Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI KONTROL PID PADA OUTLET GAS UNIT SLUG CATCHER METODE INTERFACING HYSYS-MATLAB Dara Sabhira Nasrunna Nasrul; Nasrul ZA; Muhammad Muhammad
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v10i2.5532

Abstract

Penelitian Kontrol Proportional – Integral (PI) adalah kontroller yang berfungsi menentukan presisi suatu sistem instrumentasi dengan karakteristik adanya umpan balik pada sistem tersebut (Feed back). Slug Catcher adalah sebuah alat pemisah  digunakan untuk memisahkan lumpur, lendir, minyak, air dan gas yang berasal dari Wellpad. Metodologi penelitian ini adalah membuat model steady state Slug Catcher, lalu mengubah model steady state menjadi model dynamic, lalu membuat model kontrol PI, setelah itu melakukan tuning terhadap kontrol PI dan melakukan pengujian terhadap kontrol PI, dengan cara memberi gangguan pada set point. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu respon tercepat terhadap gangguan tekananan serta mendapatkan variable Kc dan Ti terbaik. Hasil dari penelitian pengaplikasian sistem kontrol PI didapatkan waktu tercepat yaitu 0.1 menit dengan nilai Kc= 1, dan Ti= 0.01. Pada suhu 85.31oC dengan tekanan 4238 kPa dengan laju alir 339.62 MMSCFD. Sedangkan waktu terlama pada hasil pengujian kontrol PID dengan mengubah tekanan menjadi 4270 kPa , yaitu 2.8 menit dengan nilai Kc= 1.07, dan nilai Ti= 0.04.
PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR BIOETANOL DARI PATI UBI JALAR UNGU (Ipomea batata L) Mauleny Gustina; Jalaluddin Jalaluddin; Nasrul ZA; Syamsul Bahri; Masrullita .
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i2.6604

Abstract

Bioetanol merupakan salah satu jenis biofuel (bahan bakar cair dari pengolahan tumbuhan) disamping Biodiesel. Bioetanol adalah etanol yang dihasilkan dari fermentasi glukosa (gula) yang dilanjutkan dengan proses destilasi. Ubi jalar yang berwarna ungu merupakan salah satu yang karbohidratnya tinggi, sehingga dapat dijadikan salah satu bahan baku alternative bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar etanol ubi jalar ungu melalui fermentasi dengan menggunakan ragi roti dengan variasi waktu 4, 5 dan 6 hari pada suhu kamar. Hasil penelitian menunjukkan kadar glukosa yang berasal dari proses hidrolisis menggunakan asam HCl 7% dengan kadar etanoltinggi yang optimum diperoleh melalui fermentasi penggunaan ragi Saccharomyces cerevisiae sebesar 30% diperoleh yield sebesar 54.1% pada hari ke 5 urea 5 gram dengan waktu distilasi selama 2 jam pada suhu 90 oC. Hal ini disebabkan karena perbedaan hari dan urea yang berbeda yaitu hari ke 4, 5 dan 6 dan pada urea 3 gram, 4 gram dan 5 gram. Dimana semakin tinggi urea maka kadar etanol semakin tinggi, dan dimana semakin lama fermentasi semakin tinggi kadar etanol, namun setelah hari ke 5 akan terjadi penurunan kembali, karena waktu terbaik untuk fermentasi bioetanol adalah 5 hari setelah 5 hari maka akan terjadi penurunan kadar etanol.
UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI MELALUI PENINGKATAN POWER OF HIDROGEN (PH) LAHAN SAWAH DI DESA REULET TIMUR KECAMATAN MUARA BATU KABUPATEN ACEH UTARA Hijri Juliansyah; Jariah Abu Bakar; Nasrul ZA; Hendrival Hendrival
Jurnal Ekonomi Pertanian Unimal Vol 4, No 2 (2021): JURNAL EKONOMI PERTANIAN UNIMAL
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jepu.v4i2.5735

