Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pemilihan Moda Ride Hailling Roda Empat (Studi Kasus Mahasiswa Di Kota Banda Aceh) yulanda, qory; Faisal, Ruhdi; Apriandy, Fadhlullah
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i2.28929

Abstract

Pada sektor pendidikan, Kota Banda Aceh memiliki dua universitas dengan peminat tertinggi dalam setiap tahunnya yaitu, Universitas Syiah Kuala (USK) dan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (UIN). Untuk memenuhi akan kebutuhan aktivitas yang beragam tersebut, hadirnya layanan transportasi online yang salah satunya berbasis roda empat yang sangat populer. Ride hailing menjadi salah satu pilihan mahasiswa USK dan UIN sebagai alternatif yang cukup mumpuni untuk memudahkan aktivitas perkuliahan mereka. Ride hailing merupakan sebuah model layanan transportasi yang memungkinkan pengguna untuk memesan kendaraan melalui aplikasi atau platform online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku atau keputusan, besarnya pengaruh masing-masing faktor dan pola dalam pemilihan moda ride hailing berbasis roda empat oleh mahasiswa. Data dapat diperoleh dengan melakukan survei kuesioner dengan media online berupa google form, data yang dihasilkan dari kuesioner diolah dengan analisis regresi logit biner dan pengolahan data dengan software SPSS (Statistical Package of the Social Sciences). Dari hasil penelitian ini variabel variabel yang mempengaruhi kesediaan pergantian moda secara positif adalah umur dan kepemilikan mobil dimana nilai koefesien (B) variabel X_2 bernilai 0,893 dan X_13 bernilai 0,685 yang berarti bahwa mahasiswa akan meningkatkan kesediaan peralihan moda. Sedangkan yang mempengaruhi pergantian moda secara negatif adalah uang saku dan bekerja sampingan yang dimana nilai koefisien (B) variabel X_6 bernilai -0,824 dan X_8 bernilai -0,675 yang berarti bahwa mahasiswa akan menurunkan kesediaan peralihan moda.
Penelitian tentang Penanganan dan Estimasi Biaya Perbaikan Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Bina Marga dan SDI (Studi Kasus: Jalan Ir. Moh. Taher, Lueng Bata, Kota Banda Aceh) Nadhila, Putri; Faisal, Ruhdi; Sugiarto, Sugiarto
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i2.31396

Abstract

Ir. Moh. Taher street, Lueng Bata, Banda Aceh City is a primary collector road with provincial road status with a total length of 3.32 km and a width of 6 m. The road section that is the object of research is 1.5 km long from the Lueng Bata intersection to the Aceh Besar border. This section of road has a high level of traffic, because there are three government agency offices and two schools located along the road. As a result, road conditions become damaged and have an impact on the smooth running of road users' activities. This research aims to determine the type of road damage using the Highways and Surface Distress Index (SDI) method as well as handling and estimating the cost of repairing the damage. Data collection for this research is in the form of an average daily traffic survey (LHR) and a road damage survey which is divided into 100 m per segment for a total of 15 segments. The types of road damage that occur on this road section are cracks, grooves, patches, holes, surface roughness and sinking. With the most dominant percentage of damage being grooves 13.57% and holes 9.82%. Next, the data is processed and analyzed to determine appropriate treatment and a budget plan (RAB) for repairs is calculated. Using the Bina Marga method, the estimated cost required is IDR 1,335.8511.000. This method includes handling reconstruction along 100 meters (1 segment), handling overlay along 400 meters (4 segments), and routine maintenance 1 km (10 segments). For the SDI method, the estimated cost required is IDR 948.823.000 covers reconstruction handling of 100 meters (1 segment) and routine maintenance of 1.4 km (14 segments).
Evaluasi Kelayakan Bus, Halte Dan Rute Trans Koetaradja Di Kawasan Kampus Darussalam Kautsar, Teuku Muhammad; Lulusi, Lulusi; Faisal, Ruhdi
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i1.2730

