Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENDEKATAN STATUS NUTRIEN PADA SEDIMEN UNTUK MENGUKUR STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI WILAYAH MUARA SUNGAI DAN PESISIR PANTAI RANCABUAYA, KABUPATEN GARUT Ayip Choerul Rizal; Yudi Nurul Ihsan; Eddy Afrianto; Lintang Permata Sari Juliadi
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.858 KB)

Abstract

Muara sungai merupakan wilayah pesisir yang rentan akan pengaruh kegiatan masyarakat pesisir, tidak terkecuali di muara sungai Cilaki, Cilayu, dan Cihideung, pesisir Rancabuaya, Garut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi nutrien pada sedimen serta mengetahui pengaruhnya terhadap keberadaan makrozoobentos. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2017 hingga Maret 2017 di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Unpad. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi kemudian disajikan secara deskripsi komparatif yaitu dengan mengukur kandungan nutrien pada sedimen kemudian dikorelasikan dengan struktur komunitas makrozoobenthos dan jenis sedimen di lokasi penelitian. Korelasi antara kelimpahan dengan masing-masing nutrien yang diukur menunjukan adanya nilai negatif. Hasil korelasi antara kelimpahan dengan C-organik pada sedimen memiliki nilai r = - 0.49, kelimpahan dengan N-total memiliki nilai r = - 0.61, kelimpahan dengan P-total memiliki nilai r = - 0.74, kelimpahan dengan NH4 memiliki nilai r = - 0.71, dan kelimpahan dengan NO3 memiliki nilai r = - 0.71. Kondisi tersebut dipengaruhi juga oleh tipe sedimen sehingga hanya makrozoobenthos dengan adaptasi tinggi yang mampu bertahan dalam kondisi seperti ini, sementara itu indeks keanekaragaman tergolong rendah sampai sedang dan ditemukan spesies yang mendominasi hanya di stasiun 1. Sebagian besar ukuran besar butir sedimen pada masing-masing stasiun berupa pasir lanauan sampai kerikil.
Efek Cekaman Salinitas Rendah Perairan Terhadap Kemampuan Adaptasi Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Faisal Rizki Hadi; Indah Riyantini; Ujang Subhan; Yudi Nurul Ihsan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. IX No. 2 /Desember 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.439 KB)

