Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAROBO KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2022 Wa Ode Gita Asiyah; Sartiah Yusran; Lisnawaty Lisnawaty
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i2.43104

Abstract

Abstrak Anak yang kekurangan gizi, sering terinfeksi, dan tidak diberikan stimulus psikologis yang cukup akan mengalami stunting (suatu masalah tumbuh kembang). Stunting adalah kekurangan gizi jangka panjang, biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak mencukupi kebutuhan gizi. Infeksi, diet tambahan/pendamping yang buruk, keperawatan, dan variabel keluarga dan rumah tangga. Pada tahun 2022, Puskesmas Marobo akan melakukan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor risiko stunting pada bayi usia 6 hingga 24 bulan. Analisis terukur adalah apa jenis penyelidikan ini adalah studi analitik. Analitik observasional yaitu penelitian dengan desain cross sectional study dengan menggunakan uji univariat dan uji bivariat. Semua bayi di wilayah operasi Pusat Kesehatan Marobo antara usia 6 dan 24 bulan menjadi demografi penelitian, dan 78 tanggapan menjadi sampel. strategi non-probability sampling dikombinasikan dengan teknik accidental sampling. Uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi stunting pada bayi usia 6 sampai 24 bulan dengan prevalensi penyakit virus atau infeksi (p=0,004), MP-ASI (p=0,002), dan pendapatan atau kekayaan keluarga (p=0,009). Sebanyak 78 partisipan disurvei prevalensi stunting pada anak usia 6-24 bulan di wilayah pelayanan Puskesmas Marobo Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2022. Berdasarkan temuan tersebut, saya menyimpulkan bahwa penyakit menular, pola pemberian MP-ASI, dan pendapatan keluarga semuanya berperan dalam prevalensi stunting pada kelompok usia ini. Kata kunci: Stunting, Penyakit infeksi, pola pemberian MP-ASI, pendapatan keluarga Abstract Children who are malnourished, frequently infected, and not given enough psychological stimulus will experience stunting (a developmental problem). Stunting is long-term malnutrition, usually caused by the consumption of food that does not meet nutritional needs. Infection, bad diet, nursing, and family and household variables. In 2022, the Marobo Health Center will conduct this research to identify risk factors for stunting in infants aged 6 to 24 months. A measured analysis is what makes this type of inquiry an analytical study. Observational analytic, namely research with a cross-sectional study design using univariate tests and bivariate tests. All infants in the operating area of the Marobo Health Center between the ages of 6 and 24 months became the study demographic, and 78 responses were sampled. non-probability sampling strategy combined with accidental sampling technique The Chi-Square statistical test showed a relationship between the frequency of stunting in infants aged 6 to 24 months and the prevalence of viral or infectious diseases (p = 0.004), MP-ASI (p = 0.002), and family income or wealth (p = 0.009). A total of 78 participants were surveyed in 2022 about the prevalence of stunting in children aged 6–24 months in the service area of the Marobo Health Center, Muna District, Southeast Sulawesi Province. Based on these findings, I conclude that infectious diseases, patterns of complementary feeding, and family income all play a role in the prevalence of stunting in this age group. Keyword : stunting,infectious diseases, patterns of giving MP-ASI, family incom.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP (IDL) PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JATI RAYA TAHUN 2022 Indrika Septiani Khairunnisa; Sartiah Yusran; Fithria Fithria
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i2.43112

