Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Potensi Kombinasi Rosemari (Rosemarinus officinalis), Eucalypytus (Eucalyptus pellita), dan Minyak Peppermin (Mentha piperita L.) pada Waktu Kematian Caplak Prasetyo, Bayu Febram; Purwono, Rini Madyastuti; Saragih, Adrian
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.91468

Abstract

Caplak menjadi faktor penyebab gangguan kulit yang banyak terjadi pada anjing. Resiko akibat caplak membuat kulit anjing mengalami kerusakan jaringan dan reaksi inflamasi sehingga penampilan terlihat jelek. Berbagai metode penaggulangan infeksi caplak telah berkembang. Namun, perlu adanya penyediaan obat baru yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan menguji waktu kematian caplak terhadap kombinasi rosemari, eucalyptus, dan minyak peppermin. Caplak Rhipicephalus sanguineus diperoleh melalui teleskopik dari anjing yang positif terinfeksi caplak di Asrama Mahasiswa Papua Dramaga Bogor. Perlakukan yang digunakan dengan komposisi rosemari 2 ml, eucalypytus 2 ml, dan minyak peppermin 1 ml; rosemari 2 ml, eucalypytus 2 ml, dan minyak peppermin 1,5 ml; serta rosemari 2 ml, eucalypytus 2 ml, dan minyak peppermin 2 ml dengan berlipat ganda sebanyak tiga kali. Analisis data dilakukan dengan melihat jumlah mortalitas akibat pengaruh paparan konsentrasi yang berbeda pada kombinasi rosemari, eucalyptus, dan minyak peppermin terhadap mortalitas caplak. Komposisi rosemari 2ml, eucalypytus 2 ml, dan minyak peppermin 2 ml pada hasil penelitian merupakan kombinasi paling efektif membunuh caplak dibandingkan 2 kombinasi lainnya.
PELATIHAN PEMBUATAN JAMU TERNAK UNTUK DOMBA DI AL-BAROQAH FARM KECAMATAN DRAMAGA, KABUPATEN BOGOR: Jamu Ternak Prasetyo, Bayu Febram; Purwono, Rini Madyastuti; Sutardi, Lina Noviyanti; Rahma, Anisa; Rasyid, Baharun
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.48460

Abstract

Kesehatan ternak merupakan aspek krusial dalam mendukung keberhasilan usaha peternakan, khususnya pada sektor peternakan domba. Namun ketergantungan peternak terhadap obat-obatan sintetis masih tinggi, yang berdampak pada biaya produksi dan risiko resistensi antimikroba. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pembuatan jamu ternak berbahan herbal lokal sebagai alternatif pengobatan alami. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif bersama peternak mitra Al-Baroqah Farm di Kecamatan Dramaga, Bogor. Materi pelatihan meliputi pengenalan bahan herbal (kunyit, kayu manis, lada, sambiloto, dan indigofera), teknik formulasi jamu fermentasi, serta praktik aplikasi pada domba. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peternak sangat antusias dan mampu mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan baik. Jamu yang diformulasikan terbukti dapat meningkatkan nafsu makan, imunitas, serta produktivitas domba, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap obat sintetis. Pelatihan ini berhasil memperkenalkan model pemeliharaan peternakan yang sehat, ekonomis, dan berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
Laporan Kasus: Efektivitas Prednisolone Dibandingkan dengan Madu Trigona pada Anjing Penderita Dermatitis Atopik Prasetyo, Bayu Febram; Fikram, Muhammad; Mifthadillah, Sekar Ayu; Khamidah, Nabila Nurrisma; Aziziah, Nurul Madinah; Ghazali, Farhan Rizqy; Natawiria, Maria Stella Linda
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 3 No. 2 (2025): September
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.3.2.%p.

Abstract

Dermatitis atopik pada anjing merupakan penyakit kulit kompleks dengan etiologi multifaktorial, melibatkan peradangan alergi dan infeksi sekunder. Studi ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pengobatan non- herbal dan herbal pada dua kasus anjing penderita dermatitis atopik di Rumah Sakit Hewan Pendidikan IPB. Anjing Glory diobati menggunakan kombinasi kortikosteroid oral, suplemen kulit, spray topikal anti alergi, dan shampoo medikasi, menunjukkan perbaikan signifikan dalam 14 hari. Sebaliknya, anjing Kacang yang hanya menerima kapsul madu trigona memerlukan waktu 30 hari untuk mencapai pemulihan klinis. Hasil ini mengindikasikan bahwa pengobatan non-herbal lebih cepat dalam mengatasi gejala klinis dibandingkan herbal, seperti madu trigona, meskipun berpotensi menyebabkan efek samping. Pemilihan terapi harus mempertimbangkan efektivitas, keamanan, dan tingkat keparahan penyakit untuk memastikan hasil yang optimal dan mencegah komplikasi.
AKTIVITAS ANTICAPLAK SEDIAAN SPRAY YANG MENGANDUNG MINYAK ROSEMARY,BERGAMOT DAN CUKA APEL Ath-Thaariq, Affan Aufar; Prasetyo, Bayu Febram; Supriyono
Jurnal Buana Farma Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v5i2.1408

