Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR EKSTRAK DAUN GAMAL (Gliricidia sepium) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.) Imam Razali; Dewi Fithria
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 1 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i1.2695

Abstract

Penelitian pengaruh  pemberian  pupuk  organik  cair  ekstrak  daun gamal (Gliricidia sepium) terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.) dilakukan di Desa Alue Ambang, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya dimulai dari bulan Agustus sampai November 2022. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan 3 ulangan, sehingga diperoleh 9 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah G0 (kontrol/tanpa perlakuan), G1 (20 ml POC.1-1 air), dan G2 (25 ml POC.1-1 air). Hasil penelitian ini memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 14 HST dengan perlakuan G2 (25 ml POC.1-1 air).Kata kunci: ekstrak daun gamal, konsentrasi, tanaman kangkung
IDENTIFIKASI HAMA PADA TANAMAN PADI DI DESA TEU DAYAH KABUPATEN ACEH BESAR Elin Sahroni; Firdaus Firdaus; Dewi Fithria; Irvan Subandar
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 1 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i1.2556

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tumbuhan yang bisa di budidayakan dan bisa di konsumsi buah atau bijinya sebagai bahan makanan, tanaman ini dijadikan sebagai bahan makanan pokok oleh sebagian besar penduduk indonesia. Masalah yang menyebabkan turunnya hasil panen pada tanaman padi juga disebabkan oleh serangan hama seperti hama walang sangit, kepik hijau, keong mas, dan penggerek batang, yang mana hama tersebut dapat menyebabkan turunnya hasil produksi tanaman padi bahkan dapat menyebabkan kegagalan panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja jenis-jenis hama padi di desa Teu Dayah Kabupaten Aceh Besar. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan identifikasi. Hasil penelitian ditemukan 5 jenis hama pada tanaman padi di desa Teu Dayah. Jenis-jenis hama padi yang ditemukan di desa Teu Dayah Kabupaten Aceh Besar yaitu walang sangit (Leptocorisa acuta), kepik hijau (Nezara viridula), keong mas (Pomacea canaliculate), penggerek batang (Scirpophaga innotata), ulat grayak (Spodoptera litura).Kata kunci: Identifikasi, Jenis Hama, Padi.
Sosialisasi dan Pelatihan Budidaya Tanaman Sayuran secara Hidroponik Menggunakan Sistem Sumbu di SMA N 2 Meulaboh Kabupaten Aceh Barat Vina Maulidia; Rayhan Amadius Weihan; Dewi Fithria; Maulidil Fajri
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 3 (2023): JAMSI - Mei 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.778

Abstract

Hidroponik yaitu cara budidaya tanaman dengan memanfaatkan air sebagai media tumbuh, namun bukan hanya air tetapi juga ada larutan nutrisi untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan tanaman, tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik biasanya tanaman sayuran. Teknik hidroponik ini menjadi salah satu teknik budidaya untuk mengoptimalkan lahan sempit. Rendahnya pengetahuan generasi Z mengenai budidaya tanaman secara hidroponik menjadi pusat kegiatan pengabdian ini, yaitu sosialisasi dan pelatihan budidaya tanaman sayuran dengan target generasi Z yaitu siswa/i di SMA N 2 Meulaboh, Aceh Barat. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknik hidroponik dengan menggunakan sistem sumbu (wick system), serta pemanfaatan barang bekas menjadi berdaya guna tinggi. Tanaman yang dibudidayakan pada kegiatan pengabdian ini adalah tanaman kangkung (Ipomoea reptans Poir.), karena budidayanya sangat sederhana dan mudah sehingga sangat mendukung teknik penanaman secara hidroponik. Berdasarkan hasil pelaksanaan, kegiatan ini terdiri dari 3 sesi yaitu: pemaparan materi (sosialisasi), pelatihan atau praktik penanaman sayuran secara hidroponik dengan sistem sumbu dan diskusi. Berdasarkan 24 siswa/i peserta pelatihan sosialisasi dan pelatihan budidaya sayuran secara hidroponik, sebanyak 91,66% peserta belum pernah memperoleh pengetahuan maupun melakukan budidaya sayuran secara hidroponik. Setelah dilakukan sosialisasi dan pelatihan, sebesar 100,00% peserta dapat memahami dan dapat mempraktikkan budidaya sayuran secara hidroponik dengan sangat baik.
PENYULUHAN PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JENGKOL SEBAGAI PESTISIDA ALAMI DI DESA LAPANG KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT Agustinur Agustinur; Sumeinika Fitria Lizmah; Vina Maulidia; Evi Julianita Harahap; Putri Mustika Sari; Dewi Fithria
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2806-2810

