Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia Siswa Di MIS Muhamadiyah Manado Al Kahar, Aris Armeth Daud; Ardianto, Ardianto; Utomo, Nur Fadli; Hartono, Alvionita Cahyani
TARSIUS : Jurnal Pengabdian Tarbiyah, Religius, Inovatif, Edukatif & Humanis Vol 3 No 2 (2021): 2021 Volume 3 Nomor 2
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu MIS Muhammadiyah Manado dalam menguasia kosakata bahasa Indonesia pada anak usia prasekolah yang meliputi kuantitas ragam kosakata, kelas kata, dan ruang lingkup kosakata. Selain itu kegiatan pendampingan ini juga bermanfaat untuk menambah wawasan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas dan diharapkan dapat menunjang kualitas guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara umum. Kegiatan ini berlangsung selama dua minggu dari tanggal 2 sd 14 Maret 2021. Kegiatan berjalan lancar berkat kerjasama antar sekolah yang memberikan dukungan penuh dalam berbagai bentuk kepada pihak pelaksana. Keberhasilan kegiatan pendampingan ini juga dapat dilihat dari tercapainya indikator yang ditetapkan untuk tujuan kegiatan ini dilaksanakan.
Sosialisasi Nilai – Nilai Multikultural Pada Mahasiswa Milenial Di Amerika Serikat Gonibala, Rukmina; Ardianto, Ardianto; Mutmainah, Mutmainah; Wulandari, Sri
TARSIUS : Jurnal Pengabdian Tarbiyah, Religius, Inovatif, Edukatif & Humanis Vol 5 No 1 (2023): 2023 Volume 5 Nomor 1
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah milenial pertama kali digunakan oleh sejarawan asal Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam tulisan – tulisannya. Kata milenial kemudian melekat dalam istilah generasi yang memiliki makna kelompok sosial yang responsif terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan masyarakat. Nilai – nilai multikultural merupakan merupakan satu elemen penting bangsa indonesia yang harus dibagikan kepada bangsa – bangsa lain karena memiliki daya rekat tehadap persatuan dan keutuhan sebuah bangsa dan negara. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan nilai – nilai multikultural yang disarikan dari tiga agama yakni islam, hindu, dan katolik dan mengetahui metode sosialisasi yang digunakan oleh lembaga keagamaan, masyarakat dan pemerintah. Penelitian yang dilaksanakan di Lombok, Bali, dan Manado menggunakan pendekatan penelitian deskriptive kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung terhadap sejumlah generasi milenial di ketiga kota tersebut. Data kemudian dianalisis menggunakan model Miles & Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penguatan nilai – nilai multikultural bagi generasi milenial sangat ditentukan oleh peran masyarakat, pemerintah dan lembaga keagamaan dalam menyajikan muatan nilai – nilai keagamaan, moral, tradisi, dan budaya melalui sarana yang disukai oleh mereka. Cara yang digunakan oleh setiap lembaga keagamaan cukup variatif, baik itu dalam bentuk pendekatan langsung ataupun tidak langsung. Perbedaan peran tentu dipengaruhi oleh mayoritas agama yang dianut di setiap daerah.
IMPLEMENTASI MATA KULIAH AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN BAGI MAHASISWA NON-MUSLIM DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MANADO Al Marozy, Mutmainnah Septiani; Idris, Muh.; Ardianto, Ardianto
Journal of Islamic Education Policy Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v9i2.3389

