Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN TEPUNG PISANG KEPOK DAN TEPUNG TEMPE DALAM PEMBUATAN KUKIS Muhammad Suhadah Malau; Yusmarini Yusmarini; Vonny Setiaries Johan
Jurnal Sagu Vol 21, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sagu.21.2.p.79-85

Abstract

Kukis adalah jenis makanan ringan yang rasanya manis, memiliki tekstur yang renyah, terbuat dari tepung terigu dengan bahan tambahan lain seperti telur, margarin, gula halus, dan susu bubuk. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan terbaik antara tepung pisang kepok dan tepung tempe untuk pembuatan kukis dengan kandungan gizi yang sesuai SNI 01-2973-2011. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah perbedaan perbandingan antara tepung pisang kepok dan tepung tempe yaitu PTI (100:0), PT2 (95:5), PT3 (90:10), PT4 (85:15) dan PT5 ( 80:20). Analisis data menggunakan analisis varians (ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan's baru (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung pisang kepok dan tepung tempe berpengaruh nyata terhadap kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, serta uji deskriptif dan uji sensori hedonik secara keseluruhan. Perbandingan tepung pisang kepok dan tepung tempe (85:15) terpilih sebagai perlakuan terbaik yang memiliki kandungan protein 7,1%, kadar air 4,5%, abu 2,6%, lemak 7,7%, karbohidrat 78,8%, dengan deskripsi berwarna coklat, sedikit beraroma pisang kepok, tekstur rapuh, agak berasa tempe, dan penilaian hedonik secara keseluruhan disukai panelis.
Aplikasi kitosan sebagai edible coating pada jeruk lemon lokal (Montaji Agrihorti) Wike Rahfani; Vonny Setiaries Johan; Noviar Harun; Yossie Kharisma Dewi
Jurnal Litbang Industri Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v12i2.7759.157-161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pelapisan kitosan pada jeruk lemon lokal selama penyimpanan dan untuk mendapatkan konsentrasi kitosan yang sesuai untuk memperpanjang umur simpan jeruk lemon lokal. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah konsentrasi kitosan 1%, 1,5%, 2%, 2,5% dan 3%. Pengamatan dilakukan pada hari ke-0, 4, 8, 12, dan 16 tehadap susut bobot, vitamin C, kekerasan, dan total padatan terlarut. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis of variance (ANOVA) pada taraf 5%. Sidik ragam menunjukkan penggunaan pelapis kitosan berpengaruh nyata terhadap susut bobot, vitamin C, kekerasan, dan total padatan terlarut. Perlakuan terbaik berdasarkan parameter yang telah diuji adalah jeruk lemon dengan konsentrasi kitosan 3%. Hasil penelitian menunjukkan jeruk lemon yang disimpan hingga 16 hari mengalami susut bobot 10,59%, vitamin C 5,54 mg, kekerasan 1,86 kgf/cm2 dan total padatan terlarut 1,343%.
Aplikasi kitosan sebagai edible coating pada jeruk lemon lokal (Montaji Agrihorti) Wike Rahfani; Vonny Setiaries Johan; Noviar Harun; Yossie Kharisma Dewi
Jurnal Litbang Industri Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v12i2.7759.157-161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pelapisan kitosan pada jeruk lemon lokal selama penyimpanan dan untuk mendapatkan konsentrasi kitosan yang sesuai untuk memperpanjang umur simpan jeruk lemon lokal. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah konsentrasi kitosan 1%, 1,5%, 2%, 2,5% dan 3%. Pengamatan dilakukan pada hari ke-0, 4, 8, 12, dan 16 tehadap susut bobot, vitamin C, kekerasan, dan total padatan terlarut. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis of variance (ANOVA) pada taraf 5%. Sidik ragam menunjukkan penggunaan pelapis kitosan berpengaruh nyata terhadap susut bobot, vitamin C, kekerasan, dan total padatan terlarut. Perlakuan terbaik berdasarkan parameter yang telah diuji adalah jeruk lemon dengan konsentrasi kitosan 3%. Hasil penelitian menunjukkan jeruk lemon yang disimpan hingga 16 hari mengalami susut bobot 10,59%, vitamin C 5,54 mg, kekerasan 1,86 kgf/cm2 dan total padatan terlarut 1,343%.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING, BRANDING DAN PEMASARAN ONLINE BERBASIS MARKETPLACE DAN SOSIAL MEDIA BAGI PENGEMBANGAN USAHA SAGU LICIOUS UNIT KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA Hafidawati Musbar; Elvi Yenie; Ida Zahrina; Vonny Setiaries Johan; Eriyati Eriyati; Bagus Duhan Irfandy; Muhammad Agung Islamy
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 4, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/juara.v4i1.16155

