Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pelatihan digitalisasi sumber belajar, asesmen, dan evaluasi pembelajaran berbasis ChatGPT bagi guru SMPN 9 Payakumbuh Indra Saputra; Hayatunnufus Hayatunnufus; Siska Miga Dewi; Reflianto Reflianto; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26825

Abstract

AbstrakLatar belakang kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berkaitan dengan kondisi sumber belajar tekstual yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan kelas digital yang dinamis. Selain itu, asesmen dan evaluasi pembelajaran yang belum melibatkan teknologi digital secara optimal berdampak pada kurangnya akurasi dalam mengukur perkembangan kompetensi siswa. Tujuan dari kegiatan PKM yang diwujudkan dalam bentuk pelatihan adalah meningkatkan kompetensi guru dalam konteks digitalisasi sumber belajar, asesmen, dan evaluasi dengan menggunakan ChatGPT. Metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktik. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2024. Peserta pelatihan adalah guru SMPN 9 Payakumbuh yang berjumlah 31 orang. Latar belakang keahlian peserta mencakup semua mata pelajaran seperti Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, PPKn, Seni Budaya, dan Informatika. Kegiatan pelatihan ini diawali dengan tahap perencanaan yang mencakup koordinasi terkait kebutuhan pelatihan dan sasaran pelatihan. Tahap pelaksanaan diawali dengan proses penyampaian materi dan diskusi serta dilanjutkan proses demonstrasi dan praktik dalam konteks digitalisasi sumber belajar, asesmen dan evaluasi berbasis ChatGPT. Tahapan terakhir pelatihan adalah evaluasi yang mengukur capaian kegiatan pelatihan. Hasil pelatihan mendeskripsikan bahwa peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Selanjutnya, peserta juga dapat memenuhi beberapa indicator ketercapaian kegiatan pelatihan antara lain mampu melakukan proses digitalisasi sumber belajar dalam bentuk modul dan dan buku elektronik. Selanjutnya, peserta juga mampu Menyusun instrument asesmen dan evaluasi dengan menggunakan Chat GPT. Beberapa indicator tersebut mengindikasikan bahwa tujuan pelaksanaan pelatihan dapat tercapai dengan baik. Rekomendasi untuk kegiatan ini adlaah agar pelatihan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar hasil pelatihan dapat diimplementasikan dengan maksimal. Kata kunci: asesmen; evaluasi; ChatGPT; sumber belajar AbstractThe Community Partnership Program (PKM) addresses the limitations of existing textual learning resources in meeting the needs of dynamic digital classrooms. Additionally, assessment and evaluation have not yet fully integrated digital technology, resulting in less accurate measurements of students' competencies. The PKM program aims to improve teachers' skills in digitalizing learning resources, assessment, and evaluation using ChatGPT. Training methods included lectures, discussions, demonstrations, and hands-on practice. This training activity was conducted on August 24, 2024. The participants, 31 teachers from SMPN 9 Payakumbuh, covered various subjects like Religious Education, Mathematics, Science, Social Studies, and Informatics. The training began with planning, followed by material delivery, discussions, and practical sessions focused on digitalizing learning resources and using ChatGPT for assessments. The final evaluation measured the program's success. Participants were enthusiastic, meeting key objectives such as converting learning materials into e-books and developing assessment tools with ChatGPT. These outcomes indicate the training's success. The recommendation is to conduct ongoing training to ensure the effective implementation of the skills learned. Keywords: assessment; evaluation; ChatGPT; learning resources
Edukasi ketahanan mental generasi muda: program pengabdian untuk pencegahan bunuh diri Indra Saputra; Rahmiati Rahmiati; Hayatunnufus Hayatunnufus; Febri Silvia; Rahmi Oktarina; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23593

