Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Interaksi Tenaga Kesehatan terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Kolonel Abundjani Bangko Ria sefnita Ri; Agustina Agustina; Pipin Sri Moni; Nurmansyah Nurmansyah; Subang Aini Nasution; Dewi Riastawaty
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.62897

Abstract

Interaksi tenaga kesehatan dengan pasien merupakan salah satu faktor yang secara konsisten dilaporkan memengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan. Survei Kepuasan Masyarakat sektor pelayanan kesehatan tahun 2024 menunjukkan sekitar 35% pasien menilai informasi yang diberikan tenaga kesehatan masih kurang jelas dan 25% pasien merasa kurang mendapatkan perhatian selama pelayanan, sedangkan Indeks Kepuasan Masyarakat pada unit pelayanan kesehatan Kementerian Kesehatan tahun 2023 tercatat sebesar 86,80 (kategori Baik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh interaksi tenaga kesehatan terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolonel Abundjani Bangko. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik cross sectional. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 152 responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis univariat, uji normalitas, dan regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator interaksi tenaga kesehatan berada pada kategori baik (mean 3,86–3,99) dan seluruh indikator kepuasan pasien berada pada kategori puas (mean 3,86–3,93). Interaksi tenaga kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan nilai R Square sebesar 0,639 (63,9%), yang berarti variasi kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh interaksi tenaga kesehatan, sedangkan 36,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, rumah sakit diharapkan terus meningkatkan kompetensi komunikasi dan sikap profesional tenaga kesehatan terhadap pasien sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan pasien.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN POLA HIDUP SEHAT SISWA SDN 22/IV KOTA JAMBI Bodrawati; Subang Aini Nasution; Dewi Riastawaty
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63335

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah adalah upaya untuk memberdaya siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu dan mampu mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Siswa merupakan sasaran yang sangat efektif dalam hal merubah perilaku dan kebiasaan hidup sehat. Anak usia sekolah merupakan generasi penerus sebagai sumber daya manusia pada masa yang akan datang. Manfaat PHBS di sekolah adalah terciptanya sekolah yang bersih dan sehat sehingga peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit, meningkatkan semangat proses belajar mengajar yang berdampak pada prestasi belajar peserta didik.Untuk mengidentifikasi pengetahuan perilaku hidup bersih dan ehat (PHBS) dan gambaran pola hidup sehat pada siswa SDN 22/IV Kota Jambi tahun 2026. Studi penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan pola hidup sehat pada siswa SDN 22/IV Kota Jambi. Secara statistik menunjukkan bahwa pola hidup sehat siswa SDN 22/IV Kota Jambi Tahun 2026 menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan siswa tentang PHBS (p-value <0,05). Secara empiris bahwa tingkat pengetahuan siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) berbanding lurus dengan penerapan pola hidup sehat mereka di lingkungan sekolah