Abstract

Bukan hanya gagal panen bahkan gagal tumbuh dan berkembangnya rumpun padidisertai warna kemerahan yang berlanjut pada kematian tanaman padi merupakansatu hal yang ditakuti oleh para petani. Selain petani mengalami kerugian, merekajuga mengalami kekecewaan tuduhan asal mula penyakit berasal dari lahan sawahmereka. Kondisi ini disebabkan oleh rendahnya nilai pH tanah. Jika diukur denganalat pengukur ph tanah, nilai ph tanahnya jauh dibawah 3,5. untuk mengembalikankesuburan tanahnya, maka tujuan pengabdian ini adalah untuk menaikkan ph tanah.Upaya menaikkan nilai pH tanah dilakukan dengan menebarkan mikroba baik yangtelah difermentasikan, yang kemudiannya dicairkan dengan air dan disemprotkan kelahan sawah dengan pengulangan yang sama sebanyak 3 kali yaitu pada h-17 h-12 dan h-5. Selanjutnya penyemprotan ke tanaman padi dengan pengulangan yang samasebanyak 4 kali yaitu, pada h+14, h+28, h+42, h+56. Hasil pengabdian menunjukkanbahwa perlakuan penyemprotan mikroba yang difermentasikan dan disemprotkan 3kali ke tanah telah meningkatkan nilai pH tanah dari tidak terbaca oleh alat pengukurpH (jauh dibawah 3,5) berubah menjadi bernilai 5,5. Kemudian, hasil panen padinyamencapai 6, 6 ton/Ha dengan jenis bibit inpari 32.
Permodelan Aplikasi Kontrol PID-Temperatur Kontrol Pada Desuperheater (Bh-1074) Pada PT – Pupuk Iskandar Muda Dengan Menggunakan Metode Response Surface Methodology Monika Ramazela; Nasrul ZA; Fahirul Muhar; Azhari Azhari; Novi Sylvia; Fikri Hasfita; Raudhatul Ulfa; Wiza Ulfa Fibarzi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i4.7957

Abstract

PID merupakan salah satu metode kendali dengan tiga buah parameter, P (proportional) yang berfungsi untuk memberikan respon sistem, I (integral) yang berfungsi untuk mengkoreksi dan mereduksi offset dan D (derivatif) yang berfungsi untuk mereduksi overshoot. Desuperheater digunakan untuk melakukan proses desuperheating yaitu menurunkan suhu superheat dan mengembalikan uap ke keadaan jenuh serta meningkatkan Yield H2O dalam kondisi gas. Metodologi penelitian ini adalah membuat Model steady state Desuperheater sesuai dengan data yang diperoleh di PT.Pupuk Iskandar Muda. Setelah model steady state diperoleh maka model tersebut diubah menjadi model dynamic dengan cara ditambahkan temperatur kontrol valve pada bagian yang ingin dikontrol. Kemudian pasang kontrol yang diinginkan dalam plant tersebut didalam Aspen hysys. Setelah itu melakukan tunning terhadap parameter Kc, Ti dan Td dengan cara memberikan gangguan pada set point dan melakukan analisa terhadap hasil yang diperoleh mengguakan Response Surface Methodology (RSM). Tujuan Penelitian ini untuk mendapatkan waktu respon tercepat terhadap gangguan temperatur pada nilai Kc, Ti dan Td terbaik. Hasil respon tercapat didapatkan pada nilai Kc 3,69; nilai Ti 0,0269 dan nilai Td 0,0015 dengan waktu 17.4921 detik.
PEMANFAATAN LIMBAH AMPAS KOPI MENJADI BIOMASSA PELET (BIOPELET) SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN Muazzinah Muazzinah; Mmeriatna Meriatna; Syamsul Bahri; Nasrul ZA; Ishak Ishak
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i3.6518

