Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ADMINISTRASI PADA KANTOR UNIT TRANSFUSI DARAH PALANG MERAH INDONESIA KOTA PEKANBARU Hernimawati, Hernimawati; Dailiati, Surya; Sudaryanto, Sudaryanto
Jurnal Daya Saing Vol. 6 No. 1 (2020): Inovasi Pemasaran, Kewirausahaan, dan Kinerja Bisnis pada Era Transformasi Ekon
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/dayasaing.v6i1.425

Abstract

Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia Kota Pekanbaru adalah salah lembaga swasta yang membantu pemerintah dan masyarakat dalam pengadaan darah. Darah dihimpun dari berbagai elemen masyarakat untuk selanjutnya diberikan kepada pasien-pasien yang membutuhkan baik dirumah sakit pemerintah maupun swasta. Namun terdapat permasalahan dalam penyelenggaraan administrasi yakni masih adanya komunikasi yang kurang jelas antara pasien dengan pegawai dalam hal pembiayaan. Kemudian kurangnya stok darah dan tidak semua pendonor aktif. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian menggunakan teori Crisyanti (2011) dengan indikator organisasi, manajemen, komunikasi, informasi, personalia, keuangan, perbekalan dan hubungan kemasyarakatan. Selanjutnya dilakukan analisis deskriptif kualitatif. Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa administrasi di Kantor Unit Transfusi Darah Kota Pekanbaru sudah berjalan. Namun tetap perlu dilakukan upaya peningkatan agar menjadi lebih baik. Upaya tersebut adalah kejelasan penggunaan fasilitas kesehatan, penempatan petugas pendamping bagi keluarga pasien yang membutuhkan darah dan jadwal rutin dalam kegiatan penyuluhan. Kata Kunci: Administrasi Dan Kantor
PENGELOLAAN PEMERINTAHAN DI KECAMATAN KAMPAR KABUPATEN KAMPAR Hernimawati, Hernimawati; Dailiati, Surya; Sudaryanto, Sudaryanto
Jurnal Daya Saing Vol. 6 No. 3 (2020): Kinerja Layanan, Dinamika Ekonomi Lokal, dan Strategi Adaptasi Bisnis di Masa P
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/dayasaing.v6i3.564

Abstract

Tata kelola pemerintahan yang baik tentu melibatkan semua pihak, tidak hanya pemerintah semata namun juga masyarakat. Begitu pula dengan Pemerintah Kecamatan Kabupaten Kampar sebagai satuan kerja perangkat daerah berupaya menyusun rencana kerja sebagai acuan pembangunan dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan capaian kinerja pelayanan masyarakat. Hal ini sudah menjadi tugas pokok dan fungsi pemerintahan kecamatan. Harapannya, tentua tercapai sinrkonisasi program dan kegiatan kecamatan dengan target dan sasaran pembangunan daerah. Pada akhirnya mampu menjadi arah dan tolak ukur pelaksanaan pembangunan. Dari kondisi tersebut dalam pelaksanaannya masih terdapat permasalahan, Dari kondisi tersebut maka yang menjadi permasalahan adalah pemerintah dan masyarakat masih sulit menentukan prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan, aparatur pemerintah dan masyarakat sulit menemukan kata sepakat dalam perencanaan pembangunan dan terbatasnya anggaran yang dikelola oleh pemerintah kecamatan. Menurut Bintoro Tjokroamidjoyo dalam Lijan Poltak dan kawan kawan (2014), bahwa pemahaman konsepsi pengelolaan kepemerintahan yang amanah berdasarkan prinsip; akuntabilitas, transparansi, keterbukaan, berhukum serta perlakuan yang adil. Secara umum pemerintah berperan untuk menciptakan lingkungan politik dan hukum yang kondusif. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa pembangunan berbasis masyarakat sudah mengedepankan akuntabilitas, transparansi, keterbukaan, berhukum serta perlakukan yang adil. Hambatannya, keterbukaan kurang dimanfaatkan sesuai undang-undang informasi dan transaksional elektronik. Kemudian tidak semua pelayanan berbasis online serta terbatasnya kemampuan sumber daya aparatur. Kata Kunci: Pengelolaan, Pemerintahan Dan Kecamatan
Peningkatan Pemahaman Kampanye Di Kampung Sungai Limau Kecamatan Pusako Kabupaten Siak Hernimawati, Hernimawati; Dailiati, Surya; Sudaryanto, Sudaryanto
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 3 No. 3 (2019): Penguatan Kapasitas Masyarakat dan Sektor Publik melalui Pengabdian dan Pelatih
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v3i3.413