Abstract

Abstrak Tujuan vaksinasi adalah untuk secara proaktif meningkatkan kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit. Menurut WHO, vaksinasi tetanus, campak, dan difteri dapat mengurangi risiko kematian neonatal akibat infeksi sekitar 42%. Puskesmas Jati Raya belum mencapai Universal Child Immunization (UCI), menurut statistik yang diterima, karena hanya 33% dari tujuan yang telah dicapai. Beberapa alasan berkontribusi pada rendahnya cakupan imunisasi dasar di Puskesmas Jati Raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang terlibat dalam pemberian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada bayi usia lebih dari 11 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jati Raya Kota Kendari pada tahun 2022. Metode penelitian menggunakan strategi cross-sectional dan uji statistik, termasuk uji chi square dan prosedur pengambilan sampel secara kebetulan, dengan melibatkan 80 partisipan. Kuesioner digunakan sebagai alat pengumpulan data. Hasil penelitian, terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan telah menerima semua vaksinasi anak yang direkomendasikan (p value 0,016 < 0,05). Ada korelasi antara mengetahui dan mendapatkan semua vaksinasi anak yang direkomendasikan (p = 0,008-0,05). Tingkat pekerjaan ibu dan vaksinasi dasar lengkap berkorelasi (p value 0,000-0,05). Fungsi petugas vaksinasi dan kelengkapan imunisasi dasar tidak berhubungan (p value 0,421 > 0,05). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik seperti pengetahuan, tingkat pendidikan, dan jabatan memiliki pengaruh terhadap cakupan imunisasi dasar di wilayah kerja Puskesmas Jati Raya Kota Kendari. Kata kunci : Imunisasi Dasar Lengkap, Tingkat Pendidikan, Pengetahuan, Status Pekerjaan, Peran Petugas Imunisasi. Abstract The goal of vaccination is to proactively boost a person's immunity against a disease. According to the WHO, tetanus, measles, and diphtheria vaccinations may reduce the risk of infection-related neonatal mortality by roughly 42%. Jati Raya Health Center has not yet achieved Universal Child Immunization (UCI), according to the statistics received, as just 33% of the objective had been met. Several reasons contribute to Puskesmas Jati Raya's poor basic vaccination coverage. The goal of the research was to identify the variables involved in administering Complete Basic Immunization (IDL) to babies older than 11 months in the operating area of the Jati Raya Health Center in Kendari City in 2022. This study's cross-sectional strategy and statistical tests, which included the chi square test and the accidental sampling procedure, included 80 participants. Questionnaires were utilized as the tool. According to the findings, there was a correlation between maternal education level and having received all recommended childhood vaccinations (p value 0.016 < 0.05). There is a correlation between knowing and having had all recommended childhood vaccinations (p = 0.008–0.05). Maternal work level and full basic vaccination are correlated (p value 0.000 to 0.05). The function of vaccination officers and the comprehensiveness of the basic immunization are unrelated (p value 0.421 > 0.05). The findings of this research demonstrate that characteristics such as knowledge, educational attainment, and job position have an impact on the extent of basic vaccination in the working area of Jati Raya Health Center in Kendari City. Keywords : Basic Immunization Complete, Education Level, Knowledge, Employment Status, Role of Immunization Officer
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU, SIKAP, BIMBINGAN KESEHATAN DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP KUNJUNGAN ANAK USIA 0-59 BULAN KE POSYANDU DI KELURAHAN LANDONO KECAMATAN LANDONO KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2022 Sukma Rizki; Sartiah Yusran; Devi Savitri Effendy
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i1.43102

Abstract

Abstrak Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam melaksanakan pembangunan kesehatan untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan kenyamanan masyarakat dalam mencapai pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Peran aktif ibu dalam berkunjung ke posyandu sangat penting untuk memantau kesehatan dan gizi bayi dengan rutin menimbang bayinya serta membawa Kartu Menuju Sehat (KMS). Ibu yang rutin membawa anaknya ke posyandu akan mendapatkan informasi status gizi balita dari tenaga kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu, sikap, bimbingan kesehatan dan dukungan suami terhadap kunjungan anak usia 0-59 bulan ke posyandu di Kelurahan Landono Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel yaitu 91 responden. Hasil uji penelitian ini dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan sikap (p-value = 0,000), dan dukungan suami (p-value = 0,000). Namun tidak terdapat hubungan pengetahuan (p-value = 0,026) dan bimbingan kesehatan (p-value = 1.000) terhadap kunjungan anak usia 0-59 bulan ke posyandu di Kelurahan Landono Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan. Sebaiknya ibu balita diharapkan untuk rutin membawa anaknya ke posyandu mulai usia 0-59 bulan untuk mencegah dan mengetahui terjadinya permasalahan pada tumbuh kembang anak. Kata kunci: Kunjungan ke posyandu, Pengetahuan, sikap, bimbingan kesehatan dan dukungan suami Abstract Posyandu is a form of Community-Based Health Efforts that is managed and organized from, by, for and with the community in carrying out health development to empower the community and provide community comfort in achieving basic health services to accelerate the reduction in maternal and infant mortality. The active role of the mother in visiting the posyandu is very important to monitor the health and nutrition of the baby by routinely weighing the baby and carrying the Towards Health Card. Mothers who routinely bring their children to the posyandu will get information on the nutritional status of their toddlers from health workers. The research objective was to determine the relationship between mother's knowledge, attitudes, health guidance and husband's support for visits of children aged 0-59 months to posyandu in Landono Village, Landono District, Konawe Selatan Regency in 2022. This type of research is observational analytic with a cross-sectional design with a sample size of 91 respondents. The test results of this study were analyzed using the chi square test. The results showed that there was a relationship between attitude (p-value = 0.000) and husband's support (p-value = 0.000). However, there is no relationship between knowledge (p-value = 0.026) and health guidance (p-value = 1,000) to the visit of children aged 0-59 months to posyandu in Landono Village, Landono District, Konawe Selatan Regency. It is better if mothers of toddlers are expected to routinely bring their children to posyandu starting at the age of 0-59 months to prevent and find out the occurrence of problems in the child's growth and development. Keywords: Posyandu visit, knowledge, attitude, health guidance and husband's support
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK PADA NELAYAN DI KELURAHAN ANAIWOI KECAMATAN TANGGETADA KABUPATEN KOLAKA TAHUN 2022 Matahari Matahari; Sartiah Yusran; Akifah Akifah
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v4i2.43138

