Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGARUH SUHU 50◦C DAN 60◦C SERTA LAMANYA PEMANASAN TERHADAP KADAR AMOKSISILIN SECARA SPEKTROFOTOMETRI INFRAMERAH Siska Rusmalina
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 19, No 1 (2010): Pena September 2010
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v19i1.148

Abstract

Amoksisilin merupakan penisilin semisintetik, yang aktifitas baktericidnya terletak pada keutuhan cincin β-laktam. Cincin β-laktam ini dapat rusak oleh adanya suasana asam, suasana basa, enzim penisilinase dan akan dipercepat oleh adanya logam atau pengaruh panas serta pemanasan jangka panjang akan menginaktifkan penisilin. Gugus C=O β-laktam mempunyai serapan yang spesifik pada bilangan gelombang 1780-1770 cm-1, maka kespesifikan pita serapan pada panjang gelombang inframerah ini dimanfaatkan untuk analisa kuantitatif derivat penisilin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana suhu 50◦C dan 60◦C serta lamanya pemanasan berpengaruh terhadap kadar amoksisilin secara spektrofotometri inframerah dengan cara memanaskan amoksisilin pada suhu 50◦C dan 60◦C selama 1 jam, 2 jam, 4 jam, 8 jam, 1 hari, 2 hari, 8 hari, 15 hari dan 30 hari. Hasil pemanasan tersebut diperiksa kadarnya secara spektrofotometri inframerah menggunakan teknik pellet KBr. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah metode spektrofotometri inframerah dapat digunakan untuk menetapkan kadar amoksisilin sejauh belum terjadi peruraian terhadap amoksisilin serta dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan amoksisilin akibat pengaruh suhu. Kata kunci : Amoksisilin, β-laktam, Spektrofotometri Inframerah
PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA TERAPI DIARE AKUT ANAK DI INSTALASI RAWAT JALAN PUSKESMAS BENDAN TAHUN 2012 Isti Agitsah; Siska Rusmalina; Jamaludin Al J. Ef
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 27, No 2 (2014): Pena September 2014
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v27i2.130

Abstract

Diarrhea  disease  cause    death  third  of    children  in  the  world. The  main  causes  diarrhea  death  is improper  therapy  management. To  minimize  the  number  of  deaths  due  to  diarrhea,  especially  in the town of  Pekalongan, so  necessary to do research to know  percentage of antibiotic use and percentage  types  of  antibiotics  used  in  therapy  of  acute  diarrhea  children  at  installation  of outpatient  health  centers  bendan  Pekalongan  city    in  2014.  The  method  used  in  this  study  was descriptive  with  reference  to  secondary  data  retrieved  from  the  medical  records.  Results  of  this study  was  the  percentage  of  antibiotics  used  in  the  treatment  of  acute  diarrhea  in  children outpatient health centers poly Bendan Pekalongan is 83.59%. consisting of 92.63% cotrimoxazole, chloramphenicol was 2.76%, 1.84% metronidazole is, tetracycline was 0.69%, 0.69% gentamicin is,  0.46%  of  amoxicillin,    and  0.23%  respectively  for  cefadroxil,    neomycin,  erythromycin  also ketokonazole. Thus the treatment of acute diarrhea children in  Outpatient Health Center Bendan Installation  Pekalongan  are  appropriate  and  meet  the  requirements  of  Basic  Medicine  in  health centers and BKPM (Public Lung Health Center). Keywords: Antibiotic, Acute Diarrhea, Children, health center 
ANALISIS LOGAM BERAT TIMBAL (Pb)PADA IKAN LELE (Clarias sp.) YANG DIBUDIDAYAKAN DI KOTA PEKALONGAN Metha Anung Anindhita; Siska Rusmalina; Hayati Soeprapto
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 28, No 2 (2015): Pena Maret 2015
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v28i2.144

