Novita Eka Nurjanah
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sebelas Maret

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PELATIHAN MEDIA DIGITAL WHITEBOARD ANIMATION PADA GURU PAUD DALAM MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Novita Eka Nurjanah; Upik Elok Endang Rasmani; Muhammad Munif Syamsuddin; Nurul Shofiatin Zuhro; Anjar Fitrianingtyas
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v3i2.14014

Abstract

Abstrak  Pendidikan saat ini berada di era revolusi industri 4.0. Maka dari itu, pendidikan dituntut untuk selalu berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pondasi pendidikan harus bersiap dan berinovasi untuk menghadapi perkembangan zaman. Salah satu media pembelajaran digital yang efektif diterapkan di PAUD adalah whiteboard animation. Guru dapat menyampaikan materi pembelajaran kepada anak usia dini secara jelas sesuai dengan tema dan materi yang sedang berjalan melalui whiteboard animation. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan ketrampilan guru PAUD dalam pembuatan media pembelajaran digital untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Pengabdian ini dilaksanakan di TK LKMD Marsudisiwi dan TK Siwi Peni, Gugus 2 Bougenville, Kecamatan Laweyan, Surakarta. Materi yang disampaikan dalam pengabdian ini, terdiri dari: 1) pemberian materi media pembelajaran digital berbasis whiteboard animation, 2) workshop media pembelajaran digital berbasis whiteboard animation, 3) simulasi kelompok kecil pendampingan pembuatan media pembelajaran digital berbasis whiteboard animation, 4) implementasi whiteboard animation dalam pembelajaran daring sesuai tema berjalan, dan 5) evaluasi dan rencana tindak lanjut. Kegiatan ini berlangsung dengan memadukan berbagai metode, yaitu metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik langsung. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam jaringan (daring)/ online melalui zoom meeting dan whatsapp group. Hasil kegiatan ini, semua peserta dapat membuat media pembelajaran digital whiteboard animation sesuai dengan tema dan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Kata kunci: media pembelajaran digital; whiteboard animation; guru PAUD
Efektivitas Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Menggunakan Smartphone bagi Pendidik PAUD Anjar Fitrianingtyas; Nurul Shofiatin Zuhro; Jumiatmoko; Novita Eka Nurjanah; Vera Sholeha
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v2i2.48

Abstract

Pandemi covid-19 yang melanda mengharuskan seluruh jenjang Pendidikan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring, tidak terkecuali pada Pendidikan anak usia dini. Fakta yang terjadi di lapangan pembelajaran daring yang terlaksana di beberapa PAUD Kota Semarang berlangsung kurang maksimal. Pendidik anak usia dini sekarang ini dituntut untuk memiliki keterampilan dalam pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pembelajaran daring mengharuskan para pendidik mampu membuat media pembelajaran berbasis digital, salah satunya yaitu pembuatan video pembelajaran. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat video pembelajaran berbasis smartphone menggunakan aplikasi Capcut. Sasaran utama pelatihan adalah pendidik PAUD di Kota Semarang dengan peserta berjumlah 70 orang terdiri dari perwakilan pendidik PAUD. Metode yang digunakan adalah dengan pelatihan dan pendampingan. Pelatihan dilakukan dengan cara demonstrasi pembuatan video pembelajaran, metode praktik langsung serta pendampingan dalam pembuatan video menggunakan aplikasi Capcut. Selain itu juga diberikan penugasan kepada peserta dan perlombaan pembuatan video pembelajaran. Instrument yang digunakan dalam dalam pengumpulan data adalah dengan kuesioner. Kegiatan ini dilakukan selama 1 minggu. Hasil dari kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan video pembelajaran menggunakan smartphone bagi pendidik PAUD terbukti efektif dengan penguasaan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor 92,8 serta penguasaan keterampilan peserta dengan rata-rata skor 93,4.
Manajemen Promosi Lembaga PAUD di Era Revolusi Industri 5.0 Upik Elok Endang Rasmani; Siti Wahyuningsih; Novita Eka Nurjanah; Jumiatmoko Jumiatmoko; Nurul Shofiatin Zuhro; Anjar Fitrianingtyas; Bambang Winarji
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 6 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i6.3479

Abstract

Manajemen promosi diperlukan oleh sekolah untuk memasarkan dan menarik konsumen agar tertarik mendaftarkan anak di lembaga pendidikan anak usia dini. Artikel ini mengulas penerapan manajemen promosi di lembaga pendidikan anak usia dini. Hasil penelitian ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi guru sebagai praktisi lapangan untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menggunakan teknologi untuk mengembangkan manajemen promosi agar lebih dikenal masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan penerapan manajemen promosi kelembagaan dipengaruhi oleh kemampuan guru dan sekolah dalam memberikan layanan yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Adapun peluang yang ada saat ini, pengelolaan promosi lembaga pendidikan anak usia dini dapat dikembangkan melalui berbagai strategi yang dapat dikembangkan oleh sekolah. Sementara itu, perkembangan manajemen promosi dari waktu ke waktu dipengaruhi oleh perkembangan media promosi yang hingga saat ini memudahkan pengguna untuk mengenal lembaga yang diinginkan tanpa mengeluarkan uang atau tenaga lebih karena berbasis media sosial.
Multimedia Pembelajaran Interaktif untuk Guru PAUD Upik Elok Endang Rasmani; Siti Wahyuningsih; Novita Eka Nurjanah; Jumiatmoko Jumiatmoko; Yuanita Kristiani Wahyu Widiastuti; Putri Agustina
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i1.3480

