Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Match Mine Monariska, Erma; Jusniani, Nia; Sapitri, Neng Hani
PRISMA Vol 10, No 1 (2021): PRISMA Volume 10, No 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v10i1.1228

Abstract

Komunikasi matematis memiliki peranan penting karena dapat melatih siswa untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah dengan berbagai bentuk antara lain merefleksikan gambar, tabel, grafik ke dalam ide-ide matematika, memberikan penjelasan ide, konsep atau situasi matematika dengan bahasa sendiri dalam bentuk penulisan secara matematis dan menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Match Mine dan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran biasa, serta untuk mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Match Mine. Penelitian dilakukan pada SMP Negeri 2 Warungkondang. Metode penelitiannya adalah metode eksperimen dengan jenis penelitiannya adalah Quasi Experiment. Desain penelitian berbentuk Two Group Randomized Posttest-Only Control Design. Setelah dilakukan tes awal (pretest) pada kedua kelas, selanjutnya dilaksanakan pembelajaran dengan perlakuan berbeda. Pada kelas eksperimen dilaksanakan pembelajaran dengan model kooperatif tipe Match Mine beserta pemberian lembar kerja siswa (LKS), sedangkan pada kelas kontrol hanya dilaksanakan pembelajaran biasa tanpa adanya LKS. Pokok bahasan yang disajikan dengan materi Statistika. Setelah proses pembelajaran selesai, selanjutnya dilakukan tes akhir (posttest). Berdasarkan analisis penelitian, diperoleh 1) Kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Match Mine lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan pembelajaran biasa; 2) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Match Mine dengan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran biasa; dan 3) Sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Match Mine positif.
PENERAPAN METODE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH KALKULUS I Monariska, Erma
PRISMA Vol 6, No 1 (2017): Jurnal PRISMA Volume VI, No 1 tahun 2017
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v6i1.25

Abstract

Matematika memiliki struktur keterkaitan yang kuat dan jelas antara konsep-konsepnya sehingga aspek yang penting didalam pembelajaran matematika adalah pemahaman terhadap konsep itu sendiri. Untuk itu diperlukan suatu upaya yang mampu mengakomodir kemampuan pemahaman konsep secara lebih bermakna, yaitu metode yang memberikan keleluasaan, kebebasan dan kesempatan yang luas bagi mahasiswa calon guru untuk mengkonstruk pengetahuan dan pemahamannya sendiri,  salahsatunya yaitu dengan metode mind mapping. Mind mapping merupakan teknik mencatat kreatif melalui penggambaran simbol, kata-kata, warna, panah dan garis pada selembar kertas berdasarkan ide pikiran mahasiswa dengan mengungkapkan inti-inti penting materi pembelajaran yang menggambarkan keterkaitan antar konsep secara menyeluruh sehingga memudahkan mahasiswa dalam mengingat dan memahami konsep-konsep matematika secara lebih bermakna. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakam instrumen penelitian berupa hasil tes kemampuan awal matematis, tes pemahaman konsep matematis, dan angket skala sikap. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Suryakancana. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa : 1) Peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa yang menggunakan mind mapping lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional; 2) Peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa yang menggunakan mind mapping lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional dilihat dari kemampuan awal matematis (rendah, sedang, dan tinggi); 3) Mahasiswa memiliki sikap positif terhadap penggunaan metode mind mapping. Kata kunci : Mind Mapping, Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMK MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER Monariska, Erma
PRISMA Vol 7, No 2 (2018): Jurnal PRISMA Volume VII, No 2 tahun 2018
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v7i2.531

