Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PEMIKIRAN QASIM AMIN TERHADAP EMANSIPASI PEREMPUAN DALAM HAK MENENTUKAN PASANGAN PERKAWINAN DAN RELEVANSINYA DENGAN HUKUM KELUARGA DI INDONESIA Rahma Nufiza Amalia Putri; Jayusman Jayusman; Edi Susilo
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 4 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Juni 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i4.1404

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji gagasan Qasim Amin tentang emansipasi perempuan dalam hak menentukan pasangan perkawinan serta menganalisis relevansinya dengan hukum keluarga di Indonesia dengan menyoroti kesenjangan antara norma dan praktik. Berbeda dari kajian sebelumnya yang bersifat umum, penelitian ini memfokuskan pada hak perempuan dalam memilih pasangan berdasarkan pemikiran Qasim Amin dan keterkaitannya dengan sistem hukum keluarga di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian library research menggunakan metode pengumpulan data studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Qasim Amin menekankan pentingnya kebebasan memilih pasangan secara sadar tanpa paksaan sebagai dasar peningkatan derajat perempuan. Titik relevansi spesifik dengan hukum positif di Indonesia ditemukan pada pengakuan prinsip persetujuan kedua calon mempelai yang diatur dalam Pasal 6 UU No. 1 Tahun 1974 dan Pasal 16 KHI, serta legitimasi proses saling mengenal (khitbah) sebagai ruang pembentukan kesepakatan yang autentik. Namun, secara empiris masih terdapat kesenjangan akibat tekanan budaya patriarkal dan tingginya angka dispensasi kawin yang sering kali mereduksi persetujuan perempuan menjadi sekadar formalitas. Sebagai rekomendasi praktis, diperlukan penguatan edukasi hukum bagi masyarakat untuk menjamin hak substantif perempuan dalam memilih pasangan serta pembatasan intervensi keluarga yang berlebihan guna mewujudkan stabilitas rumah tangga yang berkeadilan.
ANALISIS HUKUM KELUARGA ISLAM TENTANG HAK ASUH ANAK DALAM FILM AIR MATA DI UJUNG SAJADAH Sodri Syaputra; Jayusman Jayusman; Ahmad Fauzan
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1655

Abstract

Film Air Mata di Ujung Sajadah merepresentasikan konflik hak asuh anak yang mencerminkan kompleksitas penerapan hukum keluarga Islam dalam masyarakat Indonesia. Meskipun kajian mengenai hadhanah telah banyak dilakukan, penelitian terdahulu umumnya berfokus pada aspek normatif hukum Islam atau penyelesaian hak asuh pasca perceraian, sedangkan analisis representasi nilai hukum keluarga Islam dalam media film masih relatif terbatas. Berdasarkan kesenjangan tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis representasi nilai hukum keluarga Islam mengenai hak asuh anak dalam film Air Mata di Ujung Sajadah serta menjelaskan relevansinya dengan ketentuan hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), pendekatan hukum normatif, dan metode berpikir deduktif. Data primer berupa film Air Mata di Ujung Sajadah, Kompilasi Hukum Islam, dan peraturan perundang-undangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film tersebut merepresentasikan nilai hukum keluarga Islam dalam pengasuhan anak yang meliputi tanggung jawab orang tua, kasih sayang (raḥmah), keadilan substantif, dan perlindungan keturunan (hifẓ al-nasl). Hak asuh anak dipahami sebagai amanah yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak, bukan sebagai hak absolut orang tua. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis hukum keluarga Islam terhadap representasi konflik hak asuh anak dalam media film melalui pendekatan normatif yang mengintegrasikan prinsip hadhanah, maqāṣid al-syarī‘ah, dan hukum positif Indonesia. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan integratif antara hukum Islam, hukum positif, dan pertimbangan psikologis anak dalam mewujudkan keadilan substantif.