Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KAJIAN PERBANDINGAN U-TURN (PUTAR BALIK ARAH) PADA JALAN MENERUS DAN JALAN SIMPANG (STUDI KASUS : JALAN KAPT. P. TENDEAN DEPAN RS. BAHTERAMAS DAN SIMPANG TIGA PASAR BARUGA) Balaka, Rudi; Djalante, Susanti
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.299 KB)

Abstract

ABSTRACT Salah satu ruas jalan di Kota Kendari yang menjadi pilihan dalam rute perjalanan bagi masyarakat adalah Jalan Kapten P. Tendean.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa besaran arus lalu lintas yang terjadi di ruas jalan tersebut, khususnya bukaan median didepan RS. Bahtermas dan Simpang Pasar Baruga serta menganalisa perbandingan penerapan putar balik arah. Berdasarkan hasilanalisa data, arus lalu lintas tertinggi yang terjadi di ruas jalan Kapten P. Tendean pada jalan menerus adalah 1391.35 smp/jamdengan kapasitas 5246.21 smp/jam dan nilai derajat kejenuhan (DS) adalah 0.27, sedangkan arus lalu lintas tertinggi untuk jalansimpang adalah 2061 smp/jam dengan kapasitas 5262.70 smp/jam dan nilai derajat kejenuhan (DS) adalah 0.39. Waktu memutarrata-rata kendaraan tertinggi untuk jalan menerus yaitu pada pukul 11.00-12.00 hari kerja sebesar 299.24 detik dan untuk jalansimpang yaitu pada pukul 17.00-18.00 hari libur hanya sebesar 77.42 detik. Ruas jalan Kapten P. Tendean masih dalam keadaan arusstabil.Keywords: Intersection, Roads, U-Turn, IHCM
GAMBARAN SANITASI PEMUKIMAN DI DAERAH PESISIR (Studi Kasus : Pemukiman Pesisir di Kelurahan Petoaha, Kota Kendari) Balaka, Rudi; Putri, Tryantini Sundi
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.522 KB)