Abstract

Kulit jengkol merupakan salah satu limbah pertanian yang menjadi permasalahan di lingkungan masyarakat. Penumpukan limbah kulit jengkol dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena dapat menghasilkan aroma dan bau yang tidak sedap. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, limbah kulit jengkol dapat diolah menjadi pupuk kompos dan pestisida nabati.  Namun informasi ini masih minim diketahui oleh masyarakat, terutama masyarakat di Kabupaten Aceh Barat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Oleh sebab itu dilakukan sosialisasi untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kulit jengkol tersebut. Kegiatan ini dilakukan di  Desa Lapang Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Sasaran peserta kegiatan adalah masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Desa Lapang. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal.Tim Pelaksana memberikan informasi dan penyuluhan bagi masyarakat serta menampilkan contoh pengolahan limbah kulit jengkol yang sudah jadi serta cara aplikasinya melalui audio visual. Kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar serta disambut antusias oleh masyarakat. Setelah mendengarkan pemaparan materi, masyarakat menjadi lebih paham mengenai pentingnya pengelolaan limbah pertanian untuk menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Pemanfaatan Daun Kelor Sebagai Bahan Dasar Produk Olahan Makanan di Gampong Dayah Baroh Lubis, Ahmad Singgih Ridwan; Zurba, Nabil; Edwarsyah, Edwarsyah; Marlian, Neneng; Fithria, Dewi
Lok Seva: Journal of Contemporary Community Service Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/lokseva.v3i1.9501

Abstract

The utilization of leaf moringa as a material-based product of processed food has had interesting attention for some years. Leaf moringa contains various substance important nutrients, including protein, fiber, vitamin A, vitamin C, substances iron, and calcium. properties nutrition This makes leaf moringa a material potential For developed become products valuable food _ nutrition high. Studies This aims to explore the potency utilization of leaf moringa in product processed food And give a description about profit the health it offers. dedication program public done on Mother Village PKK mother Dayah Baroh Subdistrict Ulim Regency Pidie Jaya. The method used _ in devotion This is method counseling with giving material related to introduction product moringa And mark nutrition, as well as providing training direct making tea leaf moringa And cake leaf moringa. Results from devotion to the public This is (1) knowledge participants about product-processed moringa And material raw making tea increased consecutive by 90%, (2) skills participants about the method of making processed moringa increased by 95%.
Potensi Nypa Fruticans Di Pesisir Barat Aceh Propinsi Aceh Fithria, Dewi; Marlian, Neneng; Isbah, Faliqul; Mauliza, Mira; Zurba, Nabil
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 7, No 2 (2023): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v7i2.9068

