Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

TES SPESIFIK DAN QUICK TES PADA KASUS LOW BACK PAIN (LBP) DI POSYANDU LANSIA KEDUNGWUNI II Nooryana, Syavira; Setyawan, Muhammad Ghilang Maulud
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low Back Pain adalah nyeri yang dirasakan daerah punggung bawah, dapat merupakan nyeri lokal maupun nyeri radikular atau keduanya. Low back pain paling banyak terjadi pada usia 40-80 tahun dan meningkat dengan bertambahnya usia. Degenerasi diskus adalah penyebab nyeri punggung pada orang lanjut usia Fisioterapi diperlukan untuk mengetahui faktor-faktor keluhan low back pain pada lansia adalah dengan upaya promotif dan preventif. Tujuannya adalah untuk pencegahan peningkatan keluhan low back pain pada lansia dengan menghindari faktor resikonya. Metode ini menggunakan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan pengukuran nyeri sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman lansia, serta mengetahui nilai nyeri pada lansia. Hasilnya didapatkan lansia memiliki kategori nyeri ringan sampai sedang. Hasil dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan akan menjadi acuan bagi fisioterapis maupun profesi kesehatan lain agar kegiatan serupa dapat dilakukan pada setiap posyandu lansia yang ada di seluruh Kabupaten Pekalongan, sehingga kemanfaatannya dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan pada lanjut usia.
Analysis of Fatigue Levels and Musculoskeletal Disorders in Quality Control Workers in the "Clothing & Garment" Industry Nooryana, Syavira
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri clothing dan garment dalam menghasilkan produk yang berkualitas, memerlukan bagian pengendalian mutu produk (Quality Control) agar produksi pakaian sesuai dengan standar mutu yang diinginkan. Bagian Quality Control dalam menyelesaikan suatu pekerjaannya, membutuhkan ketelitian dan harusnya dilaksanakan secara efektif dan efisien. Ketika manusia melakukan suatu aktivitas / pekerjaan yang melebihi kemampuannya maka akan meyebabkan kelelahan dan keluhan muskuloskeletal, sehingga work performance dapat menurun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gamabaran tingkat kelelahan dan keluhan muskuloskeletal pada pekerja quality control di industri kecil ‘clothing & garment’. Metode yang digunakan berdasarkan data primer dan data sekunder. Alat ukur yang digunakan dalam pengukuran kelelahan subjektif secara umum dengan skala Likert yaitu menggunakan Worksheet 30 Item Kelelahan (30 Item of Rating Scale), sedangkan pengukuran kondisi otot skeletal dengan skala Likert yaitu menggunakan Worksheet Nordic Body Map. Hasil yang diperoleh adalah pekerja bagian Quality Control sebanyak 5 orang yang seluruhnya berjenis kelamin perempuan dengan rerata usia 43 tahun dan rerata pengalaman kerja selama 10 tahun. Hasil pengukuran kelelahan dan keluhan muskuloskeletal setelah bekerja pada kategori ringan sampai sedang. Kesimpulannya mungkin diperlukan adanya tindakan perbaikan baik pada sikap kerja maupun stasiun kerja pada pekerja tersebut.
Deteksi Dini Kelainan Tumbuh Kembang Anak Dan Pelayanan Fisioterapi Komunitas Difabel Wijianto, W; Pratiwi, Anisa Asri; Triandari, Listya; Setyaningratri, Yeni; Akbar, Muhammad Tarbiyah; Wibowo, Bagas Satrio; Subagiyo S, Ilham; Sudarwanto, Anita Maharani; Ayu, Yunidar Niken; Nooryana, Syavira; Afifah, Isti Nabila Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa tumbuh kembang adalah masa yang sangat penting, karena tumbuh kembang memengaruhi dan menentukan kemampuan anak kedepannya. Deteksi dini adalah upaya penyaringan yang dilaksanakan untuk menemukan penyimpangan kelainan tumbuh kembang secara dini dan mengetahui serta mengenal faktor-faktor resiko terjadinya kelainan tumbuh kembang tersebut. Permasalahan utama yang terdapat di Desa Kendel adalah minimnya pengetahuan orang tua tentang tumbuh kembang anak normal dan banyaknya kasus Delay develompment yang terjadi pada desa kendel. Pelayanan fisioterapi melalui edukasi tentang deteksi dini pada anak dengan memberikan penyuluhan fisioterapi. Penyuluhan dikemas dengan metode presentasi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta. Setalah dilakukan penyuluhan peserta menjadi lebih perhatian dalam memperhatikan tumbuh kembang anak dan dapat mendeteksi dini secara mandiri, agar ketika anak terjadi masalah tumbuh kembang orang tua tidak terlambat untuk memberikan penanganan awal yang tepat pada gangguan tumbuh kembang anak.
Mental Training for Athletes in Achieving Maximum Performance Widya Putri, Mega; Nuari Panggraita, Gilang; Tresnowati, Idah; Nooryana, Syavira
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v6i1.4209