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah kemampuan penalaran matematis siswa SMK yang masih rendah. Dengan melihat dari berbagai model pembelajaran, model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui apakah pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan penalaran matematis siswa SMK; untuk mengetahui aktivitas siswa SMK selama pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe NHT; dan untuk mengetahui sikap siswa SMK terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe NHT. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang merupakan bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh guru sendiri yang hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk pengembangan dan perbaikan pembelajaran. Prosedur PTK dimulai dengan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi tindakan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Administrasi Perkantoran (AP) SMK PGRI 2 Cianjur. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes, non tes (skala sikap, jurnal, lembar observasi) dan instrumen untuk membantu pelaksanaan tindakan (silabus, RPP, LKS). Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan penalaran matematis siswa. Ini sejalan dengan adanya peningkatan aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran melalui pembelajaran kooperatif tipe NHT. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT, Kemampuan Penalaran Matematis
Kemampuan higher order thinking skills dalam pembelajaran metakognitif ditinjau dari persepsi siswa Carel, Gustaf; Jusniani, Nia; Monariska, Erma
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 16 No. 2: December 2021
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v16i2.37926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan kemampuan HOTS siswa yang memperoleh pembelajaran metakognitif dengan kemampuan HOTS siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional; (2) perbedaan kemampuan HOTS antara siswa yang memperoleh pembelajaran metakognitif dan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional jika dilihat dari tingkat persepsi siswa (tinggi, sedang, rendah); dan (3) pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dengan tingkat persepsi siswa pada pembelajaran matematika terhadap kemampuan HOTS siswa. Teknik analisis data menggunakan ANOVA dua jalan pada taraf signifikansi 5%. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian Nonequivalent group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan berupa tes dan non-tes, instrumen jenis tes adalah tes kemampuan HOTS berupa pretest dan posttest sedangkan instrumen non-tes adalah angket persepsi siswa pada pembelajaran matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan kemampuan HOTS siswa yang memperoleh pembelajaran metakognitif dengan kemampuan HOTS siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional; (2) terdapat perbedaan kemampuan HOTS antara siswa yang memperoleh pembelajaran metakognitif dan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional jika dilihat dari tingkat persepsi siswa (tinggi, sedang, rendah); dan (3) tidak terdapat pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dengan tingkat persepsi siswa pada pembelajaran matematika terhadap kemampuan HOTS siswa. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kemampuan HOTS siswa dapat ditingkatkan dengan metode pembelajaran metakognitif. Analyzing higher-order thinking skills in metacognitive learning based on students' perception  AbstractThis study aims to reveal (1) the differences in the higher order thinking skill (HOTS) of the students who receive metacognitive teaching with HOTS of those who receive conventional teaching; (2) the differences in HOTS between the students who receive metacognitive teaching and those who receive conventional teaching viewed from the level of student perception; and (3) the effect of the interaction between learning strategies and the level of students' perceptions of mathematics teaching on students' HOTS. This research is a quasi-experiment with the nonequivalent group pretest-posttest design. The instruments used include the HOTS test, and a questionnaire on students' perceptions of mathematics teaching. The data analyzed using two-way ANOVA. The results show that (1) there are differences in HOTS of the students who received metacognitive teaching with the HOTS of those who received conventional teaching; (2) there are differences in HOTS between the students who received metacognitive teaching and those who received conventional teaching, viewed from the level of students' perceptions; and (3) there is no interaction effect between teaching strategies and the level of students' perceptions of mathematics teaching on students' higher-order thinking skill. These results imply that HOTS can be improved through metacognitive teaching.
Analisis Numerasi Siswa SMP pada Materi Aritmetika Sosial Ditinjau dari Gender Siswa Jusniani, Nia; Setiawan, Erwan; Monariska, Erma; Asikin, Rinawati
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2024): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v6i2.4436

Abstract

Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa SMP Plus Al Ittihad Cianjur kelas VII A dan VII J semester genap tahun ajaran 2021/2022 yang bergender laki–laki dan perempuan sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis penelitian diperoleh bahwa kemampuan numerasi matematis siswa SMP pada materi aritmetika sosial laki-laki lebih baik dari pada perempuan. Hal itu terlihat bahwa siswa laki-laki lebih dominan dilevel Cakap, dan siswa perempuan dominan pada level Perlu Intervensi Khusus. Berdasarkan indikator kemampuan numerasi, siswa laki-laki lebih unggul pada indikator menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari, dan indikator menganalisis informasi yang ditampilkan.
Peran Orang Tua dalam Mengawasi Penggunaan Gawai pada Anak Arisagas, Muhamad Rifki; Monariska, Erma
JE (Journal of Empowerment) Vol 5, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v5i1.4133

