Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Pengetahuan Ibu dalam Pemberian Makanan Prelaktaeal Hartati Bahar; Sartiah Yusran; Hariati Lestari; Sabrina Wahyuni Meyitia; Paridah Paridah
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v4i2.1215

Abstract

Based on the 2019 Indonesian Health Profile, 67.74% of babies in Indonesia received exclusive breast milk, exceeding the target of 50%, while in Southeast Sulawesi Province, the figure reached 66.81%. Based on the 2023 Indonesian Health Survey, it was recorded that 28.2% of babies in Southeast Sulawesi aged 0-23 months received prelacteal food, with formula milk as the most common type (85.6%) and coconut water the least (0.3% ). This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental design and purposive sampling technique. The total research sample was 25 respondents, namely mothers who have toddlers and live in the Lalodati Village area, Kendari City. The research method was carried out through lectures supported by poster media, with data collection using pre-test and post-test questionnaires. The research results showed an increase in the average level of maternal knowledge as measured through the pre-test and post-test. In the pre-test results, 13 respondents (52.0%) were in the sufficient category, while 12 respondents (48.0%) were in the poor category. Meanwhile, in the post-test results, 21 respondents (84.0%) were in the sufficient category, and 4 respondents (16.0%) were in the insufficient category. The t-test statistical test shows p-value (0.000) < (0.05), with an average pre-test score of 7.00 and post-test of 9.36. This shows that the education program was successful in increasing mothers' knowledge about prelacteal feeding
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA SUBJEKTIF PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT Dr. R. ISMOYO KOTA KENDARI TAHUN 2021 Karina Zenischa Stasia; Sartiah Yusran; Syawal Kamiluddin Saptaputra
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 1 (2025): Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Ol
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i1.78

Abstract

KeIeIahan bagi setiap orang memiIiki arti tersendiri dan bersifat subyektif. Perawat sebagai garda terdepan daIam peIayanan kesehatan di Indonesia, dikategorikan sebagai tenaga kesehatan yang berisiko tinggi mengaIami keIeIahan daripada tenaga kesehatan Iainnya. PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT), kuaIitas tidur, beban kerja mentaI dan shift kerja terhadap keIeIahan kerja subjektif pada perawat di Rumah Sakit Dr. R. Ismoyo. PeneIitian ini merupakan peneIitian anaIitik observasionaI dengan pendekatan cross sectionaI study. Teknik pengambiIan sampeI mengunakan Exhaustive SampIing dengan jumIah 60 responden perawat Rumah Sakit Dr. R. Ismoyo. Data Kelelahan dikumpul menggunakan Kuesioner Pengukur Kebugaran Kerja (KAUPK2), beban kerja mental menggunakan kuesioner Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA-TIX) dan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh SIeep QuaIity Index (PSQI), dimana semua data dianalisis menggunakan uji Chi-square. HasiI peneIitian ini menunjukkan variabeI kuaIitas tidur dengan p-vaIue=0.008, beban kerja mentaI dengan p-vaIue=0.046, shift kerja dengan p-vaIue=0.032 dan status gizi dengan p-vaIue=0.220. SimpuIan terdapat hubungan antara kuaIitas tidur, beban kerja, dan shift kerja dengan keIeIahan kerja subjektif pada perawat di Rumah sakit Dr. R. Ismoyo, sedangkan status gizi tidak berhubungan dengan keIeIahan kerja subyektif pada perawat di Rumah sakit Dr. R. Ismoyo.
Pentingnya edukasi kesehatan reproduksi sejak dini di SD Negeri 52 Kendari: The importance of early reproductive health education at Elementary School 52 Kendari Hartati Bahar; Sartiah Yusran; Devi Savitri Effendy; Febriana Muchtar; Hariati Lestari; Ramadhan Tosepu; Alda Agresiya; Husnul Amalia; Melinda Septiani Seba; Mildah
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.123

