Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGHAMBATAN ENZIM TIROSINASE dan AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) MENGGUNAKAN METODE DPPH Bayu Febram Prasetyo; Amrozi; Nur Anisa BS
Jurnal Buana Farma Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v4i1.942

Abstract

Clitoria ternatea or known as the butterfly pea is widely used in the health sector due to its efficacy as antidiabetic, anti-inflammatory, antimicrobial, anticancer, analgesic, antipyretic, and antioxidants. The purpose of this research is to examine the antioxidants and tyrosinase inhibitor activities of butterfly pea ethanol extract as well as to identify the phytochemical content. Antioxidants activities are determined by the DPPH method. The results of this study indicates that butterfly pea extract has very weak antioxidant activities with an IC50 value more than 200 ppm. The results of the tyrosinase inhibitor activities showed that the butterfly pea extract did not inhibit the tyrosinase enzyme. Based on the screening phytochemical tests, the chemical components contained in butterfly pea extract are flavonoids, tannins, saponins, and steroids. Bunga telang flower extract has very weak antioxidant activity and tyrosinase inhibitor testing showed antioxidant flower extract by DPPH method. Tyrosinase inhibitor assay results showed white Bungatelang extract has no activity to inhibit tyrosinase enzyme.
Acute toxicity test of avocado (Persea americana) oil in mice Bhila, Aisya Salsa; Andriyanto, Andriyanto; Prasetyo, Bayu Febram
Current Biomedicine Vol. 2 No. 2 (2024): July
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/currbiomed.2.2.55-60

Abstract

Background: Avocado (Persea americana) fruit has a high oil content, so it is widely used in the pharmaceutical and cosmetic industries. Objective: This study aims to determine the toxicity of avocado oil in mice using the lethal dose (LD50) method so that it can be used as a reference for further testing. Methods: This study used a total of 20 DDY strain female mice, which were divided into 5 groups: one control group and four treatment groups that were fed with avocado oil with 5, 10, 15, and 20 g/kg BW doses orally. The mortalities of experimental mice were observed for 14 days after treatment. Other parameters observed in this study were physiological response, body weight, absolute organ weight, and relative organ weight. Results: There was a change in behavior, and the obtained LD50 value was 25.4 g/kg BW. Observation of physiological responses, body weight, absolute organ weights, and relative organ weights showed no significant differences. Conclusion: It was concluded that avocado oil is considered relatively harmless and safe to use.
Uji Resistansi Antibiotik Bakteri Vibrio Parahaemolyticus dari Udang Putih (Litopaneus Vannamei) Serta Identifikasi Gen Penyandi Resistan Ampisilin Ramadhaniah, Vetty; Agustin Indrawati; Bayu Febram Prasetyo
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.2.97-105

Abstract

Penyakit vibriosis pada udang putih (Litopaneus vannamei) sangat ditakuti oleh pembudidaya pada tahun 2009 karena diduga dapat menimbulkan early mortality syndrome (EMS). Penyakit ini menyebabkan kematian massal pada usia muda. Umumnya vibriosis pada udang dicegah dan diobati dengan menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistansi multi-antibiotik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat resistansi antibiotik terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus di udang putih dan mengidentifikasi keberadaan gen resistan terhadap ampisilin. Isolat bakteri V. parahaemolyticus diuji resistansi terhadap antibiotik ampisilin, oksitetrasiklin, kloramfenikol, enrofloksasin, dan eritromisin. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer dengan tabel Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI). Hasil uji resistansi menunjukkan bahwa 30 isolat V. parahemolyticus sensitif terhadap enrofloxacin (94%), dan kloramfenikol (97%). Adapun hasil uji terhadap ampisilin menunjukkan adanaya resistan (77%). Bakteri yang resistan terhadap ampisilin diuji terhadap keberadaan gen yang mengkode protein BlaTEM yaitu dengan hasil persentase 100% (dari 6 sampel) pada amplikon 516 bp. Dapat disimpulkan bahwa isolat V. parahaemolyticus resistan terhadap ampisilin terhadap gen BlaTEM.
Potensi Minyak Rosemari pada Waktu Kematian Caplak secara In Vitro Prasetyo, Bayu Febram; Hadi, Upik Kesumawati; Winarto, Tytha Nadhifa
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 3 (2022): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i3.41493

