Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN KINERJA SIKLON PEMBERSIH DAN PENGARUHNYA TERHADAP KONSENTRASI GAS-GAS HASIL GASIFIKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Joni, Joni; Sebayang, Renaldi; Marpaung, Johana; Setiawan, Radite Praeko Agus; Tambunan, Armansyah Halomoan; Siregar, Kiman
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 21, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1088.24 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2020.021.03.7

Abstract

                                                      ABSTRAK PPembersihan partikel-partikel pengotor dari gas-gas hasil gasifikasi tandan kosong kelapa sawit merupakan salah satu proses penting yang harus dilakukan untuk mendapatkan gas pembawa energi dengan kemurnian yang lebih baik. Pemisahan partikel-partikel tersebut dari umumnya dilakukan dengan menggunakan siklon. Konstruksi dan kondisi operasi siklon, seperti suhu gas yang masuk, berperan penting dalam menentukan kinerja pemisahan partikel dari gas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perubahan suhu gas terhadap kinerja siklon dalam memisahkan partikulat dan tar dari gas-gas hasil gasifikasi tandan kosong kelapa sawit. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan suhu gas yang masuk ke siklon mampu memisahkan partikel berukuran 5–6 μm di kisaran suhu 200–300 °C pada efisiensi minimum 50%. Hasil perhitungan efisiensi pengumpulan rata-rata mencapai 98,23%, sedangkan hasil pengukuran adalah 85,56%. Hasil perhitungan dan ekperimen terhadap tekanan jatuh pada siklon, masing-masing, adalah 100,11 dan 87 mmH2 O, berada pada kisaran standar tekanan jatuh yang disarankan. Efisiensi dan tekanan jatuh yang diperoleh menunjukkan bahwa siklon dapat bekerja dengan baik. Hasil kajian menunjukkan bahwa siklon sebaiknya digunakan pada tahap awal dari proses pemisah partikel dari gas hasil gasifikasi, pada saat suhu gas masih tinggiKata kunci : Efisiensi Pengumpulan; Pengurangan Diameter; Penurunan Tekanan; Suhu Gas; Tar ABSTRACT Gas purification is one of a very crucial process required to be performed in order to obtain a better quality of gasses produced by grasification of oil palm empty fruit bunches. A cyclone is usually used in the purification process to separate particles and tarss from the gas. Particle separating performance of a cyclone is affected by its construction and operating conditions, such as temperature of the entering gas. The objectives of this study is to examine the effect of the entering gas temperature to the cyclone performance in separating particulates and tar from gases produced by gasification of oil palm empty fruit bunch. The results shows that the cyclone was capable in separating particles with size of 5-6 μm at entering gas temperature range of 200- 300 °C, at a minimum efficiency of 50%. The calculated average collection efficiency was 98.23% while the experimental results were 84.56%. Calculation and experimental data on pressure drop within the cylone was 100.11 and 97.0 mmH2 O, respectively, and fall within the required standard pressure drop. The collection efficiency and pressure drop indicated that the cyclone performed well. The study also suggests that cyclone is best to be used at the first row of the purification system for gases produced by gasification of empty fruit bunch since the temperature is still high enough Keywords : Collection Efficiency; Diameter Cut Size; Pressures Drop; Temperature of Gas; Tar 
Photosynthetic Rate of Lettuce Cultivated on Floating Raft Hydroponic with Controlled Nutrient Solution Lenni Lenni; Herry Suhardiyanto; Kudang B. Seminar; Radite P. A. Setiawan
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 27 No. 1 (2020): January 2020
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.854 KB) | DOI: 10.4308/hjb.27.1.31