Abstract

Dosen dituntut untuk secara kritis mampu terlibat lebih aktif dalam upaya pembangunan politik, melalui proses belajar dan pengembangan ilmu pengetahuan yang diiringi pula dengan kerja nyata di lingkungan, pengabdian dosen di bidang pembangunan masyarakat ini dapat dimulai sejak dini melalui berbagai bentuk aplikasi karya dan bakti. Oleh karena itu perlu dilakukan penyuluhan tentang kampanye di desa atau Kampung Sungai Limau Kecamatan Pusako Kabupaten Siak. Diketahui, kampung ini butuh diberikan penyuluhan tentang kampanye karena masih rendahnya pemahaman masyarakat dan partisipasi pemilih yang rendah. Oleh karena itu perlu ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra secara sistematis sesuai dengan prioritas permasalahan adalah melakukan penyuluhan tentang aturan kampanye yakni Peraturan Komisi Pemilihan Umum. Pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan judul Peningkatan Pemahamam Kampanye di Kampung Sungai Limau Kecamatan Pusako Kabupaten Siak sudah berjalan sesuai dengan target yang ingin dicapai yakni peningkatan pemahaman dan kinerja. Dalam pengabdian ini dijelaskan aturan yang terkait dengan kemapnye yakni Peraturan Komisi Pemilihan Umum.
Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba Di Desa Padang Mutung Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar Dailiati, Surya; Hernimawati, Hernimawati; Sudaryanto, Sudaryanto
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 4 No. 1 (2020): Penguatan Pelayanan Publik dan Pendidikan melalui Pengabdian serta Inovasi Berb
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v4i1.458

Abstract

Desa Padang Mutung adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar. Di Kecamatan Kampar terdapat 17 desa dan satu kelurahan, dengan luas wilayah mencapai 507,12 Km2 atau 3,5 % dari luas wilayah Kecamatan Kampar yakni 14.365,68 Km2. Di desa ini jumlah perangkat desa sebanyak 6 orang yang terdiri atas 4 laki-laki dan 2 perempuan. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah terjadinya bisnis narkoba menghasilkan uang yang banyak, menggiurkan banyak pihak ada terjadi di Desa Padang Mutung. Kemudian masih rendahnya niat aparatur desa dan masyarakat membentuk wadah anti narkoba. Untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi secara sistematis sesuai dengan prioritas permasalahan adalah dengan melibatkan diri menjadi mitra dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau. Selain itu dengan membanguun semangat kebersamaam dalam pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Langkah lainnya bisa dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan aparatur desa. Dari kegiatan yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa pengabdian masyarakat yang dilakukan telah berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya peserta pengabdian dari berbagai unsur masyarakat, mulai aparatur sipil dari kecamatan, pemerintah desa, dusun, tokoh masyarakat dan kepemudaan. Dimulai dari pemahaman masyarakat tentang pencegahan peredaran gelap narkoba dan penggunaannya. Pencegahan dari peredaran artinya, narkoba (narkotika dan obat-obatan berbahaya) harus dicegah peredarannya tanpa mengikuti ketentuan yang berlaku. Pencegahan yang dilakukan baik kepada pemakai, aparat kesehatan maupun lainnya.
Pelatihan Penyusunan Perencanaan Pembangunan di Desa Padang Mutung Kecamatan Kampar Hernimawati, Hernimawati; Dailiati, Surya; Sudaryanto, Sudaryanto
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 5 No. 1 (2021): Inovasi Layanan Publik dan Penguatan Pemberdayaan melalui Pengabdian Masyarakat
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v5i1.540

