Claim Missing Document
Check
Articles

The Concept of Ethics and Moral Education Based on Katoba Local Culture in the Overseas Muna Community in Kendari City Musafar Musafar; Hadirman Hadirman; Ardianto Ardianto; Arhanuddin Salim
Potret Pemikiran Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v27i1.2101

Abstract

Katoba local culture is a tradition owned by the Muna ethnicity, both living in Muna and overseas. Katoba local culture is carried out by the overseas Muna community in Kendari City to strengthen children's Islam and provide ethical and moral education to children aged 7–11 years, both boys and girls. The purpose of this study is to describe the concept of ethics and moral education based on local katoba culture in the overseas Muna community in Kendari City. The method used in this study is a phenomenological approach. The analysis uses a cultural approach. The results showed that the local culture of katoba in the overseas Muna community in Kendari City carried out this tradition as a means of shaping the ethical and moral education of a child. Children are prepared to become individuals who have religious understanding, ethics, and good morals in the midst of society.
Evaluasi Implementasi K-13 Berdasarkan Model CIPP di SDN 2 Tabongo Kabupaten Gorontalo Meiskyarti Luma; Ardianto Tola; Hadirman Hadirman
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v14i2.1307

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan tentang efektivitas komponen konteks, input, proses dan produk dalam mendukung implementasi K-13 pada SDN 2 Tabongo Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif, yang menunjukkan prosedur dan proses pelaksanaan program. Dalam penelitian ini dianalisis efektivitas masing-masing faktor sesuai dengan model CIPP (konteks, input, proses dan produk).  Studi evaluasi ini dilakukan terhadap 19 orang responden, yakni 1 orang kepala sekolah dan 18 orang guru. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama. Untuk menentukan efektivitas program, skor mentah ditransformasi ke dalam T-skor kemudian diverifikasi ke dalam prototype model Glickman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi K-13 sangat efektif (73,68%) ditinjau dari komponen konteks; (2) implementasi K-13 sangat efektif (84,21%) ditinjau dari komponen input; (3) implementasi K-13 sangat efektif (94,73%) ditinjau dari komponen proses; dan (4) implementasi K-13 sangat efektif (68,42%) ditinjau dari komponen produk.
Pendampingan Metode Membaca Cepat dengan Menggunakan Buku Khusus di MIN 1 Manado Ardianto Ardianto; Rhyan Prayuddi Reksamunandar; Aris Armeth Daud Al Kahar; Andi Asma; Nabila Nasria Ramdjani Lahabu
NYIUR-Dimas: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/nyiur.v1i1.363