Abstract

AbstrakLatarbelakang kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya fenomena bunuh diri di kalangan generasi muda menjadi isu global dan juga menjadi isu yang terus meningkat di Indonesia. Fenomena ini disebabkan oleh masalah kesehatan mental remaja yang disebabkan tekanan akademis, masalah keluarga, kesulitan hubungan sosial, serta pengaruh negatif media sosial. Masalah selanjutnya juga terkait dengan kurangnya dukungan psikososial dan ketidakmampuan mengelola stres bagi remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait kesehatan mental remaja untuk mencegah terjadinya bunuh diri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dan praktik. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang dengan latar belakang profil dan daerah asal yang beragam. Kegiatan mencakup persiapan, pelaksanaan dan evaluasi yang mencakup antara lain penyampaian materi edukasi, diskusi dan tanya jawab, pendampingan dalam penyusunan rencana strategis pencegahan bunuh diri dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan mendeskripsikan bahwa seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan dapat memahami substansi kegiatan dengan baik. Hasil berikutnya adalah peserta dapat menyusun rencana strategis pencegahan bunuh diri yang dapat diimplementasikan dalam konteks individu maupun masyarakat. Rencana strategis pencegahan tersebut antara lain program pelatihan ketahanan mental di sekolah, sistem pendukung peer counselor (konselor sebaya), kampanye kesadaran kesehatan mental, workshop orang tua dan guru, layanan konseling terintegrasi, program edukasi dan latihan mindfulness, pusat informasi dan dukungan kesehatan mental, program ekstrakurikuler yang menunjang kesehatan mental. Secara keseluruhan, tujuan kegiatan edukasi ini dapat dicapai dengan maksimal. Terakhir, saran yang dapat diberikan adalah agar program pendampingan yang sejalan dapat diberikan secara berkala dan berkelanjutan. Kata kunci: edukasi; ketahanan mental; generasi muda; bunuh diri. Abstract The background of this community service activity is the increasing phenomenon of suicide among young people, which has become a global issue and is also rising in Indonesia. This phenomenon is caused by mental health problems among teenagers due to academic pressure, family issues, social relationship difficulties, and the negative influence of social media. Additionally, there is a lack of psychosocial support and an inability to manage stress among teenagers. This community service activity aims to provide education related to teenage mental health to prevent suicide. The methods used in this activity include delivering educational materials, discussions and Q&A sessions, assistance in formulating strategic suicide prevention plans, and activity evaluation. The results of the activity indicate that all participants could follow the activity well and understand its substance. Furthermore, the participants were able to develop strategic suicide prevention plans that can be implemented on both individual and community levels. These strategic prevention plans include mental resilience training programs in schools, peer counselor support systems, mental health awareness campaigns, workshops for parents and teachers, integrated counseling services, education and mindfulness training programs, mental health information and support centers, and extracurricular programs that support mental health. Overall, the educational objectives of this activity were successfully achieved. Finally, it is recommended that similar supportive programs be provided regularly and continuously. Keywords: education; mental resilience; young generation; suicide.
Transformasi evaluasi pembelajaran berbasis AI: Pelatihan Chatbot AI bagi Pendidik SMPN 9 Payakumbuh Indra Saputra; Hayatunnufus Hayatunnufus; Siska Miga Dewi; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza; Reflianto Reflianto; Feriantano Sundang Pranata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30792

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses evaluasi pembelajaran. Namun, di lapangan masih banyak guru yang belum memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam memanfaatkan teknologi ini secara optimal. Kondisi ini juga ditemukan di SMPN 9 Payakumbuh, di mana sebagian besar guru masih menggunakan metode evaluasi konvensional yang kurang fleksibel, memakan waktu, dan belum mencerminkan kemampuan siswa secara akurat. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran berbasis AI, khususnya melalui pemanfaatan Chatbot AI seperti ChatGPT. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada 24 Agustus 2024 di SMPN 9 Payakumbuh, diikuti oleh 31 guru dari berbagai mata pelajaran. Metode pelatihan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Materi difokuskan pada penggunaan ChatGPT untuk menyusun soal, menganalisis jawaban siswa, memberikan umpan balik otomatis, serta merancang evaluasi berbasis interaksi percakapan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menyusun instrumen evaluasi digital berbasis ChatGPT dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran. Disarankan agar pelatihan ini dilanjutkan secara berkala dan disertai dengan pendampingan untuk mendukung implementasi berkelanjutan di kelas. Kata kunci: Chatbot AI; evaluasi pembelajaran; ChatGPT; kompetensi guru; pelatihan. The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) has introduced new opportunities in the field of education, particularly in the area of learning assessment. However, many teachers, including those at SMPN 9 Payakumbuh, still rely on conventional evaluation methods that tend to be time-consuming, inflexible, and less accurate in reflecting students' competencies. This Community Partnership Program (PKM) was implemented to enhance teachers’ competencies in AI-based assessment by utilizing chatbot technology, specifically ChatGPT. The training was conducted on August 24, 2024, involving 31 teachers from various subject areas. The training methods included lectures, discussions, demonstrations, and hands-on practice. The content focused on the use of ChatGPT to design assessment questions, analyze student responses, provide automated feedback, and develop interactive, conversation-based evaluations. The results indicated that participants were able to develop AI-based digital assessment instruments and demonstrated high enthusiasm for integrating AI into teaching practices. It is recommended that similar training be conducted regularly and supported with mentoring to ensure sustainable implementation in classrooms. Keywords: Chatbot AI; learning assessment; ChatGPT; teacher competence; professional training.
Pelatihan dan pendampingan UMKM di bidang busana meningkatkan ekonomi masyarakat di Nagari Lubuak Batingkok Ernawati Ernawati; Agusti Efi; Hadiastuti Hadiastuti; Elviza Yeni Putri; Hazevi Atila Yazel Aze
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34490

