Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Fungsi Kelompok Wanita Tani Pengolahan Hasil Pertanian di Kabupaten Pasaman Anna Ummi Khaira; Hery Bachrizal Tanjung; Fuad Madarisa
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/53kw5v77

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang analisa fungsi kelompok wanita tani di Kabupaten Pasaman. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai Oktober 2024 pada kelompok wanita tani pengolahan hasil pertanian. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Menganalisis pelaksanaan fungsi KWT pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Pasaman, dan (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi KWT pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Pasaman. Penelitian ini menggunakan survey dengan pendekatan kuantitatif dalam pengumpulan data dari populasi semua anggota kelompok KWT pada 10 (sepuluh) KWT pengolahan hasil pertanian di kabupaten Pasaman. Adapun alat yang digunakan untuk tujuan pertama penelitian ini diperoleh dari hasil perhitungan skor total nilai yang dijawab responden dibagi dengan total nilai maksimal kuisioner dikali 100% dengan rincian sebagai berikut : (1) sangat rendah (1-25), rendah (26-50), sedang (51-75), dan tinggi (76-100). Sedangkan analisis untuk tujuan penelitian kedua adalah Partial Least Squarw (PLS). Hasil Penelitian pada tujuan pertama menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi KWT pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Pasaman dinilai berada pada kriteria tinggi 69,8% untuk wahana belajar, wahana kerjasama dengan kriteria tinggi 61,4%, unit produksi dengan kriteria sedang, 45,8% dan unit usaha 52,1% dengan kriteria tinggi. Hasil penelitian pada tujuan kedua menunjukkan bahwa faktor – faktor yang berpengaruh terhadap fungsi KWT pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Pasaman meliputi : karakteristik responden/KWT (pengalaman berusahatani), peran penyuluh  (inisiator), dukungan pasar (permintaan produk), dan dinamika kelompok (struktur kelompok).
Identifikasi Peningkatan Kelas Kemampuan Kelompok Tani Ternak Penerima Bantuan Pemerintah di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat Putra, Riza Andesca; Novarista, Noni; Anas, Amrizal; Madarisa, Fuad
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.25.2.136-149.2023

Abstract

Penelitian ini bertolak dari pengaruh besar keberadaan kelompok tani untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Tujuannya untuk mengetahui dua hal: (1) perkembangan kelas kemampuan kelompok tani ternak penerima bantuan pemerintah. (2) perkembangan populasi ternak bantuan pemerintah pada kelompok tani ternak. Keduanya berada di Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian dilakukan di kelompok tani ternak penerima bantuan pemerintah 2018-2021, yang dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2022. Kajian menggunakan metode survey dengan sampel ditetapkan sebanyak 10 kelompok atau (20%) dari total kelompok. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan buku Pedoman Penilaian Kelas Kemampuan Kelompok Tani yang dikeluarkan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan RI 2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Rata-rata total nilai ketercapaian indikator penilaian kelas kemampuan kelompok tani ternak responden di Kabupaten Padang Pariaman, adalah 158,9. Angka ini masuk kategori pemula. Rinciannya: 70% termasuk kategori pemula dan 30% termasuk kategori lanjut. (2) Populasi ternak bantuan pemerintah pada kelompok tani ternak di Kabupaten Padang Pariaman tidak berkembang, bahkan mengalami penurunan sebesar 49%.
Kajian Sistem Pengelolaan Usaha Peternakan Kerbau di Kabupaten Sijunjung Rias, M Ikhsan; Putra, Riza Andesca; Madarisa, Fuad
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 5 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v5i2.3563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak, usaha, sistem pemeliharaan, sistem pengelolaan pakan, sistem pengelolaan reproduksi, dan sistem pemasaran ternak kerbau di Kabupaten Sijunjung. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kabupaten Sijunjung yaitu peternak di daerah terpilih pada bulan Juli sampai Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan respondennya adalah peternak kerbau sebanyak 60 orang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa profil peternak kerbau di Kabupaten Sijunjung adalah: pada umumnya masih berusia produktif (63,3%),  berpendidikan SD/sederajat (71,7%), berjenis kelamin laki-laki (68,3%) dan telah memiliki pengalaman beternak >10 tahun (50%). Sementara profil usahanya adalah : sebagian besar merupakan usaha sampingan (90%), masih berskala kecil (55%), status kepemilikan ternak adalah ternak perseduaan (40%), dan fungsi ternak sebagai tabungan (40%). Sistem pemeliharaan ternak kerbau yang dilakukan masyarakat Kabupaten Sijunjung adalah pada umumnya dengan sistem ekstensif (66,7%) dengan pakannya adalah hijauan hasil merumput (90%) tanpa memperhatikan jumlahnya. Sementara sistem reproduksi pada umumnya menggunakan kawin alam sembarangan (93,3%) serta pemasaran ternak masih melalui toke ternak/pedagang pengumpul (95%).
Pola Perencanaan Penyuluhan Peternakan Berbasis Jaringan Untuk Mendukung Kemandirian Pangan Nagari di Sumatera Barat Basyar, Basril; Madarisa, Fuad; Tanjung, Hery Bachrizal
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 OKTOBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v17i2.4821

