Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS TARIF BUS TRANS KOETARADJA KORIDOR 2B (PUSAT KOTA-PELABUHAN ULEE LHEUE) BERDASARKAN KELAYAKAN FINANSIAL DAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN Faisal, Ruhdi; M. Saleh, Sofyan; Isya, M.; Mutiawati, Cut; Apriandy, Fadhlullah; Ferdana, Tera
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 November 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i2.30788

Abstract

Bus Trans Koetaradja resmi beroperasi sejak 02 Mei 2016, sejak saat itu Bus ini merupakan satu-satunya transportasi umum yang gratis sehingga diminati oleh berbagai kalangan masyarakat, khususnya masyarakat di Provinsi Aceh. Sejak bus ini beroperasi hingga saat ini Pemerintah Aceh di bawah Dinas Perhubungan Provinsi Aceh belum menetapkan tarif kepada masyarakat penumpang bus Trans Koetaradja. Untuk itu perlu dikaji seberapa besar tarif yang layak untuk bus Trans Koetaradja bisa beroperasi dengan menggunakan pendekatan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Penelitian ini hanya mengkaji pada Koridor Pusat Kota menuju Ulee Lheue atau disebut juga Koridor 2B. Trayek yang dilalui Bus adalah Sepanjang 6,26 km, Adapun Bus yang beroperasi pada saat jam kerja atau anak sekolah adalah 8 Bus (Senin-Sabtu), Sedangkan pada saat hari minggu jumlah bus yang beroperasi hanya 2 bus. Biaya operasional yang diperlukan pada koridor 2B adalah sebesar 1,9 Miliar pertahun diluar dari biaya pergantian ban dan biaya pajak kendaraan. Hasil dari pengambilan data primer dapat diketahui load factor rata-rata jumlah penumpang Bus adalah 33%. Dengan menggunakan Peraturan Kemen Perhubungan KM.89 Tahun 2002 dapat diketahui tarif Bus adalah sebesar Rp 3.600,- per penumpang dengan asumsi tarif plat (biaya tetap jarak jauh ataupun dekat). Hasil analisis kelayakan pendekatan Finansial dapat diketahui sekitar 15 tahun bus melayani masyarakat dapat dikatakan layak dengan nilai discount rate 10,6%.
Pembuatan Peta Administrasi Gampong Luthu Lamweu Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar Faisal, Ruhdi; Mutiawati, Cut; Suryani, Fitrika Mita; Saleh, Sofyan M.; Taufiq, Luthfi Chaliqi
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 2, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v2i1.37359

Abstract

Maps are a tool for communicating between map makers and map users, so that maps are required to be able to present the functions and information of the objects depicted optimally. The aim of the service is to create an administrative map. The regulations used in making this map are regulations issued by the Head of the Geopatial Information Agency (PerKaBIG) Number 3 of 2016 concerning Technical Specifications for Presenting Village Maps. Making this map uses tools in the form of GIS (Geographic Information System) software. This data collection was carried out by mapping hamlet boundaries using Google Earth Pro software, then the results were extracted into the GIS application, then adjustments were made to the map data into map form and reproducing or printing the map in map form. The map that will be created is an administrative map of the division of hamlets into villages or also called Gampong in Acehnese. This map was made in Gampong Luthu Lamweu, Sukamakmur District, Aceh Besar Regency which has three hamlets, namely Amplam Batee Hamlet, Lamweu Hamlet and Lam Ara Hamlet. Administratively, Luthu Lamweu Gampong is bordered to the north by Reuhat Tuha Gampong, to the south by Gampong Aneuk Glee Mountain/Bukit Barisan, to the east by Gampong Baet Mesjid and to the west by Luthu Dayah Krueng Gampong.
Pengaruh sepeda motor terhadap kapasitas bagian jalinan pada perencanaan bundaran di Simpang Tujuh Ulee Kareng Sugiarto, Sugiarto; Faisal, Ruhdi; Reyhan, Mohammad
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.846 KB) | DOI: 10.29103/tj.v8i2.173