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan spesies euryhaline yang hidup di wilayah pesisir maupun laut. Spesies ini mampu bertahan pada wilayah dengan ekspos curah hujan dan siklus evaporasi sepanjang tahun yang akan berpengaruh pada fluktuasi salinitas dan suhu perairan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui dan mengkaji kemampuan adaptasi udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada media air yang mendapatkan perlakuan (salinitas) yang berbeda. Penelitian dilakukan di Laboratorium Basah dan Kolam Percobaan Ciparanje Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran, menggunakan 6 (enam) perlakuan berbeda. Udang vaname ditebar dalam akuarium dengan padat tebar awal sebanyak 20 ekor/akuarium. Setiap akuarium kemudian diberikan perlakuan berupa kontrol (32 ppt) dan perbedaan penurunan kadar salinitas (2 ppt/hari; 4 ppt/hari; 6 ppt/hari; 9 ppt/hari; dan 18 ppt/hari). Hasil penelitian menunjukkan udang mampu beradaptasi terhadap perubahan salinitas bertahap hingga 0 ppt dengan perlakuan (2 ppt/hari; 4 ppt/hari; dan 6 ppt/hari), ditunjukkan melalui sintasan yang bertahan di angka 100%. Sementara untuk perlakuan penurunan salinitas yang signifikan (9 ppt/hari dan 18 ppt/hari), udang kurang mampu beradaptasi, ditunjukkan dengan sintasan masing-masing 65% dan 35%. Respon udang pasca adaptasi terhadap cekaman salinitas rendah ditunjukkan dengan tingkat sintasan dari yang tertinggi ke rendah berturut-turut ditunjukkan pada perlakuan penurunan salinitas 9 ppt/hari; 18 ppt/hari; 4 ppt/hari; dan 6 ppt/hari. Sintasan lapangan yang diperoleh pada musim kemarau dan hujan tidak jauh berbeda. Kisaran sintasan di musim kemarau berada pada nilai 74,55% - 90,11%. Sedangkan selama musim hujan, sintasan udang berkisar antara 83,59% - 91,8%.
Pengaruh Perbedaan Struktur Komunitas Mangrove Terhadap Konsentrasi N Dan P Di Perairan Hutan Sancang Garut Deni Ramdani; Evi Liviawaty; Yudi Nurul Ihsan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 6, No 2(1) (2015): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Hutan Sancang, Garut. Pengujian konsentrasi N dan P dilakukan di Laboratorium Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Pengujian butir sedimen dilakukan di Laboratorium Teknik Geologi Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran. Pelaksanaannya dimulai dari bulan Februari sampai dengan bulan April 2015. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini  yaitu untuk  mengetahui struktur komunitas mangrove di Hutan Sancang, serta menganalisis bagaimana pengaruh perbedaan struktur komunitas mangrove terhadap konsentrasi Nitrogen dan Fosfor   di perairan Hutan Sancang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey dan data yang diperoleh dianalisis dengan Anova dan Uji Duncan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Pengambilan data vegetasi mangrove menggunakan metode transek kuadrat, kemudian sampling parameter  perairan dan substrat.  Penentuan stasiun penelitian berdasarkan jenis mangrove yang ada di tempat itu. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 3 spesies mangrove pada 3 stasiun penelitian. Jenis mangrove yang ditemukan yaitu Sonneratia caseolaris, Rhizopora apiculata dan Bruguiera gymnorrhiza, dengan jenis yang mendominasi adalah Sonneratia caseolaris. Indeks keanekaragaman di lokasi penelitian berkisar antara 0 - 1, menunjukkan kestabilan ekosistem rendah. Tidak terdapat perbedaan signifikan untuk konsentrasi N-Total dan P-Total. Struktur komunitas mangrove tidak berpengaruh terhadap perbedaan konsentrasi nitrogen dan fosfor di perairn Hutan Sancang. Kata kunci: Struktur komunitas, Mangrove, Substrat, Konsentrasi N-Total dan P-Total
PENAMBAHAN KARAGENAN TERHADAP TINGKAT KESUKAAN PEMPEK LELE Nawang Nila Ririsanti; Evi Liviawaty; Yudi Nurul Ihsan; Rusky Intan Pratama
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan terhadap tingkat kesukaan panelis pada produk pempek lele. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran pada bulan Maret 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan 15 panelis semi terlatih dan lima perlakuan penambahan tepung karagenan sebesar 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75%, dan 1,00% dari berat surimi ikan lele. Uji yang diamati dalam penelitian yaitu uji hedonik dengan parameter karakteristik organoleptik meliputi kenampakan, aroma, tekstur, dan rasa pempek lele, uji lipat (Folding test), dan kadar air pada perlakuan penambahan tepung karagenan sebesar 0% dan 0,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan penambahan tepung karagenan masih disukai penelis, namun perlakuan penambahan tepung karagenan sebesar 0,5% menghasilkan pempek lele dengan tingkat kesukaan yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya, dengan nilai median karakteristik kenampakan, aroma dan tektur yaitu 7 (disukai) dan rasa yaitu 9 (sangat disukai), nilai rata-rata kekenyalan 5 (sangat kenyal) serta kadar air 48,22%.
Kepadatan dan Preferensi Habitat Kima (Tridacnidae) Di Perairan Pulau Semak Daun Provinsi DKI Jakarta Muhamad Akmal Rizkifar; Yudi Nurul Ihsan; Herman Hamdani; Sunarto . .
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 1/Juni 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.945 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2017 di Pulau Semak Daun, Kepulauan Seribu dengan pengolahan data di Laboratorium Komputer FPIK UNPAD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepadatan populasi kima hubungannya dengan karakteristik substratnya pada ekosistem terumbu karang di pulau Semak Daun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pengolahan data menggunakan metode statistik deskriptif yaitu Corespondence Analisys (CA) dan Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis/PCA). Hasil penelitian ditemukan 2 jenis kima dilokasi penelitian yaitu T. Crocea dan T. Maxima. Kelimpahan Spesies T. Crocea menjadi yang tertinggi dengan kelimpahan rata-rata 290 ind/ha dan Kelimpahan Spesies T. Maxima memiliki kelimpahan rata-rata 20 ind/ha. Kelimpahan kima tertinggi berada di stasiun 2 yang berada di bagian selatan pulau sebesar 420 ind/ha, dan terendah berada di stasiun 4 yang berada di bagian utara pulau sebesar 180 ind/ha. Pola distribusi spesies kima sebagian bersifat mengelompok (T. Crocea) dan sebagian lagi bersifat seragam. Distribusi kima preferensinya terhadap substrat dikelompokan dalam 2 kelompok karakteristik habitat. Spesies kima T. Crocea dengan jenis substrat Dead Coral Algae (DCA). Sedangkan spesies kima T. Maxima dengan jenis substrat Dead Coral Algae (DCA) dan substrat karang masif (CM).
Daya Dukung Lingkungan dan Analisis Kesesuaian pada Wisata Hiu Paus (Rhincodon typus) di Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Kabupaten Nabire Donny Juliandri Prihadi; Aris Nuryana; Walim Lili; Yudi Nurul Ihsan; Evi Nurul Ihsan
Akuatika Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.105 KB) | DOI: 10.24198/jaki.v2i2.23418