Abstract

Lettuce becomes the main ingredient of salad as one of the healthy foods. The lettuce cultivation in tropical areas is often performed in highland. To reduce soil erosion and pesticide contamination, the cultivation of lettuce plants in high open land needs to be reduced. The lettuce cultivation in hydroponic system at tropical lowland requires cooling. The root zone cooling requires enormous electrical energy. However, it can be solved by controlling the temperature based on the automatically. Therefore, it has been developed control and monitoring system for the root zone on floating raft hydroponic system. This study aimed to evaluate the photosynthetic rate of lettuce cultivated in floating raft hydroponic system whose nutrient solution was controlled by the developed control and monitoring system. Statistical analysis was performed to draw the conclusions about photosynthetic variance of lettuce on two hydroponic systems, namely controlled and uncontrolled system. Furthermore, this paper presents an artificial neural network (ANN) model to estimate the photosynthetic rate of lettuce cultivated in the hydroponic systems. The ANN model was comprised of eight input (nutrient temperature, EC, pH, DO, and ORP, air temperature, air humidity, and photon flux density of photosynthetic) and one output (photosynthetic rate). It was noted that the ANN model predicted accurately the photosynthetic rate of lettuce leaves whose R2 was 0.87 for plants cultivated in floating raft hydroponic system whose nutrient solution was controlled by control and monitoring system. The ANN was useful for identifying the photosynthetic rate of lettuce cultivated in floating raft hydroponic systems on tropical lowland.
POTENSI PRODUKSI BIOHIDROGEN DARI LIMBAH BIOMASSA PADA PROSES PENCERNAAN ANAEROBIK Bintang Sipartogi Panjaitan; Linda Lestari; Radite Praeko Agus Setiawan; Armansyah Halomoan Tambunan
AGROINTEK Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v15i4.12480

