Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Optimization Unloading Time Container Use Multiple-Channel Queuing Model at Car Industry Fitra, Adi; Suhendra, Suhendra; Wiyatno, Tri Ngudi
IJIEM - Indonesian Journal of Industrial Engineering and Management Vol 5, No 3: October 2024
Publisher : Program Pascasarjana Magister Teknik Industri Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/ijiem.v5i3.24198

Abstract

The development of the car assembly industry in Indonesia is increasing from year to year and competition is getting tighter. To be able to compete in the competition, a system with low costs is needed. Logistics is an activity that does not add value and logistics is also included in the price formation elements. Logistics costs in Indonesia are high, reaching 30% of the total product. Waiting time for containers to be unloaded is a hidden cost and can reduce service levels. The aim of this research is to reduce waste when waiting to unload containers which is related to the capacity of the area waiting to unload containers. The method used is the Multiple-Channel Queuing Model queuing method where analysis is carried out to reduce waiting time so that there are no containers waiting outside the cross-dock warehouse. The results of the research found that by increasing the number of containers unloading docks, the unloading time could be reduced from 2.25 hours to 1 hour and increase the service level where the container waiting area which initially required 5 parking lots became 2 container parking lots. Not only can it reduce the number of queues outside the warehouse and reduce waiting times. In this study, it was found that by adding docking from 2 to 3, it can make a cost reduction of 1 million per month because there is no need to pay overtime costs to unload containers.
A Bibliometric Analysis of Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) Research from 2020 to 2025 Fitra, Adi; Maryadi, Deri; Rochim, Abdul; Mulyana, Andri
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 3 No 01 (2025): Edisi Januari-Juni
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FMEA (Failure Mode and Effects Analysis) adalah metode yang digunakan untuk mencegah kegagalan dalam proses atau sistem. Dalam lima tahun terakhir, penggunaan FMEA terus berkembang, namun belum banyak kajian yang memetakan tren dan arah penelitiannya secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik untuk menganalisis publikasi tentang FMEA dari tahun 2020 hingga 2025. Data diambil dari database Scopus, lalu dianalisis dengan Bibliometrix (RStudio) dan VOSviewer untuk melihat tren penulis, negara, serta kata kunci yang sering digunakan. Hasil menunjukkan peningkatan jumlah publikasi secara signifikan, dengan kontribusi besar dari negara seperti Tiongkok dan India. Beberapa penulis, seperti Ni Q. dan Ji J.C., tercatat paling banyak disitasi. Selain itu, tren menunjukkan bahwa FMEA kini banyak diintegrasikan dengan metode lain seperti Lean dan Six Sigma. Penelitian ini memberikan gambaran ringkas namun bermanfaat tentang arah dan perkembangan riset FMEA terkini.
A Smart Logistic 4.0 in Manufacture: Logistic Pintar 4.0 di bidang Manufacture Fitra, Adi; Putra, Fibi Eko; Maulana, Donny
Lentera Pengabdian Vol. 1 No. 02 (2023): April 2023
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v1i02.34

Abstract

Perkembangan industrial 4.0 semakin meningkat dengan nilai INDI 2.4 pada tahun 2018 dan meningkat ke arah INDI 3.2 pada 2022 dan ditargetkan 3.5 pada 2030. Hal ini memperjelas bahwa baik pemerintah dan dunia industri terus mengembangkan industrial 4.0. Para pekerja, mahasiswa dan umum harus mengikuti perkembangan ini dikarenakan aka nada transisi pekerjaan di bidang logistic dan perlunya mempersiapkan kemampuan dan pengetahuan agar dapat ikut serta mengambil bagian dan berkontribusi di era Smart logistic 4.0. Seminar Smart logistic 4.0 in Manufacture akan memberikan pengetahuna akan perkembangan yang terjadi dan perisapan apa saja yang diperlukan untuk menyambut era tersebut. Seminar ini juga akan menjelaskan jenis pekerjaan apa saja dan skill apa saja yang dibutuhkan kedepannya agar para yang mengikuti seminar baik dari umum, mahasiswa dan praktisi siap dalam menyambut Smart logistic 4.0.
Perkembangan Logistik di Industri Perakitan Mobil fitra, adi; Suhendra, Suhendra; Riandani, Andini Putri; Maryadi, Deri
Lentera Pengabdian Vol. 2 No. 01 (2024): Januari 2024
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v2i01.201

Abstract

Perkembangan dunia industri perakitan mobil saat ini terus berkembang sesuai dengan perkembangan industri 4.0. Dimana proses perencanaan dan pengerjaan secara perancangan akan menggunakan software pembantu. Adapun software pembantu yang biasa digunakan dalam perkembangan industri perakitan mobil adalah packing engineering, transport engineering dan warehouse engineering. Agar dapat memenuhi kebutuhan dari pasar kerja penambahan pengetahuan ini sangat diperlukan sehingga didapatkannya pemenuhan lulusan dari peruruan tinggi dengan kemampuan yang memadai dengan perkembangan teknologi logistik di industri perakitan mobil.
Implementasi K3 pada Proses Welding di PT Chandra Nugerah Cipta Menggunakan Metode HIRARC Rahman, Andhika Nur; Fitra, Adi; Intani, Arvita Emarilis
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 3 (2025): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i3.45965