Abstract

Sago Licious is a student business at the University of Riau which is engaged in the production and marketing of processed sago-based products that was founded in 2020, this business continues to grow and has become one of the MSMEs that is slowly exploring the market in Meranti Islands Regency. However, the obstacle that is a big obstacle for business units today is weak marketing because it only focuses on meeting local needs and does not fully understand how to utilize the marketplace and social media as a capable digital marketing tool. In addition, promotion and branding patterns have not been implemented optimally. Therefore, this training is carried out as a means of increasing partners' knowledge. After the training, it is hoped that the output produced will be partners able to implement the correct marketing strategy, develop market share based on digital marketing and be able to apply branding and promotion concepts appropriately. This activity begins with a site survey and coordination with partners to identify problems. Next, a brainstorming was carried out with the PkM team to determine the solutions to be offered to partners, then an offline FGD was carried out to describe the program along with the schedule of activities to be carried out. The result of this activity was the marketing development of the Sago Licious Student Entrepreneurship Unit, the activities went well and smoothly and there were interactive discussions between resource persons and activity participants, participants also easily understood the material with clear presentation of the material and easy-to-understand training modules
KARAKTERISTIK GEL HAND SANITIZER BERBAHAN DASAR EKSTRAK LIMBAH KULIT NANAS DAN SERAI WANGI Yossie Kharisma Dewi; Yanti Nopiani; Vonny Setiaries Johan; Edo Saputra; Muhammad Idhamsyah; Putri Ayuni
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.1.45-53.2023

Abstract

Limbah kulit nanas mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan saponin serta mengandung senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri. Serai wangi juga memiliki komponen senyawa utama yang terdiri dari sitronellal, sitronellol, dan geraniol yang memiliki kemampuan aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifitasan serta memperoleh rasio terbaik limbah kulit nanas dengan campuran ekstrak serai wangi sebagai bahan aktif antibakteri pengganti alkohol dalam bentuk gel hand sanitizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio ekstrak kulit nanas dan ekstrak serai wangi berpengaruh nyata terhadap karakteristik dan aktivitas antibakteri gel hand sanitizer yang dihasilkan. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah KNSW4 (ekstrak kulit nanas 75% : 25% ekstrak serai wangi) memberikan karakteristik fisikokimia gel hand sanitizer dengan nilai viskositas 333,10 cP, densitas 1,07 g/mL, homogenitas yang baik, pH 3,6, dan daya sebar 7,98 cm. Uji organoleptik menunjukkan hand sanitizer yang dihasilkan memiliki warna cokelat kekuningan, agak beraroma serai wangi, tekstur agak lengket dan secara keseluruhan agak disukai oleh panelis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi inovasi bagi masyarakat dalam pemanfaatan limbah kulit nanas dan serai wangi sebagai bahan baku gel hand sanitizer alami. 
Evaluasi Mutu dan Penerimaan Panelis terhadap Rainbow Cake yang Dibuat dari Tepung Terigu dan Pati Sagu Lokal Usman Pato; Vonny Setiaries Johan; Arnizam Arnizam
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 6, No 3 (2014): Vol.(6) No.3, October 2014
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.282 KB) | DOI: 10.17969/jtipi.v6i3.2313

