Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penguatan Kapasitas Manajemen Usaha dan Pemasaran Digital di Desa Sumber Bakti Kabupaten Nagan Raya Pramulya, Rahmat; Wijaksena, Ego Ibnu; Diman, Banta; Pelangi, Putri; Atmaja, Nanda; Harahap, Arya Gading; Maulidia, Vina; Fithria, Dewi
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.768

Abstract

Desa Sumber Bakti, Kabupaten Nagan Raya, memiliki potensi ekonomi pada sektor pertanian jeruk dan pengolahan ikan asap. Namun, kedua sektor ini menghadapi berbagai kendala seperti ketergantungan pada input kimia, kelemahan kelembagaan, serta keterbatasan pemasaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas petani jeruk dan kelompok usaha ikan asap melalui inovasi produksi, penguatan manajemen, dan penerapan pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang melibatkan identifikasi masalah, perencanaan bersama, pelatihan teknis, pendampingan lapangan, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 35% pada kelompok ikan asap (ISAMBA) dan 40% pada kelompok petani jeruk. Inovasi berupa pembuatan pupuk organik cair dari limbah jeruk, penggunaan biopestisida nabati, serta pengemasan ikan asap dengan vacuum sealer meningkatkan efisiensi dan nilai jual produk hingga 40%. Pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis, kapasitas kelembagaan, dan strategi pemasaran kelompok usaha. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi desa yang berkelanjutan.
Penguatan Kapasitas Manajemen Usaha dan Pemasaran Digital di Desa Sumber Bakti Kabupaten Nagan Raya Pramulya, Rahmat; Wijaksena, Ego Ibnu; Diman, Banta; Pelangi, Putri; Atmaja, Nanda; Harahap, Arya Gading; Maulidia, Vina; Fithria, Dewi
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.768

Abstract

Desa Sumber Bakti, Kabupaten Nagan Raya, memiliki potensi ekonomi pada sektor pertanian jeruk dan pengolahan ikan asap. Namun, kedua sektor ini menghadapi berbagai kendala seperti ketergantungan pada input kimia, kelemahan kelembagaan, serta keterbatasan pemasaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas petani jeruk dan kelompok usaha ikan asap melalui inovasi produksi, penguatan manajemen, dan penerapan pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang melibatkan identifikasi masalah, perencanaan bersama, pelatihan teknis, pendampingan lapangan, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 35% pada kelompok ikan asap (ISAMBA) dan 40% pada kelompok petani jeruk. Inovasi berupa pembuatan pupuk organik cair dari limbah jeruk, penggunaan biopestisida nabati, serta pengemasan ikan asap dengan vacuum sealer meningkatkan efisiensi dan nilai jual produk hingga 40%. Pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis, kapasitas kelembagaan, dan strategi pemasaran kelompok usaha. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi desa yang berkelanjutan.
Peran pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam konservasi wilayah pesisir di Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Aceh Jaya Fithria, Dewi; Agustiar, Agustiar
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 1 (April, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v2i1.353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah dan tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan konservasi wilayah pesisir, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi dalam konservasi wilayah pesisir di Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Aceh Jaya. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan   metode survey.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa;  1)  Peran Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam melaksanakan kegiatan konservasi wilayah pesisir   sebagai berikut : a) Proses perencanaan konservasi wilayah pesisir masih bersifat top down, dimana perencanaan kegiatan dan anggaran, serta menentukan luas areal konservasi tidak partisipatif atau tidak melibatkan warga. b) Dalam pelaksanaan kegiatan konservasi wilayah pesisir peran pemerintah masih dominan. c) Peran pemerintah dalam kegiatan penyuluhan, alokasi anggaran dan luas areal yang dikonservasi masih rendah. 2) Peran Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya dalam konservasi wilayah pesisir sebagai berikut: a) Proses perencanaan konservasi wilayah pesisir masih bersifat bottom up, dimana perencanaan kegiatan dan anggaran, serta menentuka luas areal konservasi dilakukan secara partisipatif dan melibatkan warga. b) Tingginya peran dan komitmen pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan konservasi wilayah pesisir. c) Peran pemerintah dalam kegiatan penyuluhan, alokasi anggaran dan luas areal yang dikonservasi tinggi. 3) Partisipasi masyarakat dalam konservasi wilayah pesisir termasuk dalam kategori sedang untuk kedua kabupaten tersebut. This research aims to know the Government's role and and the level of community participation in conservation activities of the coastal area, know the factors that affect participation in the conservation of the coastal area in West Aceh and Aceh Jaya. The research method used is quantitative research using survey method. The results showed that; 1) West Aceh Regency Government's role in carrying out the activities of the conservation in the coastal area as follows: the conservation planning process) of the coastal area still are top down, where the planning of activities and budgets, as well as determine the vast acreage of conservation is not participatory or does not involve the citizens. b) In implementation of the conservation activitiesof the coastal area the role of Government is still dominant. c) The role of Government in public, the allocation of budgets and vast acreage that is still low. b) Height of the role and the Government's commitment in the implementation of conservation activities of the coastal area. c) The role of Government in public, the allocation of budgets and wide areal for conservation was high. 3) Community participation in conservation of the coastal area is included in the category are for both regency.
PENYULUHAN PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JENGKOL SEBAGAI PESTISIDA ALAMI DI DESA LAPANG KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT Agustinur Agustinur; Sumeinika Fitria Lizmah; Vina Maulidia; Evi Julianita Harahap; Putri Mustika Sari; Dewi Fithria
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2806-2810

Abstract

Kulit jengkol merupakan salah satu limbah pertanian yang menjadi permasalahan di lingkungan masyarakat. Penumpukan limbah kulit jengkol dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena dapat menghasilkan aroma dan bau yang tidak sedap. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, limbah kulit jengkol dapat diolah menjadi pupuk kompos dan pestisida nabati.  Namun informasi ini masih minim diketahui oleh masyarakat, terutama masyarakat di Kabupaten Aceh Barat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Oleh sebab itu dilakukan sosialisasi untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kulit jengkol tersebut. Kegiatan ini dilakukan di  Desa Lapang Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Sasaran peserta kegiatan adalah masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Desa Lapang. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal.Tim Pelaksana memberikan informasi dan penyuluhan bagi masyarakat serta menampilkan contoh pengolahan limbah kulit jengkol yang sudah jadi serta cara aplikasinya melalui audio visual. Kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar serta disambut antusias oleh masyarakat. Setelah mendengarkan pemaparan materi, masyarakat menjadi lebih paham mengenai pentingnya pengelolaan limbah pertanian untuk menjadi produk yang lebih bermanfaat.