Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Metode Pembelajaran Studi Kasus Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS di Kelas VIII-3 SMP Negeri 6 Gorontalo Ni Kadek Lusiyani; Agil Bahsoan; Yulianti Toralawe; Melizubaida Mahmud; Ardiansyah Ardiansyah
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i4.10707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Di Kelas VIII-3 SMP Negeri 6 Gorontalo Dengan Menerapkan Metode Pembelajaran Studi Kasus. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran studi kasus dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas VIII-3 SMP Negeri 6 Gorontalo. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya jumlah siswa yang memperoleh nilai ketuntasan belajar dari 47% saat observasi awal menjadi 75% hasil siklus 1 dan meningkat lagi menjadi 97% hasil siklus 2. Sehingga terjadi peningkatan sebesar 22% dari siklus 1 ke siklus 2.
Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Minat Belajar Siswa Ardiansyah Ardiansyah; Nurul Maulida Alwi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3253

Abstract

Proses pembelajaran yang efektif memerlukan keterlibatan aktif siswa, namun rendahnya motivasi belajar sering menjadi tantangan dalam mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum Merdeka hadir sebagai inovasi yang diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan minat siswa melalui pendekatan yang lebih fleksibel dan berpusat pada peserta didik. Kurangnya minat dan perhatian siswa terhadap proses pembelajaran meyebabkan tujuan pembelajaran kurang tercapai maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka mempengaruhi motivasi belajar siswa. Metode kuantitatif desain ex post facto digunakan dalam penelitian ini dengan variabel independen yaitu kurikulum merdeka dan minat belajar sebagai sebagai variabel dependent. Instrumennya yang digunakan meliputi angket, wawancara dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana dengan aplikasi IBM SPSS Versi 27.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Kurikulum Meredeka memiliki dampak yang baik dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Penerapan kurikulum merdeka menumbuhkan semangat dan minat siswa untuk belajar di kelas. Implementasi Kurikulum Merdeka terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Fleksibilitas dan pendekatan student-centered dalam kurikulum ini berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dinamis, sehingga mendorong siswa untuk lebih termotivasi dan terlibat dalam kegiatan belajar.
Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Metode Mind Mapping dalam Pembelajaran IPS Terpadu Ardiansyah Ardiansyah; Diniarti Makalalag; Meyko Panigoro; Agil Bahsoan; Fatmawaty Damiti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3314

Abstract

Dalam upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), diperlukan pendekatan yang inovatif dan mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis serta keterlibatan aktif siswa. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan metode Mind Mapping Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencaan, pelaksanaan dan evaluasi implementasi model Problem Based Learning berbantun metode Mind Mapping pada mata pelajaran IPS dan faktor apa saja yang mendukung dan menghambat implementasi model Problem Based Learning berbantun metode Mind Mapping pada mata pelajaran IPS. Dengan menggunakan metode pendekatan Kualitatif Deskriptif dengan desain penelitian Studi Kasus Deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dilakukan dengan baik, termasuk penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, pemilihan media pembelajaran, serta pembekalan siswa terhadap konsep dasar Mind Mapping. Dalam tahap pelaksanaan, guru menyesuaikan penerapan metode dengan karakteristik siswa dan materi yang diajarkan, serta menggunakan pendekatan interaktif yang meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Evaluasi dilakukan melalui rubrik penilaian yang mencakup aspek partisipasi aktif, keterampilan berpikir kritis, serta pemecahan masalah. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat dalam penerapan metode ini, yaitu keterbatasan media pembelajaran, kesulitan siswa beradaptasi dalam kelompok, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Faktor pendukung utama mencakup visualisasi konsep abstrak, keterlibatan aktif siswa, serta peningkatan keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kombinasi Problem Based Learning dan Mind Mapping merupakan pendekatan yang inovatif dan efektif dalam pembelajaran IPS.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 1 KABILA Marni Adam; Radia Hafid; Sudirman Sudirman; Ardiansyah Ardiansyah; Risca Marsanti Halid
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10443