Abstract

ABSTRAKSyarat kesehatan lingkungan untuk sebuah kawasan pemukiman baik adalah tersedianya akses dari warganya terhadap penyediaan air bersih dan sarana sanitasi. Sebuah rumah harus memenuhi syarat dan ketentuan teknis untuk melindungi penghuni rumah dari berbagai ancaman bahaya dan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sanitasi rumah penduduk dan bagaimana perilaku sehat masyarakat di kelurahan Petoaha. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta dokumentasi yang mengacu pada persyaratan sanitasi perumahan yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 829 tahun 1999. Panel penilaian? terdiri dari komponen rumah, sarana sanitasi, serta perilaku penghuni. Objek penelitian dilakukan kepada 24 rumah Tangga yang terbagi pada 12 RT di kelurahan Petoaha kecamatan Nambo Kota Kendari. Hasil menunjukkan dari aspek konstruksi terdapat 58 % rumah tidak mempunyai langit-langit, dan 50% mempunyai dinding tidak permanen. Dari aspek sarana sanitasi terdapat lebih dari 80% rumah telah memiliki sarana air bersih. 71% telah memiliki sarana jamban. Demikian juga dengan sistem SPAL 46% rumah telah memiliki sarana SPAL yang baik yaitu dialirkan di saluran terbuka. Sedangkan untuk sarana pembuangan sampah 58% rumah mempunyai tempat pembuangan sampah. Sedangkan dari aspek perilaku sehat sebagian besar masyarakat telah menerapkan perilaku sehat berdasarkan pedoman Departemen Kesehatan.?Kata Kunci : Sanitasi, Lingkungan, Perilaku SehatABSTRACTEnvironmental health requirements for a good residential area are the availability of access from citizens to the provision of clean water and sanitation facilities. A house must meet technical requirements and conditions to protect occupants from various threats and health problems. This study aims to determine the sanitation conditions of the residents' houses and how healthy the community is in the village of Petoaha. Methods of collecting data through observation, interviews and documentation that refers to housing sanitation requirements determined based on the decision of the Minister of Health no. 829 of 1999. The evaluation panel consists of components of the house, sanitation facilities, and occupant behavior. The object of the study was carried out on 24 households which were divided into 12 RTs in the sub-district of Petoaha sub-district of Nambo Kendari City. The results showed that from the construction aspect there were 58% of houses without ceilings, and 50% had non-permanent walls. Then more than 80% of houses have clean water facilities. And 71% have latrines. Likewise, with the SPAL system, 46% of houses have good SPAL facilities, which are flowed in open channels. Whereas for waste collection facilities 58% of houses have landfills. While from the aspect of healthy behavior most people have applied healthy behavior based on the Ministry of Health guidelines.?Keywords : Sanitation, Environmental, Healthy Behavior
EVALUASI TINGKAT KENYAMANAN PEJALAN KAKI TERHADAP FASILITAS PEDESTRIAN DI UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI Efendi, Irfan; Balaka, Rudi; Fitriah, Fitriah
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2020): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTingkat kenyamanan pejalan kaki dapat di ukur dengan menggunakan beberapa parameter kenyamanan antara lain, iklim mikro (terik sinar matahari), sirkulasi antar pejalan kaki, kebisingan kendaraan, aroma sekitar, bentuk fasilitas, keamanan, kebersihan, keindahan, aksesibilitas, dan fasilitas pelengkap. Penelitian ini di lakukan di Universitas Halu Oleo Kendari dengan lokasi dari gerbang utama Universitas Halu Oleo (depan Fakultas Teknik) sampai di depan Fakultas Pertanian dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dengan tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kenyamanan pejalan kaki terhadap fasilitas pedestrian di Universitas Halu Oleo Kendari.Penelitian ini di lakukan dengan metode membagikan kuesioner kepada responden sebagai tanggapan terhadap fasiltas pedestrian di Universitas Halu Oleo. Untuk jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.Hasil penelitian untuk penilaian kenyamanan pejalan kaki pada fasilitas pedestrian di Universitas Halu Oleo Kendari bahwa dari 10 (sepuluh) indikator kenyamanan pejalan kaki ada 7 (tujuh) indikator yang masuk dalam kriteria cukup nyaman diantaranya adalah keamanan dari kendaraan bermotor dengan skor 212 atau 62,35%, keindahan pemandangan dengan skor 209 atau 61,47%,  aksesibilitas dengan skor 205 atau 60,29%, Sirkulasi pejalan kaki dan kendaraan bermotor dengan skor 204 atau 60%,  kebersihan lingkungan dengan skor 197 atau 57,94%, iklim mikro (terik sinar matahari) dengan skor 182 atau 53,53 % dan bentuk atau kondisi geometri dengan skor 178 atau 52,35%. Dan tiga indikator lainya masuk dalam kriteria tidak nyaman diantaranya adalah fasilitas pelengkap dengan skor 157 atau 46,18%, kebisingan berada pada skor 151 atau 44,41% dan aroma bau dengan skor 133 atau 39,12%.
KAJIAN TERHADAP PERUBAHAN GUNA LAHAN TERHADAP SISTEM TRANSPORTASI (Studi Kasus Ruas Jalan Malaka) Andi Ikhwan Siddiq; Rudi Balaka; La Welendo
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.978 KB) | DOI: 10.55679/jts.v1i3.6747

