Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN ALGORITMA DES, AES, IDEA, DAN BLOWFISH BERDASARKAN PANJANG KUNCI DAN CIPHERTEXT SEBAGAI INDIKATOR KEAMANAN DATA Faqih Rifaldy; Hans Pran Limbong; Maulana Firjatullah; Rafli Arya Gading; M Irsan Prayoga; Ibnu Rusydi
Journal of Research and Publication Innovation Vol 4 No 1 (2026): JANUARY
Publisher : Journal of Research and Publication Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid growth of information technology has increased the need for secure data transmission, making cryptography a fundamental component of computer security systems. Symmetric cryptographic algorithms play an important role in protecting data confidentiality by transforming plaintext into ciphertext that is difficult to interpret by unauthorized parties. This study aims to compare the symmetric cryptographic algorithms DES, AES, IDEA, and Blowfish based on key length and ciphertext length as indicators of data security. The research utilizes a dataset consisting of 120,000 encryption records containing information on algorithm type, key length, and ciphertext length. The analysis is conducted using a descriptive comparative approach to evaluate differences in security characteristics among the algorithms. Key length is analyzed as an indicator of resistance to brute-force attacks, while ciphertext length is examined to assess encryption complexity and data transformation behavior. The results show that DES has the shortest key length and produces relatively less complex ciphertext, indicating lower security. IDEA demonstrates moderate security characteristics, while AES and Blowfish exhibit larger and more flexible key lengths along with more varied ciphertext patterns. These characteristics suggest that AES and Blowfish provide higher security compared to DES and IDEA. This study concludes that key length and ciphertext characteristics can be used as preliminary indicators in evaluating the relative security of symmetric cryptographic algorithms. However, this research does not include performance testing or cryptanalysis simulations, which can be explored in future studies.
Analisis Perbandingan Algoritma Kriptografi Aes Dan Rsa Terhadap Keamanan Dan Waktu Proses Enkripsi Data Teks Surizky Ananda; Ibnu Rusydi; Muhammad Faruqi; M.Wahyu Ramadhan; M. N. Alfi Syahrin; Riko Prananda Prayugo; Maulana Ihsan
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan data merupakan aspek penting dari sistem informasi digital, khususnya dalam melindungi data teks dari akses yang tidak sah. Kriptografi memainkan peran penting dalam memastikan kerahasiaan data melalui algoritma enkripsi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan algoritma kriptografi Advanced Encryption Standard (AES) dan Rivest Shamir Adleman (RSA) berdasarkan tingkat keamanan dan waktu pemrosesan enkripsi untuk data teks. Metode penelitian melibatkan pengujian eksperimental dengan melakukan proses enkripsi dan dekripsi pada data teks dengan berbagai ukuran. Algoritma AES diimplementasikan menggunakan kunci simetris, sedangkan algoritma RSA menggunakan pasangan kunci publik dan privat. Parameter evaluasi meliputi waktu enkripsi, waktu dekripsi, dan karakteristik keamanan teoritis dari masing-masing algoritma. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa AES memiliki waktu enkripsi dan dekripsi yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan RSA, terutama saat memproses data teks berukuran besar. Sementara itu, RSA memberikan keamanan yang kuat untuk pertukaran kunci dan tujuan otentikasi tetapi membutuhkan biaya komputasi yang lebih tinggi. Berdasarkan analisis, AES lebih efisien untuk mengamankan data teks skala besar, sedangkan RSA lebih cocok untuk distribusi kunci dan mekanisme otentikasi yang aman.