Abstract

Latar Belakang: Masa sekolah dasar merupakan periode penting dalam perkembangan intelektual dan fisik anak, terutama dalam menghadapi masa pubertas. Komisi Nasional Perempuan melaporkan bahwa terdapat 401.975 kasus kekerasan yang tercatat pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan tahun 2022, di mana kasus kekerasan seksual mencapai 457.895. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SD Negeri 52 Kendari tentang kesehatan reproduksi sejak dini melalui kegiatan penyuluhan interaktif dengan metode ceramah. Metode: Kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi oleh tim edukasi mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo menggunakan metode ceramah interaktif dengan menggunakan media “area boleh” dan “area tidak boleh” serta ice breaking dengan peserta sebanyak 28 siswa. Sebelum kegiatan penyuluhan dilakukan pengisian kuesioner Pre-Test dan diakhiri kegiatan dilakukan pengisian kuesioner Post-Test. Instrumen yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan ini menggunakan kuesioner pengetahuan. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan yang cukup besar dalam pengetahuan siswa setelah penyuluhan (P-Value 0,000), dengan nilai Post-Test meningkat dari 66.4286 menjadi 98.2143. Kesimpulan: Edukasi kesehatan sejak dini sangat penting untuk terus dilakukan secara berkelanjutan dalam membekali anak remaja dengan informasi yang akurat dan relevan tentang kesehatan reproduksi.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI PADA SISWA SMA KEBERBAKATAN OLAHRAGA SULAWESI TENGGARA Sartiah Yusran; Made Cristian Binekada; Rahayuni Rahayuni; Rini Agustia Amin; Maryus Manga; Lustina Lustina; Normalisa Normalisa; Nurzani Nurzani; Reskia Arlinda Bustanil; Muhammad Azwan
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kesehatan reproduksi, pendidikan, serta kesiapan sosial dan ekonomi remaja. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan konsekuensi pernikahan usia dini menjadi salah satu faktor utama terjadinya praktik tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa melalui edukasi kesehatan reproduksi sebagai upaya pencegahan pernikahan dini. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di SMA Keberbakatan Olahraga Sulawesi Tenggara pada bulan November 2025 dengan sasaran 20 siswa. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, pemutaran video edukatif, serta diskusi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipasi dan respons peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai risiko kesehatan reproduksi, dampak pernikahan dini terhadap pendidikan dan masa depan, serta pentingnya kesiapan fisik dan mental sebelum memasuki pernikahan. Edukasi kesehatan reproduksi terbukti efektif sebagai strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran remaja untuk menunda pernikahan hingga usia yang matang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah, khususnya pada sekolah dengan karakteristik siswa berprestasi di bidang olahraga.
PENYULUHAN GIZI MATERNAL DAN PENGUATAN PARTISIPASI POSYANDU SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DENGAN RIWAYAT BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI WILAYAH KERJA BLUD UPTD PUSKESMAS ABELI Sartiah Yusran; Jafriati Jafriati; Iyan Megawati Adiwijaya; Lisa Lisa
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah pesisir seperti wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Abeli. Balita dengan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki kerentanan lebih tinggi mengalami stunting, terutama apabila ibu memiliki faktor risiko maternal seperti kekurangan energi kronis (KEK), hipertensi, dan kehamilan kembar. Data awal menunjukkan bahwa dari 12 balita dengan riwayat BBLR, sebagian besar ibunya (75,0%) memiliki faktor maternal berisiko, dan satu-satunya kasus stunting yang ditemukan berasal dari kelompok tersebut. Berdasarkan kondisi ini, dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan gizi maternal dan penguatan partisipasi posyandu sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu persiapan, penyuluhan gizi maternal, penguatan kader posyandu, dan evaluasi menggunakan pre-test serta post-test pengetahuan. Kegiatan melibatkan 30 ibu balita dari tiga posyandu (Matahari, Sejahtera, dan Dahlia) di wilayah kerja Puskesmas Abeli. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 8,17 (kategori cukup) pada pre-test menjadi 14,53 (kategori baik) pada post-test, dengan peningkatan yang signifikan secara statistik (uji t berpasangan, p < 0,001). Seluruh peserta (100%) berada pada kategori pengetahuan baik setelah kegiatan, meningkat dari tidak ada satu pun peserta (0%) yang berada pada kategori tersebut sebelum kegiatan. Peserta juga menyatakan puas terhadap pelaksanaan penyuluhan, dengan rata-rata skor evaluasi 25,8 dari skala maksimal 32. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi maternal dan pentingnya kunjungan posyandu secara rutin, serta meningkatnya komitmen kader dalam memantau pertumbuhan balita. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi maternal yang dipadukan dengan penguatan peran posyandu dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan stunting pada balita dengan riwayat BBLR, sehingga perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.
Edukasi Kesehatan Tentang Pencegahan Diabetes Melitus Bagi Masyarakat Di Kelurahan Bungkutoko, Kota Kendari, Indonesia Nurmiaty Hamzah; Sartiah Yusran; Hasmawati; Jamal Saripa; Syamsiah T; Salsabila Rosya; Chintya Mulia F Laode Hibali
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i1.657