Abstract

AbstractStudy of the change of land use function is meant to assess transportation impact after development  of land use which taken case In this research is around  jl.Malaka as activity system. The evaluation based on density  still pertained goodness as the level degree of saturation  earned  for a few  condition, among others  namely  condition before  the existence of   land  use  with Degree of saturation is equal to DS = 0,255 pcu / hour,then namely  the  condition of existing equal to DS = 0,347 smp / hour  which  increase level the degree of saturation of road   to 0,092 pcu / hour  Including addition of 26 % of vehicle volume effected by change of land use  around  the Malaka street.  Prediction of degree saturation in 5 (five) years show the  DS level existing condition  will  go up  to  0,647 pcu ,up to 0,3 point from base year.This result show that the level of service of the Malaka street will be influenced by vehicle volume addition equal to 26% effected by change of land use. However this condition  still categorize as very good conditions according to road level of  service which have DS level between  0,6  to  0,7 it pertained of   B level.Key Word: Volume, Capacity, Level of Service  AbstrakKajian perubahan fungsi tata guna lahan dimaksudkan untuk menilai dampak transportasi pasca pengembangan dan perubahan fungsi tata guna lahan tersebut. Kasus yang diambil sebagai sistem kegiatan dalam penelitian ini adalahlalulintas di sekitaran kawasan ruas Jl.Malaka. Untuk ruas jalan Malaka, jika di tinjau dari segi kepadatan yang terjadi di tiap tahunnya maka dapat di simpulkan bahwa pada ruas jalan ini masih tergolong baik sesuai dengan tingkat derajat kejenuhan yang di dapat dari hasil analisis untuk beberapa kondisi diantaranya pada kondisi beberapa tahun ke belakang yakni sebelum terpengaruh dengan adanya perubahan fungsi lahan di sekitar jalan Malaka dengan Derajat kejenuhan yang di dapat adalah sebesar DS = 0,255 smp/jam, kemudian pada kondisi eksisting sebesar DS = 0,347 smp/jam dengan tingkat kenaikan derajat kejenuhan dari kondisi sebelum perubahan fungsi lahan ke kondisi eksisting adalah sebesar 0,092 smp/jam termasuk dengan tambahan volume kendaraan  akibat perubahan fungsi lahan di sekitar jalan Malaka sebesar 26%.  Prediksi untuk 5 tahun kedepan nilai Derajat kejenuhan (DS) naik sebesar DS = 0,647 smp/jam dengan selisih dari kondisi eksisting ke prediksi unutk 5 tahun kedepan yakni sebesar 0,3 smp/jam.Hasil ini menunjukkan tingkat pelayanan jalan di lokasi ini dalam 5 tahun ke depan akan dipengaruhi oleh tambahan volume kendaraan sebesar 26% akibat dari pengaruh perubahan fungsi guna lahan.  Meskipun  kondis ini masih dapat di katakan   baik sesuai persyaratan dalam tingkat pelayanan jalan  dimana untuk DS < 0,6 – DS <0,7 maka tingkat pelayanan tergolong  kelas (B). Kata Kunci: Volume, Kapasitas, Dan Tingkat Pelayanan Jalan
PENGAPLIKASIAN METODE EARNED VALUE PADA PENGENDALIAN WAKTU TERHADAP BIAYA (Study Kasus: Proyek Penggantian Jembatan Sungai Langkolome Cs Kabupaten Muna) Meitri Laura Bulo; Rudi Balaka; Rini Sriyani
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.934 KB) | DOI: 10.55679/jts.v1i3.6753

Abstract

AbstractControl is one of the functions of project management that aims to make the jobs can run reach the target without much deviation. The concept of Value Results (eraned Value) is a control method that is used to control project costs and schedules in an integrated manner. The study "Application of Earned Value Method in Control Against Time Costs (Case Study)" held for 3 months to finish by means of collecting data - the data that is required. In this case, the data work on the project, monthly reports, weekly reports, Schedule implementation, RAB, unit price, and others - others. River Bridge Replacement Project Langkolome Cs located in Muna, District of South Wakorumba, Wambona Village, Southeast Sulawesi has a contract value of Rp. 5,279,117,000.00 to the project implementation time of 180 calendar days. Information obtained on reporting until in June is Budgeted Cost forWork Schedule (BCWS) = USD $ 688,842,961.11, Budgeted Cost For Work Performed (BCWP) = Rp. 1,016,985,385.83 and Actual Cost For Performed (ACWP) = Rp. 891,109,957.50. At this time the better the performance of the project from planning, in the sense of spending less than budget. Performed Cost Index (CPI) = 1.14 > 1 and Schedule Performance Index (SPI) = 1.47 > 1, shows the execution of the work ahead of schedule planned work.Keywords: Cost of Work Scheduled, Work performed Budget, Actual Cost for Work Performed.
ANALISA KINERJA PELAYANAN TERMINAL BARUGA DI KOTA KENDARI Rudi Balaka; La Ode M. Nurrakhmad Arsyad; Ld. Muh. Agum Gumelar
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.133 KB) | DOI: 10.55679/jts.v6i2.6218

Abstract

Fasilitas yang telah tersedia dam kualitas pelayanannya menjadi salah satu ukuran kepuasan pngguna yang menggunakan jasa terminal. Oleh, Karena itu perlu dilakukan identifikasi terhadap faktor-faktor berupa variabel variabel bebas yang dianggap bepotensi memberikan pengaruh terhadap tingkat kepuasan pengguna.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kepuasan pengguna jasa terminal baruga dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pengguna jasa terminal.Berdasarkan hasil analisa data, tingkat kepuasan kinerja di terminal Baruga sebagai berikut: kinerja terminal sudah cukup tinggi dalam memberikan pelayanan terhadap pengguna terminal. Kuadran ketiga dan kuadran keempat pada diagram kartesius IPA membuktikan bahwa kinerja pelayanan pada terminal baruga belum sesuai atau masih memuat faktor-faktor yang dianggap kurang penting oleh pengguna pada kenyataannya. Indeks kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja terminal sudah sangat memuaskan, penumpang dan sopir selaku pengguna jasa terminal menilai bahwa secara umum keberadaan terminal sudah memberikan pelayanan dengan baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pada terminal Baruga yaitu, Tangibles, Responsivenees, Assurance dan Emphaty. Semua variabel bebas yang lolos dalam uji korelasi dalam penelitian ini berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kepuasan di Terminal Baruga.
ANALISA MODEL ARUS JENUH PADA SIMPANG BERSINYAL (Studi Kasus : Jl. Drs. H. Abdullah Silondae – Jl. Syech Yusuf – Jl. Lawata) Rudi Balaka; Wiwin Yudistira
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2018): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.773 KB) | DOI: 10.55679/jts.v6i3.6233