Abstract

Timbal (Pb) merupakan jenis logam berat yang bersifat toksik, yang ketika masuk ke dalam tubuh akan terikat dengan protein sehingga hanya sedikit yang diekskresikan (Sudarwin, 2008). Ikan lele merupakan jenis ikan tawar yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Selain kandungan gizinya yang  baik,  harga  ikan  lele  juga  terjangkau. Analisis logam  berat  Pb pada ikan  lele  yang dibudidayakan  di  Kota  Pekalongan  diharapkan  mampu  menjamin  hasil  budidaya  ikan  lele  yang akan  dikonsumsi  oleh  masyarakat  bebas  dari  kandungan  logam  berat  yang  berbahaya,  sehingga aman  dikonsumsi  dan  menyehatkan.  Sampel  logam  berat  Pb  diambil  dari  empat  wilayah pembudidayaan  di  Kota  Pekalongan,  yakni  Tirto,  Dekoro,  Jenggot,  dan  Panjang.  Kandungan logam  berat  Pb  dianalisis  dengan  menggunakan  metode  spektrofotometer  serapan    atom (AAS). Hasil analisis menunjukkan tiap sampel ikan lele hasil budidaya empat lokasi di Kota Pekalongan memiliki  kandungan  logam  berat  timbal  (Pb)  pada    rentang  8,3 – 39,45  μg/kg  bb.  Kadar  logam berat  Pb  hasil  analisis  tiap  sampel  masih  berada  di  bawah  ambang  batas  maksimal  kandungan logam berat Pb. Kata kunci: ikan lele, Pb, pekalongan
Studi Peninjauan Kualitas Minyak Goreng Hasil Pemanasan Berdasarkan Pada Bilangan Penyabunan Siska Rusmalina
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v9i2.957

Abstract

 Minyak goreng termasuk dalam 9 bahan pokok makanan yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga tingkat kebutuhan minyak goreng sangat tinggi. Minyak goreng dapat mengalami kerusakan akibat reaksi oksidasi dari suatu pemanasan. Salah satu pemicu terjadinya reaksi oksidasi adalah pemanasan. Minyak yang dipanaskan akan turun kualitasnya atau bahkan menjadi rusak.  Masyarakat banyak menggunakan minyak goreng dengan lama pemanasan yang tidak lama dan digunakan secara berulang. Hal ini akan  mempengaruhi kualitas dari minyak goreng tersebut. Minyak goreng dengan kualitas jelek, apabila dikonsumsi dapat menimbulkan penyakit hipertensi, jantung, dan stroke. Penentuan kualitas minyak dapat dilakukan dengan mengukur bilangan penyabunan yang terdapat pada sampel minyak goreng.  Tujuan penelitian ini yaitu  mengetahui hubungan lama pemanasan  terhadap kualitas minyak goreng yang ditinjau dari bilangan penyabunan.Sampel yang digunakan adalah minyak goreng curah yang banyak dikonsumsi oleh konsumen dan dari produsen yang berbeda di Kota Pekalongan. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengujian ini mengacu pada syarat mutu minyak goreng berdasarkan SNI 7431 : 2015. Angka penyabunan pada minyak goreng sesuai SNI 7431 : 2015 adalah 180 – 265 mg kOH/g. Penetapan angka bilangan penyabunan digunakan metode titrasi asidi alkalimetri.Hasil pengujian bilangan penyabunan pada kelima sampel yaitu 183.2 - 240.22 mg NaOH/gram.  Hasil tersebut tidak  melebihi batas standar yang ditetapkan oleh SNI 7431 : 2015 yaitu 180 - 265 mg.  Namun jika dilihat dari parameter lama pemanasan seluruh sampel mengalami kenaikan bilangan penyabunan pada tiap kenaikan lama pemanasan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin lama minyak goreng dipanaskan, maka akan semakin besar pula tingkat kerusakan dan penurunan kualitas dari minyak goreng tersebut. Keywords: Kualitas, Minyak Goreng, Lama Pemanasan, Bilangan Penyabunan
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT DI POSYANDU LANSIA HANDAYANI KELURAHAN PONCOL PEKALONGAN TIMUR Nunung Hasanah; Andung Maheswara Rakasiwi; Siska Rusmalina
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.291 KB)

Abstract

The government has formulated various elderly health care policies aimed at improving the level of health and quality of elderly health to achieve happy old age and useful in family and community life in accordance with its existence.Posyandu elderly is a center of elderly activities in the community. The benefits felt by the existence of elderly posyandu are not only felt by the elderly but also by the family and the environment in which the elderly live. Posyandu activities are a means of group learning that includes monitoring of nutritional status, blood pressure measurements, blood glucose, health counseling and other health assessment . The continuity of activities in posyandu elderly requires the activeness of posyandu members and cadres as an alarming motor. In addition to health monitoring activities, senior posyandu is also a place to increase knowledge about the elderly including prevention of diseases and alternative drugs to reduce complaints in the elderly due to decreased body function. Decreased liver function is something that occurs physiologically in the elderly so that the utilization of alternative drugs is needed. Indonesia has a variety of medicinal plants that are commonly used by the community. Examples of medicinal plants that are widely used by the community are bay leaves. Bay leaves are often used to lower blood sugar, blood pressure and uric acid because they contain antioxidants. Keywords : elderly posyandu, medicinal plants, bay leaves
EDUKASI DAN EVALUASI TINGKAT PENGETAHUAN WARGA SEKITAR MASJID DI DAERAH PEKALONGAN BARAT MENGENAI PENGGUNAAN HANDSANITIZER GUNA PENCEGAHAN COVID-19 Kharismatul Khasanah; Metha Anung Anindhita; Ekanita Desiani; Siska Rusmalina
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.164 KB)