Abstract

Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah, yang dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada sistem kardiovaskular, vaskular, okular, renal, dan neural dalam jangka panjang. Menurut data Riskesdas 2018, prevalensi diabetes mellitus di Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai 1,30% pada penduduk berusia 15 tahun ke atas. Aktivitas ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan diabetes mellitus di Kelurahan Bungkutoko. Metode kegiatan ini berupa penyuluhan melalui tekhnik ceramah dengan sasaran kegiatan ibu-ibu usia pra lansia dan lansia. Peserta dilakukan pengukuran tekanan darah dan test gula darah. Sebelum intervensi, peserta diberikan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mereka dan setelah penyuluhan, dilakukan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan perbedaan signifikan dalam tingkat pengetahuan responden yang diukur melalui pre-test dan post-test. Uji T Statistic menghasilkan p-value 0,000, yang menunjukkan signifikansi statistik (p < 0,05), dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 47,33 dan post-test sebesar 62,00. Temuan ini menegaskan efektivitas penyuluhan mengenai pencegahan diabetes mellitus dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat di Kelurahan Bungkutoko.
Sosialisasi Dampak Pernikahan Dini Sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Remaja Terhadap Pentingnya Berperilaku Sehat dan Bertanggung Jawab di SMA Negeri 9 Kendari Tahun 2025 Sartiah Yusran; I Putu Sudayasa; Ardiansyah Adi Putra; Cici Wulandari Asmun; Fadilatulsyam; Herli Anita; Ida Royani Sampulawa; Isnaeni Salamiyah; Laode Muh. Al-Kasran Razak
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i2.772

Abstract

Background: Early marriage remains a social issue that negatively affects adolescents’ health, education, and overall well-being. Limited understanding among adolescents regarding the risks of early marriage highlights the need for structured and targeted educational interventions within the school setting. Objective: This activity aimed to increase adolescents’ knowledge and awareness of the definition, causes, and impacts of early marriage, while encouraging students to prioritize education and psychological readiness before entering marriage. Methods: This community service activity employed a descriptive design with an educational approach through interactive counseling on early marriage involving 35 twelfth-grade students at Kendari State High School 9. Data were collected through participatory observation and group discussions, and analyzed using descriptive qualitative methods. Results: The findings showed that students participated enthusiastically, actively engaged in discussions, and demonstrated an improved understanding of the health, psychological, social, and educational impacts of early marriage. In addition, students exhibited increased awareness of the importance of adopting healthy and responsible attitudes toward reproductive health. Conclusion: The socialization activity was effective in fostering critical attitudes and raising students’ awareness of the negative impacts of early marriage. Therefore, it has the potential to serve as a preventive effort to reduce child marriage and prevent the phenomenon of “children giving birth to children” in the school environment.
Edukasi Remaja Dalam Menghadapi Masa Pubertas di SMP Negeri 14 Kendari Sartiah Yusran; I Putu Sudayasa; Aisyah Amini; Ardiansyah Mahlia; Asdwiyenti Miftahulresty Aksi; Ashar; Ayuningtyas Mardhatillah; Diva Janianti; Hasnianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i2.773

