Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

REVIEW PERBANDINGAN KINERJA NAMED DATA NETWORK DAN IP BASED NETWORKING Agus Budiman Wiranata; Gede Angga Apriana; I Putu Sugi Almantara
Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jutik.v10i1.2720

Abstract

Penelitian ini mengulas mengenai perbandingan kinerja antara Named Data Network (NDN) dan Jaringan berbasis IP. Pada NDN lebih menitikberatkan pada akses data yang berdasarkan konten, menggantikan sistem yang berbasiskan IP dengan penggunaan penamaan unik untuk setiap informasi, yang dimana ini dapat meningkatkan efisiensi sumber daya serta keamanan data. Jaringan berbasis IP telah lebih menonjol dalam pengalamatan dan routing yang berbasis alamat IP. Hasil review perbandingan kinerja NDN dan jaringan berbasis IP menunjukan bahwa nilai NDN lebih cenderung lebih tinggi dari kinerja jaringan berbasis IP dari sisi parameter throughput, delay, hingga packet drop. Pemilihan antara NDN dan jaringan berbasis IP ini perlu disesuaikan juga dengan spesifik dan mempertimbangkan pro kontra model jaringan masing-masing serta yang sesuai dengan tujuan awal pengguna.
Pengaruh Persepsi Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Workplace Wellbeing pada Karyawan di PT. X Muhammad Fakhrizal Nurjaelani; Dr. Agus Budiman
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9869

Abstract

Abstract. This research aims to examine the influence of perceptions of transformational leadership style on workplace well-being at PT X. The research method used is quantitative research with a research design namely causality. The number of subjects in this research was 100 employees of PT. X. The measuring instrument used to measure the Transformational Leadership Style is a measuring instrument adapted from Bass and Avolio in Beşiktaş and Orta (2012), namely the Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ), and a tool for measuring workplace wellbeing, the author independently compiled a workplace wellbeing scale based on theory workplace wellbeing developed by Page (2005). The research results show that 60% of employees have a high level of perception of transformational leadership style and 75% of employees have a high level of workplace wellbeing. This research uses simple linear regression analysis with results (R2) of 0.800. From the results of this research, it was found that the perception of a transformational leadership style can determine the high and low levels of workplace wellbeing of PT employees. X, the higher and more positive the level of perception of transformational leadership style, the higher their workplace wellbeing and vice versa. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh Persepsi Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Workplace Wellbeing di Perusahaan PT X. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yaitu kausalitas. Jumlah subjek dalam penelitian ini yaitu 100 karyawan PT. X. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur Gaya Kepemimpinan Transformasional adalah alat ukur yang mengadaptasi dari Bass dan Avolio dalam Beşiktaş dan Orta (2012) yaitu Multifactor Leadership Quetionnaire (MLQ), dan Alat untuk mengukur workplace wellbeing, penulis menyusun secara mandiri skala workplace wellbeing berdasarkan pada teori workplace wellbeing yang dikembangkan oleh Page (2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% Karyawan memiliki tingkat persepsi gaya kepemimpinan transformasional yang tinggi dan 75% karyawan memiliki tingkat workplace wellbeing yang tinggi. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan hasil (R2) sebesar 0.800. Dari hasil penelitian ini didapati bahwa persepsi gaya kepemimpinan transformasional dapat menentukan tingkat tinggi rendahnya workplace wellbeing karyawan PT. X, semakin tinggi dan positif tingkat persepsi gaya kepemimpinan transformasional maka semakin tinggi workplace wellbeing mereka dan begitupun sebaliknya.
PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE SEJARAH DAN BUDAYA KERAJAAN MBOJO BIMA NTB BERBASIS ANDROID Agus Budiman, Muhammad
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 1 No. 2 (2017): JATI Vol. 1 No. 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.702 KB) | DOI: 10.36040/jati.v1i2.2112

