Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Teknologi Percepatan Pertumbuhan Bibit Duku (Lansium domesticum Corr) melalui Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskular [Accelerating The Growth of Duku Seedlings (Lansium domesticum Corr) through the Application of Arbuscular Mycorrhizal Fungi)] Lizawati LIZAWATI; Elis KARTIKA; Elly Indra SWARI; Zul Fahri GANI
Biospecies Vol. 8 No. 2 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v8i2.2511

Abstract

The research investigated the influence of four isolates of arbuscular mycorrhizal fungi(AMF) on the growth of duku seedlings. The research used randomized block design with onefactor of some isolates AMF: Glomus-sp 3, 6, 15, and 16 at a dose of 20 g per polybag. The resultsshowed that inoculation of AMF isolates increase the canopy and root growth of the dukuseedlings. Duku seedlings inoculated with mycorrhiza showed higher plant height, stem diameter,dry weight, secondary roots number and length, than the control. Furthermore, mycorrhizalinoculation increased the absorption of nutrients (Phosphor) in the leaves of duku seedlings. Rootstaining results showed that AMF colonization in the duku roots only indicate hyphae; the otherstructures (vesicles, arbuscular and spores) were not detected.
DETEKSI SERANGGA HAMA PADA GUDANG PENYIMPANAN BIJI PINANG (Areca catechu) MENGGUNAKAN BEBERAPA METODEPENGAMBILAN SAMPEL Santi Sandra; Lizawati Lizawati; Wilyus Wilyus
Jurnal Media Pertanian Vol 6, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jagro.v6i1.113

Abstract

The research aims to detect insect in betel nut storage (Areca catechu) using some sampling methods. The research was conducted by survey method using three sampling methods, namely hand sampling method, yellow sticky trap method, and dome trap method. The parameters observed were types of insect pests found, insect populations obtained, and abundance of pest insect populations. The research was conducted from July to October 2018 in four betel nut storagesin Jambi City and Muaro Jambi District. Insects found in the betel nut storages with three sampling methods were 28 pest species. In the hand sampling method found 16 types of pest insects, in the yellow sticky trap trap method found 21 types of insect pests, and in the dome trap method found 21 types of insect pests. The dominant insects found in the three sampling methods were Ahasverus advena, Araecerus fasciculatus, Callosobruchus spp., Carpophilus dimidiatus, Cryptolestes ferrugineus, Cryptolestes pusillus, Hypothenemus hampei, Lasioderma serricorne, Lophocateres pusillus, Oryzaephilus mercator, Typhaea stercorea, and Tribolium castaneum.
Identifikasi Keragaman Karakter Morfologi Tanaman Pisang (Musa spp.) Wilayah Daratan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Rayhan Amadius Weihan; Zulkarnain Zulkarnain; Lizawati Lizawati
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol. 2 No. 2 (2020): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v2i2.559

Abstract

Pisang (Musa sp.) adalah salah satu jenis komoditi yang memiliki prospek yang baik, hal ini karena pisang merupakan komoditi yang digemari sebagian besar penduduk dunia. Karakteristik sifat morfologi merupakan cara determinasi yang paling akurat untuk melihat sifat agronomi suatu dan klasifikasi taksonomi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas atau sempitnya keragaman karakter morfologi tanaman pisang yang ada di wilayah daratan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mengetahui korelasi antara ketinggian tempat di suatu kecamatan dengan keragaman karakter morfologi pisang di wilayah daratan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan sebagai penunjang bahan peneliti yang akan meneliti tanaman pisang lebih lanjut. Penelitian ini dilakukan di 6 kecamatan yaitu Kecamatan Berbak, Rantau Rasau, Muaro Sabak Barat, Dendang, Geragai, dan Mendahara Ulu dengan menggunakan 25 karakter morfologi pisang yang telah ditentukan berdasaarkan International Union for The Protection of New Varieties of Plants (UPOV) dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan cluster analysis, analisis Score Plot dan analisis korelasi menggunakan perangkat lunak minitab versi 18.0. Hasil Penelitian tanaman pisang yang telah diteliti terdapat keragaman genetik yang luas pada populasi pisang di wilayah daratan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan 2 kelompok cluster pada fase vegetatif dan 4 kelompok cluster pada fase generatif, tidak terdapat korelasi antara ketinggian tempat dengan sebaran karakter di Kabupaten Tanjung Jabung Timur wilayah daratan serta dari 25 karakter morfologi yang diamati, ada 4 karakter kuantitatif dan 21 karakter kualitatif yang memiliki keragaman berkisar dari sangat sempit hingga sangat luas.
Pengaruh batang bawah terhadap pola pita isoenzim dan protein batang atas pada okulasi tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) The effect of root stocks on isozymes and protein partterns of scion the budgrafting of rubber plant (Hevea brasiliensis Muell Arg.) N TORUAN-MATHIUS; . LIZAWATI; H ASWIDINNOOR; I BOERHENDY
E-Journal Menara Perkebunan Vol 70, No 1: Juni 2002
Publisher : INDONESIAN RESEARCH INSTITUTE FOR BIOTECHNOLOGY AND BIOINDUSTRY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.52 KB) | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v70i1.132

