Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Perkembangan Logistik di Industri Perakitan Mobil fitra, adi; Suhendra, Suhendra; Riandani, Andini Putri; Maryadi, Deri
Lentera Pengabdian Vol. 2 No. 01 (2024): Januari 2024
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v2i01.201

Abstract

Perkembangan dunia industri perakitan mobil saat ini terus berkembang sesuai dengan perkembangan industri 4.0. Dimana proses perencanaan dan pengerjaan secara perancangan akan menggunakan software pembantu. Adapun software pembantu yang biasa digunakan dalam perkembangan industri perakitan mobil adalah packing engineering, transport engineering dan warehouse engineering. Agar dapat memenuhi kebutuhan dari pasar kerja penambahan pengetahuan ini sangat diperlukan sehingga didapatkannya pemenuhan lulusan dari peruruan tinggi dengan kemampuan yang memadai dengan perkembangan teknologi logistik di industri perakitan mobil.
Implementasi K3 pada Proses Welding di PT Chandra Nugerah Cipta Menggunakan Metode HIRARC Rahman, Andhika Nur; Fitra, Adi; Intani, Arvita Emarilis
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 3 (2025): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i3.45965

Abstract

Welding is one of the high-risk work activities in the manufacturing industry, including at PT Chandra Nugerah Cipta. This study aims to identify potential hazards, assess risk levels, and provide technical recommendations to reduce the risk of work accidents in the welding area using the HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) method. The research was conducted qualitatively through observation, interviews, and documentation. The results identified 20 potential hazards, categorized into 4 extreme risks (20%), 5 medium risks (25%), and 11 low risks (55%). After implementing risk controls through engineering controls, administrative controls, and the provision of personal protective equipment (PPE), the number of work accidents decreased by 64% within three months. The HIRARC method proved effective in improving workplace safety and fostering a safer work culture.
Penggunaan Asbuton Berbutir sebagai Bahan Subtitusi Parsial Agregat Halus pada Campuran Aspal Beton Lapis Antara (AC-BC) Fitra, Adi; Said, Lambang Basri; Alifuddin, Andi
Jurnal Flyover Vol. 5 No. 1 (2025): Februari - Juli
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v5i1.2161

Abstract

Infrastruktur jalan di Indonesia sering mengalami kerusakan akibat beban lalu lintas berat dan iklim tropis, sehingga memerlukan material berkualitas tinggi untuk daya tahan dan keselamatan. Keterbatasan agregat halus konvensional dan dampak negatif penambangannya menjadi tantangan signifikan. Selain itu, penelitian mengenai variasi suhu pemadatan optimal untuk campuran aspal beton yang menggunakan Asbuton berbutir masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Asbuton berbutir B 5/20 sebagai substitusi agregat halus pada campuran aspal beton lapis antara (AC-BC). Bahan yang digunakan meliputi aspal minyak penetrasi 60/70, agregat kasar, abu batu, dan Asbuton Buton Granular Asphalt (BGA) tipe B 5/20 sebagai substitusi agregat halus. Variasi substitusi Asbuton berbutir B 5/20 yang digunakan adalah 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% terhadap total agregat halus. Suhu pemadatan yang divariasikan adalah 110°C, 120°C, 130°C, 140°C, dan 150°C. Pengujian Marshall dilakukan untuk mengukur stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, Density, dan Marshall Quotient. Analisis data dilakukan menggunakan regresi dan korelasi untuk mendapatkan persamaan yang menggambarkan perilaku hasil pengujian. Penggunaan Asbuton B 5/20 sebagai substitusi agregat halus pada campuran AC-BC dapat meningkatkan nilai stabilitas. Variasi optimum penggunaan Asbuton B 5/20 adalah 6%, yang meningkatkan stabilitas dari 1259,23 Kg (2% substitusi) menjadi 1433,37 Kg (6% substitusi), sebelum akhirnya menurun pada variasi 10%. Suhu pemadatan optimal untuk campuran AC-BC dengan substitusi Asbuton B 5/20 adalah 140°C, menghasilkan stabilitas puncak 1398,70 Kg
Implementasi Jobload Analysis Menggunakan Metode Full Time Equivalent (FTE) Untuk Menentukan Kebutuhan Tenaga Kerja (Study kasus Perusahaan pertambangan di kota Palembang) Deri Maryadi; Hermanto MZ; azhari; Adi Fitra; Anthonius
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 1 No 02 (2023): Edisi Juli - Desember
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v1i02.428

Abstract

Optimalisasi dalam setiap Perusahaan meruapakan sesuatu yang harus dilakukan yang salah satunya adalah optimalisasi dalam kebutuhan operator dalam kegiatan operasioanl Perusahaan [1]. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan dalam penentuan kebutuhan operator dengan mengusulkan suatu pendekatan yang lebih terperinci menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE) untuk mengukur job load. Meskipun FTE telah menjadi alat yang umum digunakan dalam mengukur kebutuhan tenaga kerja, penerapannya sering kali dihadapi oleh kompleksitas kontekstual yang sulit diintegrasikan dengan faktor-faktor variabel dalam dunia operasional dalam pertambangan. Dari hasil penelitian didapatkan hasil Beban kerja yang terdapat pada PT. Bukit Asam Tbk Unit Dermaga Kertapati satuan kerja umum. Beban kerja supervisor layanan umum 177 %, admin layanan umum 62 %, supervisor balitas 474 %, supervisor layanan mess & griya 183 %, admin layanan mess & griya 103%, supervisor gudang 179% dan admin gudang 248 %.
Perancangan Sistem E‑Procurement dengan Approval Berjenjang dan Penilaian Vendor Berbasis AHP di PT XYZ Wahyudiyanta, Soni Agung; Fitra, Adi; Hidayat, Ade Nurul
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 1 (2026): January
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i1.54945