Abstract

Biopelet adalah bahan bakar padat hasil pengempaan biomassa yang dapat digunakan sebagai energi alternatif. Limbah ampas kopi berpotensi digunakan sebagai bahan baku pembuatan biopelet karena mempunyai nilai kalor yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memanfatkan dan mengembangkan potensi limbah ampas kopi sebagai bahan bakar terbarukan, menganalisa pengaruh persentase perekat dan menganalisa pengaruh ukuran serbuk terhadap biopelet dari ampas kopi. Pada penelitian ini, tahapan pembuatan biopelet adalah dilakukan pengayakan ampas kopi yang telah dihaluskan dengan variasi ukuran  ayakan 20, 50 dan 80 mesh, kemudian dicampur dengan perekat yaitu tepung tapioka dengan persen perekat yaitu 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% dari berat Ampas kopi. Hasil adonan yang telah ditambah perekat dan dicetak dengan menggunakan alat cetakan manual. Selanjutnya dilakukan pengeringan biopelet pada suhu 105oC selama 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar air biopelet pada penelitian ini berkisar antara 1,19 – 3,19%, nilai kadar abu berkisar antara 2,25-3,87%, nilai kadar zat terbang berkisar antara 81,15 – 82,72%, Nilai kadar karbon terikat pada penelitian ini berkisar antara 10,22 – 15,36%, dan nilai kalor yang diperoleh sebesar 4436,32 – 4619,28 kal/g.
Pemanfaatan Ekstrak Nikotin dari Limbah Puntung Rokok menjadi Insektisida Fioza Ozly Erian; Agam Muarif; Nasrul ZA; Zainuddin Ginting; Zulnazri Zulnazri
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2022
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v11i2.9465

Abstract

Insektisida adalah jenis pestisida untuk memberantas serangga. Nikotin adalah senyawa alkaloid utama dalam daun tembakau yang aktif sebagai insektisida. Nikotin pada penelitian ini diperoleh dari hasil ekstraksi dari limbah puntung rokok. Tujuan dari penelitian adalah mempelajari pengaruh variabel waktu ekstraksi dan volume pelarut pada jenis sampel yang digunakan,  menentukan rendemen dan densitas nikotin dari sampel yang digunakan, menentukan pengaruh nikotin terhadap presentase kematian serangga, dan mengetahui kandungan insektisida yang dihasilkan menggunakan GC-MS (Gas Chromatography Mass Spectrometry). Metode yang digunakaan untuk memperoleh ekstrak nikotin adalah metode ekstraksi maserasi dengan menggunakan pelarut etanol absolute 96%. Berdasarkan hasil penelitian, sampel terbaik terdapat pada variasi waktu ekstraksi 72 jam dengan volume pelarut 250 ml dengan rendemen tertinggi yaitu 15,07%, densitas sebesar 1,0014 gr/ml, dan presentase kematian serangga tertinggi sebesar 86%. Kandungan insektisida pada uji menggunakan GC-MS adalah nikotin sebesar 71,85%, dan fenol sebesar 28,15%. Hal disebabkan karena semakin lama waktu ekstraksi dan semakin banyak volume pelarut maka semakin tinggi rendemen dan densitas nikotin yang dihasilkan serta semakin tinggi pula presentase kematian serangga.
Kajian Kolom Adsorpsi Zat Warna Methyl Orange menggunakan Adsorben dari Ampas Teh Novi Sylvia; Syafriandi Damanik; Muhammad Muhammad; Nasrul ZA
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v11i2.8084

Abstract

Methyl orange merupakan zat warna yang banyak digunakan dalam pewaraan kain dan berbagai bidang lainnya. Methyl orange merupakan zat warna azo karsinogenik yang dapat terlarut dalam air dan juga zat warna ini juga dimetabolismekan menjadi amina aromatik sehingga bersifat stabil memiliki biodegradibilitas yang rendah sehingga sulit untuk menyisihkannya dari larutan cair dengan metode pemurnian atau pengelolaan air biasa. Metode pemurnian yang dapat dilakukan yaitu dengan proses adsorpsi menggunaka adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk membuat adsorben dari limbah ampas teh dengan aktivasi HCl untuk menyerap limbah dari methyl orange dengan menggunakan kolom adsorpsi. Adsorben dari ampas teh dikarakteristikan gugus nya dengan uji FTIR pada sebelum aktivasi, sesudah aktivasi dan setelah adsorpsi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi zat warna terhdap adsorpsi, mengetahui kesetimbangan adsorpsi Langmuir dan Freunderich serta model kinetika adsorpsi model orde satu semu dan orde dua semu. Hasil penelitian yang didapat yaitu efesiensi penyerpan terbaik sebesar 55,579% dan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 0,54  mg/g yang didapat pada adsorben dengan tinggi unggun 16 cm dan konsentrasi sebesar 30 ppm. Sehingga semakin meningkat massa atau tinggi unggun  adsorben maka semakin meningkat  efesiensi dan kapasitas pemyerapan. Kesetimbangan adsorpsi yang sesuai yaitu isotherm Freundlich dengan nilai koefesien korelasinya (R2) sebesar 0,997. Untuk model kinetika yang menggambarkan lebih tepat pada model orde dua semu. 
PENGEMBANGAN PROSES PENGERINGAN OPTIMAL PADA PLANT BIOMASSA PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN PEMODELAN ASPEN PLUS V.10.10 M Anjes Laudi; Nasrul ZA; Novy Sylvia; Ishak Ibrahim; Rizka Mulyawan; Iqbal Kamar
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.8143