Abstract

AbstrakPakaian saat ini  bukan hanya menjadi kebutuhan pokok manusia, melainkan telah menjadi bagian fashion yang mengalami perubahan sangat pesat. Hal inilah yang mendasari banyaknya usaha busana atau usaha produktif yang dimiliki perorangan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota dengan ciri khasnya masing-masing. Masyarakat di nagari Lubuak Batingkok banyak yang berusaha dibidang fashion perorangan, salah satunya menerima jahitan  (modiste). Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan usaha perorangan tentang  (1) pengetahuan para penjahit (pengusaha modiste) dalam mendesain dan teknik menjahit, (2) meningkatkan keterampilan dibidang menjahit baju kurung basiba dan busana muslimah sesuai dengan kebutuhan konsumen, (3) melatih dan melakukan pendampingan para pengusaha modiste agar lebih terampil  dalam memproduksi busana sesuai pesanan konsumen. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah analisis keterampilan SDM dibidang modiste, menyusun program, pelaksanaan pelatihan dan evaluasi. Hasil dari PKM ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mitra dalam beberapa aspek, antara lain meningkatnya pemahaman peserta mengenai desain dan teknik menjahit, ketepatan pembuatan pola, serta kerapian hasil jahitan. Indikator keberhasilan program terlihat dari (1) meningkatnya keterampilan peserta dalam pembuatan baju kurung basiba sesuai standar teknik, (2) kemampuan peserta menghasilkan karya busana secara mandiri, (3) keaktifan peserta selama pelatihan, dan (4) tersusunnya rencana tindak lanjut berupa pendampingan usaha modiste di nagari tersebut. Secara keseluruhan, program ini memberikan solusi nyata bagi permasalahan mitra dan berkontribusi pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Nagari Lubuak Batingkok. Kata kunci: pelatihan; pendampingan; keterampilan SDM. AbstractClothing today is not only a basic human necessity but has also become an integral part of the fashion industry, which is experiencing rapid transformation. This development has encouraged the emergence of numerous fashion-related businesses and productive enterprises owned by individuals and Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Limapuluh Kota Regency, each with its own distinctive characteristics. Many residents of Nagari Lubuak Batingkok are engaged in individual fashion enterprises, including tailoring services (modiste). This Community Partnership Program (PKM) was implemented to strengthen individual businesses by: (1) enhancing the knowledge of tailors (modiste entrepreneurs) in fashion design and sewing techniques, (2) improving their skills in producing baju kurung basiba and Muslim fashion in accordance with consumer needs, and (3) providing training and mentoring to increase their proficiency in producing garments based on customer orders. The methods used in this program included assessing human resource skills in the modiste sector, developing an appropriate training program, conducting training activities, and performing evaluations. The results of this PKM indicate an improvement in the partners’ abilities across several aspects, including increased understanding of fashion design and sewing techniques, greater accuracy in pattern making, and enhanced neatness in the final products. Indicators of program success include: (1) improved participant skills in producing baju kurung basiba that meet technical standards, (2) the ability of participants to produce garments independently, (3) active engagement during the training sessions, and (4) the development of a follow-up plan for continued mentoring of modiste businesses in the nagari. Overall, this program provides practical solutions to the partners’ challenges and contributes to efforts to improve the welfare of the community in Nagari Lubuak Batingkok. Keywords: training; mentoring; human resource skills.
Pengaruh Model Experiential Learning Berbantuan Media Video Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Materi Sulaman Kelas XI Busana SMK Negeri 1 Lembah Gumanti Rahmatika, Siti; Puspaneli; Ernawati; Putri, Elviza Yeni
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/xcwptf22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam pembuatan sulaman bayang dan sulaman terawang Inggris pada mata pelajaran Eksperimen Tekstil dan Desain Hiasan yang berdampak pada rendahnya hasil belajar dan belum tercapainya Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode Quasy experiment menggunakan rancangan Nonequivalent control group design. Penelitian ini menerapkan model pembelajaran Experiential Learning berbantuan media video yang menekankan pada pengalaman belajar langsung siswa. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI Busana SMK Negeri 1 Lembah Gumanti tahun pelajaran 2025/2026, dengan sampel ditentukan melalui teknik Sampling jenuh. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 55 siswa, terdiri dari 26 siswa kelas XI Busana A dan 29 siswa kelas XI Busana B. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, angket respon siswa, dan tes hasil belajar. Data dianalisis menggunakan uji prasyarat dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan pada siswa yang belajar menggunakan model Experiential Learning dengan model konvensional. Hasil uji t menunjukkan thitung > ttabel di mana thitung = 3,77 dan ttabel = 2,00 sehingga H0 ditolak Ha diterima. Respon siswa terhadap pembelajaran mencapai 97% dengan keterlaksanaan model sebesar 93%, sehingga disimpulkan bahwa model Experiential Learning berbantuan media video memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar. Model ini dapat diadopsi sebagai strategi pembelajaran efektif di SMK untuk meningkatkan keterampilan praktik dan pencapaian kompetensi siswa dalam mata pelajaran produktif.
Beyond the Classroom: The Potential of Project-Based Learning and YouTube in Fostering Learning Engagement and Creativity in Digital Learning Putri, Elviza Yeni; Oktarina, Rahmi; Sidiqi, Adam Rasyid; Saputra, Indra
The Indonesian Journal of Computer Science Vol. 13 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Computer Science
Publisher : AI Society & STMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33022/ijcs.v13i1.3699

Abstract

The background of this research is the low of student learning engagement and creativity. The purpose of this study is to analyze the potential of project-based learning and YouTube in enhancing learning engagement and creativity. The method used in this research is a semi-systematic literature review. The results of the study describe that project-based learning and the YouTube platform have the potential to increase learning engagement and creativity. Some potential aspects of project-based learning integrated with YouTube include relevant and interesting learning content, real project learning experiences, interactive and responsive platforms, flexibility and adaptability, online collaboration features, experimental activity opportunities, and constructive feedback. The findings of this research can be considered by educators when designing learning experiences aimed at improving student learning engagement and creativity. Further research recommendations include the need for experimental implementation of project-based learning integrated with YouTube and measuring the impact of treatment in increasing learning engagement and creativity.
PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK SADAR WISATA AIR MANIS MELALUI PELATIHAN BAHASA INGGRIS DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI BERBASIS KOMPETENSI Rahmi Fadilah; Violintikha Harmawan; Elviza Yeni Putri; Riski Gusri Utami; Fajar Sidik; Afifa Nur Ariza
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.45730

Abstract

Provinsi Sumatera Barat merupakan daerah dengan beragam daya tarik wisata, salah satunya adalah Pantai Air Manis. Berkat lokasinya yang dekat dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan keindahan alamnya, Pantai Air Manis memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan mancanegara. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat melalui BIM di Kabupaten Padang Pariaman pada Januari 2024 mencapai 4.689 kunjungan, mengindikasikan bahwa provinsi ini menjadi salah satu destinasi pilihan bagi wisatawan asing. Namun, mitra Pokdarwis Air Manis menghadapi kendala utama, yaitu kurangnya kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan komunikasi wisata umum di kalangan pelaku wisata. Hal ini menghambat efektivitas promosi potensi Pantai Air Manis kepada wisatawan asing yang semakin meningkat setiap tahunnya. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pelatihan yang berfokus pada peningkatan keterampilan komunikasi dan bahasa Inggris bagi pelaku wisata, serta diskusi terkait pengetahuan dan fenomena budaya asing (cross-culture) di lingkungan Air Manis. Program ini dilakukan melalui diskusi, ceramah, dan praktik langsung di lapangan. Kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan diakhiri dengan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan program.
Pendampingan pengelolaan dan penataan potensi wisata nagari lubuak batingkok untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Ernawati Ernawati; Khairi Budayawan; Lise Asnur; Elviza Yeni Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39665

