Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Media Daring sebagai Upaya Peningkatan Penjualan Nasi Koco di Banjar Gerenceng Desa Pemecutan Kaja Denpasar Utara Bali Komalasari, Yeyen; Suryantari, Eka Putri; Krismawintari, Ni Putu Dyah
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 5 No. 1 (2021): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.98 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v5i1.1441

Abstract

ABSTRAKPenurunan keadaan ekonomi para pebisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) karena berkurangnya jumlah penjualan, merupakan dampak dari pandemi Covid-19. Guna menekan penyebaran Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah dari rumah. Hal inilah yang membuat banyak UKM gulung tikar, dimana mereka tiap hari kehilangan pelanggan, karena masih menggunakan sistem penjualan konvensional. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah menawarkan solusi bagi UKM Nasi Koco (Nasi Jinggo Nikmat) untuk menerapkan strategi digital marketing yaitu melakukan promosi dan penjualan dengan menggunakan sarana elektronik, memanfaatkan media daring disertai desain promosi produk yang menarik dan marketable. Kontribusi kegiatan ini bagi mitra sasaran adalah meningkatkan kesejahteraan mitra/pedagang melalui peningkatan promosi serta penjualan, memanfaatkan media online dengan desain brosur digital yang marketable di Instagram, Facebook, What’s Up, Line, Gojek dan Grab. Memenuhi kebutuhan masyarakat secara umum dan pelanggan khususnya, terhadap makanan yang disukai dan dapat dengan mudah bertransaksi melalui online. Membantu Pemerintah dalam melaksanakan himbauan sosial distancing dan memulihkan perekonomian masyarakat ditengah pandemi COVID-19.Kata kunci : Digital Marketing, Marketable, Usaha Kecil Menengah, Media daring.ABSTRACTThe economic downturn of small and medium entrepreneurs (SMEs) in sales numbers is one of the Covid-19 pandemic impact. In order to suppress the spread of Covid-19, the government issued a policy of working from home, studying from home and worshiping from home. That cause many SMEs out of business, lessening number of customers daily, due to conventional sales systems uses. The goal of this community service is to offer solutions for UKM Nasi Koco (Nasi Jinggo Nikmat) to implement digital marketing strategies, namely promoting and selling using electronic means, utilizing online media accompanied by attractive and marketable product promotion designs. The contribution of this activity for target partners is to improve the welfare of partners (SMEs) through increasing promotions and sales, utilizing online media with marketable digital brochure designs on Instagram, Facebook, What's Up, Line, Gojek and Grab. Fulfilling the needs of the community and customers for food Nasi Koco (Nasi Jinggo Nikmat) that can easily transact through online. Assisting the Government in implementing social distancing and restoring the community's economy amid the COVID-19 pandemic.Keywords: Digital Marketing, Marketable, Small and Medium Enterprises (SMEs), Online Media.
Redesain Tempat Kerja Ergonomis Meningkatkan Kinerja UMKM Nasi Koco di Banjar Gerenceng Desa Pemecutan Kaja Denpasar Utara Bali Marhaendra, Tjokorda Bagus Putra; Komalasari, Yeyen; Suryantari, Eka Putri
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 2 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1340.5 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i2.2390