Abstract

Pertumbuhan industri sawit yang tinggi dalam dua decade terakhir menempatkan Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia. Industri sawit selain menghasilkan minyak nabati, juga menghasilkan limbah padat antara lain serat dan cangkang. Sebagian dari limbah padat ini dimanfaatkan sebagai sumber bahan bakar di boiler untuk menghasilkan uap yang dimanfaatkan untuk pemrosesan dan menghasilkan energi listrik. Paper ini melaporkan hasil kajian simulasi pengaruh rasio serat dan cangkang pada berbagai kondisi udara berlebih terhadap emisi gas hasil pembakaran yang dihasilkan. Penelitian ini menjadi penting mengingat pabrik minyak kelapa sawit ditengarai sebagai salah satu penghasil gas rumah kaca (GRK) dan pemerintah melalui Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 12 tahun 2010 bertekad mengurangi emisi GRK. Perangkat lunak ASPEN Plus (Versi 10.10) digunakan untuk memvariasikan rasio serat : cangkang berkisar 80:20, 75:25 dan 67:33 dengan udara berlebih 90, %, 120% dan 150% di atas kebutuhan stoikiometri. Bahan bakar dialirkan dengan laju tunak ke dalam proses sebesar 1500 kg/jam. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kualitas emisi terbaik dihasilkan ketika rasio serat dan cangkang 80:20 dengan udara berlebih sebesar 90%. Pada kondisi seperti ini, gas CO2 yang dihasilkan sebesar 1337 kg/jam, CO 2010 kg/jam, dan NO yang dihasilkan sebesar 0,032 kg/jam . Hasil ini menunjukkan bahwa kehadiran serat di dalam bahan bakar memberikan kontribusi negatif terhadap emisi. Kajian lebih mendalam masih diperlukan untuk meminimalisir limbah padat serat ini untuk digunakan sebagai sumber bahan bakar.
Sintesis Plastik Biodegradable Dari Pati Ubi Jalar Dengan Variasi Penambahan Plasticizer Gliserol Rafika Rafika; Masrullita Masrullita; Rozanna Dewi; Zulnazri Zulnazri; Nasrul ZA; Raudhatul Ulfa
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.8102

Abstract

Bioplastik merupakan plastik yang dibuat dari bahan-bahan alami yang akan hancur terurai oleh aktivitas mikroorganisme setelah habis terpakai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi pati dan volume gliserol terhadap sifat fisik dan mekanik bioplastik. Metode penelitian ini menggunakan proses ekstraksi pati dan pembuatan larutan bioplastik dengan mencampurkan pati, gliserol dan kitosan sampai homogen yang dipanaskan sampai 70°C dengan waktu pengadukan 15 menit. Film yang dihasilkan dicetak dan diperoleh bioplastik dengan berbagai variabel. Kondisi optimum pada bioplastik diperoleh dengan formulasi pati 20%, dan gliserol 3 mL dengan nilai daya serap air 39,063%, terdegradasi dalam tanah sebanyak 82,232% dalam waktu 20 hari, nilai kuat tarik sebesar 2,864 MPa, nilai elongasi sebesar 120,47% dan nilai modulus elastisitas sebesar 2,377 MPa.
Pemanfaatan Pelepah Pisang Sebagai Bahan Baku Pembuatan Hand Sanitizer Sri Dea Varissa; Syamsul Bahri; Zulnazri Zulnazri; Eddy Kurniawan; Nasrul Za Za
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i1.11605