Abstract

Riau is one of the sago starch-producing province in Indonesia. Nowadays, sago starch has been utilized to produce various types of tradisional foods. The aim of this study was to compare the quality of rainbow cake produced by the addition of 30% sago starch and rainbow cake using 100% wheat flour and to evaluate panelist acceptance of these rainbow cakes. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with two treatments and eight replications thus obtained 16 experimental units. The treatments were TS1 (100% wheat and 0%sago starch) and TS2 (70% wheat flour and 30%sago starch). The parameters observed were moisture, ash, sucrose and fat contents as well as panelist acceptance test. The results of this study indicated that rainbow cake of TS1 treatment (100% wheat flour and 0%sago starch) had no significant difference with rainbow cake of TS2 treatment (70% wheat flour and 30% sago starch) in case of ash and sucrose contents, but had significant effect on moisture and fat contents of rainbow cake. Based on the panelist acceptance test, the rainbow cake made from 70% wheat flour and sago starch 30% could be accepted by panelists similar to commercial rainbow cake.
Pemanfaatan Rebung Betung dalam Pembuatan Bakso Ikan Toman Sunardi Setiaries Sunardi; Vonny Setiaries Johan; Yelmira Setiaries Zalfiatri
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 2 (2018): Vol. (10) No. 2, Oktober 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.647 KB) | DOI: 10.17969/jtipi.v10i2.11100

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan perumusan terbaik betung rebung dan ikan toman dalam membuat bakso. Penelitian ini menggunakan acak lengkap desain terdiri dari lima perawatan dan setiap perlakuan diulang tiga kali. Perawatan yang dilakukan adalah RT1 (betung rebung dan ikan toman 10:90), RT2 (betung rebung dan ikan toman 20:80), RT3 (betung rebung dan ikan toman 30:70), RT4 (betung rebung dan toman ikan 40: 60), RT5 (betung rebung dan toman ikan 50: 50). Data dianalisis statistik menggunakan Anova, diikuti oleh darichristin baru beberapa berbagai tes (DNMRT) pada tingkat 5%. Hasilnya menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah RT1 (betung rebung dan ikan toman 10:90) dengan kelembaban konten 63.72%, ash content 1,53%, protein content 11.65%, lemak konten 3.66%, serat kasar content 0,98%.
Pemanfaatan Jamur Grigit Dalam Pembuatan Bakso Ikan Lele Dumbo Irene Cahya Maharani; Vonny Setiaries Johan; Rahmayuni Rahmayuni
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 14, No 1 (2022): Vol. (14) No. 1, April 2022
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.642 KB) | DOI: 10.17969/jtipi.v14i1.18678

Abstract

The purpose of this research to obtain the best ratio of dumbo catfish and split gill mushrooms in making meatballs. This research used a completely randomized design with four treatments and four replications, which followed Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) at level 5%. The treatments in this research was the ratio of dumbo catfish and split gill mushrooms, i.e. 90:10, 80:20, 70:30, and 60:40. The result showed that the ratio of dumbo catfish and split gill mushrooms had significantly affected moisture, ash, protein, fat, crude fiber, total plate number, as well as sensory characteristic of color, flavor, taste, and texture. Based on the result of this research the chosen treatment is 90:10 which have 64.65% moisture content, 1.21% ash content, 10.63% protein content, 0.92% fat content, 0.36% crude fiber content, 6,5 x 104 total plate number content and is preferred hedonically with a description of grayish white color, smelled of mushroom, mushroom and fish taste, and chewy texture.
Penambahan Sari Lengkuas Merah (Alpinia purpurata) Dalam Edible Coating Pati Sagu Meranti Terhadap Sifat Kimia, Mikrobiologi dan Kesukaan Buah Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) Dewi Fortuna Ayu; Raswen Efendi; Vonny Setiaries Johan; Lutfi Habibah
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 12, No 1 (2020): Vol. (12) No. 1, April 2020
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.575 KB) | DOI: 10.17969/jtipi.v12i1.15521