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pihak MIN 1 Manado dalam hal peningkatan kemampuan membaca cepat dengan menggunakan buku khusus. Selain itu, kegiatan pendampingan ini juga sangat bermanfaat dalam meningkatkan semangat dalam membaca cepat serta meningkatkan kreativitas guru untuk menunjang kualitas pembelajaran secara umum. Kegiatan ini berlangsung selama dua minggu dari tanggal 11 Januari 2021 sampai tanggal 25 Januari 2021 dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Kegiatan berlangsung dengan lancar dengan adanya kerjasama antara pihak sekolah yang memberikan dukungan kepada tim pelaksana pengabdian masyarakat (PkM) karena kegiatan pengabdian berjalan lancer dan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca cepat dengan menggunakan buku khusus
Penggunaan Media Gambar Berseri Dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa Kelas V SD Al-Khairaat Airmadidi Atas Ardianto, Ardianto; Mutmainah, Mutmainah; Zainal, Nur Fitriani; Reksamunandar, Rhyan Prayuddy; Santoso, Agung Budi; Satriani, Satriani; Lamasese, Nur Ifnaita
TARSIUS : Jurnal Pengabdian Tarbiyah, Religius, Inovatif, Edukatif & Humanis Vol 4 No 2 (2022): 2022 Volume 4 Nomor 2
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu fakta bahwa menulis adalah kemampuan yang cukup sulit yaitu permasalahan yang dihadapi oleh siswa kelas V SD Al-Khairaat Airmadidi Atas, khususnya dalam menulis karangan. Oleh karena itu, dilakukan pendampingan pembelajaran Bahasa Indonesia melalui penggunaan Media Gambar Berseri untuk melatih keterampilan menulis siswa sejak dini. Kesimpulan dari hasil pendampingan pembelajaran, yaitu: penggunaan Media Gambar Berseri mampu meningkatkan keterampilan menulis siswa yang ditandai oleh peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Diharapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, Guru mampu menggunakan media pembelajaran yang variatif.
Analisis Permasalahan Dalam Menguasai Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Manado Ardianto, Ardianto; Reksamunandar, Rhyan Prayuddy; Utomo, Nur Fadli; Idhjam, Nurlistiarasani
TARSIUS : Jurnal Pengabdian Tarbiyah, Religius, Inovatif, Edukatif & Humanis Vol 2 No 1 (2020): 2020 Volume 2 Nomor 1
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PkM ini bertujuan untuk melakukan pendampingan dalam melakukan analisis permasalahan dalam menguasai mata pelajaran bahasa Indonesia Selain itu kegiatan pendampingan ini juga bermanfaat untuk menambah wawasan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas dan diharapkan dapat menunjang kualitas guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara umum. Kegiatan ini berlangsung selama dua minggu dari tanggal 2 sd 12 Februari 2019. Kegiatan berjalan lancar berkat kerjasama antar sekolah yang memberikan dukungan penuh dalam berbagai bentuk kepada pihak pelaksana. Keberhasilan kegiatan pendampingan ini juga dapat dilihat dari tercapainya indikator yang ditetapkan untuk tujuan kegiatan ini dilaksanakan.
Pelatihan Penyusunan RPP Dalam Pembelajaran IPS Di MIS Muhammadiyah Manado Ardianto, Ardianto; Reksamunandar, Rhyan Prayuddy; Utomo, Nur Fadli; Dwiastuti, Diajeng Rahayu
TARSIUS : Jurnal Pengabdian Tarbiyah, Religius, Inovatif, Edukatif & Humanis Vol 3 No 1 (2021): 2021 Volume 3 Nomor 1
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu dalam menyusun RPP kurikulum merdeka belajar dalam pembelajaran IPS di MIS Muhammadiyah Manado. Selain itu kegiatan pendampingan ini juga bermanfaat untuk menambah wawasan guru dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar. Dalam memahami kurikukum merdeka belajar. diharapkan dapat menunjang kualitas guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara umum. Kegiatan ini berlangsung selama dua minggu dari tanggal 4 sd 15 April 2021. Kegiatan berjalan lancar berkat kerjasama antar sekolah yang memberikan dukungan penuh dalam berbagai bentuk kepada pihak pelaksana. Keberhasilan kegiatan pendampingan ini juga dapat dilihat dari tercapainya indikator yang ditetapkan untuk tujuan kegiatan ini dilaksanakan
Sosialisasi Nilai – Nilai Multikultural Pada Mahasiswa Milenial Di Amerika Serikat Gonibala, Rukmina; Ardianto, Ardianto; Mutmainah, Mutmainah; Wulandari, Sri
TARSIUS : Jurnal Pengabdian Tarbiyah, Religius, Inovatif, Edukatif & Humanis Vol 5 No 1 (2023): 2023 Volume 5 Nomor 1
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah milenial pertama kali digunakan oleh sejarawan asal Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam tulisan – tulisannya. Kata milenial kemudian melekat dalam istilah generasi yang memiliki makna kelompok sosial yang responsif terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan masyarakat. Nilai – nilai multikultural merupakan merupakan satu elemen penting bangsa indonesia yang harus dibagikan kepada bangsa – bangsa lain karena memiliki daya rekat tehadap persatuan dan keutuhan sebuah bangsa dan negara. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan nilai – nilai multikultural yang disarikan dari tiga agama yakni islam, hindu, dan katolik dan mengetahui metode sosialisasi yang digunakan oleh lembaga keagamaan, masyarakat dan pemerintah. Penelitian yang dilaksanakan di Lombok, Bali, dan Manado menggunakan pendekatan penelitian deskriptive kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung terhadap sejumlah generasi milenial di ketiga kota tersebut. Data kemudian dianalisis menggunakan model Miles & Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penguatan nilai – nilai multikultural bagi generasi milenial sangat ditentukan oleh peran masyarakat, pemerintah dan lembaga keagamaan dalam menyajikan muatan nilai – nilai keagamaan, moral, tradisi, dan budaya melalui sarana yang disukai oleh mereka. Cara yang digunakan oleh setiap lembaga keagamaan cukup variatif, baik itu dalam bentuk pendekatan langsung ataupun tidak langsung. Perbedaan peran tentu dipengaruhi oleh mayoritas agama yang dianut di setiap daerah.
IMPLEMENTASI MATA KULIAH AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN BAGI MAHASISWA NON-MUSLIM DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MANADO Al Marozy, Mutmainnah Septiani; Idris, Muh.; Ardianto, Ardianto
Journal of Islamic Education Policy Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v9i2.3389