Abstract

Melalui multimedia pembelajaran interaktif proses pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini menjadi lebih bermakna, menyenangkan dan menarik sehingga anak menjadi lebih luas dalam memahami, merasakan seperti kenyataan aslinya, menumbuhkan perhatian atau antusiasme terhadap materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru dikelas.  Fakta di lapangan didapatkan kelemahan dalam menerapkan multimedia pembelajaran interaktif hal tersebut dikarenakan kurangnya kemampuan guru dalam penguasaan teknologi dalam melaksanakan pembelajaran dikelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan media interaktif pada pembelajaran di PAUD. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan melalui pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni data primer dan data sekunder. Partisipan yang terlibat sebanyak 15 orang yang dipilih dengan Teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif sangat diperlukan bagi pendidikan anak usia dini untuk mengembangkan kompetensi guru dan suasana nyaman, menyenangkan dikelas
Konflik Moral Guru dalam Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek di PAUD Jumiatmoko Jumiatmoko; Upik Elok Endang Rasmani; Siti Wahyuningsih; Nurul Shofiatin Zuhro; Anjar Fitrianingtyas; Novita Eka Nurjanah; Bambang Winarji
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.4625

Abstract

Konflik moral terjadi pada guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis proyek. Hal tersebut menghambat tercapainya proses dan hasil belajar yang optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komponen dan proporsi konflik moral dalam implementasi pembelajaran berbasis proyek. Konflik moral ini diidentifikasi dari guru PAUD yang telah melaksanakan pembelajaran berbasis proyek (N=31), dengan masa kerja 5-18 tahun (Mmasa kerja= 9,04 Tahun). Data dikumpulkan dengan Google Form selamat 7 (tujuh) hari. Data dianalisis dengan kualitatif Content Analysis dan kuantitatif deskriptif. Sesuai urutannya, hasil kategorisasi tema konflik moral ditemukan 4 (Empat) komponen yaitu: 1) terkait dengan Anak, 2) terkait dengan guru, 3) terkait dengan teknis, 4) terkait dengan orang tua. Setiap temuan dibahas secara teoretis terkait latar belakang guru berupa status guru penggerak, guru bersertifikasi, masa kerja, dan asal lembaga. Temuan ini mendorong advokasi secara moral dan material bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis proyek pada konteks PAUD.
Penerapan KSE dalam Pembelajaran Berdiferensiasi pada Sekolah Penggerak di Kota Surakarta Nurul Shofiatin Zuhro; Upik Elok Endang Rasmani; Siti Wahyuningsih; Anjar Fitrianingtyas; Novita Eka Nurjanah; Jumiatmoko Jumiatmoko; Bambang Winarji
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.4991

Abstract

Pengembangan kompetensi sosial emosional (KSE) anak sejak usia dini dapat diintegrasikan pada kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Sekolah penelitian melalui pembelajaran yang berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan kompetensi sosia emosional anak dalam menumbuhkan karakter positif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk memberikan deskripsi praktik pembelajaran berdiferensiasi yang terintegrasi dengan KSE melalui metode pembelajaran berbasis proyek pada kegiatan P5. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari adalah guru kelas di sekolah sejumlah 22 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan data bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada sekolah-sekolah penggerak di Kota Surakarta dapat dilaksanakan melalui pembelajaran berbasis proyek pada kegiatan P5 yang diintegrasikan dengan  kompetensi sosial emosional peserta didik. Penelitian ini memberikan konstribusi penting dalam bidang pendidikan anak usia dini, khususnya bagi orang tua dan pendidik dalam mengembangkan kompetensi sosial emosional.
Pembelajaran Metode Proyek Kurikulum Merdeka Sebagai Strategi Pembentukan Kemandirian Anak Siti Wahyuningsih; Upik Elok Endang Rasmani; Bambang Winarji; Jumiatmoko Jumiatmoko; Nurul Shofiatin Zuhro; Anjar Fitrianingtyas; Novita Eka Nurjanah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.4785