Abstract

Abstrak Dermatitis kontak adalah respon inflamasi akut ataupun kronis yang disebabkan oleh bahan atau substansi yang menempel pada kulit. Dermatitis kontak adalah kondisi peradangan pada kulit yang disebabkan oleh faktor eksternal, substansi-substansi partikel yang berinteraksi dengan kulit. Dermatitis kontak sering terjadi pada nelayan. Beberapa faktor yang menyebabkan dermatitis kontak adalah faktor eksogen meliputi masa kerja, riwayat penyakit kulit, riwayat pekerjaan dan lingkungan kerja, sedangkan faktor endogen meliputi usia, jenis kelamin, penggunaan APD dan personal hygiene. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak pada nelayan di Kelurahan Anaiwoi Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional, dimana jumlah sampel penelitian sebanyak 143 dari populasi nelayan yang berjumlah 302 nelayan. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan penggunaan APD (p-value = 0,000) dan personal hygiene (p-value = 0,000) dengan kejadian dermatitis kontak, namun tidak ada hubungan riwayat penyakit kulit (p-value = 0,103) dengan kejadian dermatitis kontak. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan penggunaan APD dan personal hygiene dengan kejadian dermatitis kontak, dan tidak ada hubungan riwayat penyakit kulit dengan kejadian dermatitis kontak pada nelayan di Kelurahan Anaiwoi Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka tahun 2022. Kata kunci: alat pelindung diri, dermatitis kontak, personal hygiene, riwayat penyakit kulit
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRESS KERJA PADA PERAWAT DI BLUD RS KONAWE SULAWESI TENGGARA TAHUN 2020 Eny Suarni; Sartiah Yusran; Syawal Kamiluddin Saptaputra
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v2i2.19609

Abstract

Work stress is a form of psychological response of the body to the pressures and demands of work that exceed the limits of one's abilities, which are physical or environmental demands as well as in social interactions. The purpose of this study was to find out the relationship between workload, shift, salary, and interpersonal relationship with work stress on nurses at BLUD RS Konawe Southeast Sulawesi. This study was an analytical study with a cross sectional study approach. The variables ini this study included work stress, workload, work shift, salary, and interpersonal relationships. The population was all nurses who work in BLUD RS Konawe numbered 164 people. The sample of this study was 115 people who were obtained by the simple random sampling technique method. The results of this study indicate that there is a statistically significant relationship (Pvalue<0.05) between workload variables with work stress (Pvalue=0.000) and shift variables with work stress (Pvalue=0.014). There is no statistical relationship (Pvalue>0.05) variable relationship of salary with work stress (Pvalue=0.875) because the salary is already satisfactory. Then the interpersonal relationship with work stress (Pvalue=0.836) on nurses is not related because interaction and communication goes well. The conclusion in this study is that there is a relationship between workload and work shift with work stress and there is no relationship between salary and interpersonal relationship with work stress on nurses at BLUD RS Konawe
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN TIDAK AMAN PADA PEKERJA DI PT. PELINDO IV (PERSERO) CABANG KOTA KENDARI Pitrah Asfian; Uni Zulfiani; Sartiah Yusran
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v2i2.19610