Abstract

Perguruan Tinggi Muhammadiyah -Aisyiyah mewajibkan seluruh mahasiswa untuk mengikuti mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), akan tetapi di Universitas Muhammadiyah Manado menurut data PDDikti Tahun 2022, ada lebih 30% mahasiswa non-Muslim dan Universitas Muhammadiyah Manado sendiri termasuk ke dalam delapan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) kategori Kampus Krismuha (Kristen Muhammadiyah Manado). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi dan faktor yang menghambat proses mata kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi mahasiswa non-Muslim di Universitas Muhammadiyah Manado. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif. Data dalam penelitian ini, yaitu teks hasil wawancara dan hasil observasi. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Informan utama, yaitu Wakil Rektor Bidang AIK, Kepala Lembaga AIK, Dosen Pengampu Mata Kuliah AIK dan mahasiswa non-Muslim di Program Sarjana dan Diploma pada Fakultas Ilmu Kesehatan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif model Miles & Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembelajaran AIK bagi mahasiswa non-Muslim, ialah tidak mewajibkan mahasiswa non-Muslim untuk mengikuti mata kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan, yang muatan materinya membahas tentang teologis agama Islam, sedangkan mahasiswa non-Muslim wajib mengikuti mata kuliah yang muatan materinya sudah mencakup tentang Kemuhammadiyahan. Alasannya, Universitas Muhammadiyah Manado bersifat eksklusif dimana isu-isu keberagaman dan toleransi belum dikembangkan secara mendalam. Universitas Muhammadiyah Manado belum menetapkan standar baku kurikulum Mata Kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Construction of Openness in the Context of Muhammadiyah Education: A Cultural Study Perspective Hadirman, Hadirman; Ardianto, Ardianto; Bolotio, Rivai; Salim, Arhanuddin; Musafar, Musafar; Hardin, Hardin
International Journal of Business, Law, and Education Vol. 5 No. 1 (2024): International Journal of Business, Law, and Education
Publisher : IJBLE Scientific Publications Community Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ijble.v5i1.516

Abstract

This research uses a cultural studies approach to describe the construction of openness in the context of Muhammadiyah education. Data were collected through observation, interviews, and document analysis through qualitative methods. The results show that openness in the Muhammadiyah educational environment involves accepting students from diverse cultural and religious backgrounds and practicing open dialogue and cooperation among all relevant parties. Additionally, this openness also includes acceptance of new ideas and values, recognition of differing perspectives, and the implementation of inclusive policies. This research aims to gain a deeper understanding of the development of openness in Muhammadiyah education from a cultural studies perspective and its impact in shaping an inclusive and responsive educational environment to cultural diversity.
Portrait of Muna Language Wisdom and Inheritance of Values in Katoba Rituals in Overseas Muna Communities Hadirman, Hadirman; Musafar, Musafar; Ardianto, Ardianto
International Journal of Education, Culture, and Society Vol 2 No 1 (2024): International Journal of Education, Culture, and Society
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ijecs.v2i1.2803

Abstract

The Muna community wherever they go will bring their traditions with them. One of the traditions they have is the katoba ritual. This ritual is the obligation of parents to carry it out, especially for their children who have entered the age of puberty (7-11) years. Its implementation outside the Muna area will result in the dynamics of language use, especially the katoba ritual language which was originally Muna language shifted into three languages ​​in its delivery, namely Muna, Indonesian, and Arabic. This is because the katoba children who live overseas are no longer fluent in Muna. This research aims to describe the portray the wisdom of the Muna language and the inheritance of values ​​contained in the katoba ritual in the overseas Muna community in Kendari City. This research uses qualitative and ethnographic approaches. The research findings show that the use of the Muna language in the katoba ritual is very vital because contains language wisdom and values ​​are represented in the Muna language. Even though the katoba children in Kendari City no longer understand the Muna language, an imam took the initiative to use it in Muna/Arabic, and translate it into Indonesian. This is done so that the values ​​contained in it can be inherited properly. The values ​​contained in the katoba ritual in the overseas Muna community in Kendari City are: religious values, moral values, philosophical values, ethical values, and tolerance values.
Tingkat Kepuasan Belajar Mahasiswa Dalam Penggunaan Aplikasi Zoom Cloud Meeting Di Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Manado Hakim, Arif; Ardianto, Ardianto; Anuli, Wadan
The Teacher of Civilization : Islamic Education Journal Vol 3, No 1 (2022): Volume 3 No. 1 Maret 2022
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jpai.v3i1.1854