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan  05 Februari – 05  Maret Tahun 2022 selama 30 hari di  ekosistem Nypa friticans pesisir Aceh Barat yang meliputi Kabupaten Aceh Barat (Kula Bubon)  dan Kabupaten Nagan Raya (Kuala Trang) di pesisir barat Aceh. Tujuan  penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai  N. fruticans di kawasan Pantai Barat Aceh,  meliput:  deskripsi, habitat, kerapatan, dan luas areal N. fruticans. Penentuan stasiun dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode transek garis yang digunakan sebagai titik acuan pengambilan sampel. Hasil penelitian menujukkan bahwa Habitat nipah adalah daerah sepanjang pantai sampai sungai dengan jenis air yang tidak lagi asin. Rata-rata kualitas air  pada kedua lokasi penelitian, yakni Kuala  Bubon dan Kuala Tadu berada pada rentang:  pH tanah pH antara 6,5-6,8, salinitas 13,3 ppt-17,6 (ppt ), DO 11,7-13.5 (mg/L), kecerahan 38 - 67,3 (cm), aliran 0,9 (s/m) - 1,8 (s/m), dan pH tanah 5,1-6,3. Luas lahan yang ditumbuhi vegetasi N. fruticans  sekitar 166 ha di Kuala Bubon dan 20 ha di Kuala Tadu. Tingkat kepadatan N. fruticans di kedua lokasi memiliki kepadatan yang berbeda. Rata-rata kerapatan pohon di Kuala Bubon adalah 13.220 (ind/ha), 3.200 pancang (ind/ha), 114.000 bibit (ind/ha). Kondisi ini berbeda dengan kondisi kerapatan rata-rata di Kuala Tadu  yang memiliki tingkat kerapatan 2.480 (ind/ha) pada tingkat pohon, 3.120 (ind/ha) pada tingkat pancang dan 78.000 (ind/ha) pada tingkat bibit.
Identifikasi Jenis Dan Status Konservasi Ikan Pari Di Tempat Pelelangan Ikan Rigaih Calang, Aceh Jaya Marlian, Neneng; Lubis, Friyuanita; Fithria, Dewi; Warahmah, Alfadhillah; Zurba, Nabil
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 8, No 1 (2024): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v8i1.9604

Abstract

Identifikasi jenis dan konservasi Ikan Pari dilaksanakan di lokasi pelelangan ikan di Rigaih Calang, Aceh Jaya. Penelitian observasi identifikasi jenis ikan pari dilakukan pada tanggal 05 Februari sampai dengan tanggal 05 Maret 2023 selama 30 hari. Pengukuran morfometrik (TL/TB/W) terhadap panjang, lebar dan berat badan ikan pari dilakukan secara ex-situ. Identifikasi spesies mengacu pada White et al (2006) dan konservasi negara berdasarkan IUCN. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat famili antara lain: Dasyatidae, Gymnuridae, Rhincobatidae, Rhinopteridae dari enam spesies diantaranya: Neotrygon orientalis, Dasyatis cf longa, Gymnura japonica, Gymnura zonura, Rhynchobatus austrialiae, Rhinoptera javanica. Famili yang mendominasi terdapat dua spesies yaitu Dasyatidae dan Gymnuridae.  Famili yang paling sedikit ditemukan adalah satu spesies yaitu Rhinopteridae dan Rhinopteridae. Spesies dominan yang ditemukan adalah Neotrygon orientalis (20 ekor) dan Rhynchobatis australiae (19 ekor). Spesies yang paling sedikit ditemukan adalah Dasyatis cf longa, Gymnura zonura dan Rhinoptera javanica. Jumlah jenis ikan pari betina (31 ekor) lebih banyak dibandingkan ikan pari jantan (16 ekor). Hal ini terjadi karena adanya perbedaan pola perilaku bersekolah pada ikan pari jantan dan betina, perbedaan angka kematian, perbedaan pertumbuhan dan perbedaan saat pertama matang gonad. Berdasarkan status konservasi ikan pari ditemukan tiga spesies yang termasuk dalam kategori Tidak Dievaluasi (NE), antara lain Neotrygon orientalis, Dasyatis cf longa dan Gymnura japonica, sedangkan 3 spesies lainnya termasuk dalam kategori Vulnirable (VU), antara lain Gymnura zonura, Rhynchobatis australiae dan Rhinoptera javanica. Ketiga spesies ikan pari ini juga masuk dalam daftar lampiran II CITES.  Oleh karena itu diperlukan kerja sama seluruh pemangku kepentingan untuk mengatasi gejala kepunahan ikan pari.
Analysis of the Composition and Structure of Mangrove Vegetation in the Coastal Area of Lhokseumawe City Maulana, Arief; Munandar, Munandar; Fithria, Dewi; Edwarsyah, Edwarsyah; Wintah, Wintah
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 5 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v5i2.12393