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung pengelolaan dan penataan potensi serta sumber daya pariwisata di Objek Wisata Kilalang Nagari Lubuak Batingkok, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Nagari Lubuak Batingkok memiliki potensi wisata alam, wisata sejarah, dan wisata edukasi yang cukup besar, namun belum dikelola secara optimal dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya pemahaman masyarakat terkait pengelolaan desa wisata, belum optimalnya pengembangan produk wisata dan UMKM, lemahnya promosi wisata, serta kurang optimalnya peran kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan wisata, penguatan kelembagaan, pengembangan produk wisata dan promosi wisata, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pariwisata berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan mulai Juni 2023 sampai November 2023 dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas pemerintah nagari, Pokdarwis, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi analisis potensi dan sumber daya nagari, sosialisasi program, focus group discussion (FGD), transfer knowledge, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan desa wisata, pentingnya promosi wisata, pengembangan produk UMKM, serta penguatan kelembagaan Pokdarwis melalui pembentukan dan revitalisasi kepengurusan Pokdarwis Lembah Bungsu Nagari Lubuak Batingkok. Selain itu, kegiatan transfer knowledge terkait penataan kawasan wisata dan pengemasan produk lokal memberikan dampak positif terhadap kesiapan masyarakat dalam mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari Lubuak Batingkok. Kata kunci: desa wisata; nagari lubuak batingkok; pariwisata berkelanjutan; pengelolaan wisata; pokdarwis. AbstractThis community service program was conducted to support the management and development of tourism potential and resources at the Kilalang Tourism Area in Nagari Lubuak Batingkok, Harau District, Lima Puluh Kota Regency. Although the area has significant potential in nature, historical, and educational tourism, its management has not been optimal in supporting community economic development. The main problems faced by the community included limited understanding of tourism village management, weak tourism promotion, underdeveloped tourism products and micro, small, and medium enterprises (MSMEs), and the suboptimal role of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). This program aimed to improve community knowledge and skills in tourism management, institutional strengthening, tourism product development, and sustainable tourism awareness. The program was implemented from June to November 2023 and involved 25 participants consisting of village government officials, Pokdarwis members, MSME actors, and local communities. The methods used included potential analysis, program socialization, focus group discussions (FGD), knowledge transfer, training, mentoring, monitoring, and evaluation. The results showed increased community understanding of tourism village management, tourism promotion, MSME product development, and the strengthening of Pokdarwis institutions through the revitalization of Pokdarwis Lembah Bungsu. In addition, training on tourism area arrangement and local product packaging positively supported community readiness in developing local potential-based tourism destinations sustainably. Keywords: nagari lubuak batingkok; pokdarwis; sustainable tourism; tourism management; tourism village.
Penguatan kapasitas masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Maimbau Pulang Nagari Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Ernawati Ernawati; Khairi Budayawan; Lise Asnur; Elviza Yeni Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39664

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Nagari Harau “Maimbau Pulang” di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang memiliki potensi wisata alam unggulan namun belum dikelola secara optimal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya pemahaman masyarakat terkait tata kelola objek wisata, minimnya pengelolaan atraksi wisata dan UKM, serta belum optimalnya kelembagaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan desa wisata melalui penguatan kelembagaan, pelatihan tata kelola objek wisata, pembentukan Pokdarwis, serta implementasi sapta pesona pada kawasan wisata Aia Malanca. Kegiatan dilaksanakan mulai April 2021 sampai Desember 2021 dengan melibatkan 35 peserta yang terdiri atas pemerintah nagari, pengelola objek wisata, Pokdarwis, masyarakat setempat, dan mahasiswa Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang. Metode pelaksanaan meliputi analisis kualitas sumber daya manusia, diskusi kelompok terarah (FGD), pelatihan, pendampingan, praktik lapangan, dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai sadar wisata, tata kelola destinasi, dan pengembangan atraksi wisata berbasis potensi lokal. Selain itu, terbentuknya Pokdarwis Aia Malanca menjadi langkah strategis dalam mendukung pengelolaan destinasi wisata secara berkelanjutan. Implementasi sapta pesona melalui kegiatan gotong royong dan penataan kawasan wisata juga memberikan dampak positif terhadap kebersihan, kenyamanan, dan daya tarik objek wisata. Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari Harau. Kata kunci: desa wisata; nagari harau; pokdarwis; sapta pesona; tata kelola wisata. AbstractThis community service program was conducted to support the development of the Nagari Harau Tourism Village “Maimbau Pulang” in Harau District, Lima Puluh Kota Regency, which has significant natural tourism potential but has not been optimally managed. The main challenges faced by the community included limited understanding of tourism destination management, inadequate management of tourism attractions and small-medium enterprises (SMEs), and weak institutional capacity of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). This program aimed to enhance community capacity in tourism village management through institutional strengthening, tourism management training, Pokdarwis establishment, and the implementation of Sapta Pesona principles in the Aia Malanca tourism area. The program was conducted from April to December 2021 and involved 35 participants consisting of village officials, tourism managers, Pokdarwis members, local communities, and students from the Faculty of Tourism and Hospitality, Universitas Negeri Padang. The methods included focus group discussions (FGD), training, mentoring, field practice, and program evaluation. The results showed increased community understanding of tourism awareness, destination management, and local potential-based tourism attraction development. In addition, the establishment of Pokdarwis Aia Malanca became a strategic step toward sustainable tourism management. The implementation of Sapta Pesona also positively improved the cleanliness, comfort, and attractiveness of the tourism area. This program is expected to support sustainable community-based tourism village development and improve community welfare in Nagari Harau. Keywords: community-based tourism; nagari harau; sapta pesona; tourism awareness group (Pokdarwis); tourism governance.
Pelatihan pembuatan produk digital bagi generasi Z untuk meningkatkan kreativitas dan peluang wirausaha di era digital Indra Saputra; Feriantano Sundang Pranata; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza; Ringga Novelni; Ridha Hasnul Ulya; M. Affandi Arianto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39826