Abstract

This study aims to analyze the contribution of interactive learning media to seventh-grade students’ learning motivation in social studies at SMP Negeri 1 Kabila, Bone Bolango Regency. The study was motivated by students’ low learning motivation in social studies, as indicated by limited focus, enthusiasm, and active participation during classroom learning. In addition, studies examining the combined use of interactive PowerPoint, instructional videos, and Educaplay-based educational quizzes in seventh-grade social studies learning remain limited. This research employed a quantitative approach with an ex post facto design; therefore, the relationship examined in this study is statistical or associative rather than experimental causal. The population consisted of 200 seventh-grade students, and 67 respondents were selected using the Slovin formula and simple random sampling technique. Data were collected through questionnaires, observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using validity and reliability tests, normality test, simple linear regression, t-test, correlation analysis, and coefficient of determination. The results show that interactive learning media had a positive and significant relationship with students’ learning motivation. The regression equation was Ŷ = 27.233 + 0.698X, with a t-value of 10.095 > t-table value of 1.997 and p < 0.001. The correlation coefficient of 0.781 indicates a strong relationship, while the coefficient of determination of 0.611 shows that interactive learning media contributed 61.1% to students’ learning motivation. Therefore, interactive learning media contributed positively to students’ learning motivation in social studies learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi media pembelajaran interaktif terhadap motivasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS, yang terlihat dari kurangnya fokus, antusiasme, dan partisipasi aktif selama pembelajaran. Selain itu, kajian tentang penggunaan kombinasi PowerPoint interaktif, video pembelajaran, dan kuis edukatif berbasis Educaplay dalam pembelajaran IPS kelas VII masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto, sehingga hubungan yang dikaji bersifat statistik/asosiatif, bukan hubungan kausal eksperimental. Populasi penelitian berjumlah 200 siswa kelas VII, dengan sampel 67 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, regresi linear sederhana, uji t, korelasi, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berhubungan positif dan signifikan dengan motivasi belajar siswa. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Ŷ = 27,233 + 0,698X, dengan nilai t hitung 10,095 > t tabel 1,997 dan p < 0,001. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,781 menunjukkan hubungan yang kuat, sedangkan koefisien determinasi sebesar 0,611 menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif memberikan kontribusi sebesar 61,1% terhadap motivasi belajar siswa. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berkontribusi positif terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS.    
PENGARUH PENDIDIKAN EKONOMI DALAM KELUARGA TERHADAP MOTIVASI SISWA MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI Juliya Paramata; Meyko Panigoro; Yulianti Toralawe; Frahmawati Bumulo; Ardiansyah Ardiansyah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11088

Abstract

This study aims to determine the effect of Family Economic Education on the motivation of students to continue their studies to college at SMK Negeri 2 Paguyaman Boalemo Regency, Gorontalo. This study is motivated by the low number of graduates who continue their education to college in the last five years. This condition is influenced by various factors, especially family economic education related to financial management, saving habits, parental support, and understanding of the importance of education as a future investment. This study uses a quantitative approach with associative methods. The study population was 77 graduate students in 2025, while the research sample was 10 respondents determined using purposive sampling technique. Data collection techniques are done through observation, questionnaires, and documentation. Data analysis using descriptive statistics, normality Test, simple linear regression, t-test, and coefficient of determination. The results showed that family Economic Education is in the high category with an average value of 4.39, while the motivation of students to continue their studies to college is in the high category with an average value of 4.26. Thus, Family Economic Education has a positive influence on the motivation of students to go to college. The better the Economic Education applied in the family, the higher the motivation of students to continue their education to college. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan ekonomi keluarga terhadap motivasi siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi pada siswa SMK Negeri 2 Paguyaman Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya jumlah lulusan yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dalam lima tahun terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama pendidikan ekonomi keluarga yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan, kebiasaan menabung, dukungan orang tua, serta pemahaman mengenai pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 77 siswa lulusan tahun 2025, sedangkan sampel penelitian sebanyak 10 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ekonomi keluarga berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,39, sedangkan motivasi siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,26. Dengan demikian, pendidikan ekonomi keluarga memiliki pengaruh positif terhadap motivasi siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Semakin baik pendidikan ekonomi yang diterapkan dalam keluarga, maka semakin tinggi motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Pelatihan pengembangan potensi remaja karang taruna dalam pembuatan profil karier digital (career portofolio and career mapping wall) Nurul Maulida Alwi; Ardiansyah Ardiansyah; Andi Marshanawiah; Nanda Mirzawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.35172