Abstract

Kabupaten Kampar merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Riau. Kabupaten ini termasuk daerah yang memiliki wilayah yang sangat luas di bandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Provinis Riau. Terbukti sejak era resformasi dari Kabupaten Kampar telah berhasil di mekarkan sejumlah daerah yakni Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Pelalawan dan sebagian Kabupaten Kuantan Singingi serta sebagian Kabupaten Rokan Hilir. Dari pengamatan yang dilakukan ternyata di Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar terdapat permasalahan yang perlu diselesaikan yakni terdapat madrasyah yang digunakan untuk siswa belajar dalam keadaan kurang layak dimana dinding dan atapnya rusak. Kemudian lapangan sepak bola yang kurang terawat sehingga bersemak dan hutan lindung yang belum terkelola dengan baik sesuai dengan kearifan lokal. Oleh karena itu dilakukan penelitian, untuk pemecahan masalahnya menggunakan teori Tim Delivery dalam Aprillia Theresia dkk (2014 halaman 220). Pembangunan berbasis masyarakat mencakup; seleksi lokasi, sosialiasi, proses dan pemandirian masyarakat. Dari kegiatan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa pembangunan berbasis masyarakat di Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar sudah berjalan dengan namun masih diperlukan perbaikan-perbaikan. Hal-hal yang sudah berjalan dengan meliputi seleksi lokasi, sosialisasi pembangunan berbasis masyarakat dan proses pembangunan berbasis masyarakat. Sedangkan yang perlu menjadi perbaikan kedepannya adalah pemandirian masyarakat. Kata Kunci: Pembangunan, Berbasis dan Masyarakat
Program Kampung Iklim di Desa Muda Setia Kecamatan Bandar Sei Kijang Kabupaten Pelalawan Dailiati, Surya; Hernimawati, Hernimawati; Sudaryanto, Sudaryanto
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 6 No. 1 (2022): Penguatan Kapasitas Masyarakat melalui Inovasi Pelayanan, Pendidikan, dan Pembe
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v6i1.901

Abstract

Program Kampung Iklim merupakan salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Komponen utama dari program ini adalah adaptasi, mitigasi serta strategi dan implementasi. Adaptasi meliputi pengendalian kekeringan, banjir dan tanah longsor, peningkatan ketahanan pangan, penanganan atau antisipasi kenaikan muka air laut, banjir rob, intrusi air laut, abrasi, ablasi atau erosi karena angin, gelombang tinggi. Kemudian mengendalikan penyakit terkait iklim. Sedangkan mitigasi meliputi pengelolaan sampah, limbah padat cair, penggunaan energi baru dan terbarukan serta konservasi energi, budidaya pertanian dengan emisi gas rumah kaca yang rendah, peningkatan tutupan vegetasi, pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Program kampung iklim ini perlu diwujudkan oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk pemerintah dan masyarakat di Desa Muda Setia Kecamatan Bandar Sei Kijang Kabupaten Pelalawan. Sebagai daerah yang melintasi timur Sumatera, sudah sepatutnya dilibatkan dalam program ini karena akan berdampak sangat nyata bagi semua pihak. Tahap awal dilakukan berupa penyampaian informasi tentang program kampung iklim. Tahap selanjutnya dapat dilakukan dengan memberikan bimbingan teknis, pembentukan kelompok dan kegiatan lapangan.
PENCEGAHAN TINDAK KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI DESA KERANJI GUGUH KECAMATAN KOTO GASIB KABUPATEN SIAK Hernimawati, Hernimawati; Dailiati, Surya; Sudaryanto, Sudaryanto
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 7 No. 1 (2023): Transformasi Digital, Penguatan Kapasitas, dan Akselerasi Pemberdayaan Masyarak
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v7i1.1303

