p-Index From 2021 - 2026
5.051
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AGRIKA

KELIMPAHAN POPULASI Helopeltis sp. DAN TINGKAT KERUSAKAN BUAH KAKAO DI KECAMATAN SITIUNG KABUPATEN DHARMASRAYA Siska Chiko Efendi; Vindy Fetricia Amanda; Yaherwandi Yaherwandi
Agrika Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.425 KB) | DOI: 10.31328/ja.v14i1.1275

Abstract

ABSTRAKDharmasraya merupakan kabupaten yang berpotensi untuk pengembangan kakao, terbukti dengan meningkatnya luas areal perkebunan setiap tahun. Pengembangan kakao di Dharmasraya dihadapkan pada beberapa kendala yang mengakibatkan produksi kakao rendah, salah satunya adalah serangan kepik penghisap buah kakao (Helopeltis sp.) Tujuan penelitian ini adalah mempelajari kelimpahan populasi dan tingkat kerusakan kepik penghisap buah kakao. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya yang terdiri dari tiga nagari yaitu Siguntur, Sitiung dan Gunung Medan. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai dengan Januari 2019. Penelitian ini berbentuk survei menggunakan metode Purposive Random Sampling. Penentuan tanaman sampel dilakukan secara sistematis, sehingga terdapat 30 batang tanaman sampel pada satu lahan. Serangga contoh dikoleksi dengan cara hand collecting dan teknik chemical knock down. Kelimpahan kepik penghisap buah kakao yang diperoleh pada penelitian tergolong rendah yaitu 79 individu dengan rata-rata 0,23-0,36 individu/batang. Persentase kerusakan tergolong tinggi terdapat di Nagari Siguntur yakni 81,43% dan terendah di Nagari Gunung Medan yakni 70,36%. Intensitas kerusakan yang tertinggi terdapat di Nagari Siguntur yakni 73,12% dan terendah di Nagari Gunung Medan yakni 68,15%.ABSTRACTDharmasraya is a district that has the potential for cacao development, proven by increasing the cacao plantation area every year. Cacao development in Dharmasraya was faced with several obstacleswhich resulted in low cacao production. One of the obstacles  in the cultivation process is (Helopeltis sp.) Therefore,the purpose of this research was to study the population abundance and the damage levels of to cacao fruit sucking bugs. Research was carried out in SitiungSubdistrict, Dharmasraya which consisted of three nagari namely Siguntur, Sitiung and Gunung Medan. The research began in November 2018 to January 2019. This research was a survey using the Purposive Random Sampling  method. The sample plants were determine   systematically, so there were 30 plant samples in each nagari. Insect samples were collected by hand collecting and chemical knock down techniques. The abundance of cacao fruit sucking bugs was 79 individuals, with averages were 0.23 – 0.36 individual / plant. The percentage of damage was high, where the highest was obtained in Siguntur 81.43% and the lowest was in Gunung Medan 70.36%.  In addition, the highest damage intensity was found in Sigunturthat was 73.12% and the lowest in Gunung Medan that was 68.15%. 
REKAYASA TANAMAN CABAI DENGAN REFUGIA DAN TANAMAN PINGGIR SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN KEANEKARAGAMAN DAN MEMPERCEPAT KEHADIRAN COCCINELLIDAE PREDATOR Siska Efendi
Agrika Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v17i2.4968

Abstract

ABSTRAKAphis gossypii Glover merupakan salah satu hama penting pada tanaman cabai. Salah satu metode pengendalian yang ramah lingkungan dan efektif adalah  menggunakan Coccinellidae predator yang memiliki keanekaragaman rendah pada tanaman cabai. Kehadiran Coccinellidae predator secara alami selalu terlambat dibandingkan A. gossypii. Pengendalian hama tersebut dapat dioptimalkan melalui rekayasa ekosistem dengan penanaman tanaman refugia dan tanaman pinggir di tanaman cabai. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh tanaman pinggir dan refugia terhadap keanekaragaman dan kehadiran Coccinellidae predator pada tanaman cabai. Penelitian berbentuk eksperimen yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, yaitu: 1) budidaya cabai monokultur, 2) budidaya cabai dan tanaman pinggir, 3) budidaya cabai dan refugia, 4) budidaya cabai, kombinasi tanaman pinggir dan refugia. Percobaan dilakukan pada lahan seluas 35 m x 10 m. Data diolah dengan menggunakan analisis ragam. Jika terdapat perbedaan antar perlakuan, pengolahan dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf nyata 5 %. Hasil penelitian menunjukkan refugia dan kombinasi refugia dengan tanaman pinggir berpengaruh terhadap jumlah individu, jumlah spesies, keanekaragaman, dan kemerataan Coccinellidae predator. Penanaman tanaman refugia dan tanaman pinggir tidak mampu menarik Coccinellidae predator hadir lebih cepat ke tanaman cabai, tetapi dapat menjadi alternatif pengendalian A. gossypii yang ramah lingkungan dan berpotensi meningkatkan keanekaragaman hayati di lahan pertanian. ABSTRACTAphis gossypii Glover is one of the most destructive pests on chili plants. One environmentally friendly and effective control method for this pest is to use predatory Coccinellidae which have low diversity in chili plants. The presence of predatory Coccinellidae is always naturally later than A. gossypii. Control of these pests can be optimized through ecosystem engineering by planting refugia plants and edge plants in chili plants. This research aims to study the influence of edge plants and refugia on the diversity and presence of predatory Coccinellidae on chili plants. The research took the form of an experiment arranged using Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments, namely: 1) monoculture chili cultivation, 2) chili cultivation and edge plants, 3) chili cultivation and refugia, 4) chili cultivation, a combination of edge plants and refugia. The experiment was carried out on an area of 35 m x 10 m. Data were processed using analysis of variance. If there were differences between treatments, processing continued with the Tukey test at a significance level of 5%. The research results showed that refugia and the combination of refugia with edge plants had an effect on the number of individuals, number of species, diversity and evenness of predatory Coccinellidae. Planting refugia plants and edge plants is not able to attract the predatory Coccinellidae present more quickly to chili plants, but can be an environmentally friendly alternative to control A. gossypii and has the potential to increase biodiversity on an agricultural land.