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui program KKN Tematik dengan tujuan meningkatkan potensi remaja Karang Taruna di Desa Ulapato B, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo dalam menyusun profil karier digital melalui career portofolio dan career mapping wall. Permasalahan utama yang dihadapi remaja adalah rendahnya literasi karier, keterampilan digital yang masih terbatas, serta minimnya pemahaman mengenai pentingnya perencanaan masa depan. Untuk mengatasi hal tersebut, kegiatan dirancang menggunakan pendekatan experiential learning dan edukasi partisipatif, yang meliputi pemetaan kebutuhan, pelatihan literasi karier, asesmen minat dan bakat berbasis teori Holland, workshop pembuatan CV digital dan portofolio karier, penyusunan career mapping wall, serta pelatihan personal branding melalui media sosial professional yaitu LinkedIn. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan remaja dalam mengenali potensi diri, membuat CV dan portofolio digital, serta menyusun rencana karier yang lebih sistematis. Selain itu, peserta mulai memanfaatkan media sosial profesional seperti LinkedIn untuk membangun citra diri positif. Manfaat dari kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan remaja dalam menghadapi dunia kerja, tetapi juga memperkuat peran Karang Taruna sebagai pusat pembinaan pemuda berbasis literasi digital. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan remaja di era digital sekaligus mendukung pengurangan angka pengangguran di kalangan generasi muda. Kata kunci: potensi; remaja karang taruna; profil karier digital; career portofolio; career mapping wall. Abstract This community service activity was carried out through the Thematic KKN program with the aim of increasing the potencal of youth Karang Taruna (Youth Organization) in Ulapato B Village, Telaga Biru District, Gorontalo Regency, in developing digital career profiles through career portfolios and career mapping walls. The main problems faced by youth are low career literacy, limited digital skills, and a lack of understanding of the importance of future planning. To address these issues, the activity was designed using an experiential learning approach and participatory education, which included needs mapping, career literacy training, interest and talent assessments based on Holland's theory, workshops on creating digital CV and career portfolios, developing career mapping walls, and personal branding training through professional social media that is LinkedIn. The results of the activity showed an increase in the youth's ability to recognize their potential, create CVs and digital portfolios, and develop more systematic career plans. In addition, participants began utilizing professional social media such as LinkedIn to build a positive self-image. The impact of this activity not only increased the youth's self-confidence and readiness to face the world of work, but also strengthened the role of Karang Taruna as a center for youth development based on digital literacy. This program is expected to become a model for youth empowerment in the digital era while also supporting the reduction of unemployment rates among the younger generation. Keywords: potential; youth organization; digital career profile; career portofolio; career mapping wall.
Pengaruh Model Pembelajaran Role Playing Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VII di SMPN 3 Paguyaman Sri Indrawati Daud; Frahma Bumulo; Ardiansyah; Meyko Panigoro; Sudirman Sudirman
Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Sudirman Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to determine whether there is any effect of the Role Playing Learning Model on Student Learning Outcomes in Social Science for Class VII at SMP 3 Paguyaman.This is a descriptive quantitative research with a sample size of 34. The instrument used was a questionnaire,and data analysis technique used was simple linear regression analysis. Based on the data analysis results,it was found that there is a significant effect of the Role-Playing Learning Model on Student Learning Outcomes at 37.1%, while the remaining 62.9% was affected by other variables not studied in this research.
Empowering Rural Economies: The Impact of MSME Development on Welfare in Binjeita Village, Indonesia Selvina Baba; Syarwani Canon; Sudirman Sudirman; Frahmawati Bumulo; Ardiansyah
Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Sudirman Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the influence of Micro, Small, and Medium Enterprise (MSME) development on community welfare in Binjeita Village, North Sulawesi, Indonesia, a rural area with 132 active MSMEs. The research addresses the gap between government support for MSMEs and actual welfare outcomes, aiming to empirically assess whether MSME performance translates into tangible improvements in income, education, and health. Using a quantitative, positivist approach and a simple causal design, data were collected from 33 randomly selected MSME actors. Instruments measuring MSME development and community welfare were validated and found to be highly reliable (Cronbach’s alpha > 0.90). Descriptive and inferential statistics, including simple linear regression, were employed to test the hypothesis. Results indicate that MSME development is rated as "very good," particularly in the financial aspect, while community welfare also scored "very good," with education emerging as the strongest component. The regression analysis yielded a positive and statistically significant coefficient (b = 0.821; t = 6.588; p < 0.001), confirming that improved MSME performance correlates with increased welfare. The model explains 58.3% of welfare variation, highlighting the substantial role of MSMEs in local development. These findings suggest that policies aiming to empower MSMEs—through finance, training, and market access—can effectively improve rural welfare. The study contributes to local development literature by offering empirical evidence of the MSME-welfare nexus in an under-researched Indonesian village context.
Effect of Problem-Based Learning on Vocational Students’ Creative Products and Entrepreneurship (PKK) Outcomes in an Indonesian Public Vocational School Chairunnisa Biahimo; Roy Hasiru; Sudirman Sudirman; Meyko Panigoro; Ardiansyah Ardiansyah
Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Sudirman Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Entrepreneurship-oriented learning in vocational schools requires instructional approaches that promote active inquiry, practical competence, and meaningful engagement. This study examined the effect of problem-based learning on Grade XI students’ learning outcomes in Creative Products and Entrepreneurship at SMK Negeri 4 Gorontalo. A quantitative, causal design was used with total sampling of 32 students. Data were collected using structured questionnaires and supporting documentation, and were analysed using simple linear regression with assumption checking through a residual normality test. Results show that students perceived problem-based learning implementation as very strong across its core stages, and learning outcomes were similarly rated very highly across cognitive, affective, and psychomotor domains. The regression model indicates a positive association between problem-based learning and learning outcomes, supported by a statistically significant coefficient. The relationship is strong, and the model explains more than half of the variance in learning outcomes, suggesting that problem-based learning is a substantial instructional contributor to entrepreneurship-related attainment in this context. Nonetheless, a meaningful proportion of outcome variance remains linked to other influences. These findings indicate that consistent implementation of problem-based learning can improve vocational students’ entrepreneurial learning outcomes and that optimisation efforts should be complemented by supportive conditions such as adequate learning facilities and motivational supports.
Pengaruh Komunikasi Guru terhadap Perilaku Belajar Siswa Marlin S. Helidu; Heldy Vanni Alam; Agil Bahsoan; Rosman Ilato; Ardiansyah
Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2022): Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin (Agustus 2022 - Januari 2023)
Publisher : Transbahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/researchreview.v1i2.19

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Komunikasi Guru Terhadap Perilaku Belajar Siswa SMP Negeri 6 Satap Tibawa Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode penelitian Survei. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran kuisioner pada Siswa SMP Negeri 6 Satap Tibawa Kabupaten Gorontalo. Jumlah Penarikan Sampel dalam penelitian ini sebesar 51 responden. Teknik analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai regresi dan hasil uji hipotesis terdapat pengaruh positif komunikasi guru terhadap perilaku belajar siswa SMP Negeri 6 Satap Tibawa Kabupaten Gorontalo. Besaran pengaruh Komunikasi Guru Terhadap Perilaku Belajar Siswa 24,9% sedangkan sisanya sebesar 75,1% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti.