Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Workshop penerapan K3 pada pembangunan rumah susun lanjutan Provinsi Sumatera Selatan Purwanto, Herri; Amiwarti, Amiwarti; Adiguna, Adiguna; Firdaus, Muhammad; Setiobudi, Agus; Alzahri, Syahril; Kurniawan, Reffanda
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Kemas Journal - Januari - Juni
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kemas.v2i1.15559

Abstract

Implementasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah salah satu langkah untuk mencegah kecelakaan kerja di tempat kerja. Dalam praktiknya, prosedur K3, kesehatan, keselamatan kerja, dan perlindungan tenaga kerja adalah tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh pengguna jasa dan penyedia jasa sebagai syarat dalam kontrak penyelenggaraan jasa konstruksi. Tujuan kegiatan ini adalah agar pelaksana kegiatan dan pekerja pembangunan rumah susun lanjutan  Provinsi Sumatera Selatan dapat mengetahui betapa pentingnya penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada pembangunan suatu konstruksi sehingga dapat mengurangi kecelakaan kerja dan terwujud Zero Accident. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan tentang K3 dan bahaya serta resikonya yang berdampak, baik kepada diri sendiri atau kepada keluarga. Dari hasil evaluasi respon peserta pada workshop ini sangat antusias. Hal ini terlihat dari hasil kuesioner peserta sebanyak 18 orang dengan 55,6 % menyatakan  sangat setuju diadakan workshop tersebut dan 44,4% setuju. Sedangkan untuk materi yang disampaikan peserta menyatakan 67,4%  sangat baik, 31,9% baik dan hanya 0,7% cukup. Dari tanya jawab dan diskusi mengenai masalah K3 yang ada, diwacanakan perlunya pemberian reward and punishment, serta tindakan tegas terhadap pelanggar penerapan K3. Sehingga diharapkan hal ini dapat menumbuhkan rasa disiplin pekerja terhadap pentingnya penggunaan alat pelindung diri dan penerapan K3 pada pekerjaan.
Efektifitas Pemanfaatan Abu Jerami Padi Sebagai Bahan Tambah Pembuatan Paving Block Amiwarti; Purwanto, Herri; Adiguna
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/e0ef3v79

Abstract

Paving block beton merupakan material konstruksi pracetak yang terdiri atas campuran semen portland, agregat, air, serta bahan tambahan lainnya. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, dengan memanfaatkan limbah pertanian berupa jerami padi yang umumnya dibuang atau dibakar setelah panen sebagai bahan alternatif dalam pembuatan material konstruksi. Studi eksperimental ini bertujuan menganalisis kelayakan teknis penggunaan abu jerami padi sebagai pengganti sebagian semen dalam pembuatan paving block, khususnya terhadap parameter kuat tekan. Metode penelitian menggunakan desain campuran standar dengan perbandingan semen dan pasir 1:2 untuk menghasilkan paving block mutu K-150 (150 kg/cm²) yang sesuai untuk area pejalan kaki. Variasi substitusi abu jerami padi dilakukan sebesar 2%, 3%, 4%, dan 5% dari berat semen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa spesimen kontrol tanpa abu jerami padi mencapai kuat tekan 187,31 kg/cm², sedangkan spesimen dengan substitusi 2%, 3%, 4%, dan 5% berturut-turut mencapai 171,78 kg/cm², 168,33 kg/cm², 149,35 kg/cm², dan 145,74 kg/cm². Hasil penelitian membuktikan bahwa substitusi hingga 3% masih memenuhi persyaratan kuat tekan minimal 150 kg/cm², sedangkan substitusi di atas 3% menunjukkan penurunan performa yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan abu jerami padi sebagai bahan substitusi parsial semen pada paving block layak diterapkan hingga batas 3% dengan tetap mempertahankan performa struktural, sekaligus memberikan solusi pemanfaatan limbah pertanian yang berkelanjutan. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan meliputi optimasi formula campuran dan evaluasi parameter durabilitas dalam jangka panjang
Sosialisasi Penggunaan Alat Bending Portabel Untuk Besi Begel Purwanto, Herri; Amiwarti, Amiwarti; Adiguna, Adiguna; Alzahri, Syahril; Firdaus, M.; Setiobudi, Agus; Kurniawan, Reffanda
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v5i2.7788