Abstract

RingkasanHeterogenitas batang bawah pada sistem okulasi Hevea brasiliensis dapat menyebabkan interaksi batang bawah dengan batang atas dapat menimbulkan berbagai tingkat keragaman respons antar individu batang atas dari klon yang sama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis batang bawah terhadap respons batang atas dari klon karet yang sama pada okulasi, berdasarkan perubahan pola pita protein, dan isoenzim esterase (EST), asam fospatase (AP), malat dehidrogenase (MDH), fosfogluko oksaloasetat (PGD), fosfo glukosa isomerase (PGI), peroksidase (PER), sikimik dehidrogenase (SKD), glutamat oksaloasetat (GOT) dan leusin aminopeptidase (LAP) dari daun atau lateks batang atas. Kombinasi diuji adalah klon (a) batang atas klon PB260 yang dikombinasikan dengan PR255, BPM1, LCB1320, PR300, AVROS2037, RRIM712 dan GT1, sebagai kontrol GT1/GT1. (b) sebagai batang atas adalah BPM1, BPM24, RRIC100 dan RRIC102 yang dikombinasikan dengan batang bawah BPM1, BPM24, RRIC100, RRIC101, RRIC102 dan RRIC110. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya perubahan pola pita protein lateks PB260 yang diokulasikan pada PR255, BPM1, LCB1320, PR300, AVROS2037, RRIM712 sebagai batang bawah. BPM1, BPM24, RRIC100, RRIC102 sebagai batang atas dengan BPM1, BPM24, RRIC100, RRIC101, RRIC102 dan RRIC110 menyebabkan terjadinya perubahan pola pita protein lateks dari klon yang sama. Terjadi induksi pembentukan protein baru dengan BM 24 kDa pada kombinasi okulasi PB260/ PR255, BPM1/RRIC100, BPM24/ RRIC100, BPM24/RRIC102 dan BPM24/ RRIC110. Hasil analisis isoenzim pada lateks dan daun batang atas menunjukkan bahwa isoenzim MDH, PGD, PGI, PER, SKD, GOT dan LAP menghasilkan pita yang monomorfik untuk seluruh kombinasi okulasi yang diuji. Polimorfisme EST ditemukan pada PR255/PB260, LCB1320/ PB260, GT1/PB260, BPM24/ RRIC100 dan BPM24/RRIC101. Sedang polimorfisme AP ditemukan pada PR255/ PB260, LCB1320/PB260, GT1/ PB260, BPM24/ RRIC101, BPM24/ RRIC102, dan RRIC100/RRIC110. Polimorfisme untuk MDH dan SKD juga ditemukan pada PR255/PB260, LCB1320/PB260 dan GT1/ PB260. Berdasarkan sidik gerombol dan UPGMA dari penggabungan data analisis SDS-PAGE protein dan isoenzim menunjukkan bahwa batang atas dari klon yang sama yang diokulasikan pada berbagai batang bawah yang berbeda, umumnya berada dalam satu sub kelompok yang sama. Namun tingkat kesamaan genetiknya beragam, hal ini menunjukkan adanya perbedaan pengaruh batang bawah terhadap batang atas yang sama. SummaryThe heterogenity of root stocks leads to stock-scion interactions resulting in considerable variation at different level among the population of a single clone. The aim of this research is to study the effect of several rootstock on scion of the rubber clone, based on the changes on budding patterns of leaf or latex protein and isozymes esterase (EST, acid phosphatase (AP), malat dehydrogenase (MDH), phosphogluco oxaloacetate (PGD), phospho glucose isomerase (PGI), peroxidase (PER), shikimic dehydrogenase (SKD), glutamate oxaloacetate (GOT) and leucyne aminopeptidase (LAP), bands pattern. The combinations stocks/scions tested were (a) scion PB260 clone combined with PR255, BPM1, LCB1320, PR300, AVROS2037, RRIM712 and GT1. Control combinations used were GT1/GT1 and (b) as a scion BPM1, BPM24, RRIC100 dan RRIC102 combined with BPM1, BPM24, RRIC100, RRIC101, RRIC102 and RRIC110. The results showed that latex protein bands pattern of PB 260 as a scion were changed in combination with PR255, BPM1, LCB1320, PR300, AVROS2037, RRIM712 as a rootstocks. BPM1, BPM24, RRIC100, RRIC101, RRIC102 and RRIC110 as a rootstocks caused the changes of the latex protein patterns of BPM1, BPM24, RRIC100, RRIC102 as a scion. The interaction among stock/scion showed by the changes on the levels proteins or the prsence of new proteins with MW 24-63 kDa especially in combination of BPM1/ RRIC100, BPM24/ RRIC100, BPM24/ RRIC102 and BPM24/ RRIC110. BPM1, BPM24, RRIC100, RRIC102 and PB260 in combined with all the stocks were tested. Analyses of leaf and latex isozymes showed that MDH, PGD, PGI, PER, SKD, GOT and LAP produced monomorphic isozyme bands. The polymorphism were found on EST of PR255/PB260, LCB1320/PB260, GT1/PB260, BPM24/RRIC100 and BPM24/ RRIC101. While the combination of PR255/ PB260, LCB1320/ PB260, GT1/ PB260, BPM24/RRIC101, BPM24/ RIC102, and RRIC100/RRIC110 produced AP polymorphism. Polymorphism for MDH and SKD were also found in PR255/ PB260, LCB1320/PB260 and GT1/PB260. Cluster and UPGMA analyses of protein and isozyme pattern showed combinations of a scion with several different rootstocks belong to the same sub group. However, genetic symilarities among individuals were varieties, it showed that the differences effect of rootstock to the scion from the same clone.
Pemberdayaan kelompok tani kedelai melalui penerapan teknologi pengolahan kedelai untuk meningkatkan pendapatan petani di Desa Marga Mulya Kecamatan Rantau Rasau Lizawati Lizawati; Elis Kartika; Made Deviani Duaja; Hajar Setyaji; Gusniwati Gusniwati
Riau Journal of Empowerment Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/raje.4.2.59-68