Abstract

Kemandirian merupakan kondisi dimana seorang individu dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Sikap ini perlu ditanamkan kepada semua orang tak terkecuali anak usia dini. Masa ini merupakan masa pondasi anak untuk menerima stimulasi dari luar sebagai bekal menghadapi kesulitan dimasa mendatang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk membentuk perilaku kemandirian anak sesuai dengan kurikulum merdeka yaitu melalui kegiatan metode proyek. Fakta dilapangan didapat kurangnya kemampuan kemandirian anak didalam kelas ditunjukkan dengan anak belum berani dalam mengungkapkan pendapat maupun melakukan perintah guru pada saat pembelajaran didalam kelas. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pembelajaran metode proyek dapat menjadi salah satu strategi dalam membentuk kemandirian anak usia dini. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan melalui pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder dengan analisis Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode proyek menjadi strategi yang mudah dilaksanakan bagi guru dalam membentuk kemandirian anak usia dini melalui kegiatan pembelajaran yang kreatif, dan menyenangkan bagi anak didalam kelas.
Mengembangkan Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran Berbasis Proyek di PAUD Anjar Fitrianingtyas; Upik Elok Endang Rasmani; Siti Wahyuningsih; Jumiatmoko Jumiatmoko; Nurul Shofiatin Zuhro; Bambang Winarji; Novita Eka Nurjanah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 5 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i5.4970

Abstract

Menstimulasi Pendidikan karakter bagi anak usia dini dapat dilakukan dengan berbagai macam metode pembelajaran salah satunya adalah menggunakan project based learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan penggunaan project based learning dapat meningkatkan  nilai-nilai Pendidikan karakter pada anak usia dini. Jenis penelitian yang digunakan  dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Tahap penelitian yang dilakukan yaitu tahap pra-pendahuluan, tahap lapangan, dan  tahap pengolahan data. Pengambilan data menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahap pengolahan data yaitu reduksi data, display data, analisis data, deskripsi hasil penelitian, dan penyimpulan. Penelitian ini dilaksanakan di TK Al Khoir Surakarta dikarenakan TK tersebut merupakan salah satu sekolah penggerak di Surakarta dan telah melaksanakan Kurikulum Merdeka yang kegiatan pembelajarannya berbasis metode proyek serta memiliki kurikulum karakter. Subjek penelitian adalah Guru dan Kepala Sekolah. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa project based learning yang dilaksanakan di TK Al Khoir Surakarta melalui kegiatan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dapat meningkatkan nilai Pendidikan karakter pada siswa antara lain pada nilai toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, komunikatif, dan tanggungjawab. Oleh karena itu Lembaga-lembaga Pendidikan Anak Usia Dini perlu memperbanyak kegiatan pembelajaran yang menggunakan Project Based Learning.
FENOMENA GASLIGHTING SEBAGAI BENTUK PENINDASAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK Anjar Fitrianingtyas; Alvindio Yoga Pradista; Novita Eka Nurjanah
Jurnal PG-PAUD Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaslighting is a behavior that aims to manipulate, initimidate the victim, laugh at and belittle the victim's feelings, and say that everything that happens victim's fault in order to disrupting his sanity and belief in themself. The purpose of this study was to determine the phenomenon of gaslighting as a perform of suppression of children's self-confidence through the experience of the research subject. This research design uses a qualitative phenomenological approach developed by Van Kaam. The research subjects was taken using purposive sampling technique, there were 5 parents who have 5 years old children and 1 expert. The research data were obtained through interviews, field observation, and documentation. The results showed that parents unconsciously gaslighted their children in their daily activities which made children often feel unsure of their abilities and feel guilty for something they did not do. This suggest that education about gaslighting still needs to be disseminated.
Qualitative Study: Comparison of Implementation of Independent Curriculum in Early Childhood Institutions in Sukoharjo District Bambang Winarji; Upik Elok Endang Rasmani; Siti Wahyuningsih; Novita Eka Nurjanah; Jumiatmoko Jumiatmoko; Nurul Shofiatin Zuhro; Anjar Fitrianingtyas
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i5.6158

Abstract

This study aims to compare the implementation of the independent curriculum of two institutions in Sukoharjo District, namely TK Teladan and RA STIBA AZKIYAA. The study used a descriptive research approach to analyze the implementation of the independent curriculum at Teladan Kindergarten. Data was collected through observation, interview, and documentation techniques. This research was conducted for 3 months and used the principal and accompanying teacher of class B2 of Teladan Kindergarten and RA STIBA AZKIYA as research informants. The differences researchers found in implementing the independent curriculum in TK Teladan show the full utilization of the independent curriculum. In contrast, RA Stiba Azkiya is still in the process of fully implementing the curriculum. The findings suggest that Teladan Kindergarten's approach, which supports active learning, is highly effective in allowing children to explore and develop discipline and responsibility. However, RA Stiba Azkiya needs further time and support to implement the independent curriculum fully. Evaluations differ, with TK Teladan evaluating after each lesson and RA Stiba Azkiya reporting every 3 to 6 months. Both institutions recommended providing more intensive training and support to teachers to improve the implementation of the self-directed curriculum.