Abstract

Corona virus or severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) is a virus that attacks the respiratory system. The disease due to this infection is called COVID-19. Corona virus can cause respiratory system disorders, acute pneumonia, and death. Prevention of coronavirus can be started from ourself. One of the things that can we do is to know the current information about the Covid-19 pandemic on the WHO website and through public health authorities. WHO advises all of us to avoid novel Covid-19 virus infection by maintaining our health and protecting others.One of them is by doing hand washing using a handsanitizer. These handsanitizers are a new habit and need to be done consistently. In order to prevent the maximum transmission, we must use a handsanitizer appropriately. It is intended that the worship process at the mosque can continue and also to prevent the transmission of Covid-19. This method of community service is the manufacture and distribution of handsanitizer and education of the use of a good and correct handsanitizer to the residents around the mosque. The Community Service Activities Program carried out can provide benefits to the community in the knowledge of using Handsanitizer correctly in preventing the transmission of novelcorona virus (Covid-19). Keyword : Covid-19, Handsanitizer, prevention
Formulasi dan Uji Sifat Fisik Lotion Pencerah Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) dengan Variasi Konsentrasi Trietanolamin sebagai Pengemulsi Defi Agustin; Nur Ermawati; Siska Rusmalina
Jurnal Farmasetis Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Farmasetis: Februari 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.533 KB)

Abstract

Kulit jeruk nipis mengandung senyawa metabolit sekunder, terutama golongan flavonoid yang berpotensi sebagai pencerah kulit. Trietanolamin sering digunakan sebagai zat pengemulsi karena bersifat netral dan tidak toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi trietanolamin dari tiga formulasi yang menghasilkan formula terbaik lotion ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang stabil secara fisik. Kulit jeruk nipis di maserasi dengan menggunakan etanol 96%. Sediaan lotion dibuat menjadi tiga formula dengan variasi konsentrasi trietanolamin yaitu FI (2%), FII (3%) dan FIII (4%). Karakteristik lotion yang diamati meliputi uji organoleptis, uji iritasi, homogenitas, tipe emulsi, pH, daya lekat, daya sebar, viskositas, dan uji stabilitas (Freeze-thaw Test). Hasil menunjukkan bahwa sifat fisikokimia yang memenuhi kriteria sediaan lotion, yaitu formula I memiliki hasil konsistensi, viskositas, dan daya sebar paling baik dibandingkan formula II dan III.
Analisis Rhodamin B Pada Bumbu Tabur Balado Di Pasar Kecamatan Ulujami Dan Comal Menggunakan Metode Benang Wol Dan KLT Miftakhur Rokhmah; Siska Rusmalina
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i1.199

Abstract

Bumbu adalah sesuatu yang menambah rasa lezat pada makanan. Bumbu tabur balado merupakan salah satu bumbu yang memiiliki rasa dan warna menarik yang menambah daya tarik tersendiri. Bisa jadi pewarna merah yang digunakan pada bumbu balado berbahaya bagi kesehatan, salah satunya adalah pewarna Rhodamin B. Rhodamin B sering disalahgunakan sebagai pewarna makanan karena harganya relatif lebih murah daripada pewarna alami untuk pangan. Rhodamin B mengandung senyawa klorin (Cl) yang bersifat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker. Identifikasi kandungan Rhodamin B dapat dilakukan dengan metode benang wol dan KLT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah bumbu tabur balado di Pasar Kecamatan Ulujami dan Comal mengandung zat pewarna Rhodamin B atau tidak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional, yaitu dengan melakukan penelitian dilaboratorium untuk mengetahui kandungan Rhodamin B pada bumbu tabur dengan metode analisis uji benang wol dan KLT. Sampel yang digunakan adalah bumbu tabur rasa balado berwarna merah yang dijual di Pasar Kecamatan Ulujami dan Comal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9 sampel yang diteliti tidak ditemukan sampel yang mengandung Rhodamin B karena berdasarkan nilai Rf yang didapat tidak mendekati nilai Rf baku dan kontrol positif, sehingga sampel dinyatakan negatif mengandung Rhodamin B.
Pemanfaatan toga dalam bentuk serbuk instan guna peningkatan imunitas pada masa pandemi di Poncol RT 03 RW 05 Pekalongan Timur Siska Rusmalina; Arum Ardianingsih; Kharismatul Khasanah; Nafis Danial Hadi; Selvia Meilisa
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.464 KB) | DOI: 10.30644/jphi.v3i2.559