Abstract

The aim of the community service activiy is to increase farmers’ knowledge and income in diversiying soybean processed products. This activity was carried out in Marga Mulya village, Rantai Rasau district, Tanjung Jabung Timur regecy which held from June until December 2019. The method used in this activity is giving education to society through the process of learning and implementation participatory (participatory learning and action), stages taken are; counseling on post-harvest technology for soybeans, practicing and implementing of making flour and soybean powder alongside with its processed products and enhancing packaging. Evaluation had done in the beginning of activity, the evaluation criteria are the number of attendance and the percentage of how active the member of farmers group in each stage. The result of this community service activity shows that most (80%) of farmer group partner undestand and able to use soy processing tool and also to create variety of soybean processed product. It shows the increment of PKM business in achieveing diversiying processed soybean products, increaseing of processed production and product resilicence, as well as rising added value of processed soybean products.
Pertumbuhan Bibit Kayu Manis (Cinnamomum burmanii Blume) pada Berbagai Kombinasi Pupuk Kandang Kambing dan Ayam Astra Migandi; Lizawati Lizawati; Nerty Soverda
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan bibit kayu manis saat ini semakin meningkat seiring dengan naiknya minat petani untuk menanam kembali tanaman kayu manis, namun terkendala dengan mutu bibit yang masih sangat beragam dan rendah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1) mengetahui respon pertumbuhan bibit kayu manis terhadap kombinasi pupuk kandang ayam dan kambing. 2) mendapatkan dosis kombinasi pupuk kandang ayam dan kambing yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kayu manis. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yang terdiri dari 6 taraf perlakuan, yaitu pemberian kombinasi pupuk kandang ayam dan pupuk kandang kambing. Adapun taraf perlakuannya adalah : po (Kontrol); p1 (pukan ayam 0% : pukan kambing 100%); p2 (pukan ayam 25% : pukan kambing 75%); p3 (pukan ayam 50% : pukan kambing 50% ); p4 (pukan ayam 75% : pukan kambing 25%); dan p5 (pukan ayam 100% : pukan kambing 0%). Pengamatan mulai dilakukan pada umur bibit 4 minggu setelah tanam terhadap peubah pertambahan tinggi, diameter batang dan jumlah daun yang dilakukan dengan selang waktu 2 minggu sekali hingga akhir penelitian. Pengamatan bobot kering tajuk dan bobot kering akar dilakukan pada akhir penelitian. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk kandang ayam dan kambing mampu memberikan respon terbaik terhadap pertambahan tinggi, bobot kering tajuk dan bobot kering akar bibit kayu manis pada umur 14 minggu setelah tanam. Perlakuan 100% pupuk kandang kambing merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan bibit kayu manis dari umur 4-14 minggu setelah tanam.
MENYELAMATKAN TANAMAN PETAI (Parkia speciosa) DENGAN CLEFT GRAFTING DAN PUPUK DEKANTER CAKE Made Deviani Duaja Made; Elis Kartika; Gusniwati Gusniwati; Lizawati Lizawati; Buhaira Buhaira
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.749 KB)

