Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT UBI JALAR UNGU (Ipomea Batatas L) DENGAN CARA FERMENTASI MENGGUNAKAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE Silitonga, Hanna Amaliah; Azhari, Azhari; Sylvia, Novi; Hakim, Lukman; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.17327

Abstract

Saat ini, kulit ubi jalar ungu hanya berfungsi sebagai bisnis sampingan dalam keluarga yang belum terbukti berhasil. Karbohidrat, yang merupakan komponen utama ubi jalar ungu, dapat diubah menjadi glukosa dan kemudian digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis bioetanol. Alkohol murni yang berasal dari tanaman, bioetanol sering dibuat melalui fermentasi. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah menggunakan campuran larutan gula, pupuk NPK, dan pupuk urea untuk nutrisi Saccharomyces cerevisiae. Tujuan penelitian ini adalah untuk memastikan bagaimana volume starter dan durasi fermentasi memengaruhi produksi bioetanol. Kulit ubi jalar ungu direbus dalam penelitian ini selama 60 menit pada suhu 70°C menggunakan HCl 5%. Selanjutnya, 50 mL, 60 mL, 70 mL, dan 80 mL starter ditambahkan, diikuti dengan fermentasi selama tiga, empat, lima, dan enam hari. Kertas saring digunakan sebagai alat untuk proses penyaringan setelah fermentasi selesai. Proses distilasi memurnikan hasil. Jumlah etanol yang dihasilkan meningkat dengan waktu fermentasi yang lebih lama dan lebih banyak starter yang digunakan, menurut data. Setelah enam hari fermentasi dengan volume awal 80 mL, 48% etanol diproduksi.
Pembuatan Biochart dari Ampas Tebu (Saccharum Officinarum L) dengan Menggunakan Metode Pirolisis Lambat Faisal; Iqbal Kamar; Irma Adenia; Ishak Ibrahim; Lukman Hakim
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.23616

Abstract

Biochart merupakan istilah baru yang digunakan untuk menggambarkan arang (arang yang berserbuk halus) berpori terbuat dari berbagai biomassa. Pada penelitian ini menggunakan limbah ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu pirolisis terbaik yang dapat menghasilkan biochart, menilai pengaruh variasi ukuran partikel terhadap karakteristik biochart yang dihasilkan dari ampas tebu, dan mengidentifikasi interaksi antara waktu pirolisis dan variasi ukuran partikel dalam mempengaruhi kualitas biochart. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, dan kadar karbon terikat. Proses pirolisis dilakukan dengan memasukkan ampas tebu kedalam alat pirolisis dengan suhu 300°C dengan variasi waktu 1jam, 2jam, 3jm dan 4jam. Lalu arang tesebut di haluskan, kemudian diayak menggunakan variasi mesh 40, 60, 80 dan 100. Uji kualitas biochart mengacu pada standart SNI 06-3730-1995 dengan fokus pada kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, dan kadar karbon terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pirolisis 300°C dan ukuran partikel 100 mesh menghasilkan biochart dengan kualitas terbaik pada waktu 4 jam, yakni kadar air terendah yaitu 1,082%, kadar abu tertinggi yaitu 10,572%, zat volatil terendah yaitu 2,730%, dan karbon terikat tertinggi yaitu 85,616%.
PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI TANAMAN PURUN TIKUS (ELEOCHARIS DULCIS) SEBAGAI PENYERAP ZAT PEWARNA Esty Febrina; Rizka Mulyawan; Lukman Hakim; Sulhatun Sulhatun; Suryati Suryati; Nurmalita Nurmalita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 03 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.21611