Abstract

ABSTRAK: Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membuat kebijakan dalam bentuk program Nagari/Desa Mandiri Pangan untuk mewujudkan kemandirian pangan. Melalui program tersebut, nagari penerima manfaat program mendapatkan bantuan sesuai dengan kebutuhan nagari.  Hasil evaluasi, Program Nagari Mandiri Pangan belum mampu mencapai tujuannya secara maksimal.Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah teridentifikasinya Pola Perencanaan Penyuluhan Peterenakan Berbasis Jariangan Peternak untuk Mendukung Kemadirian Pangan Hewani Nagari di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods research melalui model Exploratory Sequantial Design.  Jenis penelitian ini yaitu studi kasus. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 orang dan ditambah dengan 10 orang informan. Data penelitian dikupulkan dengan menggunakan teknik wawancara, kuesioner, observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini adala di 3 nagari dan 1 kelurahan yang tersebar di 4 kabupaten di Provinsi Sumatera Barat. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif melalui alat analisis sintesis. Hasil dari penelitian ini menemukan pola perencanaan penyuluhan peternakan yang disusun oleh penyuluh yaitu menggunakan pendekatan partisipatif. Pendekatan partisipatif ini dapat terlaksana dikarenakan adanya kekuatan jaringan antar pelaku disektor peternakan. Sehingga partisipasi mereka dapat menjadi kekuatan dalam menyusun perencanaan penyuluha peternakan dalam rangka membantu pencapaian ketahanan pangan nagari.Kata Kunci: penyuluh, perencanaan partisipatif, partisipasi, pembangunan.  
Local Champions Berkarakter Kewirausahaan Sosial dan Strategi Penyuluhan untuk Pengembangan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaaan Swadaya Defitriani, Defitriani; Madarisa, Fuad; Silfia, Silfia; Tanjung, Hery Bachrizal
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.57760

Abstract

This study aims to describe the characteristics of local champions based on social entrepreneurship as well as effective extension strategies in the development of Independent Agriculture and Rural Training Centers (P4S). Local champions are defined as individuals or groups who play an important role in leading and driving positive change in communities, especially in agricultural and rural contexts. This research uses qualitative and quantitative methods with a case study approach, which was carried out at P4S Permata Ibu as a pilot and P4S Agrotourism Arizafarm as a target. The results of the study show that local champions with the spirit of social entrepreneurship have a crucial role in growing and developing P4S. Characteristics such as strong leadership, social commitment, ability to innovate, networking skills, and managerial skills are key to their success. With the right support from stakeholders, they can be significant agents of change in improving the well-being of farmers and rural communities. The spirit of social entrepreneurship owned by local champions includes values such as honesty, active community involvement, fair profits, and concern for the environment. In addition, effective extension strategies include a participatory approach, the application of information technology, and close collaboration with various parties, including governments, universities, the private sector, and non-governmental organizations. The conclusion of this study is that the sustainable development of P4S requires support from local champions with the spirit of social entrepreneurship and the implementation of effective counseling strategies.
Geographic Analysis of Distribution and Development of Goat Farms Qamara, Cori; Yuzaria, Dwi; Madarisa, Fuad
Jurnal Agripet Vol 24, No 2 (2024): Volume 24, No. 2, October 2024
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v24i2.31866