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Perairan Kwatisore, Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Kabupaten Nabire untuk mengetahui kesesuaian kondisi lingkungan perairan dan daya dukung kawasan dalam mendukung pengembangan wisata hiu paus (Rhincodon typus) di perairan Kwatisore. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode cross section dimana data bersumber dari data primer yakni data yang dikumpulkan melalui observasi di lapangan dan data sekunder yang bersumber dari pengelola wisata dan instansi terkait. Data tersebut kemudian dianalisis dengan metode Water QualityIndex (WQI) dan analisis kesesuaian serta analisis daya dukung kawasan. Pengambilan data primer dilakukan di 11 stasiun berdasarkan titik kemunculan hiu paus selama tahun 2013 – 2015. Hasil analisis Water Quality Index(WQI) menunjukkan bahwa kondisi perairan Kwatisore baik air laut maupun tawar tergolong normal atau belum tercemar. Hasil perbandingan baku mutu air laut untuk wisata bahari dan biota laut menunjukkan bahwa perairan Kwatisore sesuai untuk dijadikan wisata bahari dan habitat biota laut seperti hiu paus. Penentuan waktu terbaik dalam melihat hiu paus adalah ketika fase bulan baru atau pada minggu 1 dan 2 awal bulan. Untuk analisis kesesuaian kawasan untuk wisata melihat hiu paus menunjukkan bahwa stasiun 1, 4, 7, 8, 9 dan 11 termasuk dalam kriteria S1 atau sangat sesuai,sedangkan stasiun 2, 3, 5, 6 dan 10 termasuk S2 atau sesuai sebagai lokasi melihat hiu paus. Hasil perhitungan nilai daya dukung kawasan (DDK) wisata hiu paus di perairan Kwatisore mencapai 108 wisatawan/hari.
The Impact of Tourism on Coastal Communities on Small Islands: Case on Pari Island, Seribu Islands Regency Triyono Triyono; Vera Bararah Barid; Nurul D. M. Sjafrie; Budhi Gunawan; Yudi Nurul Ihsan; Herry Yogaswara
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine Journal) Vol 9, No 2 (2022): ECSOFiM April 2022
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ecsofim.2022.009.02.02