Abstract

Abstract Petai is a native plant in Ibru Village, but now there are only 3 trees, two of which are still in production but limited because they are old, not fertilized, this plant contributes greatly to family income. For rejuvenation, seedlings from seeds take six years to bear fruit, to buy grafting plant or side grafting is expensive. Based on this, assistance was carried out on how to produce healthy petai seedlings with a shorter time, namely by cleft grafting and grafting, to increase growth the media was given fertilizer from the decanter cake, and sprayed with liquid fertilizer with basic material from decanter cake. The solid decanter in the process uses bio decomposer, when will be used it is mixed with Mycorrhiza sp. propagule, zeolite, rock phosphate and humid acid, which can prevent disease transmission, help absorb water and add nutrients to plants. Around the village of Ibru there are two palm oil mills. From all the waste of palm oil mill the most easily transported and decomposed is decanter cake. This waste with certain treatment can be used as organic fertilizer. Mentoring was carried out at KT Tunas Makmur I and KT Tunas Makmur II, to make solid decanter fertilizer and liquid fertilizer. The decanter cake that has been fermented is used as fertilizer in demonstration plot nurseries. The results of the activity show that each farmer group can perform cleft grafting and solid and liquid fertilizers. Every 2 months, farmers produce 100 kg of solid decanter cake and 50 liters of liquid fertilizer per month. The results of the activity show that the response of farmers is high based on the number of people present, especially during cleft grafting assistance.Abstrak Tanaman petai adalah tanaman asli di Desa Ibru, namun sekarang hanya ada 3 pohon, dua yang masih produksi namun terbatas karena sudah tua, tidak ada perawatan sedangkan tanaman ini kontribusinya besar dalam penghasilan keluarga. Untuk peremajaan, bibit dari biji membutuhkan waktu enam tahun untuk berbuah, untuk membeli bibit hasil okulasi atau sambung samping harganya mahal. Berdasarkan hal tersebut, maka di lakukan pendampingan cara menghasilkan bibit petai yang sehat sejak dari bibit dengan waktu yang lebih pendek yaitu dengan cara cleft grafting dan okulasi, untuk mempercepat pertumbuhannya media diberikan pupuk padat dekanter cake, dan disemprot dengan pupuk cair dari dekanter cake. Dekanter padat dalam prosesnya menggunakan EM4 dan setelah jadi pupuk dalam penggunaan dicampur dengan propagule Mikoriza sp., zeolite, rock fosfat dan asam humat, yang dapat mencegah penularan penyakit, membantu penyerapan air dan menambah hara bagi tanaman. Disekitar desa Ibru terdapat dua pabrik kelapa sawit. Limbah pabrik kelapa sawit yang paling mudah diangkut dan mudah terdekomposisi adalah dekanter cake. Limbah ini dengan perlakuan tertentu dapat digunakan sebagai pupuk organik. Pendampingan dilakukan pada KT Tunas Makmur I dan KT Tunas Makmur II, untuk membuat pupuk dekanter padat dan pupuk cair, selanjutnya decanter cair yang sudah jadi digunakan sebagai pupuk cair. Decanter cake padat yang telah di fermentasi di gunakan sebagai pupuk di DEMPLOT pembibitan. Hasil kegiatan menunjukkan setiap kelompok tani dapat melakukan cleft grafting dan pupuk dekater padat dan cair. Setiap 2 bulan petani menghasilkan pupuk padat decanter cake 100kg dan pupuk cair 50 liter perbulan. Hasil Kegiatan menunujukkan respon petani yang tinggi berdasarkan jumlah yang hadir terutama pada waktu pendampingan cleft grafting.
Empowerment of Farmer Groups in Rambahan Village in Processing Palm Oil Mill Waste into Organic Fertilizers for Porang (Amorphophallus muelleri) Plantation Made Deviani Duaja; Johannes Johannes; Elis Kartika; Lizawati Lizawati
Pelita Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): Pelita Masyarakat, September
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/pelitamasyarakat.v4i1.7069