Abstract

Minyak esensial rosemari telah banyak digunakan di berbagai bidang karena manfaatnya bagi kesehatan. Salah satu manfaat yang kurang diketahui adalah sifat antiparasitnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian minyak esensial rosemari terhadap waktu kematian caplak Rhipicephalus sanguineus. Pada penelitian ini, 50 ekor caplak dibagi menjadi 5 kelompok dan masing-masing kelompok mendapatkan 5 perlakuan yang berbeda yaitu minyak esensial rosemari konsentrasi 10%, 15%, dan 20% serta antiparasit komersial yang mengandung fipronil 3% sebagai kontrol positif dan minyak kelapa murni sebagai kontrol negatif. Kelompok caplak diamati dalam 3 kali periode masing-masing 30 menit. Kelompok perlakuan minyak esensial rosemari konsentrasi 10% memiliki LT50 pada 2 jam 27 menit, kelompok perlakuan minyak esensial rosemari konsentrasi 15% memiliki LT50 pada 1 jam 10 menit, dan kelompok perlakuan minyak esensial rosemari konsentrasi 20% memiliki LT50 pada menit ke-34. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa minyak esensial rosemari dalam konsentrasi 20% hampir sama efektifnya dengan antiparasit komersial yang mengandung bahan aktif fipronil 3% yang memiliki sifat akarisidal.
Uji Aktivitas Antioksidan dan Daya Hambat Enzim Tirosinase Ekstrak Etanol Azolla filiculoides Lam. Prasetyo, Bayu Febram
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.1.53-59.2021

Abstract

Azolla (Azolla filiculoides Lam.) merupakan tanaman paku air dari famili Azollaceae. Azolla filiculoides digunakan sebagai pakan alami dengan ketersediaannya melimpah di alam yang belum termanfaatkan secara optimal. Tanaman ini dapat bersimbiosis dengan Cyanobacteria. Azolla memiliki senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan dan inhibitor tirosinase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2.2-difenil 1-pikrihidrasil ) dan daya hambat tirosinase pada ekstrak etanol Azolla filiculoides. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dan pelarut etanol 96%. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol Azolla mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin, steroid dan triterpenoid. Kandungan fitokimia tersebut berpotensi sebagai antioksidan dan inhibitor tirosinase, terutama senyawa flavonoid dan tanin. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak etanol Azolla filiculoides memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 sebesar 23.00 ppm. Uji aktivitas inhibisi tirosinase ekstrak azolla menunjukkan daya hambat yang lebih efektif pada aktivitas diphenolase (IC50 996.60 ppm) dibandingkan aktivitas monophenolase (IC50 1893.09 ppm).
Canine Atopic Dermatitis (CAD) di Rumah Sakit Hewan Pendidikan IPB University Prasetyo, Bayu Febram; Firdausi, Zalfaa Nurr; Rahmadani, Satria Tegar; Fadia, Sindy Siti; Adinda, Nada; Amanda, Marsha; Zheng, Lee Xiang; Natawiria, Maria Stella Linda
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 3 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.3.1.23-29.

Abstract

Canine Atopic Dermatitis (CAD) adalah penyakit kulit kronis yang dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Studi kasus ini membahas penanganan seekor anjing Siberian Husky berusia 7 tahun yang didiagnosis dengan CAD di Rumah Sakit Hewan Pendidikan IPB University. Gejala utama yang dialami meliputi pruritus, eritema, dan lesi kulit yang disebabkan oleh infeksi sekunder. Terapi yang diberikan termasuk penggunaan prednisolon sebagai antiinflamasi, Transfer Factor untuk mendukung sistem imun, dan produk topikal seperti Allerdone untuk mengatasi gatal. Selain itu, sampo antibakteri dan antijamur, serta suplemen kulit Coatex, diberikan untuk mengelola kondisi kulit. Edukasi terhadap pemilik mengenai pengelolaan jangka panjang sangat penting untuk menjaga kualitas hidup anjing dan mengurangi beban psikologis serta finansial pemilik. Studi ini menekankan pentingnya pendekatan terapi multimodal dalam menangani CAD.
Potensi Kombinasi Rosemari (Rosemarinus officinalis), Eucalypytus (Eucalyptus pellita), dan Minyak Peppermin (Mentha piperita L.) pada Waktu Kematian Caplak Prasetyo, Bayu Febram; Purwono, Rini Madyastuti; Saragih, Adrian
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.91468

Abstract

Caplak menjadi faktor penyebab gangguan kulit yang banyak terjadi pada anjing. Resiko akibat caplak membuat kulit anjing mengalami kerusakan jaringan dan reaksi inflamasi sehingga penampilan terlihat jelek. Berbagai metode penaggulangan infeksi caplak telah berkembang. Namun, perlu adanya penyediaan obat baru yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan menguji waktu kematian caplak terhadap kombinasi rosemari, eucalyptus, dan minyak peppermin. Caplak Rhipicephalus sanguineus diperoleh melalui teleskopik dari anjing yang positif terinfeksi caplak di Asrama Mahasiswa Papua Dramaga Bogor. Perlakukan yang digunakan dengan komposisi rosemari 2 ml, eucalypytus 2 ml, dan minyak peppermin 1 ml; rosemari 2 ml, eucalypytus 2 ml, dan minyak peppermin 1,5 ml; serta rosemari 2 ml, eucalypytus 2 ml, dan minyak peppermin 2 ml dengan berlipat ganda sebanyak tiga kali. Analisis data dilakukan dengan melihat jumlah mortalitas akibat pengaruh paparan konsentrasi yang berbeda pada kombinasi rosemari, eucalyptus, dan minyak peppermin terhadap mortalitas caplak. Komposisi rosemari 2ml, eucalypytus 2 ml, dan minyak peppermin 2 ml pada hasil penelitian merupakan kombinasi paling efektif membunuh caplak dibandingkan 2 kombinasi lainnya.
Laporan Kasus: Efektivitas Prednisolone Dibandingkan dengan Madu Trigona pada Anjing Penderita Dermatitis Atopik Prasetyo, Bayu Febram; Fikram, Muhammad; Mifthadillah, Sekar Ayu; Khamidah, Nabila Nurrisma; Aziziah, Nurul Madinah; Ghazali, Farhan Rizqy; Natawiria, Maria Stella Linda
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 3 No. 2 (2025): September
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.3.2.%p.

