Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Upaya Penyelesaian Bullying Oleh Wali Kelas: Studi Kasus di MTs Hasyim Asy’ari (Al Mukhlashin) Ambon Nurul Wahdah; Elfridawati Mai Dhuhani; Fenny Adnina Daulay
Eureka : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Eureka: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Agama Islam Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/eureka.v3i2.9847

Abstract

Bullying merupakan perilaku negatif yang dilakukan oleh satu peserta didik atau lebih dan dilakukan secara terus menerus atau setiap waktu untuk menyakiti orang lain. Bullying fisik adalah suatu bentuk bullying yang terjadi secara langsung dan dapat dirasakan oleh anggota tubuh, contohnya : memukul, mendorong, menendang, dan menampar. Bullying verbal adalah suatu bentuk bullying yang berupa ucapan menghina, meledek, mencaci, memfitnah dan ucapan lainya yang dapat menyakiti orang lain.Wali kelas adalah Guru yang membantu Kepala Sekolah untuk membimbing peserta didik dalam mewujudkan disiplin kelas, sebagai manajer dan motivator untuk membangkitkan gairah /minat peserta didik untuk beprestasi di kelas.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya penyelesaian bullying oleh wali kelas di MTS Hasyim Asy’ari Ambon khususnya pada kelas VIII. Untuk mengetahui faktor - faktor penyebab terjadinya bullying serta dampak bagi pelaku bullying dan korban bullying pada kelas VIII di MTS Hasyim Asy’ari Ambon. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dalam jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor terjadinya bullying di MTS Hasyim Asy’ari Ambon yaitu : 1). Faktor keluarga, faktor keluarga menjadi pemicu terjadinya bullying siswa, penyebabnya keluarga yang tidak harmonis, anak yang bermasalah dengan orang tua, orang tua yang berpisah atau cerai dan orang tua yang sering bertengkar. 2). Teman Sebaya, menjadi pemicu terjadinya bullying siswa, kelompok teman sebaya yang nakal atau memiliki perilaku negatif, dapat mempengaruhi siswa lain berperilaku serupa. 3). Media sosial, menjadi pemicu terjadinya bullying siswa, penggunaan media sosial secara berlebihan tanpa pengawasan dapat meningkatkan resiko perilaku bullying. Dampak bullying bagi pelaku antara lain kesulitan membangun hubungan sosial yang sehat, kecenderungan untuk mengontrol situasi dengan intimidasi atau manipulasi, dan penguatan perilaku agresif. Sedangkan dampak bullying bagi korban meliputi gangguan konsentrasi dalam belajar, penurunan kepercayaan diri, depresi, dan bahkan pertimbangan untuk bunuh diri. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa upaya penyelesaian bullying yang di lakukan oleh wali kelas adalah, menciptakan kesempatan untuk berbuat baik, menumbuhkan empati dalam diri peserta didik, mengajarkan peserta didik keterampilan dalam berteman, dan mengajarkan peserta didik cara beritikad baik.
Al-Alaaqah Baina Kafa'ah Azzatiyah wal Qolaq Fii Ta'allum Al-Lughah Al- ‘Arabiyah Lii Thullab Qismu Ta'liim Al-Lughah Al-‘Arabiyah eva, dewi sri; Nurul Wahdah; Nur Fuadi Rahman; Marsiah; Farid Permana
Al Intisyar: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 9 No 1 (2024): VOLUME 9 No.1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan bahasa Arab IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/intisyar.v9i1.8229

Abstract

This study investigates the relationship between anxiety and self-efficacy in Arabic language learning. The study included ninety participants from the Arabic language education program. A correlational research design and a quantitative approach were used in the study. Data were gathered using anxiety and self-efficacy questionnaires related to learning Arabic. The data processing procedure included descriptive statistical analysis, including means, and inferential statistics employing correlation tests. Based on the research, the average self-efficacy score of students attending Arabic language lessons is 3.47, while the average anxiety score of students taking Arabic language classes is 3.01. 4) Students in the Arabic language education program at the State Islamic Religious Institute Palangkaraya have a 47.9% self-efficacy influence on their level of anxiety in learning Arabic, with 52.1% of their self-efficacy being influenced by other variables that the researcher did not look into. 3) Students' self-efficacy and anxiety in learning Arabic are significantly correlated.
Pemanfaatan Sumber Daya Lokal dalam Pengembangan Pengajaran Bahasa Arab Berdasarkan Kearifan Lokal Dewi Sri Eva; Jasiah; Nurul Wahdah; Marsiah; Farid Permana
Lisan An Nathiq : Jurnal Bahasa dan Pendidikan Bahasa Arab Vol. 6 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lan.v6i1.6153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan kearifan lokal dalam pengembangan pengajaran Bahasa Arab di Indonesia, dengan merinci temuan-temuan dari tinjauan literatur. Dalam kerangka kearifan lokal, konsep ini mencakup pengetahuan lokal, keterampilan, nilai-nilai, dan adat istiadat yang melekat dalam masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan pendekatan literature review. Dengan memadukan temuan-temuan literatur terkini, penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi kearifan lokal dalam pendekatan pengajaran Bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber daya dalam tata kelola masyarakat dan nilai pedagogis menemukan ekspresinya dalam berbagai aspek, seperti pengetahuan, keterampilan, dan adat istiadat setempat. Kearifan lokal menjadi pondasi pembentuk jati diri bangsa dan membentuk pandangan hidup suatu komunitas. Dalam pengajaran Bahasa Arab di Indonesia, pentingnya kearifan lokal termanifestasi dalam pendekatan pendidikan nilai yang mengintegrasikan budaya lokal, memungkinkan mahasiswa memahami dan mengapresiasi nilai-nilai Indonesia sambil belajar bahasa Arab.
The Role of Linguistics in the Formation of IT-Based Arab Language Learning Methods Marsiah; Hamidah; Nurul Wahdah; Noor Hujjatusnaini; Muhammad Taufiq
Asalibuna Vol. 9 No. 02 (2025): Volume 09, Nomor 02, Desember 2025
Publisher : UIN Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asalibuna.v9i02.6802

Abstract

This research examines the role of linguistic science in creating more effective and contextually relevant Arabic language learning methods, particularly through the incorporation of digital technology. Employing a qualitative approach that is both descriptive and analytical, this study investigates the contributions of five key branches of linguistics: phonology, morphology, syntax, semantics, and pragmatics, in developing learning strategies that are not only theoretical but also practical and supportive of communication skill enhancement. It highlights the shortcomings of traditional methods, such as the grammar-translation approach, which often prove to be monotonous and inadequate in training students' communicative abilities. In response, various linguistically-informed learning method and strategies have been devised, including contextual learning, authentic text analysis, project-based learning, and the utilization of interactive technology. The findings indicate that merging linguistic theory with digital media—such as learning applications, speech recognition, and gamification—can boost motivation, improve pronunciation, and deepen understanding of the structure and meaning of the Arabic language. This research aims to inspire the development of innovative Arabic language learning methods that align with modern demands and meet the needs of learners in Indonesia.
Implementation of Technology-Based Arabic Language Learning Media Muhammad Safitri; Nurul Wahdah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i1.1983

Abstract

This study examines the application of technology-based Arabic learning media designed to improve the quality and effectiveness of learning in the digital era. Using a literature review approach, this study identifies various platforms, applications, and current technologies that can be used in learning Arabic. The findings show that technology-based learning media, such as mobile applications, e-learning platforms, and AI-based technologies, are able to provide an interactive, flexible, and engaging learning experience. In addition to benefits such as increased learning motivation and easy access to materials, this study also found challenges in its implementation, such as limited technology infrastructure and lack of teacher skills in using technology. This study contributes to the understanding of how to utilize technology to overcome traditional barriers in learning Arabic, while also providing recommendations for further development in this area.
Minat Siswa Berlatar Belakang Non Madrasah Dengan Sekolah Dasar Dalam Belajar Bahasa Arab Di Madrasah Tsnawiyah Islamiyah Palangka Raya Mirza Mahfud; Nurul Wahdah; Marsiah Marsiah
MUMTAZA Journal of Arabic Teaching, Arabic Linguistic and Literature Vol 2 No 2 (2023): Mumtaza: Journal of Arabic Teaching, Arabic Linguistic, and Literature
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Sekolah Tinggi Bahasa Arab dan Dakwah Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65799/mumtaza.v2i2.39

Abstract

This study aims to determine the comparison of learning interest in learning Arabic among students with an educational background in Madrasah Ibtidaiyah and Elementary Schools. The population in this study were students of grades VIII and IX at MTs Islamiyah Palangka Raya, totaling 123 students. The sample of this study consisted of 60 students, which was divided into 2 which resulted in 30 students from Madrasah Ibtidaiyah and 30 students from Elementary Schools by determining the number of sample members by Quotum or rations. Data collection techniques in this study were observation, documentation methods, interview methods (interviews), questionnaires (questionnaires), while the research instruments were using validity tests and data reliability tests. The data analysis method in this study is a quantitative analysis method using a questionnaire method which is used to find out the comparison of the interests of students with an educational background in Madrasah Ibtidaiyah and Elementary Schools. The results of this study indicate that the interest in learning Arabic between Madrasah Ibtidaiyah alumni and Elementary School alumni is actually higher for Madrasah Ibtidaiyah alumni than Elementary School alumni, namely from the results of the normality test and homogeneity test, and a T test is carried out (see; Normality Test table, Homogeneity and Independent Tests), also from the results of the Group Statistics table that the average results of the MTs alumni questionnaire = 70.7667 and the average results of the SMP alumni questionnaire = 60.9000, with reference to 4 aspects, namely aspects of motivation, participation, attention and responses, as well as seen from the factors that influence the emergence of interest in both.