Abstract

This study aims to design a web-based e‑procurement system integrated with a tiered digital approval feature and the Analytical Hierarchy Process (AHP) method as a decision support system for selecting transporter vendors. Data were collected through observation of procurement processes, interviews with relevant stakeholders, and pairwise comparison questionnaires to determine the AHP criteria weights. Vendor evaluation criteria include quality, price, service, reputation, and performance evaluation. The AHP calculation results show that quality (0.355) and price (0.289) are the criteria with the highest weights, with a consistency ratio (CR) of 0.00094 (<0.1), indicating that the judgments are consistent. Synthesis of the criteria and alternative weights produces Transporter C as the selected vendor with a total score of 0.374, followed by Transporter B (0.360) and Transporter A (0.265). The integration of AHP into the e‑procurement system enables vendor assessment and approval processes to be carried out digitally, objectively, and well documented, while the tiered approval mechanism speeds up the approval process and increases transparency. The designed system is expected to improve operational efficiency, accountability, and the quality of procurement decisions at PT XYZ.
Implementasi Systematic Layout Planning Sebagai Upaya Mencapai Target Produksi pada Industri Kipas Angin Tri Ngudi Wiyatno; Indra Setiawan; Opie Oktavia Yuliani; Siti Rahayu; Adi Fitra
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan dalam industri elektronik berkembang sangat pesat, serta permintaan customer yang terus meningkat membuat PT. Manufaktur Sejahtera menambah jumlah produksi per harinya. Dimana produksi per hari perusahan ini hanya menghasilkan 700 unit produk. Langkah awal yang harus diambil oleh PT. Manufaktur Sejahtera adalah membuat tata letak pabrik yang baik. Dalam tata letak pabrik hal yang harus diperhatikan adalah pengaturan mesin dan pengaturan departemen dalam pabrik. Dengan adanya perancangan tata letak pabrik yang baik, target produksi dan efisiensi dapat ditingkatkan. Aspek yang harus diperhatikan meliputi mesin, transportasi dan alat penunjang lainya.Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang tata letak pada area produksi PT. Manufaktur Sejahtera dalam meningkatkan target produksi. Metode yang digunakan adalah metode Syestematic Layout Planning SLP dan Software blocplan. Tujuan penggunaan software ini untuk meminimalisasi jarak antar fasilitas, dimana blocplan mengusulkan alternatif layout berdasarkan beberapa kriteria. Kriteria tersebut adalah adjency score, R Score, dan R-DIST Score. Setelah penerapan SLP didapat tata letak yang efisien, dan dapat mencapai target produksi perhari sebanyak 1000 produk, sedangkan menggunakan blocplan didapat adj score paling besar pada iterasi ke-5 dengan nilai 0,95. Nilai R dist 0,66. Dengan total ongkos material handling sebesar Rp 17.575.023.
Needs Analysis in Instructional Material Design: Job Sheets for English Language Teaching Practicum Risda Asfina; Adi Fitra
Juliet Vol 7 No 1 (2026): JULIET Volume 7 Number 1
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/juliet.v7i1.8224

Abstract

English students, in the English Language Teaching (ELT) practicum course, need to enhance their teaching skills, classroom management, and self-reflection. They need the materials that improve their preparedness, autonomy, and confidence in conducting teaching practices. This whole study aims to develop job sheets as practice-oriented instructional materials to support the effectiveness of the English Language Teaching (ELT) practicum course that guide students in applying theoretical knowledge into real teaching contexts. The research applied a Research and Development (R&D) method using the ADDIE framework consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. This current study focused on the first stage. The data were collected through questionnaires and interviews. The study took place at Politeknik Negeri Bengkalis, involving 25 students from the English Language study program, the head of the study program, and the head of the department. The findings indicate that ELT job sheets are highly needed to support English Language students’ learning during the practicum course, particularly in helping them understand course materials, integrate theoretical knowledge with teaching practice, and prepare for their future. The results also show that job sheets are expected to contribute to the development of essential competencies, including English proficiency, pedagogical skills, lesson planning ability, teaching confidence, and professional competence. In addition, institutional perspectives emphasized the importance of aligning instructional materials with curriculum objectives, graduate competencies, and current ELT developments. The study further highlights the need for well-structured ELT job sheets with clear learning objectives, understandable instructions, step-by-step activities, and sufficient practice tasks. Overall, this needs analysis provides a strong foundation for the subsequent design and development of ELT job sheets aimed at improving the effectiveness of ELT practicum course.