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi generasi Z untuk mengembangkan kreativitas dan membangun usaha berbasis digital. Namun, masih banyak calon wirausahawan, khususnya di bidang kecantikan, yang belum memiliki pemahaman dan keterampilan dalam merancang produk digital yang bernilai ekonomi. Keterbatasan pengetahuan mengenai konsep produk digital, proses perancangan, serta strategi pemasaran digital menjadi tantangan dalam mengembangkan usaha yang adaptif terhadap perkembangan era digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam membuat produk digital sebagai peluang usaha kreatif di era digital. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 18 April 2026 dengan melibatkan 18 orang calon wirausahawan muda bidang kecantikan sebagai peserta. Metode kegiatan dilakukan melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung perancangan produk digital. Materi pelatihan mencakup konsep produk digital, jenis-jenis produk digital, tahapan pembuatan produk digital, penentuan ide produk, serta strategi pemasaran digital. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 55,6% peserta berada pada kategori sangat memahami dan 33,3% memahami konsep produk digital. Selain itu, keterampilan peserta dalam merancang ide produk digital juga meningkat, dibuktikan dengan 44,4% peserta berada pada kategori sangat baik dan 38,9% pada kategori baik. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelatihan tergolong tinggi, terutama pada aspek manfaat kegiatan dengan persentase sangat puas sebesar 77,8%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pemahaman, kreativitas, dan keterampilan peserta dalam mengembangkan usaha berbasis digital yang inovatif dan berdaya saing. Kata kunci: generasi Z; kreativitas; pelatihan; produk digital; wirausaha digital. AbstractThe development of digital technology has created significant opportunities for Generation Z to enhance creativity and establish digital-based businesses. However, many aspiring entrepreneurs, particularly in the beauty sector, still lack the understanding and skills needed to design digital products with economic value. Limited knowledge regarding digital product concepts, product design processes, and digital marketing strategies remains a major challenge in developing businesses that are adaptive to the digital era. This community service activity aimed to improve participants’ understanding and skills in creating digital products as creative business opportunities in the digital age. The training was conducted on April 18, 2026, involving 18 young aspiring beauty entrepreneurs as participants. The training methods included lectures, discussions, question-and-answer sessions, and hands-on practice in designing digital products. The training materials covered digital product concepts, types of digital products, stages of digital product creation, product idea development, and digital marketing strategies. The evaluation results showed that 55.6% of participants were categorized as having a very good understanding and 33.3% as having a good understanding of digital product concepts. In addition, participants’ skills in designing digital product ideas improved, as evidenced by 44.4% of participants being categorized as very good and 38.9% as good. Participant satisfaction with the training was also high, particularly regarding the benefits of the activity, with 77.8% expressing being very satisfied. These findings indicate that the training successfully enhanced participants’ understanding, creativity, and skills in developing innovative and competitive digital-based businesses. Keywords: creativity; digital entrepreneurship; digital products; generation Z; training.