Abstract

Aplikasi mobile sejarah dan budaya kerajaan Mbojo Bima NTB berbasis android dikhususkan untuk masyarakat yang ingin mengetahui tentang sejarah dan budaya kerajaan Mbojo Bima NTB. Dimana seseorang dapat mengetahui lebih dalam tentang sejarah dan peninggalan kerajaan serta budaya yang ada di zaman kerajaan Mbojo Bima NTB. Melalui aplikasi ini pengguna dapat mengetahui atau belajar tentang sejarah dan tempat wisata yang berhubungan dengan kerajaan Mbojo Bima NTB. Sehingga pengguna dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan letak lokasi wisata sejarah kerajaan Mbojo Bima NTB tanpa harus mencari berbagai macam sumber buku dan artikel untuk mempelajari dan menggali informasi tentang peninggalan kerajaan Mbojo Bima NTB.Aplikasi mobile sejarah dan budaya kerajaan Mbojo Bima NTB berbasis android merupakan aplikasi sejarah kerajaan yang memberikan informasi destinasi sejarah, budaya dan tempat wisata kerajaan yang di tujukan kepada masyarakat Bima NTB khusunya dan kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Aplikasi ini dibuat menggunakan Eclipse Luna untuk menulis kode-kode program yang nantinya akan dibuat untuk menjalankan aplikasi mobile sejarah dan budaya kerajaan Mbojo Bima NTB berbasis android. Dalam pembuatan aplikasi ini dibutuhkan beberapa tool yang digunakan yaitu Eclipse, SDK, JDK, AVD(Android Virtual Device), dan corel draw.Hasil pengujian fungsional sistem dengan akses sebagai pengguna berjalan sesuai fungsinya. Pada tahap pengujian aplikasi yang dilakukan dengan menggunakan 3 versi android yaitu : android JellyBean, Android KitKat, Android LollyPop. Semua fungsi berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Berdasarkan hasil pengujian pengguna 30% dari pengguna menyatakan sangat setuju dan 70% lainnya menyatakan setuju bahwa aplikasi dapat membantu pengguna.
Design and Implementation of Point to Point Wireless Network with VPN IPSec and GRE Security for Internet Network Distribution in Sulangai Village Wiranata, Agus Budiman; Sasmita, Gusti Made Arya; Raharja, I Made Sunia
Jurnal Ilmiah Merpati (Menara Penelitian Akademika Teknologi Informasi) Vol 12 No 3 (2024): Vol. 12, No. 3, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JIM.2024.v12.i03.p06

Abstract

Sulangai Village experiences limited internet access due to its geographical condition in a mountainous area, so cable infrastructure such as fiber optics is difficult to implement. The proposed solution is to use point-to-point wireless networks to provide reliable internet access. The research method used is the Network Development Life Cycle (NDLC), including the stages of analysis, design, simulation, implementation, monitoring and management. The test results show that the signal strength at the Base Station and Client Station is -69 dBm each, which is in the very good category. Security testing using IPsec VPN and GRE also showed adequate results, with the ability to encrypt data and protect the network from outsiders. Bandwidth speed testing before and after security implementation shows stable and satisfactory network performance, with consistent transmission and reception speeds. The results of the Quality of Service (QoS) analysis also show a significant increase after implementing security, with good throughput, packet loss, delay and jitter values.
News virality in disaster communication: An encoding–decoding study of community reception in Sumber Mujur, Mount Semeru Radius Setiyawan; Agus Budiman; Holy Ichda Wahyuni
NOTION: Journal of Linguistics, Literature, and Culture Vol. 8 No. 1 (2026): NOTION: Journal of Linguistics, Literature, and Culture.
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/notion.v8i1.15563

Abstract

This study examines how local communities interpret news about the Mount Semeru eruption on social media. It argues that disaster news constructs meaning through language, visuals, and framing, rather than merely conveying facts. Media portrayals often dramatize disasters, creating a gap between media representations and local experiences. While existing studies tend to focus on media production or textual analysis, this research positions affected communities as active agents in meaning-making. In doing so, it addresses the limited scholarship on community-based disaster reception in Indonesia. Using a qualitative approach, in-depth interviews were conducted with residents of Sumber Mujur Village, Candipuro District, Lumajang Regency, East Java, following the eruption (January–February 2022). The analysis is guided by Stuart Hall’s encoding–decoding framework to explore how communities interpret and respond to disaster news. The findings identify three decoding positions. First, a negotiated reading of the “Rumini died beside her mother” report, where the event is accepted but the emotional framing is questioned. Second, a dominant-hegemonic reading of the “house intact from the eruption” report, interpreted through religious values as a symbol of hope despite its simplification of the disaster. Third, an oppositional reading of the “Semeru lava can cause a tsunami” report, which is rejected as hyperbolic, geographically inaccurate, and potentially panic-inducing. This study demonstrates that community reception is not passive but actively negotiates media meaning within local socio-cultural contexts. It extends encoding–decoding theory by grounding it in disaster communication at the community level in Indonesia, and highlights the importance of context-sensitive, non-exaggerative, and victim-centered reporting.
Ekokiritik Sastra dalam Fabel “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” Karya Luis Sepulveda Agus Budiman; Holy Ichda Wahyuni; Radius Setiyawan
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v9i1.17518