Abstract

The sustainability of hydrogen as an energy carrier depends on the production process and the source of raw materials. The choice of substrate in anaerobic digestion process plays an important role to maximize biohydrogen production because it depends on its availability and the composition of substrate. The purpose of this study is to design and construct a prototype reactor for biohydrogen production and to determine the potential of H2 gas production from anaerobic digestion process. This study uses an experimental research method with three operating temperature variations in the reactor, at the range of thermophilic temperatures, i.e. 55°C, 60°C, and 65°C. The substrate used was POME and cow dung, and the process was conducted in 24 hours which is assumed to be the stage of non-methanogenic within the anaerobic process. From this research, the prototype of continuous stirred tank reactor (CSTR) in batch system was made from acrylic, with a capacity of 6 liters biomass waste. Using the reactor, total biohydrogen gas produced during 24 hours process with cow manure as substrate was 0,0932 gram at 55°C; 0,0307 gram at 60°C and 0,0797 gram at 65°C. While, biohydrogen production using POME as substrate was 0,0645 gram at 55°C; 0,1708 gram at 60°C, and 0,0636 gram at 65°C. These results indicate the potentiality of POME and cow manure to produce biohydrogen gas during anaerobic digestion process.
APLIKASI ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DALAM PEMUPUKAN N, P, DAN K PADA BUDIDAYA TEBU S Prabawa; B Pramudya; I W Astika; Radite PAS; E Rustiadi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data historis dosis pemupukan pada budidaya tebu dan hasil yang diperoleh (hasil tebu dan kadar gula) sangat bermanfaat untuk mengetahui dosis pemupukan yang memberikan hasil yang tinggi.  Hubungan tersebut dapat diformulasikan dengan artificial neural network. Penelitian ini bertujuan membangun model artificial neural network sehingga dapat ditentukan kebutuhan jumlah hara N, P, dan K pada target hasil tebu (yield) dan kadar gula yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Artificial Neural Network (ANN) yang dibangun untuk memformulasikan hubungan antara jumlah hara yang dibutuhkan dengan hasil tebu dan kadar gula memiliki akurasi R2=0.93 untuk pupuk pertama N, R2=0.88 untuk pupuk pertama P, R2=0.88 untuk pupuk kedua N, dan R2=0.92 untuk pupuk kedua K. Kata kunci: dosis pupuk, hasil tebu, kadar gula, artificial neural network.
MESIN PEMUPUK PRESISI LAJU VARIABEL BERBASIS MIKROKONTROLER Radite P.A. S; M. Tahir Tahir; W. Hermawan; B. Budiyanto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem penjatah pupuk laju variable (variable rate fertilizer metering system) merupakan salah satu teknologi kunci pada mesin-mesin pintar yang digunakan dalam implementasi pertanian presisi (precision farming).  Pada mesin pemupuk yang mempunyai penjatahan laju variabel, akurasi pemberian dosis dan fleksibilitas dalam pemberian dosis yang berubah secara cepat sangatlah diperlukan.  Pada penelitian ini bagian penjatah pupuk diputar langsung oleh motor DC yang kecepatannya dapat dikontrol secara digital berbasis modul mikrokontroler 8 bit AVR 128.  Rotor yang digunakan adalah tipe bintang dengan 6 sirip. Sistem yang dikembangkan ini dapat mengatur perubahan dosis secara tepat dan cepat, juga memungkinkan perekaman data pemupukan dan posisi-nya di lapangan menggunakan DGPS.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa pupuk dapat dijatah secara presisi, mempunyai hubungan linier terhadap putaran rotor dan proporsional baik pad pengoperasian rotor tunggal maupun rotor ganda. Pengoperasian dengan rotor tunggal dengan pupuk urea memberikan nilai kalibrasi dosis 0.794 dengan koefisien diterminasi lebih dari 0.999, sedangkan pengoperasian dengan rotor ganda nilai kalibrasi dosisnya adalah 1.513 g/s/rps dengan koefisien diterminasi lebih dari 0.999. Pada prototip mesin ini jumlah pupuk dapat diberikan secara akurat dan beragam dosisnya secara spasial sesuai dengan kebutuhan tanaman dalam blok, juga tepat posisi penempatannya di dalam lahan  Kedepan, pengembangan prototip ini diharapkan dapat mendukung kemampuan teknologi lokal-nasional pada penerapan precision farming dimasa depan. Kata Kunci: Pertanian presisi, penjatah laju variabel, Electronic metering
PEMETAAN KERAGAMAN WARNA DAUN PADI DENGAN CITRA YANG DIAMBIL DARI PESAWAT TERBANG MINI I Wayan Astika; Radite P. A. Setiawan; M. Ardiyansah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang sistem akuisisi data keragaman tingkat warna daun pada suatu hamparan lahan sawah dan memetakan keragaman tersebut secara spasial yang nantinya dipakai sebagai pedoman melakukan pemupukan dengan laju variabel (variable rate application). Tingkat warna daun diukur melalui citra yang ditangkap oleh sebuah kamera digital yang kemudian diolah untuk mendapatkan tingkat warna daun sesuai dengan standar bagan warna daun (BWD) IRRI. Kamera digital dioperasikan dari suatu ketinggian dengan 2 cara yaitu dengan galah vertikal berketinggian sekitar 5 meter dan dengan pesawat terbang mini dari ketinggian sekitar 30-100 meter. Beberapa program komputer dibuat untuk melakukan beberapa proses yaitu mendapatkan koordinat-kordinat patokan, warna patokan, warna setiap piksel, melakukan konversi koordinat citra ke dalam kordinat lahan, pemetaan spasial, dan melakukan grading tingkat warna daun pada peta spasial.Hasil akhirnya adalah peta spasial dimana setiap grid memiliki informasi tingkat kehijauan daun tertentu. Percobaan pendahuluan mendapatkan bahwa perbedaan tingkat warna daun dapat dinyatakan dengan perbedaan komponen warna RGB secara konsisten pada berbagai intensitas cahaya. Artificial neural network dipakai untuk melakukan konversi koordinat di dalam citra ke koordinat lahan. Pengukuran menghasilkan akurasi 18 – 78 % pada pengukuran warna daun dengan galah dan akurasi 64 – 78 % untuk pemakaian pesawat terbang mini. Permasalahan yang dihadapi adalah efek pandangan perspektif pada citra lahan, adanya efek mata ikan pada penerbangan tinggi, dan ketelitian dalam memilih piksel patokan. Kata kunci: pertanian presisi, sensor kamera, warna daun, dosis pemupukan, pesawat terbang mini, artificial neural network
Sistem Pengendali Kemudi Traktor Otomatis Empat Roda pada Pengujian Lintasan Lurus Setya Permana Sutisna; I Dewa Made Subrata; Radite Praeko Agus Setiawan
agriTECH Vol 35, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.039 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9425