Abstract

Adolescence is a transitional period marked by various physical and psychological changes. The increasing curiosity of adolescents regarding the changes occurring in their bodies encourages them to seek information about these changes. However, this condition may influence attitudes and lead to risky behaviors if adolescents receive inaccurate information about reproductive health. The purpose of this activity was to improve the knowledge, understanding, and positive attitudes of students at Junior High School 14 Kendari in facing puberty. The target of the counseling activity was students of Junior High School 14 Kendari, consisting of a combined group from grades VII, VIII, and IX, with a total of 40 students representing each class, where two students were selected from each class. The methods used in this health education activity included educational video screening, interactive presentations, discussions, and question and answer sessions. The evaluation was conducted qualitatively through observation and student responses during the activity. The students demonstrated an understanding of the basic concepts of puberty, physical and psychological changes, and the importance of maintaining personal hygiene and health. This was reflected in students’ statements such as “now I know that the changes in my body are normal” and “I am no longer embarrassed to ask questions about puberty.” In addition, increased student participation in discussions indicated improved self-confidence in facing puberty. The conclusion of this activity is that health education can enhance adolescents’ knowledge and self confidence related to puberty
Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Reproduksi, HIV dan AIDS, Dan Pencegahan Bullying Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Di SMAN 1 Kendari Sartiah Yusran; Rizkia Milida; Siti Aisyah Karimuna; Sarah Soraya Siradjudin; Siti Syaqinah Rahmatiah MZ; Wa Zul; Akhmad Saleh
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i2.775

Abstract

Background: Lack of knowledge about health, the influence of family and peer environments, and lack of access to comprehensive education about sexual and reproductive health make adolescents highly vulnerable to reproductive health problems. Risky sexual behavior, teenage pregnancy, sexually transmitted infections, HIV/AIDS, and psychosocial problems such as abuse are driven by these conditions. Given the large number of adolescents in Indonesia and their role in determining the quality of the future demographic bonus, organized school-based reproductive health education interventions are necessary. As a result, the reproductive health education program at SMAN 1 Kendari is very important to prevent, instill positive beliefs, and encourage adolescents to become healthy and responsible individuals. Objective: To assess the increase in knowledge and attitudes of ninth-grade students at SMAN 1 Kendari toward reproductive health, HIV and AIDS, and the prevention of bullying and human trafficking. Methods: This study was a community service activity with a one-group pretest–posttest design. The research subjects were 34 students in class XI A at SMAN 1 Kendari. The intervention was carried out through interactive lectures, discussions, and audiovisual media. Data analysis was performed using the Wilcoxon test for attitude data and the Sign Test for knowledge data. Results: There was a significant increase in students' attitudes towards reproductive health and the prevention of risky behavior (p < 0.001). Knowledge about types of bullying increased significantly (p = 0.016). Knowledge about HIV and AIDS was generally good since the pretest, with an increase in certain misconceptions.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Manfaat Asi Eksklusif Melalui Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Di Posyandu Tebing Tinggi Wilayah Kerja Puskesmas Abeli Sulawesi Tenggara Adelia Putri Rahayu; Sartiah Yusran; I Putu Sudayasa; Alfiandi; Elsa Putriani Gunawas; Faskal Othneil Pratama Kaperek; Imran; Intan Anugrah Pratiwi; Iyan Megawati Adiwijaya; Suriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i2.817