Abstract

ABSTRAKUsaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) “Nasi Koco” merupakan nama suatu usaha rumahan yang memproduksi nasi bungkus sejenis nasi jinggo. Sebagai usaha rumahan, tempat kerja untuk pengolahan Nasi Koco berlokasi di teras kamar kontrakan dengan dimensi 200 × 170 cm, persis di depan kamar tidur. Semua aktivitas, mulai dari penyiapan, pengolahan, penempatan hasil olahan, sampai pembungkusan berada di satu lokasi. Namun, karena penataan yang kurang memadai, pekerja lebih sering berdiri dan melakukan gerakan yang canggung pada saat mengambil bahan olahannya. Hal ini diakui oleh pekerja beberapa kali siku kanannya terkena penggorengan panas. Disamping itu, karena aktivitas berdiri lama dan gerakan canggung itu, tentu berdampak negatif bagi kesehatan tubuh. Sehingga sehabis bekerja, terutama saat pekerja bangun pagi, sering mengalami nyeri pada punggung, pinggang, dan pundak kanan terasa kaku. Bila tempat kerja dibiarkan seperti itu, maka akan berdampak buruk pada kesehatan pekerja, akibatnya terjadi penurunan produktivitas kerja. Oleh sebab itu, tempat kerjanya perlu ditata kembali agar memenuhi prinsip-prinsip ergonomi demi keselamatan, kesehatan, kenyamanan, efisiensi, dan efektifitas fungsi tubuh pekerja. Dengan penataan tempat kerja ergonomis, pekerja mampu meningkatkan produktivitas kerjanya.Kata kunci: ergonomi, produktivitas, keselamatan dan kesehatan kerja.ABSTRACTMicro Small and Medium Enterprises (MSME) “Nasi Koco” is the name of a home-based business that produces rice wraps or similar to Jinggo Rice in Bali. As a home-based business, the workplace for processing Nasi Koco is located on the terrace of a rented room with dimensions of 200 × 170 cm, right in front of the bedroom. All activities, from preparation, processing, and placement of processed products, to packaging, are in one location. However, due to inadequate place arrangement, she often stands up and makes awkward movements when picking up her processed ingredients. This was acknowledged by the worker several times that her right elbow was exposed to a hot frying pan. In addition, long-standing activities and awkward movements certainly have negative impacts (harm) on the body. Therefore, after work, especially when she wakes up in the morning, she often experiences pain in her back, waist, and right shoulder feeling stiff. If the workplace is left as such, it will have a bad impact on the health of workers, resulting in lessened work productivity. Therefore, the workplace needs to be reorganized to meet ergonomic principles for safety, health, comfort, efficiency, and the effectiveness of the worker’s body functions. With an ergonomic workplace arrangement, workers can increase their work productivity.Keywords: ergonomics, productivity, occupational safety, and health.
Training on Making Seaweed Dodol as A Diversification of Seafood Products for the Amerta Segara Tanjung Benoa Group: Pelatihan Pembuatan Dodol Rumput Laut sebagai Diversifikasi Olahan Hasil Laut Kelompok Amertha Segara Tanjung Benoa Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah; Sumadewi, Ni Luh Utari; Suryantari, Eka Putri
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2250

Abstract

The Amertha Segara group as a partner that has been developing shredded tuna fish products, wants to develop other processed products. Processing seaweed into a product can be developed as a form of diversification of processed seafood in addition to fish-based products. The problem for partners is that they do not have knowledge of how to process seaweed, which is often found in the Tanjung Benoa area, into seaweed dodol. Through community service activities, training in making seaweed dodol was carried out, it is hoped that understanding and skills in producing seaweed dodol products can develop and partners can independently carry out dodol production activities. In addition, assistance in choosing packaging and designing labels was also carried out so that the products produced are suitable for wider marketing and have a competitive selling value. The results of the training obtained the level of understanding and knowledge of partners increased to 85%, and had attractive packaging and labels so that it could increase the selling value of seaweed dodol products. AbstrakKelompok Amertha Segara sebagai mitra yang selama ini mengembangkan produk abon ikan tuna, menginginkan adanya pengembangan produk olahan lainnya. Pengolahan rumput laut menjadi suatu produk dapat dikembangkan sebagai bentuk diversifikasi olahan hasil laut selain produk berbahan dasar ikan. Permasalahan bagi mitra yaitu belum memiliki pengetahuan tentang cara mengolah rumput laut yang sering dijumpai di wilayah Tanjung Benoa untuk dijadikan dodol rumput laut. Melalui kegiatan pengabdian, dilakukan pelatihan pembuatan dodol rumput laut, diharapkan pemahaman dan keterampilan dalam menghasilkan produk dodol rumput laut dapat berkembang dan mitra secara mandiri dapat melakukan kegiatan produksi dodol. Selain itu pendampingan memilih kemasan dan mendesain label juga dilakukan agar produk yang dihasilkan layak untuk dipasarkan lebih luas dan memiliki nilai jual yang kompetitif. Hasil pelatihan yang dilakukan diperoleh tingkat pemahaman dan pengetahuan mitra meningkat mencapai 85%, dan memiliki kemasan dan label yang menarik sehingga dapat meningkatkan nilai jual produk dodol rumput laut.
PEMBERDAYAAN DESA WISATA MELALUI PEMASARAN DIGITAL DAN STRATEGI PERHITUNGAN HARGA Cahyadi, Luh Diah Citra Resmi; Artaningrum, Rai Gina; Suryantari, Eka Putri; Suarjana, I Wayan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51669