Abstract

This research is the development of autonomous tractor. Although research for automatic tractor have been carried out, but it is still developed to get more precision and optimal method. The purpose of this research is to develop a trajectory control system tractor to follow a straight-line when the working soil tillage. Model that was developed to be able calculate steering angle correction of the tractor position so that the tractor will run on a reference trajectory. Tractor position is determined from RTK DGPS. Tractor direction is calculated from two position of tractor. Control algorithm consists of the arrangement of commands to control the tractor move the reference trajectory. Simulations were performed to determine controlling algorithm ability  the tractor to follow reference trajectory. The algorithm ability is tested in real conditions on a straight- line path along 30 m with a speed of tractor 0.5 m/s in a field. The test results obtained in the field of performance accuracy rate is 97.13% control and average deviation with reference trajectory is 8.62 cm.ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian pengembangan traktor otomatis. Meskipun penelitian mengenai traktor otomatis telah banyak dilakukan, namun pengembangan masih terus dilakukan untuk mendapatkan presisi yang lebih tinggi dan metode yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem pengendali kemudi traktor agar dapat mengikuti jalur kerja lintasan lurus ketika melakukan kegiatan pengolahan tanah. Model yang dikembangkan harus mampu menghitung sudut setir koreksi dari posisi traktor agar traktor mampu berjalan pada lintasan lurus yang telah ditentukan. Arah pergerakan traktor diketahui dari perbandingan dua posisi traktor yang diperoleh dari RTK DGPS. Algoritma pengendalian terdiri dari susunan perintah-perintah untuk mengendalikan traktor bergerak mengikuti lintasan acuan. Simulasi dilakukan untuk mengetahui kemampuan algoritma yang telah dibuat untuk mengendalikan traktor agar dapat berjalan mengikuti lintasan acuan. Kemampuan algoritma tersebut kemudian diuji dalam kondisi riil dilapangan pada lintasan lurus sepanjang 30 m dengan kecepatan traktor 0.5 m/s. Hasil pengujian di lapangan diperoleh tingkat akurasi kinerja kontrol sebesar 97.13% dan besar simpangan rata-rata terhadap lintasan acuan sebesar 8.62 cm.
Cutting Torque and Blowing Effect of Slanted Blade Model for Rotary-Type Mower I Nengah Suastawa; Radite Praeko Agus Setiawan; Prima Sanjaya
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 17 No. 1 (2003): Buletin Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.017.1.%p

Abstract

Rotary-type mower is commonly used for cutting turfgrass as a part of landscape maintenance. Cutting torque and quality to turf surface resulted by cutting are two important factors that have to be considered in designing rotary-type mower blades. The objectives of this research are to design and build a slanted blade model, and to study its cutting torque, blowing effect, and friction between blades and turf surface on a several rotational speeds, slant angles and blade types. The blade model was tested on a specially designed turf-bin test apparatus.
Pengembangan Dan Uji Kinerja Mesin Pemupuk Dosis Variabel Pada Budidaya Padi Sawah Dengan Konsep Pertanian Presisi Pandu Gunawan; Radite P.A. Setiawan; I Wayan Astika
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 27 No. 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1400.517 KB) | DOI: 10.19028/jtep.027.1.%p

Abstract

ABSTRACT This paper discussed about the development of electronically controlled fertilizer applicator machine based on modified riding type paddy transplanter tractor. The machine had ability to perform variable rate of application dose using urea, phosphor, and NPK compound. The developed variable rate applicator (VRA) equipped with digital controlled metering devices so that the dose of application can be given accurately and the amount of application can be change in flexible way according to recommended dose. The machine has 4 unit of metering devices, has 8 application rows, and equipped with pneumatic diffusers. RTK-DGPS was used to monitor the position in the field. Performance test has been done for several parameters, included uniformity of air flow at each diffuser, granular fertilizer spreader pattern, and linearity of actual amount of fertilizer with respect to the commanded dose. Average rate of air flow in each diffuser was 0.0073 m3/s, with 7.23 % CV. Total working width of the machine was about 5 m. Field capacity was about 0.12 ha/hours. The results of the tests on metering dose showed that the develop VRA could spread fertilizer uniformly and gave accurate application dose. The yield result showed that uniformity of unhulled rice production was reached 74.7%.Keywords: VRT, URT, fertilization, paddy, precision farming Diterima: 21 Januari 2012 ; Disetujui; 18 Juli 2012  ABSTRAK Makalah ini membahas tentang pengembangan system penjatah pupuk dengan control elektronik pada mesin pemupuk dosis variable menggunakan traktor perawatan lahan sawah yang telah dimodifikasi.Mesin yang dikembangkan memiliki kemampuan menjatah dosis pupuk secara variable untuk jenis pupuk urea, fosfor, dan NPK. Mesin pemupuk dosisvariabel dilengkapi dengan kontrol digital untuk penjatahan pupuk sehingga dapat memberikan takaran pupuk secaraakurat sesuai dengan dosis yang dianjurkan.Mesin memiliki empat unit penjatah pupuk,delapan baris aplikasi pupuk, dan dilengkapi dengan diffuser pneumatic untuk menyebarkan pupuk. RTK-DGPS digunakan untuk memantau posisi mesin di lahan. Uji performansi telah dilakukan untuk mengetahui kinerja mesin pada beberapa parameter pengujian, yaitu: keseragaman aliran udara bertekanan pada komponen diffuser, polase baranpupuk granular, dana kurasi jumlah pupuk yang dijatah terhadap jumlah pupuk yang dianjurkan. Rata-rata debit aliran udara pada komponen diffuser adalah 0.0073 m3/detik dengan nilai CV 7.23%. Lebar kerja mesin 5 meter.Kapasitas lapang efektif mesin0.94 ha/jam. Hasil pengujian pada jumlah dosis yang dikeluarkan menunjukkan bahwa mesin pemupuk dosisvariabel dapat menyebarkan pupuksecara merata dan akurat. Hasil panen gabah pada lahan percobaan menunjukkan nilai tingkat keseragaman hasil produksi gabah mencapai 74.7%. Kata Kunci: Variable Rate Technology, Uniform Rate Technology, pemupukan, padi, pertanianpresisi
Disain dan Pengujian Metering Device untuk Alat Penjatah Pupuk Granular Laju Variabel (Variable Rate Granular Fertilizer Applicator) Abdul Azis. S; Radite Praeko A. Setiawan; I Dewa Made Subrata
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 25 No. 2 (2011): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.852 KB) | DOI: 10.19028/jtep.025.2.%p