Abstract

This research aim was to study the application of red galanga juice addition in meranti sago starch edible coating on chemical, microbiology, and hedonic properties of tomatoes during storage.  The study used a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 3 replications so that 15 (fifteen) experimental units were obtained.  The treatments used were P0 (without addition of red galangal juice), P1 (1% addition of red galangal juice), P2 (3% addition of red galangal juice), P3 (5% addition of red galangal juice), and P4 (7 % addition of red galangal juice) in formulation of sago starch edible coating which applicated on tomatoes during 21 days storage.  The data obtained were statistically analyzed using Anova and DNMRT at a 5% level.  The results showed that the addition of red galangal juice significantly affected weight loss, total dissolved solids, hardness, total microbes, and hedonic organoleptic assessment of the tomato texture.  The addition of red galangal juice in edible coating didn’t significantly affect the organoleptic assessment of the tomato color.  The best treatment of this research was P4 which showed on tomatoes after 21 days storage that had 16.38% weight loss, 1.39 °Brix total dissolved solids, 5.83 kg/f hardness, 5.52 log CFU/g total microbes, and overall hedonic assessment of color was 2,70 (somewhat like), and 3.26 texture (somewhat like).
Pemanfaatan Lactobacillus plantarum 1 dan Pewarna Alami Berbahan Nabati Dalam Pembuatan Tapai Probiotik Yusmarini Yusmarini; Shanti Fitriani; Vonny Setiaries Johan; Rahmayuni Rahmayuni; Vita F. Artanti
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 12, No 1 (2020): Vol. (12) No. 1, April 2020
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.242 KB) | DOI: 10.17969/jtipi.v12i1.15777