Abstract

Marine and coastal tourism in the small islands is one of the fastest-groing trourist activiities compared to the other tourism activities. However, along with the explosive growth of tourism activity, tourism has a potential impact on the small island; hence, the sustainability of tourism itself is questionable. This research was conducted in July-August 2021 on Pari Island, Seribu Islands Regency. This study aims to determine the impact of tourism development on the people's lives on Pari Island from the economic, socio-cultural, and political dimensions. The data were collected through a questionnaire with 317 respondents who were the head of the family; therefore, the data will analyze descriptively. The impact of tourism from the economic dimension is the development of livelihoods, reduced unemployment, improved quality of life, increased wages and income levels, despite an increase in the cost of living happened. From the socio-cultural dimension, there are limited residential areas for people who have moved to and from Pari Island. Then, it is known that tourism does not influence the local community's cultural changes. Meanwhile, from the political dimension, the community has been included in making decisions regarding tourism on this island.
Sediment Transport Pattern Modelling in Bojong Salawe Coast Pangandaran using Mike 21 Nira Nirwana; Subiyanto Subiyanto; Yuniarti MS; Yudi Nurul Ihsan
International Journal of Quantitative Research and Modeling Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Research Collaboration Community (RCC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1451.011 KB)

Abstract

Bojong Salawe is a coastal area with unique characteristics due to a confluence of three rivers that flow through Cijulang, Cijalu, Cialit and into the Indian Ocean. With complex oceanographic conditions, the sediment transport patterns at Bojong Salawe needs to be contemplated, especially the coastal’s utilization which is quite productive. This study aims to determine the sediment types, the sediment transport patterns and the effect of sediment transport on abrasion or accretion which are supported by hydrodynamic parameters modelling such as wind, currents and tides in the west and east monsoons using hydrodynamic modules and sediment transport in MIKE 21. The results showed that the sediments in this study is 80% sandy silt and 20% sand. The sediment transport pattern models in both the west and east monsoons tend to be influenced by tidal currents, sediment types and the season itself. West monsoon has a higher sediment concentration which ranges from 0 to 8.4 kg/m3 compared to the East Monsoon with a range of 0-4 kg/m3. The effect of sediment transport on the average bed level was 0.71861 m in the west monsoon and 0.37586 m in the east monsoon whereas in the estuary (research station), the average change in West Monsoon is 0.00861 m (ST 1) and 0.07107 m (ST 2) and in the East Monsoon, it is 0.01003 m (ST 1) and 0.01147 m (ST 2). This bed level change tends to increase, indicating that the Bojong Salawe coast has experienced sedimentation (accretion).
ESTIMASI PRODUKTIVITAS PRIMER FITOPLANKTON DI KAWASAN HUTAN MANGROVE BATUKARAS PANGANDARAN, PROVINSI JAWA BARAT Ramdan Nurdiana; Tri Dewi Kusumaningrum Pribadi; Yudi Nurul Ihsan
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 2 (2020): JFMR VOL 4. NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.11

Abstract

Hutan mangrove merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki fungsi sosial, ekonomi, dan ekologi bagi lingkungan sekitar. Layanan ekosistem mangrove melalui pendekatan produktivitas perairan menjadi salah satu indikator untuk melihat fungsi habitat dan ekologinya. Kajian eksplorasi ini bertujuan untuk menentukan tingkat produktivitas perairan dan korelasinya dengan faktor-faktor lingkungan. Pengukuran produktivitas perairan yang diukur secara musiman dilakukan selama satu tahun. Sampel air diperoleh dari 3 titik sampling yang terbagi menjadi tiga zona (perairan tawar, mangrove, estuari) dengan masing – masing 3 kali pengulangan. Pengukuran produktivitas primerd dilakukan dengan metode oksigen gelap terang. Secara kontras dapat diketahui ahwa nilai produktivitas perairan tertinggi terdapat pada daerah estuari di kedua musim (> 1000 mgC.m-3). Walaupun tidak terdapat korelasi yang signifikan antara produktvitas primer dengan parameter lingkungan, perubahan yang terjadi antara musim memberikan informasi terhadap pengaruh masing-masing parameter.
Composition of Microplastics Of Coastal Sediments In Kupang and Rote Isalnd, East Nusa Tenggara Tombus Lucas Anggara; Lintang P. S. Yuliadi; Yudi Nurul Ihsan; M. Rudyansyah Ismail
Journal Omni-Akuatika Vol 15, No 2 (2019): Omni-Akuatika November
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2019.15.2.707