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri), also known as Iles-Iles or Suweg. In its cultivation, porang has a shade tolerance of 60 percent. But without using shade, it can still be cultivated. Farmers in Jambi usually planted porang among old rubber plants without fertilizing. This causes porang tuber production to be at a minimum below its potential. Porang is only produced without treatment, reducing the size of the tubers, and the konjac glucomannan content in tubers is low. Porang tubers are usually made into chips, and chips will crumble easily if the konjac glucomannan is low. Based on this, counseling and mentoring activities will focus on making fertilizer from the waste from palm oil mills. Palm oil mill waste that is most easily transported and easily decomposed is the cake decanter (DC). In the village of Rambahan, it is known as a solid decanter. The village community had heard but did not know that this waste with specific treatments could be used as organic fertilizer. That this waste, with particular treatments, can be used as organic fertilizer. The treatment is by fermentation with local microorganisms (LOM) from cow urine mixed with MOL from snails (RINMAS). Keongmas are pests and are widely found in farmers' fields. Beef and conch urine are used as LOM. After they are made, the two LOMs are mixed with a ratio of 1: 1 and used as a decomposer to ferment the decanter cake plus for two months. After two months, it can be used as organic fertilizer for porang plants. LOM cow urine and LOM snail (RINMAS) are also used as foliar fertilizers. The technology application activities will be carried out in Rambahan Village at the Mekar Kembali KT and KWT Pokja Alamanda. The target for KT Mekar Kembali and KWT Pokja Alamanda is to increase the area of porang plants, which previously were only intercrops, now every KT, there is an increase in the area of porang plants every KT of 0.5 hectares. Once, farmers and KWT did not know how to make solid and liquid fertilizers. After counseling and DEMPLOT, they could make their fertilizers. Every two months, the farmers produce 100 kg of solid fertilizer decanter cake, urine MOL, and Keongmas MOL as 100 liters of liquid fertilizer per month.
Diseminasi Teknologi Sambung Pucuk Tanaman Kopi Liberika di Desa Jati Mulyo Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Elis Kartika; Lizawati Lizawati; Fitry Tafzi; Yusnaidar Yusnaidar; Addion Nizori; Sutrisno Sutrisno; Indra Lasmana Tarigan; Ratih Dyah Puspitasari; Madyawati Latief
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.6090