Abstract

Berangkat dari menjamurnya persoalan lingkungan, beberapa tokoh mulai konsen terhadap kajian tentang keterkaitan erat antara lingkungan dan karya sastra sebagai bentuk gerakan kritis, yang lebih dikenal dengan ekokritik. Ekokritik merupakan pandangan yang menilai karakteristik dari suatu tulisan yang menggambarkan tentang efek budaya dan/atau manusia terhadap alam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap bagaimana representasi persoalan lingkungan dan keberpihakan pandangan ekokritik yang ditampilkan dalam fabel “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” karya Luis Sepulveda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan ekokritik. Data yang digunakan adalah sumber data primer, yakni berupa catatan teks dalam fabel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan melalui pandangan ekokritik sastra dari beberapa tokoh seperti Garrard dan Glofelty, fabel ini memiliki alur yang memang dalam setiap bagiannya menekankan representasi lingkungan dan hubungan timbal balik antar entitas di dalamnya. Terdapat tiga ranah pembahasan menurut teori Garrard dan Glofelty, yakni tentang habitat, pencemaran, binatang, dan ekorasism.
A Critical Discourse Analysis of Gender Equity and Sex Education in Indonesian High School Biology Textbooks Holy Ichda Wahyuni; Radius Setiyawan; Agus Budiman; Nadia Shoukat
Indonesian Values and Character Education Journal Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ivcej.v8i1.94909

Abstract

Biology learning materials, particularly on the reproductive system, often emphasize mechanistic and biological aspects while overlooking the importance of integrating adolescent sex education and gender equity values. This gap may perpetuate misconceptions and gender bias among students. This study aims to critically analyze the representation of gender equity and sexuality education in senior high school Biology textbooks through a critical discourse analysis framework. A qualitative research design was employed, utilizing Norman Fairclough’s three-dimensional model consisting of text analysis, discourse practice analysis, and social practice analysis. The study involved three widely used Grade XI Biology textbooks, including one government-issued and two private publishers' editions as comparative data sources. The findings reveal a uniform pattern of placing reproductive system topics at the end of the textbooks, predominantly presenting anatomical and physiological content without integrating comprehensive, inclusive, and gender-equitable sexuality education. Moreover, the textbooks demonstrate gender bias, insufficient discussions on consent, sexual violence, and unequal access to contraceptive information. This study concludes that the textbooks reproduce patriarchal ideologies and exclusive scientific discourse, failing to address adolescents' psychosocial and ethical aspects of sexuality. The findings highlight the urgent need for textbook revisions that promote comprehensive, gender-equitable, and contextually relevant sex education for high school students.
Peran Strategis Kegiatan Ekstrakurikuler Pemuda untuk Ketahanan Identitas Lokal (Studi Tentang Resolusi Konflik Nilai Budaya dan Modernitas di SMA Informatika Ciamis, Jawa Barat) Egi Nurholis; Aan Anwar Sihabudin; Agus Budiman; Yat Rospia Brata; Soni Ramdani; Dede Ahmad Suryana
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 31, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.112355

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran strategis pemuda dalam Paguyuban Puseur Galuh Pancaniti di Kabupaten Ciamis dalam meresolusi ketegangan antara nilai-nilai budaya lokal dan arus modernitas melalui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai mekanisme internal paguyuban serta dampak kegiatan tersebut terhadap penguatan ketahanan identitas dan keberlanjutan budaya lokal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode, sementara pengolahan dan analisis data dilakukan melalui analisis tematik interaktif guna mengidentifikasi pola, makna, dan dinamika peran pemuda dalam pelestarian budaya komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler yang difokuskan pada pelestarian seni, budaya, bahasa, dan tradisi lokal mampu memperkuat kesadaran budaya sekaligus mengakomodasi dinamika modernitas. Pemuda di paguyuban ini menjadi agen perubahan yang adaptif sekaligus penjaga nilai budaya yang relevan dalam konteks sosial kontemporer. Penelitian ini menegaskan bahwa peran strategis pemuda melalui kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya merupakan elemen kunci dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas di masyarakat lokal. Penelitian ini merekomendasikan bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan organisasi kepemudaan untuk merancang program pemberdayaan budaya yang berkelanjutan, memperkuat integrasi sosial, serta membangun ketahanan nasional berbasis nilai-nilai budaya.
Pemanfaatan Robot Asisten Berbasis Virtual Reality dalam Edukasi Mitigasi Bencana di Sekolah Dasar Pesisir Agus Budiman; Vippy Dharmawan; Wahono Wahono; Riska Rahayu Roisiah
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1834