Abstract

Kapasitas jalinan sangat berperan penting untuk perencanaan bundaran lalu lintas terutama pada lalu lintas campuran dengan komposisi lalu lintas didominasi kendaraan roda dua (sepeda motor). Simpang Tujuh Ulee Kareng merupakan simpang tak bersinyal dengan kondisi lalu lintas campuran dengan proporsi roda dua sangat tinggi. Maka, penelitian ini bertujuan untuk meninjau pengaruh proporsi roda dua terhadap kapasitas bagian jalinan. Metode analisis digunakan simulasi lalu lintas dengan menggunakan simulator VISSIM 6.00-22. Lokasi penelitian dipilih Simpang Tujuh Ulee Kareng dimana berdasarkan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Simpang Tujuh Ulee Kareng yang direncanakan oleh pemerintah Kota Banda Aceh dengan konstruksi Bundaran. Hasil penelitian dengan menggunakan simulator lalu lintas VISSIM 6.00-22 kapasitas bagian jalinan hanya mengalami perubahan kecil pada skenario komposisi roda dua 40% - 90%. Penurunan kapasitas bagian jalinan terjadi saat komposisi roda dua/motorcycle (MC) pada skenario 10% - 30% yang diakibatkan meningkatnya komposisi kendaraan ringan/light vehicle (LV) sehingga membuat banyaknya ruang antara (gap) kendaraan yang kosong. Panjang antrian dan tundaan yang terjadi semakin rendah saat komposisi roda dua (MC) pada skenario 40% - 90%. Dari hasil simulasi dapat dilihat bahwa roda dua (MC) memberikan keleluasaan pada ruang jalan sehingga arus menjadi lebih lancar. Seiring meningkatnya komposisi kendaraan ringan (LV) atau roda empat mengakibatkan ruang jalan menjadi lebih sempit. Kendaraan yang berada di jalinan cukup sulit untuk bergerak sehingga kecepatan menurun yang berdampak pada antrian kendaraan yang panjang dan menyebabkan menurunnya kapasitas bagian jalinan Bundaran.
PERBANDINGAN METODE BINA MARGA DAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) DALAM MENGEVALUASI KONDISI KERUSAKAN JALAN (STUDI KASUS JALAN TENGKU CHIK BA KURMA, ACEH) Faisal, Ruhdi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.083 KB) | DOI: 10.29103/tj.v10i1.256

Abstract

Penentuan kondisi permukaan jalan merupakan salah satu tahapan dalam mengatasi permasalah jalan, baik untuk jalan yang telah mencapai umur rencana maupun jalan yang rusak. Metode yang umum digunakan di Indonesia untuk menilai kerusakan jalan adalah metode Bina Marga dan metode PCI (Pavement Condition Index). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai kondisi ruas Jalan Tengku Chik Ba Kurma berdasarkan kedua metode tersebut. Data primer pada penelitian ini beru survey kerusakan jalan dan data lalu lintas. Data lalu lintas hanya dipergunakan pada metode Bina Marga. Berdasarkan pengukuran dilapangan jalan ini memiliki panjang 3,2 km dan lebar 5 meter. Menurut status ruas Jalan Tengku Chik Ba Kurma merupakan jalan kolektor dengan tipe jalan 2/2 UD serta mempunyai kelas jalan IIIC. Urutan prioritas penanganan jalan dengan metode Bina Marga didasarkan pada rentang nilai 0 sampai lebih besar dari 7, sedangkan metode PCI merangking kondisi perkerasan jalan dai nilai 0% sampai 100%. Metode Bina Marga memiliki 3 penangan, yiatu peningkatan jalan, pemeliharaan berkala dan pemeliharaan rutin. Berdasarkan hasil penilai dengan Metode Bina Marga dapat diketahui penangan yang cocok untuk jalan tersebut adalah pemiliharaan berkala. Metode PCI menunjukkan bahwa Jalan Tengku Chik Ba Kurma memiliki nilai 42,75% termasuk pada tingkatan (fair).
Pendampingan Teknis Persiapan Dokumen Usulan Pembangunan Pagar Rumah Sewa di Gampong Meunasah Tutong Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar Ruhdi Faisal; Fitrika Mita Suryani; Nora Abdullah; Cut Mutiawati; Luthfi Chaliqi Taufiq
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 3, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v3i1.41416