Abstract

Preparing athletes to be ready for competitions needs to be done as early as possible through systematic mental training procedures and processes, which take a considerable amount of time. The goal of training is to achieve performance. To achieve maximum performance, physical, technical, tactical, and mental abilities are required. These four elements are inseparable. Sometimes athletes already have good physical, technical, and tactical conditions, but experience a mental decline during competition. Observing this phenomenon, it is important to implement mental training in facing competitions. Mental training plays a significant role for athletes to prepare strong mental readiness, especially in facing competitions. Mental training involves all aspects of psychology in dealing with various pressures during competitions. There are three mental training techniques that need special attention according to practical needs in athlete training to face competitions. Proper mental training is necessary to enhance good mental quality for athletes. It is hoped that through this mental training, athletes can achieve their best performance. From this activity, it can be concluded that a champion's mentality is a skill possessed by someone, where this skill is not obtained or brought from birth, but is formed due to the influence of the surrounding environment and the athlete's own will. It can be concluded that mental training plays a significant role for athletes to prepare strong mental readiness, especially in facing competitions.
Pengaruh Ankle Strengthening Exercise Terhadap Aktivitas Fungsional Tungkai Bawah Pada Komunitas Barber Kabupaten Pekalongan Septi Amanah; Nooryana, Syavira
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.4374

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Barber menjadi salah satu profesi yang beresiko mengalami penurunan aktivitas fungsional tungkai bawah yang disebabkan karena posisi kerja berdiri dalam waktu lama. Upaya untuk meningkatkan aktivitas fungsional dapat dilakukan dengan terapi latihan yang berupa ankle strengthening exercise. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ankle strengthening exercise terhadap aktivitas fungsional tungkai bawah pada komunitas barber kabupaten pekalongan Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Juli-26 Juli 2024 menggunakan desain penelitian eksperimen dengan pendekatan quasi eksperimental one group pretest dan posttest without control group. Jumlah sampel sebesar 37 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pengukuran aktivitas fungsional tungkai bawah menggunakan FAAM dan pemberian intervensi menggunakan ankle strengthening exercise dengan frekuensi 3 kali seminggu selama 4 minggu. Penelitian ini menggunakan uji paired sample t-test. Hasil Penelitian: Rata-rata Nilai FAAM sebelum dilakukan intervensi 68.0832% sedangkan nilai FAAM sesudah dilakukan intervensi 87.8673% Hasil uji pengaruh menggunakan uji paired sample t-test di dapatkan hasil p value 0,000 (<0,005), yang berarti ada pengaruh ankle strengthening exercise terhadap aktivitas fungsional tungkai bawah pada komunitas barber kabupaten pekalongan. Simpulan: Ankle strengthening exercise dapat meningkatkan aktivitas fungsional tungkai bawah pada komunitas barber kabupaten pekalongan. Saran: Ankle strengthening exercise dapat menjadi referensi bagi fisioterapis untuk meningkatkan aktivitas fungsional tungkai bawah pada pekerja. Kata kunci: Aktivitas Fungsional, Barber, Ankle Strengthening Exercise Abstract Introduction: Barber is one of the professions that is at risk of experiencing a functional decline in the lower limbs caused by prolonged standing work positions. Efforts to improve functional activity can be made with exercise therapy in the form of ankle-strengthening exercises. Objective: This study aims to determine the effect of ankle-strengthening exercise on lower limb functional activity in the Pekalongan Regency barber community. Research Method: This study was conducted on July 1-26, 2024 using an experimental research design with a quasi-experimental approach of one group pretest and posttest without a control group. The sample size was 37 people with the sampling technique using accidental sampling. Functional measurement of the lower limbs using FAAM and providing intervention using ankle strengthening exercise with a frequency of 3 times a week for 4 weeks. This study used a paired sample t-test. Research Results: The average FAAM value before intervention was 68.0832% while the FAAM value after the intervention was 87.8673% The results of the effect test using the paired sample t-test test obtained a p-value of 0.000 (<0.005), which means that there is an effect of Ankle-strengthening exercise on lower limb functional activity in the Pekalongan Regency barber community.Conclusion: Ankle-strengthening exercise can increase lower limb functional activity in the Pekalongan Regency barber community. Suggestion: Ankle strengthening exercise can be a reference for physiotherapists to improve lower limb functional activity in workers. Keywords: functional activity, barber, ankle strengthening exercise
PENGARUH MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG AKTIVITAS FISIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIRTO 1 Tri Yanti Yanti; Syavira Nooryana
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i2.65

