Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH MEDIA WORDLESS BOOK TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA 5–6 TAHUN Aulia Maulidia Arliana; Ruqoyyah Fitri; Nur Ika Sari Rakhmawati; Eka Cahya Maulidiyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.50168

Abstract

Speaking ability is one of the important aspects of early childhood language development. However, there are still several children aged 5–6 years who experience difficulties in expressing ideas, lack confidence when speaking, tend to be passive in social interactions, and have limitations in vocabulary usage and word pronunciation. These problems indicate the need for interesting and interactive learning media to help improve children’s speaking skills. One of the learning media that can be used is a wordless book, which is a book without text containing only pictures or illustrations that encourage children to speak and retell stories based on their imagination. This study aims to determine the effect of wordless book media on the speaking ability of children aged 5–6 years. This study used a quantitative approach with an experimental research type employing a One Group Pretest-Posttest Design. The subjects of this study were children aged 5–6 years in Group B at the kindergarten where the research was conducted. Data collection techniques included observation, documentation, and speaking ability assessment sheets. The data were analyzed using statistical tests to determine the differences in children’s speaking abilities before and after the implementation of the wordless book media. The results of the study showed that the use of wordless book media had a positive effect on the speaking ability of children aged 5–6 years. Children became more active in speaking, more confident in expressing their opinions, better at using vocabulary, and more capable of expressing ideas and retelling stories based on the pictures they observed. Therefore, wordless book media can be used as an effective alternative learning medium to improve early childhood speaking skills.
PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI PRAKTIK SHOLAT TERHADAP KEMAMPUAN MELAFALKAN BACAAN SHOLAT ANAK USIA 4-5 TAHUN Caesaria Sabrina; Ruqoyyah Fitri; Kartika Rinakit Adhe; Eka Cahya Maulidiyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.56290

Abstract

Pengembangan kompetensi ibadah pada anak usia dini salah satunya bertumpu pada kemampuan melafalkan bacaan sholat secara tepat. Fenomena di lapangan, khususnya pada hasil pengamatan awal di TK Harapan Ibu, menunjukkan bahwa mayoritas anak kelompok usia 4–5 tahun masih menemui hambatan saat melafalkan doa iftitah, i'tidal, dan tahiyat akibat dominasinya metode pembelajaran yang konvensional. Berangkat dari masalah tersebut, studi ini bertujuan untuk menguji dampak implementasi media video animasi praktik sholat dalam menstimulasi kecakapan pelafalan doa sholat anak. Melalui pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental) tipe Nonequivalent Control Group Design, riset ini mengamati 24 anak yang didistribusikan ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Intervensi pada kelompok eksperimen memanfaatkan media video animasi dari saluran YouTube "Riko The Series", sementara kelompok kontrol menggunakan pendekatan pembelajaran eksisting. Data dihimpun melalui lembar observasi terstruktur dengan parameter yang mencakup akurasi imitasi bacaan, ketepatan artikulasi lafal dan huruf hijaiyah, serta kelancaran pelafalan yang kontinu. Berdasarkan uji non-parametrik Mann-Whitney U-Test, diperoleh angka signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05). Temuan ini mengonfirmasi bahwa penggunaan media video animasi praktik sholat memberikan pengaruh yang sangat signifikan dalam mendongkrak kemampuan melafalkan doa sholat anak usia 4–5 tahun, dengan capaian efektivitas yang jauh lebih tinggi pada kelompok eksperimen daripada kelompok kontrol.
Pengaruh Media Timang Terhadap Kemampuan Numerik Anak Eka Cahya Maulidiyah; Kartika Rinakit Adhe; Melia Dwi Widayanti; Dhian Gowinda Luh Safitri; Dewi Rahmawati; Siti Zairina Nashirah; Syafira Sagita Handriani; Rizka Anugrah Syakira
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8634

Abstract

Kemampuan numerik pada anak menjadi hal yang mendasar dalam kehidupan anak di masa berikutnya. Rendahnya kemampuan numerik pada anak usia 4-5 tahun menyebabkan anak kesulitan untuk dapat mengenal simbol angka di sekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media Timang (Timbangan angka) terhadap kemampuan numerik anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari media Timbangan angka terhadap kemampuan numerik anak usia 4-5 tahun. Penelitian dilakukan di TK Taman Ananda, Wiyung Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre-experimental design dengan bentuk desain one group pretest-posttest design. Terdapat pre test dan post test pada satu kelompok yang sama untuk mengukur hasil sesuai dengan treatment yang diberikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh dari media “Timang” (Timbangan angka). Nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.007, yang berarti kurang dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari media alat permainan Timang terhadap kemampuan berpikir simbolik numerik pada anak. Hal tersebut membuktikan bahwa media Timang memiliki pengaruh terhadap kemampuan berpikir simbolik numerik seperti menghitung bilangan dengan benda konkrit, mencocokkan jumlah benda, dan menghitung benda 1-10 pada kelompok A usia 4-5 tahun.