Abstract

Gampong Meunasah Tutong is one of the villages in Ingin Jaya District, Aceh Besar Regency. Currently, the central government has a village fund program that is prioritized to finance development and community empowerment to improve community welfare. In 2023, Gampong Meunasah Tutong plans to build houses and fences for rental houses on land that is a Gampong asset. The house is expected to become a profitable asset for the Gampong in the future. The scope of activities carried out includes technical work such as preliminary surveys and land area measurements, house and fence designs, calculations of work volumes and calculations of cost requirements. At the end of this activity, it is expected to produce supporting documents for the Budget Estimate Plan (RAB) proposal to be submitted to the relevant agencies as a requirement for disbursement of funds. The process of preparing this RAB also involves the village assistance team as examiners of the conformity of the proposed budget with the required standards.
Studi Kinerja Jalan Eksisting dan Proyeksi 5 Tahun ke depan pada Jalan Teuku Iskandar Kota Banda Aceh Muhammad Ridho Maulana; Ruhdi Faisal; Fadhlullah Apriandy
Journal of The Civil Engineering Student Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nonor 4 Desember 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v6i4.25783

Abstract

Jalan Teuku Iskandar merupakan salah satu jalan yang mudah diakses oleh masyarakat yang tinggal di seputaran Aceh Besar yang berbatasan langsung dengan Kota Banda Aceh. Jalan Teuku Iskandar bertipe 2 lajur 2 arah tak terbagi (2/2 UD) dengan panjang jalan 3,802 kilometer dan lebar badan jalan 7,8 meter dengan lebar bahu efektif 0,4 meter. Menurut peraturan pemerintah no 34 tahun 2006 Jalan Teuku Iskandar termasuk kedalam Jalan Lokal Primer dikarenakan masuk beberapa persyaratan yaitu kecepatan minimal 30 km/jam dengan lebar jalan 7,5m.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja jalan Teuku Iskandar pada saat ini dan 5 tahun yang akan dating dengan menggunakan metode PKJI 2014.Hasil penelitian Jalan Teuku Iskandar pada tahun 2023 mendapatkan hasil arus lalu lintas sebesar 1978,45 skr/jam dengan kapasitas 2379,90 skr/jam dan mendapatkan hasil DJ 0,83 maka dari itu untuk Q/C masih dapat ditolelir, sedangkan pada Tahun 2028 mendapatkan hasil arus lalu lintas setelah di proyeksikan sebesar 2504,68 skr/jam dengan kapasitas sama seperti pada tahun 2023 sebesar 2379,90 skr/jam dan mendapatkan hasil DJ 1,05 maka dari itu untuk Q diatas kapasitas, dari hasil pada tahun 2028 dapat disimpulkan bahwa Jalan ini sudah melewati batas ketentuan Rasio Volume Kapasitas (RVK) untuk jalan lokal dan lingkungan sebesar 0,9.
Pengaruh sepeda motor terhadap kapasitas bagian jalinan pada perencanaan bundaran di Simpang Tujuh Ulee Kareng Sugiarto Sugiarto; Ruhdi Faisal; Mohammad Reyhan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v8i2.173

Abstract

Kapasitas jalinan sangat berperan penting untuk perencanaan bundaran lalu lintas terutama pada lalu lintas campuran dengan komposisi lalu lintas didominasi kendaraan roda dua (sepeda motor). Simpang Tujuh Ulee Kareng merupakan simpang tak bersinyal dengan kondisi lalu lintas campuran dengan proporsi roda dua sangat tinggi. Maka, penelitian ini bertujuan untuk meninjau pengaruh proporsi roda dua terhadap kapasitas bagian jalinan. Metode analisis digunakan simulasi lalu lintas dengan menggunakan simulator VISSIM 6.00-22. Lokasi penelitian dipilih Simpang Tujuh Ulee Kareng dimana berdasarkan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Simpang Tujuh Ulee Kareng yang direncanakan oleh pemerintah Kota Banda Aceh dengan konstruksi Bundaran. Hasil penelitian dengan menggunakan simulator lalu lintas VISSIM 6.00-22 kapasitas bagian jalinan hanya mengalami perubahan kecil pada skenario komposisi roda dua 40% - 90%. Penurunan kapasitas bagian jalinan terjadi saat komposisi roda dua/motorcycle (MC) pada skenario 10% - 30% yang diakibatkan meningkatnya komposisi kendaraan ringan/light vehicle (LV) sehingga membuat banyaknya ruang antara (gap) kendaraan yang kosong. Panjang antrian dan tundaan yang terjadi semakin rendah saat komposisi roda dua (MC) pada skenario 40% - 90%. Dari hasil simulasi dapat dilihat bahwa roda dua (MC) memberikan keleluasaan pada ruang jalan sehingga arus menjadi lebih lancar. Seiring meningkatnya komposisi kendaraan ringan (LV) atau roda empat mengakibatkan ruang jalan menjadi lebih sempit. Kendaraan yang berada di jalinan cukup sulit untuk bergerak sehingga kecepatan menurun yang berdampak pada antrian kendaraan yang panjang dan menyebabkan menurunnya kapasitas bagian jalinan Bundaran.
STUDI REKAYASA LALU LINTAS PADA SIMPANG TUJUH ULEE KARENG DENGAN MERENCANAKAN BUNDARAN (ROUNDABOUT) Ruhdi Faisal
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v9i1.177