Abstract

Wilayah pesisir merupakan kawasan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai bencana alam, seperti banjir rob, abrasi pantai, dan gempa bumi. Kondisi ini menuntut adanya penguatan pendidikan mitigasi bencana sejak usia dini, khususnya pada satuan pendidikan dasar yang berada di wilayah rawan bencana. Namun demikian, implementasi pendidikan mitigasi bencana di sekolah dasar masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan media pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik belajar anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan guru serta siswa sekolah dasar melalui pemanfaatan robot asisten berbasis Virtual Reality (VR) sebagai media edukasi mitigasi bencana. Program pengabdian dilaksanakan di SD Muhammadiyah 9 Bahari Kenjeran Surabaya dengan menggunakan metode sosialisasi, pelatihan penggunaan media VR bagi guru, simulasi pembelajaran mitigasi bencana berbasis VR bagi siswa, serta pendampingan dan evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, meningkatnya pemahaman dasar siswa mengenai jenis-jenis bencana pesisir dan langkah-langkah mitigasi yang tepat, serta peningkatan kapasitas guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi imersif. Selain itu, penggunaan robot asisten berbasis VR mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih konkret dan aplikatif sehingga memudahkan siswa memahami konsep mitigasi bencana. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan robot asisten berbasis Virtual Reality efektif sebagai media edukasi mitigasi bencana yang kontekstual, interaktif, dan aplikatif, serta berpotensi mendukung penguatan budaya sadar bencana secara berkelanjutan di sekolah dasar wilayah pesisir.
Pendampingan Mitigasi Bencana Berbasis Meja Blok Bangunan berbantuan Augmented Reality (Gamb-AR) di TK ‘Aisyiyah 04 Pondok Modern Paciran Lamongan Agus Budiman; Nina Veronica; Ngatmain Ngatmain; Eka wahyu Primadani
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1835

Abstract

Program Pendampingan Mitigasi Bencana Berbasis Meja Blok Bangunan berbantuan Augmented Reality (Gamb-AR) merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan literasi mitigasi bencana, kesiapan psikososial, serta motivasi belajar anak usia dini di TK ‘Aisyiyah 04 Pondok Modern Paciran, Lamongan, wilayah pesisir yang rentan terhadap tsunami, abrasi, dan banjir. Program ini dirancang untuk menjawab permasalahan rendahnya pemahaman kebencanaan pada guru dan siswa serta keterbatasan metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik dan kontekstual. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi mitigasi bencana kepada warga sekolah, pelatihan guru dalam pemanfaatan media Gamb-AR, simulasi kebencanaan berbasis permainan edukatif, pendampingan pembelajaran tematik, serta pembentukan duta kebencanaan tingkat TK. Media Gamb-AR dikembangkan dalam bentuk meja blok bangunan yang dipadukan dengan teknologi Augmented Reality, sehingga memungkinkan anak belajar melalui pengalaman visual, kinestetik, dan interaktif yang sesuai dengan tahap perkembangan usia dini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dasar mitigasi bencana pada siswa, meningkatnya kesiapan guru dalam mengintegrasikan pembelajaran kebencanaan ke dalam kurikulum tematik, serta tumbuhnya minat dan antusiasme belajar anak. Selain itu, keterlibatan mahasiswa melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memperkuat proses pendampingan dan transfer pengetahuan di sekolah. Simpulan dari program ini adalah bahwa media pembelajaran Gamb-AR efektif sebagai model pembelajaran mitigasi bencana yang kontekstual, menyenangkan, dan adaptif terhadap lingkungan pesisir, serta berpotensi direplikasi sebagai upaya membangun ketangguhan masyarakat sekolah secara holistik, berkelanjutan, dan berbasis teknologi edukatif.