Abstract

Apple cider vinegar and rosemary oil have an acaricidal effect on R. sanguineus ticks. Both ingredients offer health benefits. This study aimed to observe the effect of a spray preparation containing apple cider vinegar and rosemary oil at various concentrations on the mortality of R. sanguineus ticks. The study was conducted from February 2025 to April 2025. It used 75 R. sanguineus ticks, divided into 5 groups, with each group having three repetitions. K1, the negative control, was treated with pure distilled water. K2, the positive control, was treated with Fipronil 3% (Frontline brand). K3 was given bergamot oil 5%, rosemary oil 10%, and apple cider vinegar 5%. K4 was given bergamot oil 5%, rosemary oil 10%, and apple cider vinegar 10%. K5 was given bergamot oil 5%, rosemary oil 10%, and apple cider vinegar 15%. Each treatment group consisted of 5 ticks. Observations were made at 30, 60, 90, 120, and 180 minutes post-contact. The results showed that the group treated with bergamot oil 5%, rosemary oil 10%, and apple cider vinegar 15% achieved a Lethal Time 50 (LT50) at 106 minutes. The conclusion indicates that apple cider vinegar at a concentration of 15% required the least amount of time to kill the ticks
Studi Kasus: Terapi Prostatitis Disertai Urolithiasis pada Anjing Lokal Diaz, Fariz Arrachman; Nurdiansyah, Rio Dwi Haryadi; Bachmid, Salma Safitri; Mufida, Anis Arifatu; May, Ng U; Purwono, Rini Madyastuti; Fitri, Arni Diana; Budiono, Novericko Ginger; Prasetyo, Bayu Febram; Sutardi, Lina Noviyanti; Anisa, Rahma
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.2.1.43-47.

Abstract

Prostatitis pada anjing dapat disertai dengan urolithiasis. Keduanya dapat disebabkan oleh adanya infeksi bakteri yang masuk melalui saluran kemih. Anjing bernama Momo yang merupakan pasien RSHP IPB University datang dengan keluhan stranguria, hematuria, muntah, dan susah makan di malam sebelumnya. Pemeriksaan dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang ultrasonography (USG). Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Momo menderita urolithiasis disertai prostatitis. Sediaan Cefixime, Batugin® Elixir, Meloxicam, Glucosamine, Asam Traneksamat, dan pakan Royal Canin Urinary® diberikan sebagai penanganan. Kumpulan sediaan tersebut diberikan dalam rangka terapi kausatif dan simptomatik dari kasus urolithiasis disertai prostatitis.
Antidiabetic Activities of Agarwood (Aquilaria malaccensis) Leaf Extracts via Enhanced Insulin Secretion in BRIN-BD11 Pancreatic Beta-Cells Prayogo, Yanico Hadi; Sari, Rita Kartika; Hamidi, Zikri; Syafii, Wasrin; Harlina, Eva; Prasetyo, Bayu Febram
Jurnal Sylva Lestari Vol. 13 No. 3 (2025): September
Publisher : Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsl.v13i3.1197

Abstract

Agarwood leaves (Aquilaria malaccensis), a non-timber forest products, shows significant potential as a source of antidiabetic compounds. This study aims to evaluate the antidiabetic activity of agarwood leaves and their cytotoxicity on pancreatic beta-cells, as well as predict their compound bioactivity through an in silico approach. The leaves were extracted using ethanol, water, and a mixture of ethanol–water with the assistance of ultrasound irradiation. The extracts were then tested in vitro for their antidiabetic potential by assessing their ability to inhibit the alpha-glucosidase enzyme and their effect on insulin secretion, as well as their cytotoxicity on BRIN-BD11 pancreatic beta-cells. The phytocompounds in the extract were identified using liquid chromatography-mass spectrometry, and their binding behavior was studied by in silico molecular docking. Among the three, the ethanol–water extract showed the highest extraction yield. Cytotoxicity assays revealed that the ethanol–water extract was cytotoxic at high concentrations (1000 µg/mL), but safe at lower concentrations. The alpha-glucosidase inhibition was relatively weak. Nevertheless, the extracts significantly stimulated insulin secretion in BRIN-BD11 cells up to fivefold compared to untreated cells. In silico studies indicated that xanthone glycoside, flavonoid glycoside, and coumarin compounds exhibit strong binding affinities to multiple insulin-secretion-related proteins. These findings suggest that agarwood leaf extract, particularly ethanol–water extract, possesses promising antidiabetic activity through an insulinotropic mechanism. Keywords: agarwood, alpha-glucosidase, insulinotropic, molecular docking
Frekuensi Penggunaan Obat Antifungal di Salah Satu Klinik Hewan di Kabupaten Bogor pada Tahun 2020 - 2022 Prasetyo, Bayu Febram; Purwono, Rini Madyastuti; Wulandari, Nenis Rahma; Hikmarizky, Firda
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.90442

Abstract

Dermatofitosis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh kapang dermatofita dan umum terjadi pada hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. Penyakit ini bersifat zoonosis dan mudah terjadi di lingkungan dengan kelembaban yang tinggi. Penanganan dermatofitosis salah satunya dengan pemberian obat antifungal. Penelitian ini bertujuan mengetahui frekuensi jumlah penggunaan obat antifungal terbanyak untuk kasus dermatofitosis di klinik hewan objek penelitian. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan 71 data rekam medis pasien yang terinfeksi dermatofita. Hasil penelitian menunjukkan obat antifungal yang digunakan untuk kasus dermatofitosis sebanyak 19 kali penggunaan ketoconazole, 40 kali penggunaan itraconazole, 6 kali penggunaan griseofulvin, dan 6 kali penggunaan salep racikan. Berdasarkan hasil penelitian, itraconazole adalah obat antifungal yang paling banyak digunakan untuk penanganan kasus dermatofitosis di klinik hewan tersebut.