Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Nugget Tempe Dengan Subtitusi Ikan Gabus Terhadap Status Gizi Anak Sekolah Dasar di MIS DDI Ainus Syamsi Kelurahan Lette Kota Makassar 2014 Syarfaini Syarfaini; Muhammad Fais Satrianegara; Andi Rezki Ayu Astari
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.59 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i2.2653

Abstract

Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok usia yang mempunyai aktivitas cukup tinggi baik dalam keadaan belajar maupun di saat istirahat. Tumbuh kembang anak usia sekolah yang optimal tergantung pemberian nutrisi dengan kualitas dan kuantitas yang baik serta benar. Tanpa gizi yang memadai dan berkualitas, maka anak akan menderita malnutrisi (kekurangan gizi). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian nugget tempe dengan subtitusi ikan gabus terhadap status gizi pada siswa gizi kurang di sekolah dasar MIS DDI Ainus Syamsi di Kelurahan  Lette Kecamatan Mariso Kota Makassar.Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif lapangan dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi eksperimen dengan rancangan penelitian Eksperimen Semu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok kasus selisih rata-rata status gizi sebelum dan setelah pemberian nugget tempe dengan subtitusi ikan gabus adalah sebesar 0,39 sedangkan pada kelompok kontrol selisih rata-rata status gizi pada awal hingga akhir penelitian adalah sebesar 0,13. setelah dilakukan uji statistik Paired T-Test didapatkan nilai p = 0,000 yang lebih kecil daripada nilai alpha (0,05), maka dapat diputuskan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, ada pcngaruh antara pemberian nugget tempe ikan gabus terhadap status gizi anak sekolah gizi kurang. Diharapkan Kepada pelayanan kesehatan ditingkat Kelurahan ataupun Kecamatan serta pelayanan kesehatan yang ada agar dapat memanfaatkan tempe yang diolah menjadi nugget dengan subtitusi ikan gabus dijadikan sebagai PMT lokal, sebagai pengganti PMT lokal yang ada yang harganya lebih mahal agar supaya angka kejadian gizi kurang pada anak usia Sekolah Dasar dapat ditekan ataupun berkurang. 
Pengaruh Pemberian Bakpao Abon Ikan Kembung Substitusi Rumput Laut Terhadap Status Gizi Ibu Hamil KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi Kassi Kota Makassar Tahun 2015 Syarfaini Syarfaini; Azriful Azriful; Irviani Anwar Ibrahim; Musyhirah Waris
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.085 KB) | DOI: 10.24252/as.v9i1.3171

Abstract

KEK adalah keadaan dimana ibu menderita keadaan kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis) yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan ibu dengan tanda-tanda/gejala antara lain badan lemah dan muka pucat (Depkes, 1995). Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Bakpao Abon Ikan Kembung Substitusi Rumput Laut, bakpao abon ikan kembung dan perbedaan keduanya terhadap status gizi ibu hamil KEK di wilayah kerja Puskesmas Kassi Kassi Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain non randomized pre- post control design melalui pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria ibu hamil mengalami KEK ditandai dengan lingkar lengan       atas <23,5 cm, rentang umur 19-49 tahun, trimester II, tidak anemia dan mengalami penyakit infeksi serta bersedia mengkonsumsi Bakpao Abon Ikan Kembung Substitusi Rumput Laut dan bakpao abon ikan kembung sesuai saran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Bakpao Abon Ikan Kembung Substitusi Rumput Laut dan bakpao abon ikan kembung selama 30 hari meningkatkan rata- rata berat badan, lingkar lengan atas, dan asupan energi ibu hamil KEK. Tidak terdapat pengaruh pemberian Bakpao Abon Ikan Kembung Substitusi Rumput Laut dan bakpao abon ikan kembung terhadap status gizi ibu hamil KEK, yang ditandai dengan rata-rata lingkar lengan atas        masih <23,5 cm. 
Analisis Kandungan Zat Gizi Biskuit Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L. Poiret) Sebagai Alternatif Perbaikan Gizi di Masyarakat Syarfaini Syarfaini; M. Fais Satrianegara; Syamsul Alam; Amriani Amriani
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.695 KB) | DOI: 10.24252/as.v9i2.3763