Abstract

The amount of saturated flow is influenced by several factors, namely the effective approach width, traffic conditions and characteristics, side constraints, clogs, vehicle characteristics, city size. The method used in calculation of saturated current is Time Slice method and MKJI method 1997. The observed crossroads are junction jl. Drs. H. Abdullah Silondae – jl. Syech Yusuf – jl. Lawata. Data obtained from survey in the field will be analyzed by Time Slice method and MKJI method. The formula used in the MKJI method to calculate the maximum saturation current value is So = 600 x We, with the description We are the effective width of a path. From the results of the analysis performed on the intersection of signal at jl. Drs. H. Abdullah Silondae – jl. Syech Yusuf – jl. Lawata, not all arms are saturated. the saturated flow is only two sides of the intersection in the northern intersection with 3553 smps / hour, Time Slice method of 5.295 smp / 6 sec and the southern with the saturation value of 3518 smp / hour, Time Slice method 4,995 pcu / 6 sec while in the eastern and west sides of the intersection does not lead to saturated condition.
ANALISA EFEKTIFITAS MARKA JALAN YELLOW BOX JUNCTION TERHADAP SIMPANG JLN. AHMAD YANI – JLN. BALAI KOTA – JLN. H. ABDULAH SILONDAE – JLN. ABUNAWAS Muh. Febriansyah I. Tanasale; Siti Nurjanah Ahmad; Rudi Balaka
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2021): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jts.v9i2.21417

Abstract

ABSTRAKBesarnya pertumbuhan kendaraan di kota Kendari mempengaruhi beberapa kinerja simpang di kota Kendari khususnya simpang bersinyal. Salah satu alternative untuk mengatasi masalah transportasi di simpang ini adalah dengan menggunakan marka yellow box junction (YBJ). Pemasangan marka jalan YBJ diharapkan adapat mengatasi kemacetan yang terjadi di beberapa simpang rawan macet di kota kendari. Namun pada kenyataannya masih banyak pengendara yang tidak memahami akan bentuk dan fungsi dari YBJ. Tujuan dari penelitian untuk Efektifitas Marka jalan YBJ untuk mengetahui kesesuaian marka YBJ dengan standar yang berlaku dan mengetahui efektifitas marka jalan YBJ pada simpang Jln.Ahmad Yani – Jln.Balai Kota – Jln.H.Abdulah Silondae – Jln. Abunawas. Penelitian ini dilakukan dengan tiga waktu puncak yaitu pada waktu puncak pagi, siang dan sore. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan ketidaksesuaian ukuran marka pada simpang dengan lebar garis lurus 15 cm dan diagonal 15 cm yang tidak sesuai dengan standar standar di Indonesia maupun internasional sedangkan untuk efektifitas marka berdasarkan tandannya mengalami penurunan setelah pemasangan YBJ sebesar 8.12 det/smp namun berdasarkan pemahaman masyarakat berdasarkan wawancara langsung di lapangan masih banyak yang belum mengetahui fungsi dari marka jalan YBJ dan berdasarkan observasi pelanggaran di lapangan masih terdapat banyak pelanggaran pada marka jalan YBJ.Kata Kunci : Yellow box junction, Efektifitas, Tundaan, simpangABSTRACTThe amount of vehicle growth in Kendari affects several performances of the intersection in Kendari, especially the intersection. One alternative to overcome the problem of transportation at this intersection is to use yellow box junction mark (YBJ). The installation of YBJ road markings is expected to overcome the congestion that occurs at several traffic jam-prone intersections in the city of Kendari. But in reality there are still many riders who do not understand the form and function of the YBJ. The purpose of the study for the effectiveness of YBJ road markings was to determine the suitability of YBJ markings with applicable standards and to determine the effectiveness of YBJ road markings at the intersection of Ahmad Yani Street –City Hall Street –H.Abdulah Silondae Street – Abunawas Street. This research was conducted with three peak times, namely at peak times in the morning, afternoon and evening. The method used in this study is a descriptive method using observation and interview data collection techniques. The results showed a discrepancy in the size of the markers at the intersection with a straight line width of 15 cm and a diagonal of 15 cm which is not in accordance with standards in Indonesia and internationally, while the effectiveness of the markings based on delay has decreased after installation YBJ of 8.12 seconds/smp, but based on community understanding based on direct interviews in the field, there are still many who do not know the function of the YBJ road markings and based on observations of violations in the field there are still many violations on the YBJ road markings Keywords  : Yellow box junction, Effectiveness, Delay, intersection
ANALISIS KEBUTUHAN JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG (JPO) DI DEPAN LIPPO PLAZA Muh. Thahir Azikin; Rudi Balaka; Al Amin Andi Rifai Mala
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2019): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.811 KB) | DOI: 10.55679/jts.v7i1.6290