Abstract

Hand sanitizer merupakan salah satu bahan antiseptik berupa gel yang sering digunakan masyarakat sebagai media pencuci tangan yang praktis. Penggunaan hand sanitizer lebih efektif dan efisien bila dibanding dengan menggunakan sabun dan air sehingga masyarakat banyak yang tertarik menggunakannya. Antiseptik atau hand sanitizer bila digunakan terus menerus dapat berbahaya dan mengakibatkan iritasi hingga menimbulkan rasa terbakar pada kulit. Oleh karena itu, untuk mencegah iritasi pada kulit dalam pembuatan hand sanitizer menggunakan ekstrak pelepah pisang yang mengandung flavonoid, saponin, dan tanin yang bersifat antibakteri dengan penambahan alkohol kurang dari 65% dan triklosan. Penelitian yang pernah dilakukan terdahulu adalah memanfaatkan pelepah pisang daun sedangkan untuk penelitian ini menggunakan pelepah pisang yang di dapat dari batang pisang, lalu pada penelitian sebelumnya hanya berbentuk perasan (air) tetapi pada penelitian yang dilakukan sekarang di ubah menjadi bentuk gel supaya bisa bertahan lebih lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui uji organoleptik dengan parameter warna, aroma, pH dari hand sanitizer dalam bentuk gel berbahan pelepah pisang dengan penambahan alkohol dan triklosan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan analisis data deskriptif kualitatif. Faktor satu yaitu konsentrasi ekstrak pelepah (P), P1 = 5 mL, P2 = 5,5 mL, P3 = 6 mL dan faktor dua yaitu perbandingan alkohol dan triklosan (A), A1 = 3 mL: 2g, A2 = 2 mL: 1,75 g, A3 = 1 mL: 1,5 g. Hasil uji organoleptik warna putih susu dan aroma berbau khas pisang yang paling pekat terdapat pada perlakuan P2A3 dan P3A2 pH pada semua perlakuan bervariasi antara 6-7 tergantung formulasi. Kata Kunci : Alkohol, Ekstrak Pelepah Pisang, Gel, Hand Sanitizer, Triklosan
Co-Authors . Wusnah Agam Muarif Alifnur Alifnur Amanda Fitria Rahmadani Nasution Amanda Lubis Amri Amri Ananda Monarita Anisa Aulia Anugrah Yunika Tambunan Ari Irawan Ari Salahudin Asrianda Asrianda Azhari Azhari Azhari Azhari Dara Nurfika Sari Eddy Kurniawan Effendi, Mulia Eka Intan Kumala Putri Fahirul Muhar Feni Lestari Berutu Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hasfita Fioza Ozly Erian Frandika Darma Giffary, Muhammad Hendrival Hendrival Hijri Juliansyah Indah Aprilla Indah Diah Pratiwi Iqbal Kamar Iqbal Kamar Irma Yulia Damanik Ishak Ishak Ishak Ishak Jagad Wibisono Jalaluddin Jalaluddin Jariah Abu Bakar Lafyati Lafyati Laksono Trisnantoro Leni Maulinda, Leni Leni, Maulinda Lukman Hakim Luthfi Mughni Anisa Haryono M Anjes Laudi Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Mauleny Gustina Meriatna Meriatna Monika Ramazela Muazzinah Muazzinah Muhammad Ikhsan Nst Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Razin Muhammad, Muhammad Muthia Septiana Mutia Reza Mutia Sukma Nadiratun Nabiwa Nainggolan, Yuni O Nasrun, Mahdalena Novi Sylvia Nur Azura Lubis Nurbaity Nurbaity Nurlaila, Rizka Nurmazaya, Vini Nurrahmat Arif Octaviani Pasaribu Purwoko, Agus Rafika Rafika Raudhatul Ulfa Raudhatul Ulfa Rido Lumban Tobing Rika Santi S. Tumangger Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizki Syafrina Rizky, Audry Azilla Rizkya Faradaiza Rozanna Dewi Saiful Akmal Saiful Akmal Shella Vanesa Sindi Qistina Asriati Sri Dea Varissa Sri Rahayu Retnowulan Sulahatun, Sulhatun Sulhatun Sulhatun Suryani Suryani Suryati Suryati Syafira Dara Syafriandi Damanik Syamsul Bahri Syamsul Bahri Wibowo, Patmono Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Yonita Putri Roja Zainuddin Ginting Zulfadli Zulfadli Zulnazri, Z