Abstract

Ubi jalar ungu adalah ubi jalar yang kulit maupun dagingnya berwarna ungu pekat yang memiliki produktivitas yang tinggi, ubi jalar ungu varietas anitin-3 memiliki kandungan zat antosianin relatif lebih tinggi dibanding varietas antin-1 dan antin-2. Biskuit ubi jalar ungu merupakan salah satu produk diversifikasi pangan lokal akan potensi sumber daya alam khususnya pemanfaatan ubi jalar ungu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan zat gizi (Karbohidrat, Protein, Lemak, Besi (Fe), dan Vitamin C) pada biskuit ubi jalar ungu dan uji organoleptik biskuit tersebut. Jenis rancangan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) karena diterapkan pada percobaan yang dilakukan pada lingkungan homogen dan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan eksperimentatif dengan menggunakan desain true-eksperimen. Metode yang digunakan untuk perlakuan ubi jalar ungu dengan perbandingan kelompok kontrol 1:0, kelompok eksperimen 1:1, 3:1, dan 1:3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 perlakuan dengan konsentrasi berbeda pada biskuit ubi jalar ungu dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian sampel 1:0 yaitu kandungan Karbohidrat 16,26%, Protein 4,51%. Lemak 21,50%, Fe 107, 57 ug/g dan Vitamin C 66,89 mg sampel 1:1 yaitu kandungan sampel 1:1 yaitu kandungan sampel 1:3 yaitu Karbohidrat 16,26%, Protein 4,51%. Lemak 21,50%, Fe 107, 57 ug/g dan Vitamin C 66,89 mg. Uji hedonik terbaik terdapat pada formulasi 1:3, sedangkan uji mutu hedonik dengan kriteria agak baik pada formulasi 1:1, 3:1 dan 1:3. Uji Friedmen P<0,05 terhadap warna, tekstur dan mutu overall. Rekomendasi produk terbaik dari keempat sampel untuk kebutuhan zat gizi makro dan zat gizi mikro pada formulasi 1:3. Jadi disarankan bagi masyarakat agar dapat membuat biskuit ubi jalar ungu untuk menjadi makanan layak konsumsi sebagai makanan tambahan guna memenuhi kebutuhan zat gizi perharinya. 
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Garam Beryodium Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Pallengu Kabupaten Jeneponto Irviani Anwar Ibrahim; Sitti Raodhah; Syarfaini Syarfaini; Syahraini Syahraini
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.817 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i1.5417

Abstract

Yodium adalah zat gizi esensial bagi tubuh karena merupakan komponen dari hormon tiroid, yaitu tetraiodotironin (T4) atau tiroksin dan triiodotironin (T3) yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf serta fungsi neuromuskular. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan  dengan  pemanfaatan  garam  beryodium  rumah  tangga  di  Kelurahan Pallengu Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei analitik. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan dua tahap pengambilan, proses pertama  menggunakan  proporsional  random  sampling  setelah  itu  tahap  selanjutnya sampel dipilih secara acak dengan metode arisan. Adapun sampel dalam penelitian ini berjumlah 282 responden dari 961 populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara variabel pendidikan ibu (p=0.490) dan sikap ibu (p=0.0229) dengan pemanfaatan garam beryodium rumah tangga, sedangkan terdapat hubungan yang bermakna antara variabel pengetahuan (p=0.001) dan harga garam (p=0.000) dengan pemanfaatan garam beryodium rumah tangga. Diharapkan kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan ketersediaan garam beryodium di rumah tangga serta melakukan penyuluhan tentang pentingnya penggunaan garam beryodium sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan garam beryodium.  
Gambaran Pengelolaan Persediaan Obat di Gudang Farmasi RSUD Syekh Yusuf Gowa Fais Satrianegera; Syarfaini Syarfaini; Andi Syamsiah Adha; Nurul Iwanah Husain
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 2, July-December 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.588 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i2.6887

Abstract

Mutu pelayanan yang diberikan rumah sakit sangat berpengaruh terhadap citra rumah sakit dan kepuasan pasien yang berkunjung kerumah sakit tersebut. Salah satu faktor yang berperan terhadap mutu pelayanan rumah sakit adalah pengelolaan obat yang dilakukan di rumah sakit. Pengelolaan obat perlu untuk dilakukan untuk mencegah terjadinya kekurangan obat (stock out), kelebihan obat (over stock), dan pembelian obat secara cito. RSUD Syekh Yusuf Gowa pernah terjadi kekosongan obat yang disebabkan oleh peningkatan jumlah pasien. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran manajemen pengelolaan persediaan obat di Gudang Farmasi RSUD Syekh Yusuf Gowa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan sampel pada  penelitian ini menggunakan Teknik Non Random (Non Probability) Sampling dengan metode purposive sampling. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Instalasi Farmasi, Penanggung Jawab Sediaan Obat dan BMHP, Pengelola Obat dan Pengelola BMHP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan persediaan obat di gudang farmasi RSUD Syekh Yusuf Gowa sudah cukup efektif, tetapi ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kekosongan obat. Hal ini terlihat dari beberapa komponen Input (Sarana terutama gudang penyimpanan yang kurang representatif), Proses (ketidakkonsistenan terhadap penggunaan sediaan, perencanaan yang kurang teliti, suhu ruangan yang berubah-ubah mempengaruhi sediaan yang ada, keterlambatan pelaporan sediaan yang kosong dan kelalaian petugas yang mengakibatkan sediaan menjadi rusak dan expired) dan Output (sudah sesuai dengan kebutuhan). Diharapkan kepada Kepala Instalasi Farmasi RSUD Syekh Yusuf Gowa untuk mempertimbangkan penambahan luas gudang farmasi yang dianggap belum cukup memadai, pengadaan pendingin ruangan yang sesuai dengan standar dan diharapkan kepada petugas gudang untuk lebih teliti dalam proses perencanaan sediaan untuk meminimalisir sediaan yang terlupa.
Analisis Kandungan Zat Gizi Roti Rumput Laut Lawi-Lawi (Ceulerpa racemosa) Subtitusi Tempe Sebagai Alternatif Perbaikan Gizi Masyarakat Syarfaini Syarfaini; Dwi Santy Damayati; Andi Susilawaty; Syamsul Alam; A. Mahirah Humaerah
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 11, Nomor 1, January-June 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.15 KB) | DOI: 10.24252/as.v11i1.9437