Abstract

Dermatitis atopik pada anjing merupakan penyakit kulit kompleks dengan etiologi multifaktorial, melibatkan peradangan alergi dan infeksi sekunder. Studi ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pengobatan non- herbal dan herbal pada dua kasus anjing penderita dermatitis atopik di Rumah Sakit Hewan Pendidikan IPB. Anjing Glory diobati menggunakan kombinasi kortikosteroid oral, suplemen kulit, spray topikal anti alergi, dan shampoo medikasi, menunjukkan perbaikan signifikan dalam 14 hari. Sebaliknya, anjing Kacang yang hanya menerima kapsul madu trigona memerlukan waktu 30 hari untuk mencapai pemulihan klinis. Hasil ini mengindikasikan bahwa pengobatan non-herbal lebih cepat dalam mengatasi gejala klinis dibandingkan herbal, seperti madu trigona, meskipun berpotensi menyebabkan efek samping. Pemilihan terapi harus mempertimbangkan efektivitas, keamanan, dan tingkat keparahan penyakit untuk memastikan hasil yang optimal dan mencegah komplikasi.
AKTIVITAS ANTICAPLAK SEDIAAN SPRAY YANG MENGANDUNG MINYAK ROSEMARY,BERGAMOT DAN CUKA APEL Ath-Thaariq, Affan Aufar; Prasetyo, Bayu Febram; Supriyono
Jurnal Buana Farma Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v5i2.1408

Abstract

Apple cider vinegar and rosemary oil have an acaricidal effect on R. sanguineus ticks. Both ingredients offer health benefits. This study aimed to observe the effect of a spray preparation containing apple cider vinegar and rosemary oil at various concentrations on the mortality of R. sanguineus ticks. The study was conducted from February 2025 to April 2025. It used 75 R. sanguineus ticks, divided into 5 groups, with each group having three repetitions. K1, the negative control, was treated with pure distilled water. K2, the positive control, was treated with Fipronil 3% (Frontline brand). K3 was given bergamot oil 5%, rosemary oil 10%, and apple cider vinegar 5%. K4 was given bergamot oil 5%, rosemary oil 10%, and apple cider vinegar 10%. K5 was given bergamot oil 5%, rosemary oil 10%, and apple cider vinegar 15%. Each treatment group consisted of 5 ticks. Observations were made at 30, 60, 90, 120, and 180 minutes post-contact. The results showed that the group treated with bergamot oil 5%, rosemary oil 10%, and apple cider vinegar 15% achieved a Lethal Time 50 (LT50) at 106 minutes. The conclusion indicates that apple cider vinegar at a concentration of 15% required the least amount of time to kill the ticks
Studi Kasus: Terapi Prostatitis Disertai Urolithiasis pada Anjing Lokal Diaz, Fariz Arrachman; Nurdiansyah, Rio Dwi Haryadi; Bachmid, Salma Safitri; Mufida, Anis Arifatu; May, Ng U; Purwono, Rini Madyastuti; Fitri, Arni Diana; Budiono, Novericko Ginger; Prasetyo, Bayu Febram; Sutardi, Lina Noviyanti; Anisa, Rahma
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.2.1.43-47.

Abstract

Prostatitis pada anjing dapat disertai dengan urolithiasis. Keduanya dapat disebabkan oleh adanya infeksi bakteri yang masuk melalui saluran kemih. Anjing bernama Momo yang merupakan pasien RSHP IPB University datang dengan keluhan stranguria, hematuria, muntah, dan susah makan di malam sebelumnya. Pemeriksaan dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang ultrasonography (USG). Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Momo menderita urolithiasis disertai prostatitis. Sediaan Cefixime, Batugin® Elixir, Meloxicam, Glucosamine, Asam Traneksamat, dan pakan Royal Canin Urinary® diberikan sebagai penanganan. Kumpulan sediaan tersebut diberikan dalam rangka terapi kausatif dan simptomatik dari kasus urolithiasis disertai prostatitis.