Abdul Wahid
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analyzing TPACK Competence among Pre-Service Indonesian Language Teachers: A Quantitative Case Study Silvia Marni; Harry Andheska; Sainee Tamphu; Abdul Wahid; Astri Widyaruli Anggraeni; Trisna Helda; Muhammad Aliman
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v18i1.7347

Abstract

The integration of digital technology in education requires pre-service teachers to develop strong Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). However, empirical studies examining TPACK implementation in Indonesian language teacher education—particularly in regional universities—remain limited. This study aims to examine the TPACK competencies of pre-service Indonesian language teachers and identify demographic factors influencing their technology integration capabilities. This study employed a quantitative approach using an online questionnaire distributed to 133 pre-service Indonesian language teachers at Universitas PGRI Sumatra Barat who had completed microteaching courses. The collected data were analyzed using descriptive statistics to determine TPACK competency levels and to examine variations based on demographic variables, including gender, academic level, and duration of technology use. The findings indicate that participants demonstrated a moderate level of TPACK competency (mean score = 2.69; 67.25%). Variations in competency were observed across demographic categories. The highest competency levels were found among second-year students and those with 3–4 years of technology experience, suggesting potential developmental windows for optimal TPACK acquisition. Gender differences were also evident: male participants showed higher scores in most TPACK domains, while female participants performed better in integrated TPACK. The results highlight that TPACK development may not follow a strictly linear progression. Instead, certain periods during teacher education may serve as optimal phases for strengthening technology integration skills. These findings underscore the importance of implementing structured and targeted technology integration strategies within teacher education curricula to support effective TPACK development among pre-service teachers.
WEBTOON SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS KOMIK JENAKA Adisti Primi Wulan; Muhammad Lahir; Abdul Wahid
JURNAL KONFIKS Vol 11 No 2 (2024): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v11i2.15670

Abstract

Pembelajaran menulis komik jenaka di perguruan tinggi sering kali menghadapi tantangan dalam meningkatkan motivasi dan kreativitas mahasiswa. Webtoon sebagai media digital berbasis visual menawarkan potensi besar untuk membantu mahasiswa memahami struktur naratif, mengembangkan humor yang efektif, serta meningkatkan literasi visual dalam menulis. Namun, pemanfaatan Webtoon dalam konteks pembelajaran menulis komik jenaka masih terbatas dan belum banyak dikaji secara sistemati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Webtoon sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menulis komik jenaka mahasiswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode survei melalui kuesioner dan wawancara terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di IKIP PGRI Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa merasa Webtoon membantu mereka memahami struktur dan teknik menulis komik jenaka, meningkatkan motivasi dalam menulis, serta mempermudah pengembangan ide cerita. Selain itu, faktor internal seperti minat dan kreativitas mahasiswa, serta faktor eksternal seperti dukungan dosen, akses terhadap sumber belajar, dan tantangan teknis turut memengaruhi efektivitas pembelajaran berbasis Webtoon. Temuan ini menunjukkan bahwa Webtoon dapat menjadi media pembelajaran inovatif yang menggabungkan teknologi dengan kreativitas, sehingga mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran menulis komik jenaka di perguruan tinggi. Oleh karena itu, penerapan Webtoon dalam kurikulum menulis kreatif perlu dipertimbangkan lebih lanjut untuk mengakomodasi kebutuhan mahasiswa di era digital.
POTRET DESPOTISME DALAM NOVEL HAJI MURAT KARYA LEO TOLSTOY: A PORTRAIT OF DESPOTISM IN THE NOVEL HAJI MURAT BY LEO TOLSTOY Nur Hasbi; Abdul Wahid
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.5202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan despotisme yang tercermin dalam novel Haji Murat karya Leo Tolstoy, dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik triangulasi teori dan ketekunan pengamatan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa despotisme dalam novel tersebut direpresentasikan oleh kekuasaan absolut Tsar Rusia, serta militerisme dan imperialisme terhadap masyarakat Kaukasus, ditambah dengan tindak kekerasan negara terhadap warga sipil. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa karya sastra dapat menjadi media refleksi historis terhadap praktik kekuasaan represif, sekaligus memperkuat kajian sosiologi sastra dalam memahami relasi antara sastra, sejarah, dan struktur sosial masyarakat.
GAYA BAHASA RETORIS DALAM NASKAH POLITIK: KAJIAN BUKU 'PARADOKS INDONESIA DAN SOLUSINYA' KARYA PRABOWO SUBIANTO Abdul Wahid; Andi Sukri Syamsuri; Abd. Rahman Rahim; Muh. Arief Muhsin; Andi Hasrianti
Cakrawala Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v11i1.1807

Abstract

Gaya Bahasa Retoris dalam Naskah Politik: Kajian Buku 'Paradoks Indonesia dan Solusinya' Karya Prabowo Subianto. Di era informasi yang semakin kompleks, kemampuan politisi dalam menyampaikan pesan secara efektif dapat mempengaruhi opini publik dan membentuk persepsi masyarakat. Buku "Paradoks Indonesia dan Solusinya" karya Prabowo Subianto menjadi contoh penting dalam hal ini, karena mengandung berbagai elemen retoris yang dapat dianalisis untuk memahami strategi komunikasi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi gaya bahasa retoris yang terdapat dalam buku tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian berupa teks dari buku Prabowo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis isi, yang difokuskan pada identifikasi dan pemahaman elemen-elemen retoris yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prabowo Subianto menggunakan berbagai teknik retoris secara efektif, di antaranya: repetisi untuk memperkuat pesan, logos untuk menyajikan argumen berbasis data, pathos untuk membangun ikatan emosional, ethos untuk menegaskan kredibilitas, serta metafora dan antitesis untuk memperjelas kontradiksi dalam argumentasi. Selain itu, pertanyaan retoris berfungsi untuk mendorong pembaca berpikir kritis tentang isu-isu yang diangkat. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan gaya bahasa retoris dalam buku tersebut tidak hanya memperkuat pesan politik, tetapi juga berpotensi mempengaruhi pandangan dan sikap pembaca. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya pemahaman yang lebih dalam tentang retorika dalam konteks komunikasi politik, serta pentingnya strategi komunikasi yang efektif dalam membangun kesadaran sosial. Dengan demikian, diharapkan bahwa studi ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori komunikasi politik dan praktik di Indonesia