Abstract

Metode adsorpsi menggunakan arang aktif berbahan baku tanaman purun tikus mengandung kadar karbon yang cukup tinggi mencapai 50,68% efektif meningkatkan kapasitas adsorpsi pada zat pewarna. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil persen penyerapan terbaik pada aktivator asam maupun basa dari arang aktif purun tikus sebagai penyerapan zat pewarna Methylene Blue dan Rhodamine B. Prosedur penelitian ini melalui proses preparasi bahan baku, pembuatan arang aktif suhu karbonisasi 300oC selama 1 jam. Kemudian diaktivasi (NaOH dan HNO3) selama 24 jam. Kemudian diuji kadar air, menghitung luas permukaan, analisa gugus fungsi dan uji adsorpsi arang aktif terhadap kapasitas penyerapan dan persen penyerapan pada Methylene blue dan Rhodamine B. Kadar air terbaik sesuai SNI 06 - 3730 -1995 pada adsorben teraktivasi NaOH 3% senilai 5,0793%. Luas permukaan terbesar didapat pada adsorben teraktivasi NaOH 3% senilai 368,115 m2/g. Kapasitas dan efisiensi penyerapan Methylene Blue tertinggi pada adsorben NaOH 3% senilai 0,9945 mg/g dan 99,451 %. Sedangkan Rhodamine B tertinggi pada adsorben HNO3 3% senilai 0,9881 mg/g dan 98,810 %. Keseluruhan model adsorpsi mengikuti pola Isotherm Langmuir. Setiap jenis aktivator pada adsorben memiliki karakteristik berbeda sehingga responnya terhadap variasi adsorbat yang diadsorpsi pun berbeda juga.Kata Kunci : Adsorpsi, Aktivasi, Arang aktif, Karbonisasi, dan Purun. 
Pemanfaatan Tanin dari Daun Kemunting (Rhodomyrtus Tomentosa) Sebagai Biosorben Logam Timbal (Pb2+) dengan Pendekatan Response Surface Methodology (RSM) Gusvi Aulia; Meriatna; Zulmiardi Zulmiardi; Suryati; Lukman Hakim; Masrullita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.26131

Abstract

Logam berat merupakan unsur berdensitas tinggi yang bersifat toksik dan berbahaya bagi organisme hidup. Adsorpsi menggunakan biosorben alami, seperti tanin dari daun kemunting, menjadi salah satu metode yang potensial untuk menurunkan kadar logam berat di perairan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan tanin daun kemunting dalam menyerap ion Pb²⁺ serta menentukan kondisi adsorpsi yang optimum. Variabel yang dikaji meliputi waktu kontak adsorpsi (30, 45, dan 60 menit) dan massa adsorben (0,8; 1,0; dan 1,2 gram). Tanin daun kemunting diperoleh melalui proses ekstraksi maserasi pada suhu ruang selama 24 jam dan selanjutnya diaktivasi menggunakan larutan NaOH. Optimasi menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada penggunaan massa adsorben sebesar 0,859 gram dengan waktu kontak 55,607 menit, yang menghasilkan nilai desirability sebesar 0,832.
Effect of torrefaction temperature and HDPE binder addition on the physicochemical and combustion properties of elephant grass bio pellets Nani Siska Putri Khan; Adi Setiawan; Lukman Hakim; Zulfikar Hasibuan; Shafira Riskina
Jurnal Polimesin Vol 24, No 1 (2026): February
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v24i1.8360

Abstract

This study investigates the effect of torrefaction temperature and the addition of HDPE binder on the physical, chemical, and combustion properties of elephant grass (Pennisetum purpureum) biopellets. The samples were torrefied at 225°C and 275°C, with an HDPE plastic added at concentrations of 0, 5, 10, 15, and 20%. The results showed that higher torrefaction temperatures substantially reduced the solid yield due to the thermal decomposition of hemicellulose and cellulose, while simultaneously increasing fixed carbon and ash content. Apparent density and drop resistance showed a positive correlation with the addition of HDPE, indicating improved durability and structural integrity of the pellets. The hydrophobicity test revealed longer water penetration times with increasing HDPE content, demonstrating enhanced moisture resistance, although a slight decline was observed at 275°C due to polymer degradation. During combustion, pellets torrefied at 275°C exhibited a faster temperature rise and more stable mass reduction compared to those processed at 225°C, reflecting better combustion efficiency and heat transfer performance. The relationship between proximate analysis and combustion showed that lower Volatile Matter (VM) and higher fixed carbon contents contributed to improved thermal stability and controlled combustion behavior. These findings confirm that torrefaction at 275°C combined with a 15% HDPE binder produces high-quality biopellets with superior mechanical strength, hydrophobicity, and combustion performance, making them a promising candidate for sustainable and efficient bioenergy systems.
PENGARUH TEGANGAN DAN WAKTU TERHADAP PENURUNAN TOTAL DISSOLVED SOLID (TDS) DAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) PADA PENGOLAHAN AIR LAUNDRY DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI Siti Nurhaliza; Lukman Hakim; Rizka Nurlaila; Faisal Faisal; Novi Sylvia
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.17697