Abstract

Perguruan Tinggi Muhammadiyah -Aisyiyah mewajibkan seluruh mahasiswa untuk mengikuti mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), akan tetapi di Universitas Muhammadiyah Manado menurut data PDDikti Tahun 2022, ada lebih 30% mahasiswa non-Muslim dan Universitas Muhammadiyah Manado sendiri termasuk ke dalam delapan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) kategori Kampus Krismuha (Kristen Muhammadiyah Manado). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi dan faktor yang menghambat proses mata kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi mahasiswa non-Muslim di Universitas Muhammadiyah Manado. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif. Data dalam penelitian ini, yaitu teks hasil wawancara dan hasil observasi. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Informan utama, yaitu Wakil Rektor Bidang AIK, Kepala Lembaga AIK, Dosen Pengampu Mata Kuliah AIK dan mahasiswa non-Muslim di Program Sarjana dan Diploma pada Fakultas Ilmu Kesehatan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif model Miles & Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembelajaran AIK bagi mahasiswa non-Muslim, ialah tidak mewajibkan mahasiswa non-Muslim untuk mengikuti mata kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan, yang muatan materinya membahas tentang teologis agama Islam, sedangkan mahasiswa non-Muslim wajib mengikuti mata kuliah yang muatan materinya sudah mencakup tentang Kemuhammadiyahan. Alasannya, Universitas Muhammadiyah Manado bersifat eksklusif dimana isu-isu keberagaman dan toleransi belum dikembangkan secara mendalam. Universitas Muhammadiyah Manado belum menetapkan standar baku kurikulum Mata Kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Construction of Openness in the Context of Muhammadiyah Education: A Cultural Study Perspective Hadirman, Hadirman; Ardianto, Ardianto; Bolotio, Rivai; Salim, Arhanuddin; Musafar, Musafar; Hardin, Hardin
International Journal of Business, Law, and Education Vol. 5 No. 1 (2024): International Journal of Business, Law, and Education
Publisher : IJBLE Scientific Publications Community Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ijble.v5i1.516

Abstract

This research uses a cultural studies approach to describe the construction of openness in the context of Muhammadiyah education. Data were collected through observation, interviews, and document analysis through qualitative methods. The results show that openness in the Muhammadiyah educational environment involves accepting students from diverse cultural and religious backgrounds and practicing open dialogue and cooperation among all relevant parties. Additionally, this openness also includes acceptance of new ideas and values, recognition of differing perspectives, and the implementation of inclusive policies. This research aims to gain a deeper understanding of the development of openness in Muhammadiyah education from a cultural studies perspective and its impact in shaping an inclusive and responsive educational environment to cultural diversity.
Portrait of Muna Language Wisdom and Inheritance of Values in Katoba Rituals in Overseas Muna Communities Hadirman, Hadirman; Musafar, Musafar; Ardianto, Ardianto
International Journal of Education, Culture, and Society Vol 2 No 1 (2024): International Journal of Education, Culture, and Society
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ijecs.v2i1.2803

Abstract

The Muna community wherever they go will bring their traditions with them. One of the traditions they have is the katoba ritual. This ritual is the obligation of parents to carry it out, especially for their children who have entered the age of puberty (7-11) years. Its implementation outside the Muna area will result in the dynamics of language use, especially the katoba ritual language which was originally Muna language shifted into three languages ​​in its delivery, namely Muna, Indonesian, and Arabic. This is because the katoba children who live overseas are no longer fluent in Muna. This research aims to describe the portray the wisdom of the Muna language and the inheritance of values ​​contained in the katoba ritual in the overseas Muna community in Kendari City. This research uses qualitative and ethnographic approaches. The research findings show that the use of the Muna language in the katoba ritual is very vital because contains language wisdom and values ​​are represented in the Muna language. Even though the katoba children in Kendari City no longer understand the Muna language, an imam took the initiative to use it in Muna/Arabic, and translate it into Indonesian. This is done so that the values ​​contained in it can be inherited properly. The values ​​contained in the katoba ritual in the overseas Muna community in Kendari City are: religious values, moral values, philosophical values, ethical values, and tolerance values.