Abstract

This research was conducted at the Kupang dan Rote Islands, East Nusa Tenggara in June until November 2018. This research using Wet Peroxide Oxidation methods and aims to obtain data on microplastics distributin that accumulates in coastal sediments in Kupang and Rote Islands.  A result of this research shows that the lowest coast is Ndana Beach at 5 particles/400gr and Pasir Panjang has the highest microplastics abundancre of 23 particles/400gr. A microplastics obtained are fragments, fibers and films but for films that are obtained in 2 stations is Oenggae Beach and Pasir Panjang Beach. A microplastics colors obtained are black, blue, yellow, red, green and white and for sizes small microplastics dominant in all stations. Keywords: Kupang and Rote Island, Microplastic, Coastal Sediments, Wet Peroxide Oxdation
Co-Authors Archie S. Eka Buana Aris Nuryana Atikah Nurhayati Ayip Choerul Rizal Budhi Gunawan Darmawan, Rivaldi Thio Deni Ramdani Dhahiyat, Ahmad Prawira Dita Agustian Donny Juliandri Prihadi Eddy Afrianto Eddy Afrianto Erri Noviar Megantara Evi Liviawaty Evi Nurul Ihsan Faisal Rizki Hadi Fellatami, Kalysta Frederika, Yanthi Christin Herman Hamdani Herman, Adam Herry Yogaswara Ihsan, Evi Nurul Iklima Hasanah Indah Riyantini Indah Riyantini Indah Riyantini Ine Maulina Jiang Mingguo Junirahma, Nur Sakinah Kalysta Fellatami Kalysta Fellatami Kalysta Fellatami Kalysta Fellatami Kalysta Fellatami Keukeu Kaniawati Rosada Lintang P. S. Yuliadi Lintang Permata Sari Juliadi Lintang Permata Sari Yuliandi Lintang Permatasari Yuliadi Luthfiyyah Azizah M. Rudyansyah Ismail Martha Fani Cahyandito Meitha Permata Sari MS, Yuniarti Muflihah, Fahira Nuril Muhamad Akmal Rizkifar Nawang Nila Ririsanti Nenci Haryadi Nia Rossiana Nira Nirwana Nirwa, Nira na Nopa Firmansyah Nurfitriani, Anggia Nurul D. M. Sjafrie Nuryana, Aris Okliandi Saputra Phobe Nadine Alfa Zefa Raden Wandha Humaira Ramdan Nurdiana Ramdan Nurdiana, Ramdan Rega Permana Rega Permana Rizky K. Bangsa Rusky Intan Pratama Satriawan, Ratu Balqist Priesty Higina Sheila Zallesa Subiyanto Subiyanto sunarto sunarto Sunarto Sunarto Supian, Sudradjat Syamsuddin, Mega Laksmini Titin Herawati Tombus Lucas Anggara Tri Dewi K Pribadi Tri Dewi K Pribadi Tri Dewi K. Pribadi Tri Dewi K. Pribadi Tri Dewi Kusumaningrum Pribadi Tri Dewi Kusumaningrum Pribadi Triyono Triyono Ujang Subhan Vera Bararah Barid Walim Lili Yeni Mulyani Yuniarti MS Yuniarti Yuniarti Zallesa, Sheila