Abstract

Trans Koetaradja merupakan wujud komitmen dari Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mereformasi sistem angkutan umum di kawasan perkotaan. Saat ini koridor I telah beroperasi yang menghubungkan antara pusat Kota Darussalam, dimana terdapat kampus Unsyiah dan UIN Ar-Raniry. Pelayanan saat ini kurang efisien terutama pada kawasan Kampus Darussalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap sarana dan prasarana Trans Koetaradja di kawasan Kampus Darussalam dan mengidentifikasi sejauh mana kelengkapan sarana dan prasarana Trans Koetaradja berdasarkan peraturan dan ketetapan yang berlaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan 200 kuesioner kepada mahasiswa Unsyiah dan UIN Ar-Raniry dan dianalisa menggunakan Skala Guttman untuk memperlihatkan persentase persepsi mahasiswa kemudian dijabarkan secara deskriptif. Dari hasil penelitian perlu adanya penambahan 8 unit halte. Tata letak halte tidak sesuai, kelandaian ramp tidak memenuhi dan tidak terdapat papan informasi Trans Koetaradja. Hasil dari penyebaran kuesioner bahwa rute Trans Koetaradja tidak mengakomodir aksesibilitas mahasiswa. Bus Trans Koetaradja sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan PM. 10 Tahun 2012. Halte Trans Koetaradja memperlihatkan kondisi yang nyaman.
ANALISIS TARIF BUS TRANS KOETARADJA KORIDOR 2B (PUSAT KOTA-PELABUHAN ULEE LHEUE) BERDASARKAN KELAYAKAN FINANSIAL DAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN Faisal, Ruhdi; M. Saleh, Sofyan; Isya, M.; Mutiawati, Cut; Apriandy, Fadhlullah; Ferdana, Tera
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 November 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i2.30788

Abstract

Bus Trans Koetaradja resmi beroperasi sejak 02 Mei 2016, sejak saat itu Bus ini merupakan satu-satunya transportasi umum yang gratis sehingga diminati oleh berbagai kalangan masyarakat, khususnya masyarakat di Provinsi Aceh. Sejak bus ini beroperasi hingga saat ini Pemerintah Aceh di bawah Dinas Perhubungan Provinsi Aceh belum menetapkan tarif kepada masyarakat penumpang bus Trans Koetaradja. Untuk itu perlu dikaji seberapa besar tarif yang layak untuk bus Trans Koetaradja bisa beroperasi dengan menggunakan pendekatan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Penelitian ini hanya mengkaji pada Koridor Pusat Kota menuju Ulee Lheue atau disebut juga Koridor 2B. Trayek yang dilalui Bus adalah Sepanjang 6,26 km, Adapun Bus yang beroperasi pada saat jam kerja atau anak sekolah adalah 8 Bus (Senin-Sabtu), Sedangkan pada saat hari minggu jumlah bus yang beroperasi hanya 2 bus. Biaya operasional yang diperlukan pada koridor 2B adalah sebesar 1,9 Miliar pertahun diluar dari biaya pergantian ban dan biaya pajak kendaraan. Hasil dari pengambilan data primer dapat diketahui load factor rata-rata jumlah penumpang Bus adalah 33%. Dengan menggunakan Peraturan Kemen Perhubungan KM.89 Tahun 2002 dapat diketahui tarif Bus adalah sebesar Rp 3.600,- per penumpang dengan asumsi tarif plat (biaya tetap jarak jauh ataupun dekat). Hasil analisis kelayakan pendekatan Finansial dapat diketahui sekitar 15 tahun bus melayani masyarakat dapat dikatakan layak dengan nilai discount rate 10,6%.
Pembuatan Peta Administrasi Gampong Luthu Lamweu Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar Faisal, Ruhdi; Mutiawati, Cut; Suryani, Fitrika Mita; Saleh, Sofyan M.; Taufiq, Luthfi Chaliqi
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 2, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v2i1.37359

Abstract

Maps are a tool for communicating between map makers and map users, so that maps are required to be able to present the functions and information of the objects depicted optimally. The aim of the service is to create an administrative map. The regulations used in making this map are regulations issued by the Head of the Geopatial Information Agency (PerKaBIG) Number 3 of 2016 concerning Technical Specifications for Presenting Village Maps. Making this map uses tools in the form of GIS (Geographic Information System) software. This data collection was carried out by mapping hamlet boundaries using Google Earth Pro software, then the results were extracted into the GIS application, then adjustments were made to the map data into map form and reproducing or printing the map in map form. The map that will be created is an administrative map of the division of hamlets into villages or also called Gampong in Acehnese. This map was made in Gampong Luthu Lamweu, Sukamakmur District, Aceh Besar Regency which has three hamlets, namely Amplam Batee Hamlet, Lamweu Hamlet and Lam Ara Hamlet. Administratively, Luthu Lamweu Gampong is bordered to the north by Reuhat Tuha Gampong, to the south by Gampong Aneuk Glee Mountain/Bukit Barisan, to the east by Gampong Baet Mesjid and to the west by Luthu Dayah Krueng Gampong.
Pengaruh sepeda motor terhadap kapasitas bagian jalinan pada perencanaan bundaran di Simpang Tujuh Ulee Kareng Sugiarto, Sugiarto; Faisal, Ruhdi; Reyhan, Mohammad
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.846 KB) | DOI: 10.29103/tj.v8i2.173