Abstract

Ada korelasi kuat antara limbah laundry dan kerusakan lingkungan karena kecenderungannya untuk mencemari. Pencemaran limbah cair terjadi di seluruh tahap akhir pencucian pakaian dan sebagian besar terdiri dari pelembut kain dan deterjen. Limbah ini menyebabkan kekeruhan dan mencegah sinar matahari mencapai air. Biasanya, limbah ini segera dibuang. Elektrokoagulasi adalah salah satu cara limbah cucian dapat diolah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana pengaruh penurunan TDS, TSS, tegangan, suhu dan waktu pada pengolahan air laundry dengan metode elektrokoagulasi. Tes kinerja yang dilakukan dengan mengisi 5 liter air laundry kedalam reaktor elektrokoagulasi dan  menggunakan tegangan listrik 10 volt, 15 volt, 20 volt dan 25 volt untuk setiap pengujian dengan waktu observasi untuk setiap tes adalah 30 menit, 60 menit, 90 menit dan 120 menit. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah variasi tegangan dan waktu yang berbeda. Pengukuran TDS, EC, pH dan suhu dilakukan dengan menggunakan thermometer dan untuk pengukuran TSS dilakukan dengan menggunakan metode gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tegangan 25 volt dan waktu kontak selama 120 menit dapat menurunkan kadar TDS dari 1378 mg/L menjadi 227 mg/L, untuk kadar TSS dari 62 mg/L menjadi 13 mg/L, untuk EC dari 1234 µs/cm menjadi 453 µs/cm dan untuk suhu dan pH yang dihasilkan ialah naik dikarenakan energi listrik yang diberikan pada elektroda sehingga menyebabkan panas. Berdasarkan analisa yang dilakukan pada air limbah laundry sesuai dengan Standar Baku Mutu Air Limbah Laundry PermenLHK 68/2016.
PEMBUATAN BIOKOMPOSIT KITOSAN-PATI UBI JALAR PUTIH (IPOMOEA BATATAS L.)-ALOE VERA UNTUK APLIKASI PEMBALUT LUKA PRIMER Siddik Darmawan; Suryati Suryati; Masrullita Masrullita; Muhammad Muhammad; Lukman Hakim
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.22754

Abstract

Wound dressing adalah lapisan pelindung luka untuk menjaga kelembapan dan mendukung proses penyembuhan dan pertumbuhan jaringan secara alami. Produk ini harus memiliki sifat biokompatibel, rendah toksisitas, antibakteri, serta stabilitas kimia yang baik agar dapat mempercepat proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan biokomposit wound dressing berbahan dasar kitosan dan pati ubi jalar dengan penambahan crosslinker berupa aloe vera. Metode penelitian meliputi tiga tahap, yaitu persiapan bahan baku, pembuatan biokomposit, dan pengujian sifat-sifatnya. Pada analisa swelling hasil dari biokomposit dengan bahan aditif aloe vera pada konsentrasi 10% sebesar 600,00 %. Pada analisa adsorbsi hasil dari biokomposit dengan bahan aditif asam sitrat pada konsentrasi 10%  sebesar 950,00 %. Pada analisa kuat tarik dan elongasi menunjukkan hasil terbaik pada biokomposit dengan aloe vera 2% sebesar 4,37 Mpa dan 75,58 % pada kosentrasi 10%. Pada analisa Analisis FTIR mengidentifikasi gugus O-H, C=C, dan C-O, yang mengindikasikan sifat hidrofilik, antiinflmasi, antibakteri, ramah lingkungan, serta terjadinya ikat silang. Pada analisa antibakteri, biokomposit dengan asam sitrat 2% mengurangi jumlah bakteri menjadi 0 count.
PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK JARAK KEPYAR (Ricinus comunis) DENGAN KATALIS HETEROGEN DARI LIMBAH CANGKANG KEPITING BAKAU (Scylla serrara) Renny Lutfi Syahara Damanik; Azhari; Lukman Hakim; Novi Sylvia; Syamsul Bahri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.22771