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan seiring dengan perkembangan janin dapat menimbulkan berbagai keluhan. Hal tersebut bisa dikurangi dengan melakukan aktivitas fisik yang bermanfaat bagi seperti berolahraga. Namun perkembangan zaman yang semakin maju mayoritas masyarakat menggunakan handphone sebagai sumber informasi termasuk ibu hamil dan jika tidak digunakan semestinya maka akan menurunkan minat baca seseorang oleh karena itu salah satu media informasi lain sebagai media baca adalah booklet yang berisi aktivitas fisik bagi ibu hamil sebagai penunjang pengetahuan. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh media booklet terhadap ibu hamil tentang aktivitas fisik di Wilayah Kerja Puskesmas Tiro 1. Metode: Pre-eksperimen dengan desain One group pre-test and post-test. Pengambilan sampel yaitu purposive sampling pada 58 responden dengan alat ukur kuesioner pengetahuan dengan nilai reliabilitas 0,796. Analisis menggunakan univariate dan bivariate. Penelitian ini menggunakan uji nonparametric Wilcoxon Sign Ranks Test. Hasil: Distribusi frekuensi dan persentase sebelum diberikan intervensi media booklet sebanyak 33 orang (56,9%) kategori cukup dan sesudah diberikan intervensi sebanyak 54 orang (93,3%) kategori baik. uji pengaruh menggunakan uji Wilcoxon Sign RanksTest didapatkan p value 0,000(<0,005), yang artinya ada pengaruh dari pemberian media booklet terhadap pengetahuan ibu hamil. Kesimpulan: Terdapat pengaruh adanya pemberian media booklet terhadap pengetahuan ibu hamil.
Description of Physical Fatigue Among Brickmakers in Pangkah Village Nooryana, Syavira; Khofifah; Amanah, Septi
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol. 7 No. 1 (2026): Next-Gen Movement
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v7i1.12563

Abstract

Introduction: Fatigue is a protective mechanism that the body activates to prevent further damage, and recovery can occur after adequate rest. Occupational fatigue is often characterised by decreased energy in performing daily tasks or activities, which can lead to increased errors and, in more serious cases, accidents. The effects of fatigue can reduce work capacity and endurance, as seen in the sensation of tiredness, slowed reactions, difficulty in decision-making, and decreased motivation. When fatigue levels are high, this can hinder worker productivity. This study aims to determine the picture of physical fatigue in brick makers in Pangkah village. Methods: This study uses a quantitative descriptive research design to provide an overview of the physical job fatigue experienced by brick-making workers in Pangkah village. Determination of the sample using purposive sampling technique, the number of samples is 59 people who are brick making workers in Pangkah village. Physical work fatigue in brick-making workers is measured using the Subjective Self Rating Test (SSRT) questionnaire. Results: Based on the research that has been done, the results of measurements using the Subjective Self Rating Test (SSRT) questionnaire show that workers experience work fatigue in the low category, namely 64.4%, moderate fatigue as much as 33.9%, and high fatigue of 1.7%. Conclusion: All brick makers in Pangkah village experience work fatigue caused by several factors, both internal and external, which interfere with their work activities.
Edukasi Tentang Pentingnya Kebugaran Jasmani dan Manajemen Emosi dalam Mendukung Perolehan Prestasi Olahraga Gilang Nuari Panggraita; Mega Widya Putri; Syavira Nooryana; Idah Tresnowati
JPMNT JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT NIAN TANA Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59603/jpmnt.v3i4.1149

Abstract

Student sports achievements is not only determined by physical ability, but also by the balance of physical fitness and emotional management. At SMA N 1 Bojong, students in the Special Sports Class (KKO) still face challenges such as such as a lack of understanding of targeted physical fitness, low awareness of healthy lifestyles, and suboptimal emotional regulation. These issues may affect their athletic performance and achievement potential. This community service program aims to provide comprehensive education on the importance of physical fitness and emotional management in supporting sports achievements. The program is expected to increase students’ understanding, reduce injury risks, enhance focus, and build mental resilience among KKO students. The outreach activity was conducted by lecturers and university students in one day and covered two main aspects, namely education on physical fitness and emotional management. The activity applied a participatory approach that actively involved students in theoretical learning, practical sessions, and evaluation through pre-test and post-test assessments. Based on the results, the average pre-test score was 70.7 and the average post-test score was 95.7, indicating an improvement in students’ understanding of both physical fitness and emotional management. It can be concluded that this community service activity successfully improved students’ comprehension regarding physical fitness and emotional management as key factors that support sports achievement. In addition to increasing knowledge, this program also instilled positive values so that students can become athletes who are physically healthy, emotionally intelligent, and strong in character.
Implementasi Program “MEMASUNG” (Oral Motor Exercise, Massage, Susu Jagung) terhadap Kader Stunting Puskesmas Tirto, Kota Pekalongan: Implementation of the “MEMASUNG” Program (Oral Motor Exercise, Massage, Susu Jagung) for Stunting Cadres of the Tirto Health Center, Pekalongan City Jihan, Jihan; Nooryana, Syavira; Amalia, Fitroh; Aulia, Mumtaz; Prafitri, Lia Dwi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. Suppl-1 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11iSuppl-1.10695

Abstract

The stunting management program in the working area of the Tirto Health Center in Pekalongan City has not been comprehensive. The high incidence of stunting in Pekalongan, the limited training of cadres in stunting prevention and handling, and the lack of innovation in providing additional food for stunted toddlers are crucial problems identified. This service activity was carried out to accelerate the reduction in stunting rates by empowering 21 stunting cadres in the Tirto Health Center's work area in Pekalongan City. The activity lasted for four months and was carried out in three stages: partner socialization, implementation of activities, and monitoring, evaluation, and follow-up. The implementation of activities included education and early detection of stunting, oral-motor exercises and baby massage training, and demonstrations on making corn milk as an additional food for stunted toddlers. The results of the service activities for stunting cadres are an increase in cadre knowledge from 81% to 100%, cadres' skills in stunting early detection examinations from 14% to 100%, the ability to do oral motor exercises and baby massage from 0% to 100%, and the understanding of making corn milk from 0% to 100%. This community service activity demonstrates that the program implemented is effective in preventing and managing stunting in the Tirto Health Center's work area in Pekalongan City.
Edukasi Fisioterapi Ergonomi Tentang Gangguan Muskuloskeletal dan Latihan Kesegaran Jasmani Pada Anak Usia Dini: Ergonomic Physiotherapy Education on Musculoskeletal Disorders and Physical Fitness Exercises in Early Childhood Nooryana, Syavira; Riska Kurnia Oktaviani; Gilang Nuari Panggraita; Khilwa Andinia; Takhnia Fathimatuzzahra; Septi Amanah; Najmada Aliyyana Dewi
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v6i1.2552

Abstract

Edukasi mengenai postur tubuh dan ergonomi sejak dini merupakan upaya penting untuk menekan risiko kelainan perkembangan fisik dan gangguan kesehatan seperti nyeri leher, bahu, dan punggung pada anak. Berbagai studi menunjukkan tingginya prevalensi nyeri muskuloskeletal pada anak akibat kebiasaan/ postur tubuh yang tidak ergonomis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait fisioterapi ergonomi, pencegahan gangguan muskuloskeletal (MSDs), dan pentingnya latihan kesegaran jasmani bagi siswa. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah interaktif, demonstrasi, tanya jawab berbasis alat bantu audio-visual (PowerPoint), serta pengenalan instrumen skrining muskuloskeletal (Nordic Questionnaire, Wong-Baker FACES Pain Scale, dan pengamatan postur). Kegiatan dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gumawang dengan sasaran 22 orang tua siswa TK ABA Aisyiyah Wiradesa. Kegiatan berjalan dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Penyampaian materi mencakup definisi MSDs, faktor penyebab (beban tas 4–12 kg, durasi gawai >6 jam/hari, dan posisi duduk diperpanjang), pengukuran intensitas nyeri, hingga panduan praktis ergonomi di rumah (seperti penggunaan ganjalan penopang dan posisi siku-lutut yang tepat). Meskipun demikian, pelaksanaan skrining fisik secara langsung pada siswa terkendala jadwal kegiatan sekolah yang berbarengan, sehingga penguatan difokuskan pada kapasitas orang tua di rumah. Kegiatan edukasi ini meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua mengenai pencegahan MSDs serta pentingnya latihan kesegaran jasmani anak. Disarankan adanya program keberlanjutan berupa pemeriksaan/skrining fisik langsung (direct screening) pada siswa secara berkala.