Abstract

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT.03 RW. 05 Dukuh Poncol Kelurahan Poncol Kecamatan Pekalongan Timur Kota Pekalongan merupakan mitra PkM yang diusulkan. Anggota mitra PkM ini terdiri dari ibu-ibu rumah tangga yang tidak produktif secara ekonomi. Namun berhasrat kuat menjadi kelompok ekonomi produktif dengan memanfaatkan pekarangan yang mereka miliki guna peningkatan kesehatan dan ekonomi keluarga. Pengusul dengan mitra PkM telah melakukan observasi melalui FGD, dan terumuskan permasalahan mitra. Progam Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di bulan Juni – September 2021, bertempat di RT.03 RW.05 Dukuh Poncol Pekalongan Timur. Sasaran kegiatan adalah Ibu-Ibu PKK RT.03 RW. 05 Dukuh Poncol Pekalongan Timur. Progam PkM ini secara garis besar Pengurusan Ijin Pelaksanaan Kegiatan PkM, Sosialisasi Kegiatan Kepada Mitra dan Pembentukan Koordinator, Penyuluhan Manfaat TOGA,Pemahaman apakah TOGA itu, Jenis-jenis tanaman TOGA, Penyuluhan manfaat TOGA untuk Kesehatan, Penyuluhan dan Pelatihan Pemanfaatan Hasil TOGA, dan Monitoring dan Evaluasi (monev) disetiap progam yang dilaksanakan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sangat memberikan manfaat terutama bagi warga RT.03 RW. 05 Poncol Pekalongan Timur yakni meningkatnya pengetahuan warga terhadap Toga, cara memanfaatkan TOGA guna mengatasi masalah kesehatan, dan pengolahan TOGA menjadi produk bernilai ekonomi. Hal ini dapat dilihat dari nilai postes sasaran yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan atau pemahaman sasaran mengenai TOGA.
Analisis Kualitatif Rhodamin B Pada Selai Strawberry Curah Di Pasar Induk Kajen Dengan Metode Benang Wol Dan Kromatografi Lapis Tipis Ardiani Rizkiana Wijayaning Tias; Siska Rusmalina
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2023): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v13i1.3033

Abstract

Rhodamine B is one of the synthetic dyes that is prohibited in food. However, this substance is still often added to processed food by some persons. The purpose of adding these dyes is to make processed food more attractive, attractive to consumers, and reduce production costs. Rhodamine B that enters the body can cause irritation of the digestive tract, poisoning, impaired liver function, impaired kidney function, and can cause cancer and death. The Kajen Main Market is a meeting place for sellers and buyers to carry out buying and selling transactions. Bulk strawberry jam can be found or purchased at the Main Kajen market. To protect consumers around the Kajen Main Market, it is necessary to research the Rhodamine B content in the jam sold at that market. This research is included in the descriptive observational with a sample of bulk strawberry jam sold at the Kajen Main Market, Pekalongan Regency. Rhodamine B in the sample can be determined using the Thin Layer Chromatography (TLC) method, and wool yarn. Data analysis for the determination of Rhodamine B content using the TLC method was carried out by comparing the Rf value and the appearance of the color of the spots between the samples and the reference standard. A positive result if the Rf value and spot color of the sample and standard have the same result. The wool thread method is based on the bonding of the Rhodamin B color to the fat-free wool thread which is not washed off by water. In this study, from a total of 6 bulk strawberry jam samples, it was concluded that the results of the negative analysis contained the substance Rhodamine B. It can be concluded that it was negative because even thoughthe Rf results of the samples and standard standards were the same, the samples did notshow clear and bright colored spots on the silica plate when viewed through visible light and UV light, the Rf results show the same number, it is assumed that there are other additives that affect these results. In addition, the negative results were also confirmed by the wool yarn test, which also showed a negative result because the sample dyes absorbed into the wool fiber fibers could be washed off by water, unlike the reference standard which still left color on the wool fiber fibers and was not washed off by water. It is recommended to carry out further research in order to know the content of preservatives and saccharin in bulk strawberry jam