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar pengganti diesel yang diperoleh dari sumber hayati terbarukan, misalnya minyak nabati maupun lemak hewani. Pembuatan biodiesel dilakukan lewat reaksi transesterifikasi: trigliserida yang terkandung dalam minyak atau lemak dipecah oleh alkohol berantai pendek (metanol atau etanol) dengan bantuan katalis, sehingga dihasilkan metil/etil ester asam lemak rantai panjang (biodiesel) dan gliserol. Berbagai riset sebelumnya sudah memanfaatkan minyak jarak kepyar maupun minyak jelantah dengan katalis homogen dan heterogen. Pada penelitian ini, minyak jarak kepyar diproses menggunakan katalis heterogen yang disintesis dari cangkang kepiting bakau—dengan variasi rasio mol minyak : metanol 1 : 25, 1 : 27, 1 : 29, dan 1 : 31 serta bobot katalis 1 %, 3 %, 5 %, dan 7 % dari massa minyak. Cangkang kepiting terlebih dahulu dikalsinasi pada 850 °C selama 4 jam. Reaksi transesterifikasi berlangsung 120 menit pada 65 °C. Kondisi optimum tercapai pada rasio 1 : 27 dengan 3 % katalis, menghasilkan rendemen biodiesel sebesar 80,74 %. Analisis GC‑MS menunjukkan lima puncak utama yang mengindikasikan terbentuknya metil ester.
Co-Authors . Wusnah Adi Setiawan Adriana Adriana Agam Muarif Aldilla Zuhra Amanda Fitria Rahmadani Nasution Amanda Lubis Amiratul Husna Anisa Anisa Anisa Aulia Annisa Aulia Ari Irawan Azhari Azhari Azhari Cut Dina Mastura Cut Milya Deifa Nurfiqih Dewi Lestari Dewi, Ratni Dewi, Ratni Eddy Kurniawan Effendi, Mulia Eka Mutia Eki Supratiwi Elma Agustina Berutu Esty Febrina Etty Centaury Siregar Faisal Faisal Faisal Faisal Farid Yoanda Fibarzi, Wiza Ulfa Giffary, Muhammad Gusvi Aulia Hadi Hosseiniamoli Halimuddin Halimuddin Hanif, Hanif Hendrival Hendrival Intan Marsalin Iqbal Kamar Irma Adenia Ishak Ishak Jagad Wibisono Jalaluddin Jalaluddin Lailatul Munouwarah Lamkaruna Rizki Leni Maulinda, Leni Lentina Sitohang M. Asyabul Zikki Masrullita Masrullita Mayangsari, Andina Meriatna Meriatna Milarahma Yulianti Muammar Khadafi Muhammad Abrar Muhammad Arif Muhammad Fazlunnazar Muhammad Muhammad Muhammad Razin Muhammad Safrijal Muthia Septiana Mutia Reza Nabila Hamnasia Nahar, Nahar Nani Siska Putri Khan Nasrul ZA Novi Sylvia Novi Sylvia Novi Yanti Savira Nur Azila Nur Azura Lubis Nurhabiah Nurhabiah Nurlaila, Rizka Nurmalita Nurmalita Nurmazaya, Vini Nurul Khumaida Octaviani Pasaribu Pasaribu, Josua Putri Sara Fhariza Qisti, Ruhul Rahmat Rizky Ratna Sari RATNA SARI Ratna Sari Ratni Dewi Raudhatul Raihan Raudhatul Ulfa Renny Lutfi Syahara Damanik Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rozanna Dewi Shafira Riskina Siddik Darmawan Silitonga, Hanna Amaliah Sinaga, Selvi Sundari Siti Nurhaliza Sri Wahyuni Sry Wahyuni Damanik Sulhatun Sulhatun Suri Atika Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syafruddin Syafruddin Syamsul Bahri Tasya Maidayanti Teuku Rihayat Wiza Ulfa Fibarzi Zahratun Mauliza Zainuddin Ginting Zulfikar Hasibuan Zulmiardi Zulmiardi Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z Zuraida Zuraida