Abstract

Kegiatan Progran Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bekerjasama dengan Jaringan Ekowisata Desa (JED) yang menaungi 10 desa wisata di Bali. Kegiatan PKM berfokus pada peningkatan kapasiras pemasaran digital dan keuangan bagi pengelola desa wisata. Dua permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah belum adanya sistem penetapan harga yang terstruktur dan terbatasnya kemampuan dalam mengelola pemasaran digital secara efektif.Melalui program ini, tim melakukan serangkaian kegiatan yang mencakup sosialisasi, pelatihan akuntansi dasar untuk penentuan harga pokok produksi (HPP), serta pelatihan pemasaran digital dengan fokus pada pengelolaan media sosial dan penyusunan konten.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip penetapan harga yang adil dan berbasis biaya riil, serta kemampuan mengelola media sosial dengan lebih profesional dan konsisten sesuai citra JED.Program ini juga berkontribusi dalam penguatan kelembagaan desa wisata melalui penerapan sistem pencatatan keuangan sederhana, perencanaan konten promosi yang terjadwal, serta terbentuknya kesadaran akan pentingnya literasi digital dan keuangan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Co-Authors Adino Pote, Makson Agustina Ira Puspa Damayanti Alphonsius Umbu Manja Andari, I Gusti Agung Ayu Anggi Andriyani Ardika, I Gusti Ngurah Putu Artaninggrum, Rai Gina Astuti, Ni Kadek Ayu Widya Baran, Gerald Felix Cahyadi, Luh Diah Citra Resmi Christimulia Purnama Trimurti Citra Resmi Cahyadi, Luh Diah Citraresmi, Luh Diah Dede, Krisantus Markus Depores, Maria Jista Desmon Atventius Noel Fanggi Deviana, Kristina Dewa Putu Oka Prasiasa Dewi, Ni Luh G. S. Dwijayanti, Ni Made Karina Dylla Hanggaeni Dwi Puspaningrum Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum Elisabeth Bernadeta Goda Erviani , Ni Putu Erviani, Ni Putu Febby Ica Cahyani Fransiska Nangus Gayatri Gayatri Gusti Agung Mirah Arinda Hanipa, Petronela Harefa, Hercus Roy Martin Harianti Harianti Hieronimus Banggur I Kadek Dwipayana Pramudia I Ketut Muka I Ketut Sirna I Nyoman Tingkes I Putu Gede Ari Setiawan I PUTU SUDANA I Wayan Suardana I WAYAN SUARJANA IWK Teja Sukmana Janurini, Ni Wayan Putri Kadek Mesy Terisiana Kartika, Nyoman Putri Katrina Nofita Sari Krismawintari, N.P.D. Kusuma, Nathania Eka Putri Lidia Rante Ledatu Luh Diah Citra Resmi Cahyadi Luh Diah Citra Resmi Cahyadi Made Yessi Puspitha Marhaendra, Tjokorda Bagus Putra Marselina Pora Martini, Ni Ketut Matilda, Yuliana Nanda Maratus Solikha Nanda Maratusolekhah Ni Kadek Indi Aryanti Ni Ketut Martini Ni Ketut Rasmini Ni Komang Nilawati Astuti Ni Luh Putu Ari Santi Dewi Ni Luh Putu Pradnya Dewi Ni Luh Putu Sri Purnama Pradnyani Ni Luh Putu Suarmi Sri Patni Ni Luh Putu Wiagustini Ni Luh Putu Wiagustini Ni Luh Utari Sumadewi Ni Made Ruastiti Ni Made Suartini Ni Putu Erviani Ni Putu Rani Artha Mevia Dewi Patricia Sandrikha Naro Pradnyani, Ni Luh Putu Sri P. Prastyadi Wibawa Rahayu Purnama Sari, Ni Putu Elia Puspita Dewi, Ni Nyoman Ayu Putra, Renaldi Syahranie Putri, Hananya Prastita Putri, Jesica C. Putu Angga Wiradana Putu Aristya Adi Wasita Putu Chris Susanto Rai Gina Artaninggrum Rai Gina Artaningrum Rizki Firmansyah Ruta, I Made Sanosa, Welly Sion Setianingsih, Ni Made Ari Sumadewi, Ni Luh Utari SUSANTI Tamo Inya, Debiana Tangi, Venansia Eno Tjokorda Bagus Putra Marhaendra Waru, Yosefina Wasita, Putu Aristya Adi Yanika Susan Alexander Yeyen Komalasari