Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

DEIKSIS DALAM NOVEL HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Ummi Kulsum; La Yani Konisi; La Ino
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 3 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Deiksis dalam Novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono”. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah jenis- jenis deiksis dalam novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis jenis deiksis yang terdapat dalam novelHujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca secara intensif novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono untuk mengidentifikasi jenis-jenis deiksis yang terdapat di dalamnya, mencatat semua kata dan kalimat yang berkaitan dengan deiksis yang ada pada novel, dan memberi tanda atau menggaris bawahi kata dan kalimat dalam novel yang berkaitan dengan jenis- jenis deiksis. Analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, menganalisis, dan menyimpulkan hasil analisis. Berdasarkan hasil analisis di atas menunjukkan bahwa dalam novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono terdapat lima macam deiksis yaitu: deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis sosial, dan deiksis wacana. (1) deiksis persona terdiri atas tiga bagian yaitu: kata ganti orang pertama. Kata ganti orang pertama terbagi atas: aku, -ku, saya, kami, dan kita, kata ganti orang kedua terbagi atas: kamu, -mu, kau dan kalian, dan kata ganti orang ketiga terbagi atas: dia, ia, -nya, dan mereka. (2) deiksis tempat terbagi atas: di sini, di sana, itu dan ini. (3) deiksis waktu terbagi atas: dulu, tadi, kali ini, sekarang dan nanti. (4) deiksis sosial terbagi atas: Bapak, Ibu, Pak, Bu dan Meneer. (5) deiksis wacana terbagi atas: anafora bentuk -nya.
Upaya Menurunkan Kejadian KEK pada Ibu Hamil Melalui Pendidikan Kesehatan Ummi Kulsum; Dyah Ayu Wulandari
Jurnal Pengemas Kesehatan Vol 1 No 01 (2022): Jurnal Pengemas Kesehatan (JPK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jpk.v1i01.6

Abstract

Ibu hamil dengan status gizi buruk atau mengalami KEK (Kurang Energi Kronis) cenderung melahirkan bayi BBLR dan dihadapkan pada risiko kematian yang lebih besar dibanding dengan bayi yang dilahirkan ibu dengan berat badan yang normal. Sampai saat ini masih banyak ibu hamil yang mengalami 3 masalah gizi khususnya gizi kurang seperti Kurang Energi Kronik (KEK) dan anemia. Kejadian KEK dan anemia pada ibu hamil umumnya disebabkan karena rendahnya asupan zat gizi ibu selama kehamilan bukan hanya berakibat pada ibu bayi yang dilahirkannya, tetapi juga faktor resiko kematian ibu. KEK pada ibu hamil bisa disebabkan karena faktor karakteristik ibu hamil yang terdiri dari usia, tinggi badan dan berat badan. Salah satu upaya yang dapat diberikan kepada ibu hamil yang dengan KEK adalah pemberian pendidikan kesehatan tentang kebutuhan nutrisi pada ibu hamil. Pemberian pendidikan kesehatan diharapkan dapat menambah pengetahuan ibu hamil tentang kebutuhan nutrisi pada ibu hamil sehingga dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi sehingga ibu dan janin sehat selama kehamilan dan saat melahirkan.
PENGARUH PEMBERIAN PERMAINAN BEADS HOLDER TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK BAWU KAMPUS JEPARA Risa Risdiana; Irawati Indrianingrum; Ummi Kulsum; Ika Tristanti
JKEMS- Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jkems.v3i2.1730

Abstract

Perkembangan motorik adalah aspek penting dalam kehidupan anak. Motorik terbagi menjadi kasar dan halus, dengan motorik halus yang melibatkan kontrol tangan dan kaki. Melatih motorik halus pada anak penting karena dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari dan interaksi sosial. Stimulasi diperlukan agar motorik halus berkembang optimal dan otot-otot anak menjadi lebih matang. Bermain merangkai manik-manik merupakan cara yang efektif untuk mengalihkan perhatian anak dan memperkuat kemampuan motorik halus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian permainan beads holder terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di Tk Bawu Kampus Jepara. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Sampel penelitian sebanyak 29 anak. Instrument penelitian menggunakan skala Denver II. Analisa bivariat menggunakan uji statitisk Wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian permainan beads holder terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di Tk Bawu Kampus Jepara dengan p value = 0.000.
Transformasi Sosial Budaya di Pasar Tradisional di Tengah Modernisasi : studi kasus pasar baru kota probolinggo Septiandika, Verto; Putri Aalia; Vivi Yunika Sari; Ummi Kulsum; Ahmad Maman; Muhammad Hasan6
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 4 No. 3 (2025): November - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Traditional markets serve not only as centers for economic transactions but also as spaces for social interaction and the preservation of community culture. However, the development of modernization and the emergence of modern and digital markets have brought significant changes to the function and existence of traditional markets. This study aims to analyze the socio-cultural transformations occurring in traditional markets amidst the currents of modernization, with a focus on changing interaction patterns, cultural values, and the role of markets in community social life. The research method used is a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and literature review. The results indicate that traditional markets have undergone changes in communication patterns, buying and selling habits, and a shift in shared values ​​toward more practical interaction patterns. Nevertheless, traditional markets continue to play a vital role as irreplaceable socio-cultural spaces, particularly in preserving local traditions and strengthening community social solidarity.