Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP SIKAP DEMOKRATIS MAHASISWA TINGKAT II PENDIDIKAN SEJARAH UNIGAL CIAMIS TAHUN AJARAN 2013/2014 Agus Budiman
Jurnal Artefak Vol 3, No 1 (2015): Maret (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.097 KB) | DOI: 10.25157/ja.v3i1.1107

Abstract

Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, setiap warga negara perlu diberikan pemahaman dan kemampuan mengaktualisasikan demokrasi di kalangan warga negara. Nilai-nilai demokrasi hendaknya dapat diaktualisasikan dalam kehidupan nyata melalui suatu transformasi yaitu melalui pendidikan, khususnya Pendidikan Kewarganegaraan yang merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang demokratis, memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Tujuan adanya penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan terhadap sikap demokratis Mahasiswa Tingkat II Pendidikan Sejarah Unigal Ciamis. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahamahasiswa Tingkat II Pendidikan Sejarah Unigal Ciamis tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 52 mahasiswa. Sampel diambil secara acak sebanyak 20 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi untuk mengetahui prestasi belajar mahaasiwa, dan metode angket untuk mengukur sikap demokratis mahasiswa. Metode analisis data yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis korelasi dan regresi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa nilai korelasi antara prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan dengan sikap demokratis Mahamahasiswa adalah 0,313 dan koefisien determinasi sebesar 9,8%. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh positif antara prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan terhadap sikap demokratis Mahasiswa Tingkat II Pendidikan Sejarah Unigal Ciamis tahun ajaran 2013/2014Kata kunci: prestasi belajar, pendidikan kewarganegaraan, sikap demokratis
DAMPAK PERKEMBANGAN KESENIAN “MABOKUY” TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA PURWARAJA KECAMATAN RAJADESA KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2015-2020 Sarah Nafisatul Janan; Yat Rospia Brata; Agus Budiman
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i1.6007

Abstract

ABSTRACTMabokuy art is a helaran art in the Ciamis Regency area. The purpose of this study was to determine how early the development of Mabokuy art and how the influence of Mabokuy art on the economy. The method used is the historical or historical method (heuristics, criticism, interpretation, historiography). Data collection techniques used are observation techniques, interview techniques, documentation techniques. The results showed that Mabokuy art is one of the traditional cultural arts that was revived through an activity of the Purwaraja Village community in pursuing garabadan weaving or household utensils. Eman Hermansyah glanced at the community's expertise so that it gave the idea to create new innovations that produced a giant robot with the concept of helaran art accompanied by traditional musical instruments. The development of Mabokuy art in 2015 began with performances in the local area in a thanksgiving event. Starting from the performance, Mabokuy art in 2016-2017 continued to appear at various events, even at the 2018 Ciamis Regency Galuh Ethnic Carnival and the anniversary of other districts. In the Mabokuy art form, changes occur from the beginning until now. The influence of Mabokuy art on the economy of the people of Purwaraja Village is an increase in people's income, for example income from IDR 2,560,000 to IDR 5,600,000 per month. Another source of community income is Mabokuy coffee.Keywords: Keywords: development, Mabokuy arts, economy ABSTRAKKesenian Mabokuy merupakan sebuah seni helaran di wilayah Kabupaten Ciamis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana awal perkembangan kesenian Mabokuy dan bagaimana pengaruh kesenian Mabokuy terhadap perekonomian. Metode yang digunakan yaitu metode sejarah atau historis (heuristik, kritik, interpretasi, historiografi). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Mabokuy merupakan salah satu seni budaya tradisional yang dibangkitkan kembali melalui sebuah kegiatan masyarakat Desa Purwaraja dalam menekuni anyaman garabadan atau peralatan rumah tangga. Keahlian masyarakat dilirik oleh Eman Hermansyah sehingga memberikan ide untuk membuat inovasi baru yang menghasilkan sebuah robot raksasa dengan konsep seni helarandiiringi alat musik tradisional. Perkembangan kesenian Mabokuy pada tahun 2015 diawali dengan pementasan di wilayah setempat dalam acara syukuran. Berawal dari pementasan tersebut, kesenian Mabokuy pada tahun 2016-2017 terus menerus tampil di berbagai acara bahkan dalam acara Galuh Ethnic Carnival Kabupaten Ciamis 2018 dan HUT kabupaten-kabupaten lainnya. Dalam bentuk kesenian Mabokuy terjadi perubahan dari awal tercipta sampai dengan sekarang. Adapun pengaruh kesenian Mabokuy terhadap perekonomian masyarakat Desa Purwaraja adalah terjadinya peningkatan penghasilan masyarakat, misalnya penghasilan Rp 2.560.000 menjadi Rp 5.600.000 per bulan. Sumber penghasilan masyarakat yang lain adalah kopi Mabokuy. Kata kunci : perkembangan, kesenian Mabokuy,  perekonomian
PELATIHAN WAWASAN KEBANGSAAN BAGI PERTAHANAN SIPIL (HANSIP) DI DESA KERTAHAYU KECAMATAN PAMARICAN KABUPATEN CIAMIS Agus Budiman; Egi Nurholis; Terra Erlina
Abdimas Galuh Vol 2, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v2i2.4107