Abstract

This study investigates the distribution and development of goat farms in Limapuluh Kota District with two main objectives: (a) to map the spatial distribution and development areas of goat farms, and (b) to enhance the capacity of the goat population within the district. Spatial analysis was conducted using ArcGIS 10.9, Location Quotient, and Shift Share Analysis to identify key areas for goat farm distribution and development. The capacity of livestock populations was evaluated through the CIRP method using Microsoft Excel, based on potential land resources. Secondary data from 2017 to 2021 on goat farm production was sourced from the Livestock and Animal Health Service Office and BPS Limapuluh Kota. Results indicated that goat farms are primarily concentrated in the Harau, Suliki, and Bukit Barisan Districts, while the Mungka, Payakumbuh, Guguak, Lareh Sago Halaban, and Kapur Sembilan Districts are identified as development areas. The Situjuh Limo Nagari, Luak, Akabiluru, and Pangkalan Koto Baru Districts are classified as consolidation areas, and the Gunuang Omeh District serves as a supporting area. The analysis highlights that 13 districts have potential for boosting the goat population, whereas Situjuh Limo Nagari and Guguak are categorized in the low group due to their goat population being below the threshold of 200 LU.
GIS-Based Multi-Criteria Land Suitability Analysis for Five Tropical Forage Legumes in Highland Agroecosystems Qamara, Cori; Yuzaria, Dwi; Madarisa, Fuad; Budiarsa, Anugrah Aditya
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 25, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v25i3.66009

Abstract

In this study, GIS-based land suitability analysis is used to optimize the cultivation of forage for goat production in Limapuluh Kota Regency, West Sumatra.  We assessed five important forages—cassava, Calliandra calothyrsus, Gliricidia sepium, Sesbania grandiflora, and Leucaena leucocephala—by incorporating a multi-criteria evaluation (including slope, soil characteristics, and climate conditions).  Results show clear agroecological niches: cassava flourishes extensively, even on marginal lands, C. calothyrus and G. sepium need specific adaptations to soil and climate,  Sesbania grandiflora excels as a high-protein choice in various zones,  whereas Leucaena leucocephala requires strict geographic targeting.  Processing protocols (sun-drying, co-feeding) and species-specific rehabilitation were implemented to address critical constraints such as soil acidity, elevation, and anti-nutritional compounds (tannins, mimosine). The study creates a new suitability classification framework that allows for precise zoning of forage development. The main recommendations are to focus on Sesbania grandiflora in central valleys, cassava on slopes at risk of erosion, and Gliricidia sepium in lowland regions, while limiting Leucaena leucocephala to areas with optimal microclimates. This method strengthens the resilience of smallholders by cutting down feed expenses, boosting goat productivity, and promoting sustainable land use in accordance with SDGs 2 (Zero Hunger) and 13 (Climate Action). Policy integration includes spatial planning maps along with targeted subsidy schemes for acid-tolerant legumes.
Peran Penyuluh Terhadap Fungsi Kelompok Peternak di Kabupaten Lima Puluh Kota Putri, Shinta Mela; Madarisa, Fuad; Basyar, Basril
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 2 (2025): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i2.1438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi kelompok peternak, pelaksanaan peran penyuluh dan pengaruh peran penyuluh terhadap fungsi kelompok peternak di Kabupaten Lima Puluh Kota. Penentuan responden sebanyak 80 orang dilakukan menggunakan purposive sampling, dengan mengambil 5–7 peternak aktif dari masing-masing 15 kelompok peternak berdasarkan kriteria keterlibatan dalam kegiatan kelompok, kepemilikan ternak bantuan, dan partisipasi dalam pengelolaan usaha. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari-Februari 2025. Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan fungsi kelompok belum berjalan dengan optimal, penilaian peternak: kelas belajar (42,50%) dan unit produksi (42,50%) berada pada kategori cukup baik, sedangkan wahana kerjasama (46,25%) pada kategori tidak baik. Peternak menilai peran penyuluh belum optimal: edukator 45,00%, komunikator 38,75%, dinamisator 37,50% peternak menilai cukup baik, sedangkan organisator 45,00% peternak menyatakan tidak baik. Hasil uji t menunjukkan bahwa peran edukator berpengaruh signifikan terhadap fungsi kelas belajar dan wahana kerjasama, komunikator berpengaruh negatif signifikan terhadap unit produksi, organisator berpengaruh negatif signifikan terhadap wahana kerjasama, serta dinamisator berpengaruh negatif signifikan terhadap kelas belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas penyuluh sebagai agen perubahan serta penguatan kelembagaan kelompok peternak berperan penting dalam meningkatkan kinerja kelompok dan motivasi peternak.