Abstract

Simpang Tujuh Ulee Kareng merupakan persimpangan dengan jumlah pertemuan ruas jalan yang paling banyak di Kota Banda Aceh tanpa adanya pengaturan lalu lintas, sehingga mengakibatkan terjadi tundaan dan kemacetan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sebuah rekayasa lalu lintas dari simpang tak bersinyal menjadi persimpangan dengan bundaran. Data volume lalu lintas diambil dengan bantuan kamera video dan data kecepatan diambil dengan alat bantu speed gun. Data yang dikumpulkan adalah data geometrik jalan, volume lalu lintas dan kecepatan setempat. Data awal yang digunakan untuk adalah volume jam puncak (VJP) dari volume yang diamati dan kemudian disimulasikan ke software VISSIM 6.00-22 dengan tipe bundaran R10-22. Kapasitas terbesar di ruas jalinan yaitu 6629 kend/jam. Arus bagian jalinan terbesar di ruas jalinan AB yaitu 3184 kend/jam. Tundaan terbesar di ruas jalinan AB yaitu 2,30 detik/kendaraan. Untuk Derajat Kejenuhan (DS) didapat dari perbandingan arus bagian jalinan dengan kapasitas. DS  terbesar di ruas jalinan AB yaitu 0,50 dan Peluang Antrian terbesar dari pembacaan grafik MKJI adalah 6%-13,5%. 
PERBANDINGAN METODE BINA MARGA DAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) DALAM MENGEVALUASI KONDISI KERUSAKAN JALAN (STUDI KASUS JALAN TENGKU CHIK BA KURMA, ACEH) Ruhdi Faisal
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i1.256

Abstract

Penentuan kondisi permukaan jalan merupakan salah satu tahapan dalam mengatasi permasalah jalan, baik untuk jalan yang telah mencapai umur rencana maupun jalan yang rusak. Metode yang umum digunakan di Indonesia untuk menilai kerusakan jalan adalah metode Bina Marga dan metode PCI (Pavement Condition Index). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai kondisi ruas Jalan Tengku Chik Ba Kurma berdasarkan kedua metode tersebut. Data primer pada penelitian ini beru survey kerusakan jalan dan data lalu lintas. Data lalu lintas hanya dipergunakan pada metode Bina Marga. Berdasarkan pengukuran dilapangan jalan ini memiliki panjang 3,2 km dan lebar 5 meter. Menurut status ruas Jalan Tengku Chik Ba Kurma merupakan jalan kolektor dengan tipe jalan 2/2 UD serta mempunyai kelas jalan IIIC. Urutan prioritas penanganan jalan dengan metode Bina Marga didasarkan pada rentang nilai 0 sampai lebih besar dari 7, sedangkan metode PCI merangking kondisi perkerasan jalan dai nilai 0% sampai 100%. Metode Bina Marga memiliki 3 penangan, yiatu peningkatan jalan, pemeliharaan berkala dan pemeliharaan rutin. Berdasarkan hasil penilai dengan Metode Bina Marga dapat diketahui penangan yang cocok untuk jalan tersebut adalah pemiliharaan berkala. Metode PCI menunjukkan bahwa Jalan Tengku Chik Ba Kurma memiliki nilai 42,75% termasuk pada tingkatan (fair).