Abstract

Wawasan kebangsaan intinya adalah loyalitas warga terhadap bangsanya. Bentuk loyalitas bagi bangsa Indonesia diantaranya adalah: Mengakui bahwa warga negara Indonesia dengan sadar sebagai pendukung cita-cita dan tujuan yang menjadi jatidiri bangsa indonesia, seperti : Tercapainya persatuan dan kesatuan bangsa Tercapainya keselarasan, keserasian dan keseimbangan dalam segala aspek kehidupan Tercapinya kesejahteraan yang adil lahir batin bagi seluruh masyarakat Indonesia Mendudukan manusia menurut kodrat, harkat dan martabatnya Mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menghadapi berbagai persoalan Melandaskan diri pada keimanan dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa Wawasan kebangsaan harus dijaga, di pelihara dan di perjuangkan terus menerus. Paham integralistik/ cara berfikir integralistik menurut Prof. Mr. Soepomo akan memperkokoh wawasan kebangsaan. Ideologi Pancasila melandasi wawsan kebangsaan kita. Globalisasi akan berdampak positif bila ditujukan untuk perdamaian dunia. Perang modern sulit diidentifikasi sebagai suatu bentuk peperangan yang nyata, sehingga bangsa Indonesia harus hati-hati agar tidak teradu domba.The core concept of nationalism is the loyalty of citizens to their nation. Forms of loyalty to the Indonesian people include: Recognizing that Indonesian citizens are consciously supporting the ideals and goals that constitute the identity of the Indonesian nation, such as: Achieving national unity and integrity Achieving harmony, harmony and balance in all aspects of life Achieving fair welfare is born mind for all Indonesian society Occupying humans according to their nature, dignity and dignity Prioritizing deliberation to reach consensus in dealing with various problems Be based on faith and piety towards God Almighty. National insight must be guarded, maintained and strived for continuously. Integralistic understanding / integralistic thinking according to Prof. Mr. Soepomo will strengthen national insight. The Pancasila ideology underlies our national understanding. Globalization will have a positive impact if it is aimed at world peace. Modern war is difficult to identify as a real form of warfare, so that the Indonesian people must be careful not to be pitted against each other.
Revitalisasi Pancasila Sebagai Upaya Memupuk Pemahaman Multikultural Bagi Mahasiswa Universitas Galuh Egi Nurholis; Agus Budiman; Jeni Danurahman
Jurnal Artefak Vol 9, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.338 KB) | DOI: 10.25157/ja.v9i2.8941

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara multikultural terbesar di dunia. Hal ini terlihat dari kondisi sosial budaya dan geografis Indonesia yang sangat kompleks, beragam dan luas. Indonesia terdiri dari banyak suku, budaya, agama dan kelompok lain, yang semuanya secara bersamaan pluralistik dan heterogen. Namun, keragaman dapat menyebabkan perpecahan jika tidak semua warga memahaminya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu mengumpulkan dan membandingkan beberapa jurnal yang disusun, diseleksi dan diklasifikasi sehingga benar-benar memuat informasi yang relevan dan valid tentang multikulturalisme. Sejak didirikan, telah membentuk budaya Indonesia. Namun hari ini, pemahaman kita tentang multikulturalisme mulai berkembang dari konsep dasar ini. Isu kebhinekaan perlu dikaji secara mendalam agar masyarakat Indonesia tidak terlena dengan semboyan bahwa kebhinekaan adalah anugerah bukan kewajiban. Penamaan nilai-nilai Pancasila merupakan pendekatan konkrit terhadap persoalan multikultural di Indonesia, dengan demikian lima sila yang menjadi inti dari kesamaan semua bangsa yang berbeda warna menjadi prinsip dasar bangsa. , yang terkandung dalam dan merupakan salah satu sila Pancasila, tidak dapat dikembalikan. Bukan pula negara sekuler yang memisahkan urusan negara dan urusan agama, tetapi negara agama adalah negara kesatuan dalam Republik Indonesia yang merupakan negara positif yang disepakati oleh semua negara, termasuk semua penyelenggara negara yang agamanya beragam. berarti membutuhkan hukum. Negara memiliki kewajiban untuk melindungi semua agama yang diakui, dan negara tidak boleh ikut campur dalam masalah keyakinan.
Ancaman Intoleransi Terhadap Dasar Negara Pancasila Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Ideologi Wilayah (Studi Di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Periode 2019-2020) Agus Budiman; Otong Husni Taufiq; Egi Nurholis
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.61332