Abstract

Kapasitas jalinan sangat berperan penting untuk perencanaan bundaran lalu lintas terutama pada lalu lintas campuran dengan komposisi lalu lintas didominasi kendaraan roda dua (sepeda motor). Simpang Tujuh Ulee Kareng merupakan simpang tak bersinyal dengan kondisi lalu lintas campuran dengan proporsi roda dua sangat tinggi. Maka, penelitian ini bertujuan untuk meninjau pengaruh proporsi roda dua terhadap kapasitas bagian jalinan. Metode analisis digunakan simulasi lalu lintas dengan menggunakan simulator VISSIM 6.00-22. Lokasi penelitian dipilih Simpang Tujuh Ulee Kareng dimana berdasarkan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Simpang Tujuh Ulee Kareng yang direncanakan oleh pemerintah Kota Banda Aceh dengan konstruksi Bundaran. Hasil penelitian dengan menggunakan simulator lalu lintas VISSIM 6.00-22 kapasitas bagian jalinan hanya mengalami perubahan kecil pada skenario komposisi roda dua 40% - 90%. Penurunan kapasitas bagian jalinan terjadi saat komposisi roda dua/motorcycle (MC) pada skenario 10% - 30% yang diakibatkan meningkatnya komposisi kendaraan ringan/light vehicle (LV) sehingga membuat banyaknya ruang antara (gap) kendaraan yang kosong. Panjang antrian dan tundaan yang terjadi semakin rendah saat komposisi roda dua (MC) pada skenario 40% - 90%. Dari hasil simulasi dapat dilihat bahwa roda dua (MC) memberikan keleluasaan pada ruang jalan sehingga arus menjadi lebih lancar. Seiring meningkatnya komposisi kendaraan ringan (LV) atau roda empat mengakibatkan ruang jalan menjadi lebih sempit. Kendaraan yang berada di jalinan cukup sulit untuk bergerak sehingga kecepatan menurun yang berdampak pada antrian kendaraan yang panjang dan menyebabkan menurunnya kapasitas bagian jalinan Bundaran.
PERBANDINGAN METODE BINA MARGA DAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) DALAM MENGEVALUASI KONDISI KERUSAKAN JALAN (STUDI KASUS JALAN TENGKU CHIK BA KURMA, ACEH) Faisal, Ruhdi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.083 KB) | DOI: 10.29103/tj.v10i1.256

Abstract

Penentuan kondisi permukaan jalan merupakan salah satu tahapan dalam mengatasi permasalah jalan, baik untuk jalan yang telah mencapai umur rencana maupun jalan yang rusak. Metode yang umum digunakan di Indonesia untuk menilai kerusakan jalan adalah metode Bina Marga dan metode PCI (Pavement Condition Index). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai kondisi ruas Jalan Tengku Chik Ba Kurma berdasarkan kedua metode tersebut. Data primer pada penelitian ini beru survey kerusakan jalan dan data lalu lintas. Data lalu lintas hanya dipergunakan pada metode Bina Marga. Berdasarkan pengukuran dilapangan jalan ini memiliki panjang 3,2 km dan lebar 5 meter. Menurut status ruas Jalan Tengku Chik Ba Kurma merupakan jalan kolektor dengan tipe jalan 2/2 UD serta mempunyai kelas jalan IIIC. Urutan prioritas penanganan jalan dengan metode Bina Marga didasarkan pada rentang nilai 0 sampai lebih besar dari 7, sedangkan metode PCI merangking kondisi perkerasan jalan dai nilai 0% sampai 100%. Metode Bina Marga memiliki 3 penangan, yiatu peningkatan jalan, pemeliharaan berkala dan pemeliharaan rutin. Berdasarkan hasil penilai dengan Metode Bina Marga dapat diketahui penangan yang cocok untuk jalan tersebut adalah pemiliharaan berkala. Metode PCI menunjukkan bahwa Jalan Tengku Chik Ba Kurma memiliki nilai 42,75% termasuk pada tingkatan (fair).