Abstract

Roti rumput laut lawi-lawi subtitusi tempe merupakan salah satu produk diversifikasi pangan lokal dengan pemanfaatan rumput laut lawi-lawi (Ceulerpa racemosa) yang kaya zat besi (Fe) sebesar 9,9 mg/100 gram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, kadar air dan Zat Besi (Fe) serta uji organoleptik pada roti rumput laut lawi-lawi (Ceulerpa racemosa) subtitusi tempe. Jenis rancangan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dan pendekatan penelitian eksperimentatif dengan desain true-eksperimen. Metode yang digunakan untuk perlakuan rumput laut lawi-lawi dan tempe dengan perbandingan kelompok kontrol 100:0, kelompok eksperimen 75:25, 50:50, 25:75 dan 0:100. Hasil penelitian roti rumput laut lawi-lawi subtitusi tempe formulasi 100:0, 75:25, 50:50, 25:75 dan 0:100 berturut-turut yaitu karbohidrat (48,96%, 55,37%, 54,33%, 56,10% dan 53,99%), protein (8,25%, 8,77%, 10,28%, 11,42% dan 9,94 %), lemak (7,71%, 7,61%, 8,81%, 7,93% dan 8,79%), Fe (18,23277mg/kg, 17,17137mg/kg, 20,9091mg/kg, 16,80773mg/kg dan  10,81677 mg/kg) dan air (21,14%, 20,74%, 21,45%, 23,26% dan 25,16%). Uji hedonik dengan skor tertinggi terdapat pada formulasi 0:100 dengan kriteria sangat sangat suka dan formulasi 75:25, 50:50 serta 25:75 dengan kriteria sangat sangat suka. Adapun uji mutu hedonik dengan skor tertinggi pada formulasi 25:75 dengan kriteria agak baik. Uji Friedmen p<0,05 menunjukkan ada pengaruh subtitusi tempe terhadap kualitas roti rumput laut lawi-lawi dari aspek warna, rasa dan mutu over all serta tingkat kesukaan. Rekomendasi produk terbaik dari ke lima sampel untuk kebutuhan zat gizi makro dan zat gizi mikro adalah formulasi 25:75. Jadi disarankan bagi masyarakat agar dapat melakukan diversifikasi pangan seperti roti rumput laut lawi-lawi subtitusi tempe serta diperlukan penelitian lebih lanjut tentang zat gizi lain yang terkandung dalam roti rumput laut lawi-lawi (Ceulerpa racemosa) subtitusi tempe sebagai makanan tambahan guna memenuhi kebutuhan zat gizi masyarakat.
Faktor Risiko Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Raya Kota Makassar Syarfaini Syarfaini; Syamsul Alam; Syahratul Aeni; Habibi Habibi; Nur Asmi Novianti
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 11, Nomor 2, July-December 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.156 KB) | DOI: 10.24252/as.v11i2.11923