Abstract

Welding is one of the high-risk work activities in the manufacturing industry, including at PT Chandra Nugerah Cipta. This study aims to identify potential hazards, assess risk levels, and provide technical recommendations to reduce the risk of work accidents in the welding area using the HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) method. The research was conducted qualitatively through observation, interviews, and documentation. The results identified 20 potential hazards, categorized into 4 extreme risks (20%), 5 medium risks (25%), and 11 low risks (55%). After implementing risk controls through engineering controls, administrative controls, and the provision of personal protective equipment (PPE), the number of work accidents decreased by 64% within three months. The HIRARC method proved effective in improving workplace safety and fostering a safer work culture.
Penggunaan Asbuton Berbutir sebagai Bahan Subtitusi Parsial Agregat Halus pada Campuran Aspal Beton Lapis Antara (AC-BC) Fitra, Adi; Said, Lambang Basri; Alifuddin, Andi
Jurnal Flyover Vol. 5 No. 1 (2025): Februari - Juli
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v5i1.2161

Abstract

Infrastruktur jalan di Indonesia sering mengalami kerusakan akibat beban lalu lintas berat dan iklim tropis, sehingga memerlukan material berkualitas tinggi untuk daya tahan dan keselamatan. Keterbatasan agregat halus konvensional dan dampak negatif penambangannya menjadi tantangan signifikan. Selain itu, penelitian mengenai variasi suhu pemadatan optimal untuk campuran aspal beton yang menggunakan Asbuton berbutir masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Asbuton berbutir B 5/20 sebagai substitusi agregat halus pada campuran aspal beton lapis antara (AC-BC). Bahan yang digunakan meliputi aspal minyak penetrasi 60/70, agregat kasar, abu batu, dan Asbuton Buton Granular Asphalt (BGA) tipe B 5/20 sebagai substitusi agregat halus. Variasi substitusi Asbuton berbutir B 5/20 yang digunakan adalah 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% terhadap total agregat halus. Suhu pemadatan yang divariasikan adalah 110°C, 120°C, 130°C, 140°C, dan 150°C. Pengujian Marshall dilakukan untuk mengukur stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, Density, dan Marshall Quotient. Analisis data dilakukan menggunakan regresi dan korelasi untuk mendapatkan persamaan yang menggambarkan perilaku hasil pengujian. Penggunaan Asbuton B 5/20 sebagai substitusi agregat halus pada campuran AC-BC dapat meningkatkan nilai stabilitas. Variasi optimum penggunaan Asbuton B 5/20 adalah 6%, yang meningkatkan stabilitas dari 1259,23 Kg (2% substitusi) menjadi 1433,37 Kg (6% substitusi), sebelum akhirnya menurun pada variasi 10%. Suhu pemadatan optimal untuk campuran AC-BC dengan substitusi Asbuton B 5/20 adalah 140°C, menghasilkan stabilitas puncak 1398,70 Kg
Implementasi Jobload Analysis Menggunakan Metode Full Time Equivalent (FTE) Untuk Menentukan Kebutuhan Tenaga Kerja (Study kasus Perusahaan pertambangan di kota Palembang) Deri Maryadi; Hermanto MZ; azhari; Adi Fitra; Anthonius
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 1 No 02 (2023): Edisi Juli - Desember
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v1i02.428

Abstract

Optimalisasi dalam setiap Perusahaan meruapakan sesuatu yang harus dilakukan yang salah satunya adalah optimalisasi dalam kebutuhan operator dalam kegiatan operasioanl Perusahaan [1]. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan dalam penentuan kebutuhan operator dengan mengusulkan suatu pendekatan yang lebih terperinci menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE) untuk mengukur job load. Meskipun FTE telah menjadi alat yang umum digunakan dalam mengukur kebutuhan tenaga kerja, penerapannya sering kali dihadapi oleh kompleksitas kontekstual yang sulit diintegrasikan dengan faktor-faktor variabel dalam dunia operasional dalam pertambangan. Dari hasil penelitian didapatkan hasil Beban kerja yang terdapat pada PT. Bukit Asam Tbk Unit Dermaga Kertapati satuan kerja umum. Beban kerja supervisor layanan umum 177 %, admin layanan umum 62 %, supervisor balitas 474 %, supervisor layanan mess & griya 183 %, admin layanan mess & griya 103%, supervisor gudang 179% dan admin gudang 248 %.
IMPLEMENTASI 5S UNTUK MEWUJUDKAN LINGKUNGAN KERJA YANG EFEKTIF DAN EFISIEN PADA PERUSAHAAN MACHINING DI KABUPATEN BEKASI JAWA BARAT Suhendra, Suhendra; Fitra, Adi; Hidayat, Ade Nurul; Kartini, Tri Mulyani; Wiyatno, Tri Ngudi; Syahrir, Azhar; Khofiyah, Nida An
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3420

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi penerapan konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) guna mewujudkan lingkungan kerja yang efektif dan efisien pada perusahaan machining PT Zenko Sanagi Abadi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Metode Pengabdian yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang meliputi kegiatan sosialisasi dan pelatihan konsep 5S kepada manajemen dan operator, survei dan observasi kondisi awal area machining, implementasi 5S secara bertahap, serta evaluasi melalui audit 5S menggunakan checklist penilaian. Hasil Pengabdian menunjukkan adanya perbaikan signifikan pada kerapian dan kebersihan area kerja, penataan dan standardisasi penempatan peralatan, peningkatan kemudahan akses tools, serta meningkatnya kesadaran dan disiplin operator dalam menjaga lingkungan kerja. Simpulan, bahwa implementasi 5S melalui pendampingan yang terstruktur dan partisipatif mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keselamatan kerja di area machining, serta berpotensi menjadi budaya kerja berkelanjutan di PT Zenko Sanagi Abadi.