Abstract

ABSTRAKPancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia. Penerapan nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan oleh setiap warga negara Indonesia agar terciptanya warga negara yang baik serta mampu mengimplementasikan nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari seperti toleransi umat beragama sehingga akan meningkatkan ketahanan nasional. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui sejauh mana ancaman Intoleransi Terhadap Dasar Negara Pancasila dan Implikasinya Kepada Ketahanan Ideologi Wilayah terutama di Tasikmalaya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data untuk menggambarkan respon dari suatu peristiwa pada periode tertentu, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan untuk teknik analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan mengambil kesimpulan.Permasalahan mengenai ketahanan ideologi Pancasila saat ini menjadi polemik bangsa Indonesia. munculnya berbagai isu gerakan pembentukan negara berbasis agama sampai dengan praktik-praktik pemahaman dan perubahan ideologi di berbagai aspek kehidupan sikap intoleransi terhadap umat beragama salah satunya adalah pemahaman agama yang bersifat ekstrinsik Pancasila menjadi sebuah alat pemersatu bangsa Indonesia agar tidak terpecah belah,Pancasila adalah ideologi dan dasar negara kesatuan memiliki nilai yang digali dari Indonesia, artinya digali dan diambil dari kekayaan, rohani, moral dan budaya masyarakat dan bangsa Indonesia. Sikap toleransi harus ditegakkan untuk melawan sikap anti toleransi atau intoleransi yang semakin berkembang. Bhinneka Tunggal Ika dan nilai Pancasila dijadikan dasar dalam upaya membina kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ekokiritik Sastra dalam Fabel “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” Karya Luis Sepulveda Agus Budiman; Holy Ichda Wahyuni; Radius Setiyawan
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v9i1.17518

Abstract

Berangkat dari menjamurnya persoalan lingkungan, beberapa tokoh mulai konsen terhadap kajian tentang keterkaitan erat antara lingkungan dan karya sastra sebagai bentuk gerakan kritis, yang lebih dikenal dengan ekokritik. Ekokritik merupakan pandangan yang menilai karakteristik dari suatu tulisan yang menggambarkan tentang efek budaya dan/atau manusia terhadap alam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap bagaimana representasi persoalan lingkungan dan keberpihakan pandangan ekokritik yang ditampilkan dalam fabel “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” karya Luis Sepulveda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan ekokritik. Data yang digunakan adalah sumber data primer, yakni berupa catatan teks dalam fabel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan melalui pandangan ekokritik sastra dari beberapa tokoh seperti Garrard dan Glofelty, fabel ini memiliki alur yang memang dalam setiap bagiannya menekankan representasi lingkungan dan hubungan timbal balik antar entitas di dalamnya. Terdapat tiga ranah pembahasan menurut teori Garrard dan Glofelty, yakni tentang habitat, pencemaran, binatang, dan ekorasism.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Kampung Dokdak Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis Berbasis Budaya Galuh Aan Suryana; Sri Pajriah; Egi Nurholis; Agus Budiman
Jurnal Artefak Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i1.10166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami sejarah dari kampung dokdak serta nilai-nilai kearifan lokal dari masyarakat kampung dokdak berbasis budaya Galuh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan design etnografi, melalui tahapan 1) Menetapkan informan, 2) Melakukan wawancara kepada informan, 3) Membuat catatan etnografis, 4) Mengajukan pertanyaan deskriptif, 5) Melakukan analisis wawancara etnografis, 6) Membuat analisis domain, 7) Mengajukan pertanyaan struktural yang merupakan tahap lanjut setelah mengidentifikasi domain, 8) Membuat analisis taksonomik, 9) Mengajukan pertanyaan kontras dimana makna sebuah simbol diyakini dapat ditemukan dengan menemukan bagaimana sebuah simbol berbeda dari simbol-simbol yang lain, 10) Membuat analisis komponen, 11) Menemukan tema-tema budaya, 12) Menulis sebuah etnografi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kampung dokdak sudah ada sejak puluhan tahun silam, sehingga selain memiliki nilai kearifan lokal, kampung ini memiliki nilai histori. Adapun nilai-nilai kearifan lokal masyarakat kampung dokdak, yaitu nilai nilai kesederhanaan, nilai kebersamaan, nilai kerjasama/gotong royong, nilai kemandirian, nilai tanggung jawab, nilai kerja keras, nilai kreatif, dan nilai konsisten dan berprinsip. Nilai-nilai keraifan lokal berbasis budaya Galuh dari masyarakat kampung dokdak dapat dilihat dari mata pencaharian yang dijalankan oleh masyarakat sekitar dan teknologi yang digunakan.
Analisis Tipe Kepribadian Introvert dan Ekstrovert pada Pembelajaran Interaktif Anak Usia Dini Al Farikhma Zuana Rachilda Silda; Naili Sa`ida; Agus Budiman
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v4i1.8390