Abstract

Tapai is one of the typical Indonesian fermented products. This research utilized Lactobacillus plantarum 1 RN2-53 and natural dyes made from plants in the production of cassava tapai. The objectives of this research were to improve the quality of probiotic cassava tapai and to obtain the chemical, microbiological and sensory characteristics of the cassava tapai. Natural dyes used were purple sweet potato extract, red dragon fruit extract and narrow-leaf pleomele extract. The results showed that cassava tapai made with the addition of Lactobacillus plantarum 1 RN2-53 and the addition of natural dyes from plants had different chemical and microbiological characteristics. Tapai made with the addition of red dragon fruit extract generally had a lower pH value and a higher total titrated acid compared to tapai made with the addition of purple sweet potato extract and narrow-leaf pleomele extract, but the alcohol content of tapai made with the addition of purple sweet potatoes extract was higher than the others. The number of lactic acid bacteria was around 109 and had met the probiotic food criteria.
Co-Authors ', ADI WIBOWO ', CAHAYA OKTAVIA OKTAVIA ', FAIZAH HAMZAH ', Rahmayuni ', RASWEN EFENDI EFENDI ', Sudarnyoto ', Waladi .,, Rahmayuni .,, Yusmarini ADI WIBOWO ' Agung Surya Wiratno Agus Anjar Sumantri Samosir Ahmad Ibrahim Akhyar Ali Akhyar Ali Alamin Hidayat Ali, Akhyar ' Alvin Yolanda Hidayatullah Angga Pramana, Angga AR, Nur Hasnah ARIF BUDIANTO Arnizam ' Arnizam Arnizam Audia, Farhana Ayu Diana Ayu Lestari P, Putri Azli Ananta Ginting Bagus Duhan Irfandy Bambang Edi Purnomo Berlio ' Mandriali Bondan Sumantri Budiman Budiman CAHAYA OKTAVIA OKTAVIA ' Chandra Gunawan Dame Agunantri Suryani Dewi Fortuna Ayu Dewi Fortuna Ayu Dewi, Seprina Putri Dewi, Yossie Kharisma E Gumbira Said Edo Saputra Eko Sutrisno, Eko Elpida Fitri Elvi Yenie Elvi Yenie, Elvi Emrinaldi Emrinaldi, Emrinaldi Endyra, Fadlila Eri Hernanda Eriyati Eriyati Eriyati, Eriyati Erlangga, Muhammad Erpiani Siregar Eva Astriani Hutagalung, Eva Astriani Faizah ' Hamzah Faizah Hamzah Faizah Hamzah Faizah Hamzah FAIZAH HAMZAH ' Faizah Hamzah3 Fajar Restuhadi Hafidawati, Hafidawati Hakim Santo Hamzah, Farida Hanum Hendra ' Saputra Hermansyah Silitonga Hijratun Amini Ida Zahrina Ihsan, Fikratul Ilvan ' ' Imelda Yunita Indah Purnama Sari Ira Novrika Jalukhu Irene Cahya Maharani Irfandy, Bagus Duhan Islamy, Muhammad Agung Ismail Haridsyah Iwan Setiawan Jalukhu, Ira Novrika Jumansyah, Hadi Jumiati ' Kepri Dianto Khairany, Septy Khusnul Khuluqiah Kurniawan, Mhd Andhry Kusumaningrum Kusumaningrum Lestari P, Putri Ayu Lutfi Habibah M. Adetya Hidayat M. Atep Solihin Malau, Muhammad Suhadah Megawati Megawati Meieri Adelila Saragih MELIYANA MELIYANA Mhd Andry Kurniawan Michael Johnrencius Mira Dharma Muhammad Agung Islamy Muhammad Idhamsyah Muhammad Luthfi Muhammad Suhadah Malau Musbar, Hafidawati Nadya Novianti Dwi Putri Nasution, Addiena Syahvina Netti Herawati Netty Herawati Nico Wardana Ningsih, Arum Rovarti Nopiani, Yanti NOVIAR HARUN Noviar Harun Noviar Harun Novri Oksianus Harahap Nur Ardiansyah Panjaitan, Bintang Sipartogi Patimah, Juli Patrisia Marlina Br Sinaga Piranti, Alde Putra Mayzent Manik Putra, Anugerah Dwi Putra, M. Hidayatullah Setia Dharma Putra, Suyudi ' Putri Ayuni Rahmadini Payla Juarsa Rahmadini, Yen Yen Rahmayuni ' Rahmayuni ' ' Rahmayuni Rahmayuni RAHMAYUNI RAHMAYUNI Rahmayuni Rahmayuni Rahmayuni Rahmayuni Rahmayuni Rahmayuni, Rahmayuni Ranita Sari RARA ANIRA Raswen Efendi RASWEN EFENDI EFENDI ' Restu Mahyudi Resy Fressetya Riftyan, Emma Ristia, Jeany Roni, Ahmad Ibrahim Roni, Masyitah RUSDA AZIZAH RITONGA Sahputra, Muhammad Bijaksono Salman, Annisa Nazifa Santo, Hakim Sapta Rahardja Sari, Ranita SARI, SESMITA Satriono Satriono Septi Hidayati, Septi Serliana, Afri SESMITA SARI Shanti Fitriani Sholihah, Rahayu Sianturi, Eben Ezer Simanjorang, Tuah Hamonangan Simarmata, Robinson Tua B Sri Wahyuni sulistianingsih, Yuni Sunardi Setiaries Sunardi SUZANA KHAIRANI Syahidah Bannan Qonita Syarfi Daud Tampubolon, Ratih Helen Sri Hartati Tari Zulfalina Taufik Djatna Triwibowo, Radez Triwibowo Tuah Hamonangan Simanjorang Ucok Wandi Siagian USMAN PATO Vita F. Artanti Wardana, Nico Wike Rahfani Wulandari, Friska Fris Yelmira Zalfiatri Yogi Kurniawan Yogi Kurniawan, Yogi Yusmarini Yusmarini Zainal Arifin Zelviani, Puja Febri ZULFAJRI ZULFAJRI Zulfajri, Zulfajri