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pengawasan penggunaan gawai oleh anak-anak dan pentingnya keamanan siber. Dengan memfokuskan pada pencegahan kecanduan dan ancaman digital, program ini melibatkan lokakarya, pertunjukan teater, dan diskusi yang dipandu oleh ahli. Metode komprehensif ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta strategi bagi orang tua dan anak agar dapat berinteraksi dengan dunia digital secara bijaksana dan aman. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran orang tua tentang risiko digital, literasi digital anak-anak, dan komunikasi tentang keamanan siber. Keberhasilan program tercermin dari partisipasi aktif dan antusiasme masyarakat. Pendekatan ini menawarkan contoh strategi multidimensi yang efektif dalam menghadapi tantangan digital dan mendorong penggunaan gawai yang sehat di kalangan anak. Temuan ini memberikan panduan berharga bagi pendidik, orang tua, dan komunitas dalam mengawasi penggunaan gawai dan meningkatkan kesadaran akan keamanan siber untuk generasi mendatang. Abstract This study seeks to boost awareness of the role parents play in overseeing their children's smartphone use and promoting cybersecurity awareness. The program, aimed at preventing digital addiction and addressing online threats, includes workshops, theatrical performances, and expert-led discussions. By employing a comprehensive approach, the research provides parents and children with the tools and knowledge needed for safe and informed digital interactions. Results reveal increased parental awareness of digital risks, improved digital literacy among children, and better communication about cybersecurity between parents and their kids. The program's success is reflected in the active engagement and enthusiasm of community members. This method offers a multidimensional strategy for tackling current digital challenges and encouraging healthy smartphone habits in children. The study's findings provide valuable insights for educators, parents, and communities, suggesting that similar initiatives can help create a safer digital environment for future generations.
Analysis of Mathematical Critical Thinking Ability Reviewed from Student Personality Nisaa, Rhahiliyah Hafza; Septian, Ari; Monariska, Erma
PRISMA Vol 13, No 2 (2024): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v13i2.4800

Abstract

This study aims to describe students' mathematical critical thinking skills based on personality types, namely Extrovert and Introvert and to identify personality types that have the highest mathematical critical thinking skills in mathematics learning. This study uses a qualitative descriptive method. The population of the study was grade VIII students of Mts Negeri 6 Cikalongkulon. The subjects of the study consisted of 21 students who filled out a personality questionnaire to determine extrovert and introvert personality types. Data were collected through personality questionnaires, mathematical critical thinking tests in the form of essays, and interviews. Data analysis was carried out using descriptive techniques to classify and explore the level of students' mathematical critical thinking skills. The results showed that students with extrovert personality types had mathematical critical thinking skills in the high category, while students with introvert personality types tended to be in the low category. This study reveals that personality types affect students' mathematical critical thinking skills.
Penguatan Numerasi Siswa melalui Model Permainan Rangking 1 di Kabupaten Cianjur Septian, Ari; Jusniani, Nia; Komala, Elsa; Inayah, Sarah; Erma, Erma Monariska; Sugiarni, Rani; Setiawan, Erwan; Soeleman, Soeleman; Darwati, Jenudin; Ramadhia H, Dinda; Sutandi, Andi
Jurnal Pengabdian Sains dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpsh.v3i2.7901

Abstract

Numerasi merupakan kemampuan dasar penting dalam matematika, namun masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep numerasi secara mendalam, terutama diwilayah Kabupaten Cianjur. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberi penguatan numerasi siswa melalui model permainan rangking 1 di kabupaten Cianjur. Kegiatan ini dilaksanakan di Universitas Suryakancana dan diimplementasikan pada siswa SMA/ SMK di Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini terdiri dari beberapa fase yaitu pemanasan, kompetisi, diskusi, dan feedback, dengan metode  penguatan numerasi yang diterapkan melalui soal-soal numerasi dan permainan interaktif. Siswa diajak untuk menyelesaikan berbagai tantangan numerasi dalam bentuk permainan Rangking 1, yang didesain untuk melatih kemampuan berhitung, logika dan pemahaman konsep matematika secara menyenangkan. Feedback siswa  mengindikasikan bahwa metode ini efektif tidak hanya dalam meningkatkan keterlibatan siswa, tetapi juga dalam memperkuat pemahaman numerasi siswa secara umum. Meskipun metode ini efektif dalam menguatkan pemahaman siswa, namun upaya yang lebih luas dan berkelanjutan tetap diperlukan untuk mengatasi rendahnya tingkat  numerasi siswa di Indonesia secara keseluruhan.
Pembuatan Aplikasi Jurnal Harian Guru Berbasis Web di Sekolah Menangah Atas Monariska, Erma; Hasbulloh, Qigelia
JE (Journal of Empowerment) Vol 5, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v5i2.4611

