat.Hasil analisa data, menunjukkan bahwa status gizi anak balita berdasarkan TB/U yang mengalami stunting (33.7%) dan normal (66.3%). Berdasarkan hasil analisis bivariat, didapatkan nilai p>(α=0.05) pada jumlah anggota keluarga, jenis kelamin, panjang badan lahir, berat badan lahir, pemberian ASI Eksklusif, pemberian ASI sampai dua tahun, praktek pemberian makan dan status imunisasi sedangkan tinggi badan orang tua diperoleh nilai p<(α=0.05). Faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah tinggi badan orang tua. Jadi disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan dengan variabel yang tidak termasuk dalam penelitian ini, seperti asupan makanan, penyakit infeksi dan lain-lain sehingga mampu mengetahui lebih luas faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting.
Faktor Risiko Kejadian Sindrom Metabolik Pada Polisi Di Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar Irviani Anwar Ibrahim; Syukfitrianti Syahrir; Andi Syamsiah Adha; Novi Laila Sulastri
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 11, Nomor 2, July-December 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.956 KB) | DOI: 10.24252/as.v11i2.11929

Abstract

Sindrom metabolik (SM) merupakan kumpulan dari beberapa gangguan metabolisme seperti obesitas sentral, hipertensi, intoleransi glukosa, dan dislipidemia yang dapat menimbulkan berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskular, stroke, diabetes melitus tipe 2. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk melihat sebaran faktor risiko dan kejadian sindrom metabolik  pada Polisi di Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes)  Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif analitik dengan desain potong lintang (Cross Sectional Study), pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling. Lokasi pada penelitian ini di Polrestabes yang beralamat Jl. Ahmad Yani No. 9, Pattunuang, Wajo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini melibatkan sebanyak 72 orang polisi di Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan kriteria NCEP-ATP III, ditemukan sebesar 41.7% responden menderita sindrom metabolik. Berdasarkan hasil analisis responden usia 30-44 tahun berisiko 1,333 kali menderita sindrom metabolik dibandingkan yang berusia 45-59 tahun (p=0.606). Risiko menderita Sindrom metabolik bagi responden yang memiliki riwayat penyakit dalam keluarga sebesar 6,333 kali (p=0.02); berstatus merokok sebesar 2,750 kali (p=0.047); aktivitas fisik ringan sebesar 3,000 kali (p= 0.025); dan pola makan yang buruk sebesar 1,100 kali (p= 0.842). Disarankan bagi polisi di Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan  serta menghindari konsumsi rokok dan meningkatkan aktivitas fisik.Kata Kunci : Sindrom Metabolik, POLRESTABES Makassar 
Nutrition substance of Thunnus sp. as an alternative to improving community nutrition Andi Syamsiah Adha; Suriyanti Suriyanti; Fatmawaty Mallapiang
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 12, Nomor 1, January-June 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.456 KB) | DOI: 10.24252/as.v12i1.14297

Abstract

Thunnus sp. (Tuna fish) is a group of fish which is the main export commodity of sea fish consumed from Indonesia. Tuna is one type of sea fish that has high protein levels. This study aims to determine the nutrient content (water content, ash content, carbohydrate, protein, fat, and iron (Fe), bacterial and mold microorganism test, organoleptic test, and P <0.05 friedmen test on tuna meat flour. The design in this study was experimental with a pre-experimental One-Shot Case Study design with the treatment of tuna meat flour drying.The results of the study with replication three times showed that the average water content was 8.37%, ash content was 3.86% , 3.99% carbohydrates, 71.45% protein, 9.45% fat, and 1.49 μg / g Fe. Microorganism test on bacteria for all 3 treatments was all safe. In addition there was an influence on the quality of tuna meat flour from aspects of color, aroma, texture. Therefore drying tuna meat flour at a temperature of 60 ° C is the best product that is fit for consumption as an additional food to meet the nutritional needs of the community every day.
Dietary Intake and Nutritional Status of Children in Kajang: A Study at An Indigenous Area in Indonesia Fatmawaty Mallapiang; Andi Syamsiah Adha; Rini Jusriani; Masyitha Muis
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 14, Nomor 1, January-June 2022
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-sihah.v14i1.28780

Abstract

Malnutrition in children can contribute to growth limitations, and susceptibility to infection, which ultimately can inhibit the children’s growth and development. This study aimed to determine the fulfillment of macronutrient intake, micronutrient intake, and nutritional status of elementary school children at State Elementary School (hereafter SDN) Ammatoa Area, Kajang District, and Bulukumba Regency. This research was a descriptive study involving a population of 131 children and a sample of 65 children obtained by accidental sampling. The data were analyzed by using descriptive analysis of the percentage test. The results showed that the majority of macro-carbohydrate intakes (56.9%) were in the sufficient category, the majority of protein and fat (61.5% and 84.6%) were in the less category, while the intake of micronutrients, namely iron, zinc, and calcium primarily (83.1%, 80%, and 92.3%) in the less category, and the majority of nutritional status (86.2%) in the normal category. It was concluded that the intake of macro and micronutrients in elementary school children at the SDN Ammatoa region tended to be still lacking/low, despite their nutritional status, which tended to be normal. It is hoped that the relevant agencies will provide counselling to students regarding healthy and nutritious food by utilizing local food diversification in the Ammatoa customary area.
Balanced nutrition actions for employees : A cross sectional study Adha, Andi Syamsiah; Adnan, Yudi; Jusriani, Rini; Jayadi, Yusma Indah; Kahfi, Muhammad
CORE JOURNAL Volume 4, Issue 2, June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/corejournal.vi.45233

Abstract

One concept of social determinants of health is the workplace. The workplace can be one of the places that can influence health outcomes and risks, function and quality of life. This research examines the prediction model for balanced nutrition actions for employees of UIN Alauddin Makassar. This research is a quantitative research study with a cross-sectional study approach. The research population was all employees, including staff, lecturers, teaching staff and security guards at UIN Alauddin Makassar. The research sample was determined using the one sample situation-about precision formula with a minimum sample of 138 respondents. The total sample in this study was 195 respondents drawn using purposive sampling. This research shows that UIN Alauddin Makassar employees with good practices regarding balanced nutrition are 97.5%, which proves that the percentage of employees who know about balanced nutrition measures is almost the entirety.  The results of bivariate analysis showed that the educational variable (p=0.046) had an influence on the balanced nutrition of UIN Alauddin Makassar employees To improve balanced nutritional behavior among employees of UIN Alauddin Makassar, it is necessary to implement ongoing educational programs on balanced nutrition, especially for those with low education levels, as well as provide easy access to healthy foods within the campus environment.