Abstract

Dalam konstruksi bangunan, begel merupakan komponen penting dalam struktur beton bertulang yang berfungsi menahan gaya geser. Pembuatan begel secara manual menggunakan metode tradisional dinilai kurang efisien dan sebagai solusi, alat tekuk besi portable hadir untuk meningkatkan efisiensi, dan produktivitas pekerjaan pembesian, terutama pada pembangunan rumah sederhana. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi alat tekuk besi portable kepada siswa dan guru SMA Negeri 2 Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu persiapan, sosialisasi dan penyuluhan, praktik penggunaan alat, serta evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 76,2% peserta merasa tujuan kegiatan telah tercapai dan materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebanyak 98% peserta menyatakan kegiatan ini diterima dengan baik dan memberikan dampak positif dalam memahami teknik praktis pembuatan begel. Mayoritas peserta juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa depan untuk mendukung transfer teknologi yang bermanfaat. Dengan adanya alat tekuk besi portable, proses pembuatan begel menjadi lebih cepat, dan praktis, sehingga diharapkan dapat diterapkan secara luas untuk mendukung efisiensi pekerjaan konstruksi sederhana di masyarakat.   In building construction, stirrups are crucial components in reinforced concrete structures that resist shear forces. Traditional manual methods of making stirrups are considered inefficient, prompting the introduction of portable steel benders as a solution to enhance efficiency and productivity in reinforcement work, particularly for simple house construction. This Community Service Program (PKM) aims to introduce portable steel bending technology to students and teachers of SMA Negeri 2 Keluang, Musi Banyuasin Regency, selected for their strategic role in disseminating this innovation. Students can quickly grasp the new technology and share it with their communities, while teachers reinforce this knowledge by integrating it into lessons and facilitating training.  The location was chosen due to Keluang Village's growing construction sector alongside its oil-based economic development. The program was implemented in stages: preparation, socialization, hands-on training, and evaluation. Evaluation results showed 76.2% of participants felt the objectives were achieved, with the material meeting their needs—equipping students to share knowledge and empowering teachers as educators. Additionally, 98% of participants responded positively, noting improved understanding of practical stirrup-making techniques. Most participants also expressed hope for similar future initiatives to support beneficial technology transfer.  With portable steel benders, stirrup production becomes faster and more practical, enabling widespread adoption to improve efficiency in simple construction projects.
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN SERBUK KAYU KULIM TERHADAP KUAT TEKAN BETON K-225 Amiwarti, Amiwarti; setiobudi, agus; Firdaus, Muhammad
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i2.277

Abstract

ABSTRAK Penambahan serbuk kayu kulim diharapkan memberikan tambahan kekuatan daya ikat antar partikel, serta menghambat difusi air dalam material akibat sifat hidrofobnya dengan demikian dapat menghasilkan beton yang kuat, tidak tembus air, dan dapat sebagai bahan konstruksi. Penelitian serbuk kayu kulim dilakukan sebagai penambahan bahan pengganti semen dengan variasi persentase 0%, 1,5%, 2% dan 2,5% dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh serbuk kayu kulim terhadap kuat tekan beton K-225. Benda uji yang digunakan yaitu kubus beton dengan ukuran panjang 15 cm, lebar 15 cm dan tinggi 15 cm, pengujian dilakukan pada saat umur beton 7 hari dan 28 hari. Hasil penelitian bahwa hasil uji kuat tekan beton campuran serbuk kayu kulim pada umur 7 hari mengalami penurunan dari setiap variasi pada variasi 1,5% dengan kekuatan 154,091 kg/cm2 dari kekuatan beton normal 157,87 kg/cm2, pada variasi 2% dengan kekuatan 149,56 kg/cm² dari kekuatan beton 157,87 dan 2,5% dengan kekuatan 139,74 kg/cm² dari kekuatan beton 157,87 kg/cm². Sedangkan pada umur 28 mengalami peningkatan pada variasi 1,5% dengan kekuatan 258,33 kg/cm2 dari kekuatan beton normal 242,87 kg/cm2, pada variasi 2% terjadi penurunan dengan kekuatan 209,23 kg/cm² dari kekuatan beton 242,87 dan 2,5% terjadi penurunan dengan kekuatan 230,38 kg/cm² dari kekuatan beton 242,87 kg/cm². Kata kunci : Serbuk Kayu Kulim, Beton K-225, Kuat Tekan Beton.
Analisis Kemacetan Lalu Lintas KM 18-KM 20 Kabupaten Banyuasin (Palembang-Jambi) dengan Penerapan Manajemen Sistem Transportasi Amiwarti, Amiwarti; Alzahri, Syahril; Irawan, Bayu
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 28 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v28i1.103

Abstract

Di jalan serong tepatnya KM 18 kecamatan talang kelapa terdapat simpang dan jalan yang rusak. Banyaknya truk dengan angkutan batu bara menyebabkan kemacetan dan antrian panjang kendaraan lain. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kapasitas, derajat kejenuhan serta strategi dan teknik manajemen lalu lintas. Metode yang dianalisis adalah Volume aliran kendaraan, hambatan di sisi jalan, kapasitas, dan tingkat kepadatan. Hasil penelitian menunjukkan volume kendaraan 1.776,16 unit kendaraan, nilai kapasitas 2195 smp/jam, hambatan samping 397 kategori sedang (M), dan derajat kejenuhan (DS) 0,53. Ada tiga teknik dan strategi dalam manajemen lalu lintas yang baik yaitu, pertama manajemen kapasitas bertujuan untuk menekan kapasitas yang tinggi. Kedua, manajemen Prioritas bertujuan untuk memprioritaskan jalur kendaraan dan pemisahan tipe kendaraan. Ketiga, manajemen permintaan bertujuan untuk kelengkapan rambu-rambu lalu lintas.