Abstract

The mangrove ecosystem functions as a transitional area between land and sea, has a crucial contribution to coastal areas both ecologically, economically, and socially. This ecosystem is spread across all sub-districts in the coastal area of Lhokseumawe City. This study aims to examine mangrove vegetation and the abundance of gastropods in the area. This study uses a quantitative descriptive method with transect technique and will be carried out from June 1 to August 1, 2024. This research was conducted in Banda Sakti District, Muara Satu District, and Muara Dua District in Lhokseumawe City. The results of the study showed that mangrove vegetation in the area was dominated by main species such as Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Avicennia alba, and Avicennia marina. and the gastropods found included T. telescopium, T. palustris, Cassidula nucleus, Littoraria scabra. As for the conclusion, the types of the mangrove found consist of four types, namely A. marina, A alba, R. mucronata and R stylosa. the density of the tree level type R stylosa at station II is 3200 ind/Ha. The value is higher than the type found at station III A. marina of 300 ind/Ha and I. The relative density for the three stations is the same 100 ind/Ha. The INP of the sapling has the same value of 200 ind/Ha and the INP of the seedling level of the mangrove type A. marina R. mucronata, R. stylosa and A. alba. The amount is the same, namely 200 ind/Ha. Then for suggestions, the Government and related agencies in the Lhokseumawe must focus on mangrove management starting from designing procedures for mangrove management so that it is sustainable in the coastal area of Lhokseumawe city for future generations
Kajian Tutupan Lahan dan Tekstur Tanah Kawasan Mangrove di Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya Purnomo, Dwi; Pramulya, Rahmat; Subandar, Irvan; Fithria, Dewi; Nasution, Aswin
Jurnal Agrotek Lestari Vol 11, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v11i1.11694

Abstract

Hutan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir, tetapi mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan dan karakteristik tanah mangrove di Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, menggunakan citra Sentinel-2 dalam Google Earth Engine (GEE). Analisis dilakukan dengan pendekatan indeks vegetasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) serta menentukan tekstur tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah mangrove didominasi oleh tekstur lempung berliat dan lempung pasiran, yang memengaruhi pertumbuhan vegetasi. Analisis tutupan lahan mengungkapkan adanya peningkatan luas mangrove dari 147,98 hektare (2019) menjadi 176,67 hektare (2024). Peningkatan ini dipengaruhi oleh proses pemulihan alami dan upaya konservasi, meskipun beberapa area masih mengalami degradasi. Studi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya pengelolaan mangrove secara berkelanjutan di wilayah pesisir Aceh Jaya.
Studi Kasus Keanekaragaman Serta Kondisi Konservasi Ikan Pari Pada PPI Ujong Baroh, Kabupaten Aceh Barat, Aceh Dianshar, Rahmad; Muktaridha, Muktaridha; Fithria, Dewi; Rizal, Muhammad; Munandar, Munandar
Juvenil Vol 6, No 2: Mei (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i2.30189