Abstract

Breast milk is the best food for babies, especially during the first six months of life. Exclusive breastfeeding has been proven to benefit babies' growth, development, and immunity, as well as providing health benefits for mothers. However, exclusive breastfeeding in Indonesia has not yet met the national target. This is influenced by various factors, primarily mothers' knowledge. The purpose of this activity is to increase the understanding of pregnant and breastfeeding mothers about the benefits of exclusive breastfeeding, the correct methods and techniques of breastfeeding, and the importance of preparing oneself during pregnancy. The target audience for this activity is pregnant and breastfeeding mothers, with 15 participants. It is held at the Tebing Tinggi Health Center in the Abeli Public Health Center working area. The counseling method involved showing educational videos, delivering material interactively, holding discussions, and conducting question and answer sessions. The results of the activity showed enthusiasm and active participation from the participants during the counseling session. Participants were able to understand the definition of exclusive breastfeeding, the benefits of breast milk for babies and mothers, the appropriate time and method of breastfeeding, and the factors that influence the success of exclusive breastfeeding. This educational activity effectively increased mothers' knowledge and awareness of the importance of exclusive breastfeeding. It is hoped that ongoing education and support from families, health workers, and Posyandu cadres can improve the success of exclusive breastfeeding practices in the community.
Co-Authors Adelia Putri Rahayu Aisyah Amini Akhmad Saleh Akifah Akifah AL AAMIRA ZAINAB Alda Agresiya Alfiandi Ardiansyah Adi Putra Ardiansyah Mahlia Asdwiyenti Miftahulresty Aksi Ashar Ayuningtyas Mardhatillah CECE SURIANI ISMAIL Chintya Mulia F Laode Hibali Cici Wulandari Asmun Dahlia Dahlia Devi Savitri Effendi Devi Savitri Effendy Devi Savitri Effendy Diva Janianti Elsa Putriani Gunawas Eny Suarni Fadilatulsyam FARIT REZAL Faskal Othneil Pratama Kaperek Febriana Febriana Febriana Muchtar Fithria Fithria FITRA RAHAYU RAHAYU GISRI MAYA SARI Hariati Lestari Harleli Harleli Hartati Bahar Hasmawati Hasnianti Hasta Hasta Heny Baharuddin Herli Anita Husnul Amalia I Putu Sudayasa Ida Royani Sampulawa Imran Indrika Septiani Khairunnisa Intan Anugrah Pratiwi Isnaeni Salamiyah Iyan Megawati Adiwijaya Jafriati Jamal Saripa Jemmy Ratna Dewi Jeni Arni Juminten Saimin Karina Zenischa Stasia La Ode Ali Imran La Ode Kafarudin Laode Muh. Al-Kasran Razak LILIAN FEBRIANTI Lisa Lisa Lisnawaty Lisnawaty Lustina Lustina Made Cristian Binekada Maryus Manga Matahari Matahari MEGA SRI YUNITA KUMBA Melinda Septiani Seba Mildah Misrahwaty Taming Muhammad Azwan Normalisa Normalisa Nur Aulia Nissa NUR HAPSAH Nurmiaty Hamzah Nurzahra Saputri Nurzani Nurzani Paridah Paridah Pitrah Asfian Prasetya, Fikki PUTRI AYU HALULANGA Putu Eka Meiyana Erawan Putu Rahayu Pratiwi Rahayuni Rahayuni Rahman Rahman Ramadhan Tosepu Reskia Arlinda Bustanil Rini Agustia Amin Rizkia Milida Rizky Armalia Anwar Ruwiah Ruwiah Sabrina Wahyuni Meyitia Salfia Salfia Salsabila Rosya Sarah Soraya Siradjudin SELLY VEBRIARISMA Siti Aisyah Karimuna Siti Syaqinah Rahmatiah MZ SITTI ANITA WAHYUNI SUKAENA MAS’UD Sukma Rizki Suriani Syamsiah T Syawal Kamiluddin Saptaputra Uni Zulfiani Wa Ode Gita Asiyah Wa Zul Zulfiah Larisu