Abstract

Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar Hemoglobin (Hb)dalam darah lebih rendah dari 11 gr/dl. Angka anemia pada kehamilan di Indonesia menurut Riskesdas tahun 2013 sekitar 37,1% sedangkan di kota Makassar angka anemia dalam kehamilan tahun 2017 sebesar 7,29%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil.Penelitian ini menggunakan desain case control dengan perbandingan kasus: control 1:1. Sampel kasus adalah  ibu hamil yang anemia (n=40) yang memeriksakan kehamilan di puskesmas Sudiang Raya Kota Makassar dan sampel kontrol adalah ibu hamil yang tidak anemia (n=40). Pengambilan sampel kasus dan kontrol menggunakan metode purposive sampling. Alat pengumpulan data adalah kuesioner dan untuk mengetahui pengaruh risiko dilakukan dengan menghitung nilai OR pada 95% CI menggunakan Statcalc pada Epi Info.Hasil penelitian menunjukkan risiko pendidikan rendah terhadap anemia ibu hamil (OR= 3,00), pengetahuan rendah terhadap ibu hamil (OR= 3,46), asupan Fe yang (OR=1,36), asupan zink (OR= 1,66), kepatuhan konsumsi tablet Fe (OR= 3,22), riwayat seksio sesarea (OR=1,88), jarak kehamilan (OR=2,78).Hasil ini diharapkan bagi institusi untuk dapat meningkatkan kegiatan penyuluhan secara merata kepada ibu hamil, sedangkan untuk peneliti selanjutnya menjadi bahan rujukan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan mencermati faktor-faktor lain dari penyebab anemia ibu hamil.Keyword: Anemia, ibu hamil, asupan Fe, asupan Zink, riwayat seksio sesarea
Relation of food intake to nutritional status of students in islamic boarding schools Syarfaini Syarfaini; Ulfah Humaidah; Irviani Anwar Ibrahim
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 12, Nomor 1, January-June 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.467 KB) | DOI: 10.24252/as.v12i1.14359

Abstract

Adolescence is a period of dramatic change in a person. This sudden increase in growth is accompanied by hormonal, cognitive and emotional changes. Teenagers really need more nutrients because of increased growth and physical development that is very drastic. This study aims to determine the relationship of food intake with the nutritional status of adolescent students of SMP Buq'atun Mubarakah Pondok Pesantren Darul Aman Makassar. This research method used quantitative analytic with cross sectional approach. Retrieval of food intake data used the food weighing method for 3 consecutive days. Determination of nutritional status was obtained from BMI/A parameters (body mass index/age). Statistical test results showed no relationship between energy intake, protein intake, vitamin A intake, iron, zinc and fat intake with the nutritional status of students, but we obtained a significant relationship between carbohydrate intake and nutritional status. In addition, we found no relationship between diarrheal infections and typhoid infections with nutritional status. We recommend that the pesantren can design a varied list of food menus for students to fulfill a balanced nutritional status
Nutrition Knowledge, Dietary Pattern, and Nutritional Status of Elementary Students in Makassar City Syarfaini Syarfaini; Eka Sari Ridwan; Syahratul Aeni
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 13, Nomor 1, January-June 2021
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-sihah.v13i1.21239

Abstract

Elementary school children are a vulnerable group to nutritional problems. Malnutrition is generally caused by poverty, lack of food supplies, poor environmental quality, lack of public knowledge about nutrition, a balanced diet, and health. The purpose of this study was to analyze the relationship between balanced nutrition knowledge, dietary pattern, and nutritional status of children in Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Makassar, Indonesia. The population in this study were all students in grades 4 and 5 with a total sample of 94 people. The results showed that there was no relationship between balanced nutrition knowledge and nutritional status (P = 0.397) and there was no relationship between diet pattern and nutritional status (P = 0.662) children at SDIT Makassar. Researchers recommend a Balanced Nutrition Ambassador program in every school. Ambassadors of Balanced Nutrition will be trained related to balanced nutrition and is responsible for disseminating balanced nutrition messages to their friends and their family
Analisis Faktor Bio-sosial Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Tunagrahita Syarfaini Syarfaini; Emmi Bujawati; Syahratul Aeni
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i03.1435

Abstract

Proses tumbuh kembang anak dapat menentukan kualitas anak, termasuk diantaranya adalah anak dengan retardasi mental (tunagrahita). Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan status berat badan lahir bayi dan pola pengasuhan orang tua terhadap tumbuhmkembang anak tunagrahita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa tunagrahita di UPT SLBNm1 Marosm dan jumlah sampel dalam penelitian ini sama dengan jumlah populasi karena menggunakan teknik exhaustive sampling yaitu sebanyak 31 orang. Hasil penelitian menggunakan uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan antara status berat lahir bayi dengan pertumbuhan (Pv=1,000) dan perkembangan kemampuan dasar (Pv=0,624). Begitu pun dengan tipe pola asuh tidak berhubungan dengan dengan pertumbuhan (Pv=0,771) dan perkembangan kemampuan anak retardasinmental (Pv=0,771) di UPT SLBN 1 Kab. Maros. Penelitian ini merekomendasikan pencegahan dan penanganan serius bayi berat lahir rendah dan memberikan sebuah pelatihan pola asuh kepada orang tua agar dapat memaksimalkan kemandirian anak dengan keterbatasan mental dengan hal-hal yang menyenangkan dalam bentuk bermain, menonton, bernyanyi, menari, dan sebagainya.