Abstract

Pejalan kaki adalah salah satu bagian dari sistem transportasi yang memainkan peranan penting, karena jika pejalan kaki mengalami gangguan maka akan mempengaruhi bagian lain dari sistem transportasi. Permasalahan yang terjadi adalah konflik antara pejalan kaki yang menggunakan prasarana jalan untuk menyeberang dengan kendaraan yang melintasi jalan tersebut. Pada kasus ini, mengambil jalan M. T. Haryono (depan Lippo Plaza). Ruas jalan tersebut di tinjau langsung untuk mengetahui tingkat kepadatan lalu lintas dan menganalisis kebutuhan jembatan penyeberangan.Penelitian di lakukan dengan cara menghitung volume kendaraan dan volume penyeberang serta menggunakan kuesioner untuk mengetahui permintaan pejalan kaki serta kenyamanan menggunakan fasilitas yang ada. Berdasarkan hasil survey kemudian dilakukan analisis kebutuhan fasilitas penyeberangan orang menggunakan P.V2 untuk menentukan fasilitas yang cocok dengan kondisi di ruas jalan tersebut.Hasil dari analisis didapatkan rekomendasi fasilitas penyeberangan berupa Zebra Cross. Karena jembatan penyeberangan orang belum di rekomendasikan maka dilakukan analisa perkiraan kebutuhan jembatan penyeberangan orang di masa mendatang, hasil proyeksi tersebut di dapatkan 6 tahun kedepan tepatnya tahun 2024 rekomendasi jembatan penyeberangan orang untuk jalan M. T. Haryono. Kata Kunci : Transportasi, Pejalan Kaki, Penyeberang, Jembatan Penyeberangan Orang 
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN POLYETHYLENE TEREPHALATE (PET) TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA CAMPURAN LASTON AC-BC Arianti Arianti; Nasrul Nasrul; Rudi Balaka
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.736 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v6i2.271

Abstract

Salah satu alasan utama kerusakan dan penurunan kekuatan perkerasan lentur jalan raya adalah rendahnya kekuatan dan keawetan di dalam lapisan aus dan bahan ikat konstruksi perkerasan jalan. Untuk menanggulangi hal ini dibutuhkan suatu bahan tambah yang dapat meningkatkan lapis aspal beton. Polyethylene Terephalate (PET) atau lebih dikenal dengan botol minuman bekas ternyata dapat dimanfaatkan sebagai polimer yang dapat meningkatkan kualitas campuran, yaitu karakteristik Marshallnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar aspal optimum (KAO) serta karakteristiknya pada campuran aspal beton dengan atau tanpa menggunakan Polyethylene Terephalate (PET). Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dengan percobaan untuk mendapatkan hasil, dengan demikian akan terlihat pemanfaatan Polyethylene Terephalate (PET) paca campuran AC-BC, dengan variasi kadar PET 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% dengan 0% sebagai pembanding terhadap total campuran. Hasil penelitian menunjukkan KAO pada kadar PET 0% adalah 5,55 %, pada kadar PET 0,5% adalah 5,55 %, pada kadar PET 1% adalah 5,55 %, pada kadar PET 1,5% adalah 5,6 %, dan pada kadar 2% adalah 5,65 %. Penggunaan Polyethylene Terephalate (PET) mempengaruhi campuran AC-BC. Seiring meningkatnya kadar Polyethylene Terephalate (PET) maka akan meningkatkan stabilitas, meningkatkan VMA, menurunkan VIM, meningkatkan VFA, meningkatkan flow dan meningkatkan MQ. Hal ini bersifat baik bagi campuran karena dapat meningkatkan kualitas campuran ditinjau dari karakteristik mekanisnya. PET yang terbaik untuk karakteristik Marshallnya adalah pada kadar 2 %.