Abstract

Desa Jati Mulyo menjadi salah satu desa yang pertumbuhan lahan kopi Liberika cukup tinggi, melalui bantuan bibit dari Dinas Perkebunan masyarakat mulai beralih dan fokus pada Kopi. Produksi bibit kopi serta upaya membentuk sentra produksi bibit kopi diperlukan penguatan pada penangkar bibit, sehingga dengan adanya penangkar bibit tersertifikasi dapat dihasilkan bibit kopi yang unggul dan bermutu tinggi. Teknologi sambung pucuk secara umumnya dilakukan pada tanaman kopi Liberika ini bertujuan untuk memperoleh tanaman anakan (baru) dengan karakteristik kualitas tanaman dan buahnya identik dengan induknya, yang diperoleh dari tanaman unggul. Kegiatan PKM bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi sambung pucuk pada masyarakat Petani Kopi di Desa Jati Mulyo agar keunggulan kopi Liberika dapat dipertahankan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Oktober Tahun 2021. Metode dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi pembelajaran masyarakat melalui kegiatan penyuluhan, sharing dan diskusi, demonstrasi serta praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa diseminasi teknologi sambung pucuk dirasakan petani sangat bermanfaat dan sangat dibutuhkan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat petani dalam melalukan grafting, masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Melalui kegiatan ini juga petani berharap dapat berkesinambungan guna menghasilkan bibit kopi Liberika yang berkualitas. Kegiatan diseminasi ini mendorong masyarakat untuk semakin fokus mengembangkan kopi Liberika dengan kekhasan wilayah gambut. Jati Mulyo village is one of the villages where the growth of Liberica coffee land is quite high, through the assistance of seeds from the Plantation Service, the community began to shift and focus on coffee. Coffee seed production and efforts to establish coffee seed production centers require strengthening of seed breeders, so that with the existence of certified seed breeders, superior and high quality coffee seeds can be produced. The Top grafting technology is generally carried out on Liberica coffee plants with the aim of obtaining (new) saplings with identical plant and fruit quality characteristics to the parent, obtained from superior plants. This activity aims to disseminate top grafting technology to the coffee farmer community in Jati Mulyo Village so that the superiority of Liberica coffee can be maintained. This activity was carried out in October 2021. The method of implementing this activity includes community learning through counseling activities, sharing and discussions, demonstrations and hands-on practice. The results of the activity show that the dissemination of shoot grafting technology is felt by farmers to be very useful and very much needed. Through this community service activity, there is an increase in the knowledge of the farming community in doing grafting, the community is very enthusiastic in participating in training activities. Through this activity, farmers also hope to be sustainable in producing quality Liberica coffee seeds. This dissemination activity encourages the community to focus more on developing Liberika coffee with the uniqueness of the peat area.
Induksi Akar Pada Eksplan Tunas Anggrek (Dendrobium var. Airy Beauty) Secara In Vitro dengan Penambahan Naphtalene Acetic Acid (NAA) dan 6-Benzyl Amino Purin (BAP) Olya Aprinda; Lizawati Lizawati; Eliyanti Eliyanti
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/agroecotania.v5i1.22825

Abstract

Tanaman anggrek termasuk tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Tanaman anggrek sangat beragam dan memiliki keunikan tersendiri, dapat dilihat dari bunganya yang unik dan tahan lama membuat tanaman anggrek banyak digemari masyarakat. Jumlah anggrek tersebar diseluruh Indonesia sekitar 5.000-6.000 jenis. Dendrobium salah satu jenis anggrek yang paling populer diperjual belikan, namun tanaman anggrek ini sulit dikembangbiakkan secara generatif maupun vegetatif maka dari itu dilakukan perbanyakan secara in vitro, namun planlet hasil kultur in vitro akar yang terbentuk sedikit dan akar yang tidak berkembang dengan sempurna akan membuat pertumbuhan tanaman pada kondisi ex vitro tertekan terutama pada keadaan evaporasi tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi zat pengatur tumbuh NAA dan BAP dan melihat interaksi zat pengatur tumbuh NAA dan BAP terhadap induksi akar anggrek Dendrobium var. Airy Beauty. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jambi, dari Desember 2019 sampai Maret 2020. Eksplan yang digunakan hasil dari multiplikasi tunas anggrek Dendrobium var. Airy Beauty yang dikulturkan pada media 1⁄2 MS padat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua -1 -1 -1 faktoryaituIkonsentrasiNAAyangterdiridari5tarafyaitu,0mgL ,0,5mgL ,1mgL ,2mg -1 -1 -1 -1 -1 L ,3mgL danIIkonsentrasiBAPyangterdiridari5tarafyaitu,0mgL ,0,5mgL ,1mgL , -1 -12 mg L , 3 mg L . Perlakuan diulang sebanyak 2 kali, maka terdapat 50 unit percobaan. Satu unit percobaan terdiri dari 3 botol, sehingga terdapat 150 botol kultur. Setiap botol berisi satu eksplan yang memiliki satu helai daun dengan ukuran yang digunakan pada ulangan I (0,5 cm) dan ulangan II (1 cm). Peubah yang diamati yaitu waktu muncul akar, persentase berakar, jumlah akar, panjang akar dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian zat pengatur tumbuh NAA dan BAP tidak terdapat interaksi dan tidak didapatkan konsentrasi NAA dan BAP secara tunggal yang efektif untuk menginduksi akar anggrek Dendrobium var. Airy Beauty.