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan adalah segala bentuk tindak kekerasan yang terjadi atas dasar perbedaan jenis kelamin yang mengakibatkan atau akan mengakibatkan rasa sakit atau penderitaan terhadap perempuan. Kekerasan terhadap perempuan harus diinformasikan, diantisipasi dan ditangani dalam berbagai ruang lingkup termasuk Desa Keranji Guguh Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak. Kondisi yang terjadi di des ini; masyarakat belum pernah mendapatkan sosialisasi/ penyuluhan tentang perempuan dan kekerasan. Kemudian masih terdapat penduduk yang putus sekolah dan buta huruf serta jumlah penduduk perempuan relatif lebih banyak daripada laki-laki. Oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan tindak kekerasan dengan memberikan penyuluhan dan diskusi, pre test serta post test. Hasilnya, pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Keranji Guguh Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak dilaksanakan dengan melibatkan aparatur desa dan Tim Penggerak Kesejahteraan Keluarga. Oleh karena itu peserta yang hadir secara keseluruhan adalah perempuan. Kegiatan dimulai dengan penguatan kelembagaan Tim PKK dalam bentuk rapat internal. Dari kegiatan pengabdian yang dilakukan masyarakat memahami dan meyakini arti pentingnya pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan. Perempuan yang selama ini kurang diperhatikan secara khusus, anak-anak perempuan yang terkadang dilepas begitu saja ketika mengikuti pendidikan di luar desa/ kampung kedepannya perlu diawasi secara ketat.
Edukasi Dan Pelatihan Pengelolaan Sampah Non-Organik Di Kelurahan Meranti Pandak Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru Zuhdi, Sulaiman; Hernimawati, Hernimawati; Dailiati, Surya; Saputra, Trio
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 9 No. 3 (2025): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v9i3.10309

Abstract

The problem of non-organic waste in urban areas in Indonesia remains a major challenge, particularly with rapid population growth and increasing consumption patterns. Meranti Pandak Village in Pekanbaru City, located on the banks of the Siak River, is no exception to this problem. Low community awareness and skills in managing non-organic waste are contributing factors. To address this issue, a community service program implemented in Meranti Pandak aims to improve the community's knowledge, skills, and marketing networks, enabling them to process waste into products with economic value. The program ran for four months, from May to August 2025, using an emancipatory, participatory approach that involved residents at every stage, from planning to evaluation. The program's results demonstrated an increase in participants' knowledge and skills, resulting in four marketable product prototypes. Furthermore, the formation of community working groups demonstrates positive collaboration. The program also successfully established partnerships with MSMEs and environmental communities, opening up opportunities for a circular economy while strengthening the program's sustainability
The Effect Of Transformational Leadership On Organizational Citizenship Behavior And Nurse Loyalty As Intrvenning Variable (Empirical Study of Medical Employees at RSIA EB) Kasmiruddin, Kasmiruddin; Dailiati, Surya; Hernimawati, Hernimawati; Prihati, Prihati; Sputra, Trio
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 3 No. 4 (2022): July 2022
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v3i4.539

Abstract

The complexity of the duties of nurses providing medical and non-medical services to patients in hospitals make the nurse must work spontaneously and voluntarily and ready to help the interests of the hospital even work beyond formal standards, this behavior is called organizational citizenship behavior (OCB). This study aimed to analyze the direct and indirect effect of transformational leadership on organizational citizenship behavior (OCB) through the Variable of nurse loyalty. The research population was all medical employees, especially nurses, totaling 75 people and all population units were used as research respondents. Research Variable were measured using a Likert scale with five categories and were collected using a questionnaire distribution. After the data were collected and analyzed with PLS version 21 analysis. From the results of the study it was found that the direct influence of transformational leadership on nurse OCB behavior was lower than the indirect effect, namely the Variable of nurse loyalty. It can be concluded that the RSIA EB must consider the effect of transformational leadership on increasing nurse loyalty, so that the effect on nurse OCB behavior is higher.