Abstract

Unsafe action is a mistake in understanding and complying with good and correct work procedures. This study aims to find out what factors are related to unsafe acts of workers at PT. Pelindo IV (Persero) Kendari City Branch in 2020. This type of research was a quantitative study with cross sectional approach. The research was conducted from December to January 2021. The sampling technique used a total sampling of 57 field workers. The variables in this study included unsafe actions, knowledge, attitudes, and supervision. The data collection instruments used in this study were questionnaires and documentation in accordance with the needs of the researcher. The data were analyzed using univariate and bivariate analysis with fisher's exact test. Data presentation was done in the form of frequency distribution tables and relationship tables between variables and then narrated. The results shows that 18 or 31.6 workers committed unsafe actions and 39 or 68.4 workers are already in the safe category. There is a relationship of knowledge (p-value = 0.011) and supervision (p-value = 0.022) with unsafe actions. However there is no relationship of attitude (p-value = 0.646) with unsafe actions. The conclusion is that there is no relationship between attitudes and unsafe actions in workers, and there is a relationship between knowledge and supervision and unsafe actions in workers. The Company is expected to provide training or education to workers on the importance of work safety and can improve supervision to workers
Pengaruh Efektivitas Penyuluhan dan Pelayanan KB Gratis terhadap Penerimaan Kontrasepsi Vasektomi pada PUS di Kota Kendari Dahlia Dahlia; Sartiah Yusran; Zulfiah Larisu
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v1i2.1060

Abstract

Perkembangan program KB vasektomi di Indonesia belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Pengetahuan yang rendah dan pandangan negatif terhadap kontrasepsi vasektomi menjadi bagian dari penyebab rendahnya capaian akseptor vasektomi. Partisipasi suami dalam KB adalah tanggung jawab suami dalam kesertaan ber-KB, serta berperilaku yang sehat dan aman bagi dirinya, pasangan dan keluarganya. Rendahnya partisipasi pria dalam program KB vasektomi diduga karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, pertama faktor predisposisi seperti pengetahuan, umur suami dan istri, pendidikan suami dan istri, status pekerjaan suami dan istri, jumlah anak yang masih hidup; kedua faktor pemungkin/pendukung seperti akses pelayanan KB pria, sarana dan prasarana pelayanan KB vasektomi, akses informasi; ketiga faktor penguat/pendorong seperti dukungan keluarga/istri, dukungan tokoh agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efektivitas penyuluhan dan pelayanan KB gratis terhadap penerimaan kontrasepsi vasektomi pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Kota Kendari. Metode pengumpulan data penelitian ini yaitu kuesioner, wawancara dan observasi. Sampelnya adalah suami/istri Pasangan Usia Subur di Kota Kendari berjumlah 93 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan efektivitas penyuluhan terhadap penerimaan kontrasepsi vasektomi pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Kota Kendari dengan nilai sig 0,030˂0,05, dan tidak ada pengaruh pelayanan KB gratis terhadap penerimaan kontrasepsi vasektomi pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Kota Kendari dengan nilai sig 0,102˂0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dinyatakan bahwa semakin efektif penyuluhan yang diberikan oleh penyuluh lapangan KB maka persepsi dan pengetahuan suami/istri akan semakin baik. Hal ini akan berpengaruh positif terhadap penerimaan kontrasepsi vasektomi pada PUS di Kota Kendari
Analisis Implementasi Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional di RSUD Kota Kendari Tahun 2019 Jeni Arni; Sartiah Yusran; Zulfiah Larisu
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v1i3.1066

Abstract

Jaminan kesehatan di Indonesia bukanlah barang baru, dari tahun 1985 Indonesia sudah mengenal asuransi kesehatan untuk tenaga kerja, lalu berkembang menjadi PT ASKES (Persero) dan PT Jamsostek (Persero). Untuk menuju penjaminan kesehatan yang lebih baik dan menyeluruh, awal tahun 2014 pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang No. 40 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional meluncurkan program yang dikenal dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun pada pelaksanaannya masih banyak terdapat kendala, terutama pada provider tingkat lanjutan (Rumah Sakit) yang belum maksimal memberikan pelayanan kesehatan. Masalah yang diteliti adalah gambaran implementasi kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung oleh data primer berupa hasil wawancara mendalam serta data sekunder berupa telaah dokumen. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis konten. Penelitian ini dilakukan dari bulan AgustushinggaOktober 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Jaminan Kesehatan Nasional di RSUD Kota Kendari belum maksimal dalam pelaksanaannya, terutama dalam hal peserta menunggak iuran, pencairan klaim yang masih terlambat, nilai tarif pelayanan yang berbeda dengan paket INA-CBGs, teknologi informasi yang belum maksimal. Untuk itu disarankan RSUD Kota Kendari agar meningkatan performa dalam penyelenggaraan JKN dalam hal pemberkasan klaim JKN dengan penjadwalan yang tepat, perhitungan proporsi SDM non-medis, serta peningkatan kapasitas manajemen rumah sakit agar semakin baik
Evaluasi Pelaksanaan Promosi Kesehatan dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu di Puskesmas Katobu Kabupaten Muna Tahun 2020 La Ode Kafarudin; Sartiah Yusran; Zulfiah Larisu
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v1i3.1070

Abstract

Promosi kesehatan adalah proses memberdayakan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya melalui peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan serta pengembangan lingkungan sehat. Srategi promosi kesehatan secara umunya adalah Advokasi, dukungan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan penelitian mengkaji pelaksanaan advokasi promosi kesehatan, mengidentifikasi dukungan sosial dan mengdeskripsikan gambaran pemberdayaan masyarakat program promosi kesehatan dalam pelayanan kesehatan ibu hamil di puskesmas Katobu Kabupaten Muna. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian sebanyak 7 orang yang terdiri atas Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Kepala Seksi Promosi Kesehatan, Kepala Puskesmas, pengelola program : promkes, gizi, kesling, koordinator Kesehatan Ibu dan Anak. Hasil penelitian diperoleh bahwa Pelaksanaan kegiatan advokasi promosi kesehatan di Puskesmas di pengaruhi oleh kemampuan sumberdaya manusia pengelola program tidak sesuai kompetensi dan kemampuan dalam melakukan edukasi kepada masyarakat. Jadi dapat dikatakan bahwa pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan belum dilaksanakan secara terpadu. Puskesmas belum menyediakan media penyuluhan yang cukup bagi petugas promosi kesehatan untuk turun ke posyandu agar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dapat dimengerti dan difahami dengan baik. Sarana dan prasarana media penyuluhan merupakan salah satu variabel input dalam kegiatan program promosi kesehatan di puskesmas. Pelaksanaan promosi kesehatan yang dilakukan puskesmas belum sepenuhnya melibatkan partisipasi masyarakat secara keseluruhan. Kesimpulan : Pelaksanaan advokasi, dukungan sosial dan pemberdayaan masyarakat program promosi kesehatan belum efektif dimana masih ada pelayanan luar gedung puskesmas belum terlaksana secara terpadu dalam pendekatan kepada masyarakat. Saran : Diharapkan kegiatan advokasi yang dilakukan puskesmas dalam pelaksanaan promosi kesehatan untuk meyakinkan orang lain perlu melibatkan para pembuat keputusan atau penentu kebijakan, sehingga pejabat tersebut mau mendukung program kesehatan yang di inginkan baik lintas program maupun lintas sektor terkait.
Analisis Kepatuhan Petugas dalam Pelaksanaan MTBS di PUSKESMAS Wilayah Kota Kendari Jemmy Ratna Dewi; Ramadhan Tosepu; Sartiah Yusran
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v2i3.1085

Abstract

Integrated Management Of Childhood Illness (MTBS) merupakan standar pelayanan dan manajemen dalam menangani penyakit anak. MTBS dapat memberikan kontribusi yang besar dalam menurunkan angka kematian neonatus, bayi dan balita jika dilakukan dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan variabel pendidikan, pelatihan, masa kerja dan motivasi terhadap kepatuhan petugas dalam pelaksanaan MTBS di Puskesmas Kota Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian metode campuran (kuantitatif-kualitatif) dengan teknik total sampling. Sampel penelitian ini adalah 30 petugas MTBS untuk penelitian kuantitatif dan 10 Kepala Puskesmas untuk penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel masa kerja (p value = 0,05) memiliki hubungan dengan kepatuhan petugas, sejalan dengan hasil analisis kualitatif variabel motivasi (p value = 0,02) memiliki hubungan dengan kepatuhan pegawai. sejalan dengan hasil analisis kualitatif. Sedangkan variabel pendidikan (p value =0,79 ) dan pelatihan (p value = 0,96 ) tidak memiliki hubungan dengan kepatuhan petugas, tidak sejalan dengan hasil analisis kualitatif yang menyatakan bahwa pendidikan dan pelatihan berhubungan dengan kepatuhan petugas. Variabel motivasi (p value = 0,04) dan (OR=6,19 ) secara konsisten memiliki hubungan dengan kepatuhan petugas. Namun pendidikan dan pelatihan juga menentukan kepatuhan petugas MTBS bersama dengan faktor lain seperti infrastruktur, sumber daya manusia, kepemimpinan, dan pemantauan evaluasi