Abstract

Studi ini mengkaji tentang tingkat kepuasan belajar mahasiswa terhadap penggunaan aplikasi zoom cloud meeting. Adapun pokok permasalahannnya yaitu untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan mahasiswa dalam belajar menggunakan aplikasi zoom cloud meeting di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Manado.         Penulis dalam penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey, sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan random sampling sejumlah 51 mahasiswa yang ada di kelas pendidikan agama islam (PAI) semester lima. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Instrumen ini sebelum digunakan untuk menjaring data, maka terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Selanjutnya untuk teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif yaitu mendsekripsikan dan memaknai data dari masing-masing komponen yang diteliti.         Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat secara umum bahwa tingkat kepuasan belajar mahasiswa memiliki tingkatan kepuasan yang cukup dari responden yang memberikan jawabnnya dengan pertanyaan angket yang diwakili 5 indikator pelayanan yaitu indikator reability (2,8), tangible (2,6), ressponsiviness (2,6), assurance (3) dan emphaty (2,65) dan untuk nilai rata-rata dari keseluruhan indikator yaitu sebesar (2,7). Nilai ini masuk kategori cukup yang artinya tidak puas jika dilihat dalam tabel konsultansi perhitungan WMS, Jadi dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang belajar dengan menggunakan zoom cloud meeting tidak puas
The Psychological Impact of Divorce on Children in Manado City, North Sulawesi Ardianto, Ardianto; Gunawan, Edi; Yusuf, Nasruddin; Tubagus, Munir
Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam Vol 6, No 2 (2023): Vol. 6, No. 2, April 2023
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jua.v6i2.30914

Abstract

Divorce is a complex life event that often has significant impacts, especially on the psychological well-being of children. This research aims to deeply explore the psychological impact of divorce on children in Manado City, North Sulawesi. Through a qualitative approach, we conducted in-depth interviews with 20 informants, including children, divorced parents, and judges from the Manado Religious Court. The results of the study indicate that divorce affects not only the physical and social aspects of children but also significantly impacts their emotional state. Children who are victims of their parents' divorce often experience deep feelings of loss, uncertainty about their family's future, and confusion about the causes of the divorce. Emotional conflicts also arise in children who are victims of divorce, such as feelings of guilt, anger, sadness, and prolonged anxiety. These psychological impacts are then reflected in various aspects of the child's life, including a decline in academic performance, lack of motivation to study, and deviant behaviors such as drug use or engaging in promiscuous activities. In facing these challenges, it is crucial for children to receive adequate social and psychological support. Therefore, the roles of family, government, schools, and the surrounding community in providing appropriate support and facilitating children's adaptation to their parents' divorce are very important. Support from various parties can help children who are victims of divorce in their psychological recovery.
GERAKAN HIJAU SEKOLAH: UPAYA MENJAGA EKOSISTEM LINGKUNGAN MELALUI PENANAMAN POHON Mutmainah, Mutmainah; Ardianto, Ardianto; Reksamunandar, Rhyan Prayuddy; Syah, Ilham; Anuli, Wildan Y; Asma, Andi; Kadir, Kadir; Santoso, Agung Budi; Cahyani, Dwi; Bachdar, Aditya Jibril Zahran; Idji, Dinda Rahmawati Anugrah; Zahratusitha Timbulus, Nazwa
Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/mafaza.v5i2.5741

Abstract

The program aims to foster students’ eco-theological awareness through tree-planting activities as a form of responsibility toward God’s creation, while also creating a green, healthy, and spiritually enriched school environment. The activity took place at Al-Faqih Foundation Kauditan, North Minahasa, on September 18, 2025, involving the foundation board, school leaders, teachers, and students in a spirit of collaboration to care for the environment. The program included several stages: planning, socialization and education, tree planting, as well as evaluation and reflection to strengthen understanding and participation among all stakeholders. The results showed a significant increase in environmental awareness, with about 80% of students actively participating in the planting activities and 90% of teachers supporting the ongoing initiatives. Through the planting of 75 tree seedlings around the school area, the learning atmosphere has become greener, fresher, and more enriched with educational and spiritual values. This program is designed to be sustainable, with regular tree maintenance and continued student involvement in environmental activities to nurture spiritual awareness and ecological responsibility as part of daily school life.