Abstract

Abstrak Jurnal harian merupakan alat penting bagi guru dalam proses pembelajaran. Penggunaan jurnal manual dinilai tidak efisien, sehingga dikembangkan aplikasi jurnal harian guru berbasis web untuk memudahkan rekapitulasi aktivitas harian secara terstruktur. Metode yang digunakan meliputi studi lapangan melalui observasi di SMA Cokroaminoto Sukaresmi dan studi literatur terkait aplikasi berbasis web. Sistem ini dirancang menggunakan metode waterfall dengan UML seperti use case, activity, dan sequence diagram. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dengan database MySQL, sementara pengujian dilakukan menggunakan black box testing. Implementasi di SMA Cokroaminoto Sukaresmi menunjukkan respons positif dari pihak sekolah, yang bersedia mengadopsi aplikasi ini. Aplikasi ini fleksibel dan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan fitur tambahan untuk mendukung operasional sekolah.Abstract Daily journal is an important tool for teachers in the learning process. The use of manual journals is considered inefficient, so a web-based teacher daily journal application was developed to facilitate the recapitulation of daily activities in a structured manner. The methods used include field studies through observation at Cokroaminoto Sukaresmi High School and literature studies related to web-based applications. The system was designed using waterfall method with UML such as use case, activity, and sequence diagram. The programming language used is PHP with MySQL database, while testing is done using black box testing. Implementation at SMA Cokroaminoto Sukaresmi showed a positive response from the school, which was willing to adopt this application. The application is flexible and can be further developed with additional features to support school operations.
Peningkatan Kemampuan Guru Matematika dalam Pembelajaran Saintifik melalui Peer Training Elsa Adetia; Siti Patimah; Ari Septian; Erma Monariska
Intellectual Mathematics Education (IME) Vol. 1 No. 1 (2023): IME
Publisher : https://jurnal.ysci.or.id/IME

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59108/ime.v1i1.11

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan desain peer training untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran saintifik. Penelitian dilatarbelakangi kesulitan guru matematika kelas 10, yang belum dapat diatasi melalui forum MGMP sekolah SMK Sinar Parahyangan yaitu dalam melaksanakan pembelajaran saintifik. Penelitian ini terdiri dari dua siklus penelitian tindakan kepengawasan yang masing-masingnya melalui tahap perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi. Indikator keberhasilan terdiri dari tiga hal yaitu kualitas peer training, perencanaan, dan pelaksanaan pembelajaran saintifik mencapai skor 71%. Hasil pengamatan menunjukkan skor peer training siklus 1 sebesar 69,38 (cukup) dan siklus 2 sebesar 92,61 (amat baik) sehingga diperoleh skor gain 0,50 dengan kriteria “sedang”. Skor rata-rata pengamatan perencanaan perangkat pembelajaran saintifik pada siklus 1 sebesar 68,94 (cukup) dan pada siklus 2 sebesar 91,11 (amat baik) sehingga diperoleh skor gain 0,71 dengan kriteria “tinggi”. Skor rata-rata pengamatan pelaksanaan pembelajaran saintifik pada siklus 1 sebesar 69,82 (cukup) dan pada siklus 2 sebesar 94,11 (amat baik) sehingga diperoleh skor gain sebesar 0,72 dengan kriteria “tinggi”. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peer training dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran saintifik. Peneliti merekomendasikan kepada para trainer dan pengawas bahwa peer training dapat menjadi referensi untuk kegiatan pelatihan, baik di lingkup sebuah sekolah tertentu maupun beberapa sekolah.