Abstract

Penelitian ini mengangkat berdasarkan pengamatan yaitu pembelajaran interaktif di kelompok B, peneliti berharap dapat mengamati perbedaan sekaligus menganalisa antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert di sekolah tersebut. Penelitian dilakukan di TK Khazanah Mojo di Kecamatan Gubeng Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif kualitatif dan desain penelitian studi kasus. menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Setelah pengumpulan data, model interaktif Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa tipe kepribadian introvert dan ekstrovert ada pada anak usia dini. Perkembangan emosi anak usia 2,5 hingga 6,5 ​​tahun dapat digunakan untuk mengidentifikasi tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Perkembangan ini mencakup sifat-sifat seperti kemandirian, kepatuhan, ketenangan, kepercayaan diri, semangat, dan konsisten.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tradisi Ruwahan Desa Sindangsari - Banjarsari Kabupaten Ciamis Neli Rahmawati; Yat Rospia Brata; Agus Budiman; Sudarto Sudarto
Jurnal Artefak Vol 10, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i2.12232

Abstract

This study aims to determine the implementation and reveal the values of local wisdom in the Ruwahan Tradition in Sindangsari Village, Banjarsari District, Ciamis Regency. The method used in this study is historical qualitative, namely 1) heuristics, 2) criticism, 3) interpretation, and 4) historiography. Besides that, it also uses the Anthropological Method, a Socio-Cultural research method (culture domain), by using triangulation or several methods when collecting and analysing analyses simultaneously (observations, interviews, literature studies, and field notes). The data collection used in this research is 1) a Literature Study and) a Field Study. The results of this study indicate that the Ruwahan Tradition is still being preserved to this day. At the same time, the local wisdom values of the Ruwahan Tradition can be seen from the Relationship between Humans and humans (hablum minannas), Human Relations with Nature (hablum minalalam), Human Relations and God (hablum minallah). The benefit of this research is as information material about the Ruwahan Tradition in Sindangsari Village, Banjarsari District, Ciamis Regency, and it is hoped that the community will feel proud and continually preserve it as a local cultural entity in a region.
Pengembangan Inovasi Pembelajaran Virtual Reality Account Officer Customer Servicer Mahasiswa Slow Learner di UMSurabaya Fatkur Huda; Junaidi Fery Efendi; Agus Budiman; Holy Ichda Wahyuni; Arin Setiyowati; Idham Choliq; M. Febrianto Wijaya
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i4.18315

Abstract

Pembelajaran inklusi menjadi sebuah kewajiban bagi peserta didik disabilitas untuk dilaksanakan. Keberadaanya tentu memerlukan adanya perhatian secara khusus. Berdasarkan pertimbangan kebutuhan penyandang disabilitas akan solusi dari hambatan proses pembelajaran praktik untuk layanan perbankan pada mata kuliah Account Officer Customer Services (AOCS), maka dibutuhkan adanya media pembelajaran inovatif dengan menggunakan teknologi. Metode pengembangan ini menggunakan jenis pengembangan Borg & Gall dengan menggunakan 7 tahapan yang dibagi menjadi 3 bagian yaitu studi pendahuluan, pengembangan produk dan ujicoba serta finalisas. Hasilnya adalah bahwa media pembelajaran menggunakan VR-AOCS yang dikembangkan oleh tim ULD Universitas Muhammadiyah Surabaya di Prodi Perbankan Syariah dapat secara adaptif digunakan oleh mahasiswa disabilitas. Selain itu juga adanya media pembelajaran berupa video yang telah diconverting menjadi virtual reality yang dapat menunjang pembelajaran inovatif.