Abstract

ABSTRAKPesisir pantai barat-selatan Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Barat di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Baroh memiliki keanekaragam hayati yang luar biasa, terutama untuk spesies ikan pari sebagai salah satu kelompok ikan bertulang rawan dan memiliki peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Keberadaan spesies tersebut mengalami penurunan akibat penangkapan berlebih, rendahnya kesadaran terkait konservasi, serta lemahnya implementasi kebijakan terhadap perlindungan ikan pari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran spesies pari yang ditangkap para nelayan beserta jumlahnya, analisis kondisi yang memungkinkan dilakukan untuk konservasi, dan analisis kebijakan yang layak dilakukan untuk memastikan keberlangsungan hidup ikan pari. Penelitian dilakukan melalui survei langsung di PPI Ujong baroh untuk melakukan observasi, wawancara dan lain-lain. Analisis data dilakukan dengan pemaparan informasi mendasar terkait jumlah dan sebaran spesis pari yang ditangkap oleh masyarakat, analisis Strengths, Weakness, Opportunities, dan Threats (SWOT) untuk mengidentifikasi strategi konservasi yang tepat, serta kondisi yang mungkin untuk diambil sebagai tindaklanjutnya. Hasil observasi menunjukkan terdapat 11 jenis ikan pari yang sering ditangkap oleh nelayan di PPI Ujong Baroh, meliputi dua jenis ordo berbeda yaitu Myliobatiformes dan Rhinopristiformes. Hampir seluruh jenis pari tersebut berada dalam status Terancam Punah, bahkan spesies pari barong (Rhina ancylostoma) berada dalam status yang lebih mengkhawatirkan. Hasil analisis SWOT menunjukkan posisi strategi pengelolaan ikan pari saat ini berada dalam Kuadran III (strategi defensif), dimana posisi kelemahan dan ancaman lebih dominan dibandingkan kekuatan dan peluang. Kelemahan internal tersebut berasal dari berbagai aspek nelayan, penjual dan pemerintah. Selain itu, ancaman terhadap keberlangsungan hidup pari juga cukup besar karena permintaan pasar yang tinggi serta maraknya praktik penangkapan ilegal/destruktif. Meskipun hasil analisis SWOT menunjukkan posisi yang lemah dan memerlukan strategi bertahan, kekuatan dan peluang yang tersedia tetap memiliki peran penting jika dimanfaatkan secara strategis, sehingga arah kebijakan berfokus pada penguatan faktor pendukung, serta memperbaiki kelemahan dan mengantisipasi ancaman. Beberapa faktor kekuatan yang dapat dioptimalkan berupa keberadaan fasilitas PPI Ujong Baroh, pengalaman nelayan lokal dalam praktik penangkapan, dan dukungan dari pemerintah daerah dalam bentuk kebijakan kelembagaan. Kata Kunci: strategi, pengelolaan, berkelanjutan, kepunahan , SWOT.ABSTRACTThe southwestern coastal region of Aceh, particularly in West Aceh Regency at the Ujong Baroh Fish Landing Base (PPI), is home to remarkable biodiversity, especially among ray species, which are cartilaginous fish playing a vital role in maintaining ecosystem balance. However, the presence of these species  has  been  declining  due  to overfishing,  low awareness  of conservation  efforts,  and  weak enforcement of protective regulations. This study aims to analyze the distribution and quantity of ray species caught by local fishermen, assess feasible conservation measures, and evaluate policy options to ensure the sustainability of ray populations. Field research was conducted at PPI Ujong Baroh through direct surveys, observations, interviews, and other qualitative methods. Data analysis involved a presentation of basic information on species diversity and catch distribution, a SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) analysis to identify appropriate conservation strategies, and a review of potential follow-up actions. Observations revealed 11 ray species commonly caught by local fishermen, encompassing two distinct orders: Myliobatiformes and Rhinopristiformes. Nearly all of these species are classified as Threatened, with the wedgefish (Rhina ancylostoma) listed in a more critical conservation status. The SWOT analysis indicates that current ray management strategies fall into Quadrant III (defensive strategy), where weaknesses and threats outweigh strengths and opportunities. These internal weaknesses stem from factors involving fishers, traders, and governmental institutions. Moreover, the sustainability of ray populations is under significant threat due to high market demand and the prevalence of illegal or destructive fishing practices. Despite these challenges, the identified strengths and opportunities can still play a strategic role if leveraged effectively. Therefore, policy direction should focus on reinforcing supportive factors while addressing weaknesses and mitigating threats. Key strengths include the existing infrastructure at PPI Ujong Baroh, the experience of local fishermen, and support from local governments in the form of institutional policies.Keywords: strategy, management, sustainability, extinction, SWOT