Abstract

Abstract Uniform Rate of fertilizer Application (URA) practice is disregarding the productive potential of the various areas within the field. Thus, some area is less fertilized and other is over fertilized. It is also an important issue recently that nitrogen from fertilizers may be subjected to lost into atmosphere or enters streams  through surface or subsurface drainage (leaching). The place with over-fertilization will be a potential source of pollution in the form of ammonia (NH3), nitrite (NO2) and nitrate (NO3) which may hazard people health. Variable rate of fertilizer applicator is a solution to overcame the negative impact of URA. It can control the appropriate of fertilizer dosage and location of application in the field. The objective of this research is to design a metering device for variable rate granular fertilizer applicator. The result of variable rate fertilizer testing with single metering device with single rotor indicated that the rate of urea, SP-36 and NPK are 0.84, 0.96  and 1.2 g/rotation respectively. The testing with double rotor indicated that the rate of urea, SP-36 and NPK are 1.14, 2.22 and 2.1 g/rotation respectively. The all of the testing result indicated that metering device which designed can be applied with urea, SP-36 and NPK fertilizer. Keywords: granular applicator, metering device, PID controller, variable rate Abstrak Praktik penerapan pupuk laju seragan (URA) umumnya dilakukan tanpa  memperhitungkan potensi hasil pada berbagai lokasi lahan. Dengan demikian, sebagian luasan akan mendapatkan pupuk yang kurang sedangkan yang lainnya berlebihan. Selain itu belakangan ini ada isu yang menyatakan bahwa terjadi kehilangan unsur nitrogen dari pupuk akibat  penguapan  ke atmosfer atau mengalir bersama aliran air drainase permukaan atau bawah permukaan. Tempat yang dosis pupuknya berlebihan akan berpotensi menjadi sumber polusi dalam bentuk ammonia (NH3), nitrit (NO2) dan nitrat (NO3) yang akan mempengaruhi kesehatan manusia.  Aplikator pupuk laju berubah (variable) adalah solusi untuk mengatasi dampak negative dari URA tersebut. Mekanisme ini dapat mengatur dosis dan lokasi pemberian pupuk secara tepat pada lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang matering device untuk aplikator pupuk butiran laju berubah. Hasil pengujian alat pemberi pupuk laju berubah  dengan matering device tunggal dan rotor tunggal menunjukkan laju pemberian pupuk urea, SP-36 dan NPK adalah berturut-turut sebesar 0.84, 0.96 dan 1.2 gr/ putaran. Pengujian dengan rotor ganda menunjukkan bahwa laju pemberian pupuk urea, SP-36 dan NPK secara berurutan sebesar 1.14, 2.22, dan 2.1 gr/ putaran. Hasil dari keseluruhan pengujian menunjukkan bahwa matering device yang dirancang dapat dipergunakan untuk penerapan pupuk urea, SP-36 dan NPK. Kata Kunci: Aplikator butiran, matering device, Kontroler PID, dan laju berubah. Diterima: 03 Maret 2011; Disetujui: 05 Juli 2011