Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Model Inquiry-Based Learning Berbasis Etnosains Rumah Lengge terhadap Kemampuan Berpikir Logis Siswa Sekolah Dasar Asriyadin, Asriyadin; Fuadi, Muhammad; Ibnusaputra, M.; Anwar, Khairil
Bima Journal of Elementary Education Vol. 3 No. 1 (2025): Bima Journal of Elementary Education
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/bijee.v3i1.2652

Abstract

This study aims to analyze the effect of the Inquiry-Based Learning (IBL) model integrated with Rumah Lengge ethnoscience on elementary school students’ logical thinking skills. The background of this research is rooted in the low level of students’ logical reasoning abilities, which are still dominated by conventional teaching methods that lack contextual relevance and fail to stimulate scientific reasoning. This quantitative study employed a one-group pretest-posttest design involving one experimental class of 25 fifth-grade students in Wawo District, Bima Regency. The research instrument consisted of a logical thinking skills test based on Ennis' (1996) indicators, comprising 10 multiple-choice items with reasoning. Data were analyzed using a paired sample t-test to examine significant differences between pretest and posttest scores. The results indicated a notable increase in the average score from 61.7 to 71.6, with a statistically significant difference (t = -28.4; p < 0.001). The normality test on the residuals confirmed that the data met the requirements for parametric analysis. These findings demonstrate that the IBL model based on Rumah Lengge ethnoscience is effective in enhancing students’ logical thinking skills by integrating scientific inquiry processes with relevant and meaningful local cultural contexts. The implication of this study suggests that locally contextualized inquiry-based approaches can serve as a strategic alternative to improve the quality of science education in elementary schools.
Pemanfaatan Media Digital dalam Model Fan-N-Pick untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA di Sekolah Dasar Anita Nurgufriani; Asriyadin, Asriyadin; Adi Apriadi Adiansha; Muhammad Fuadi
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2543

Abstract

Riset/penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media digital dalam model Fan-N-Pick terhadap pemahaman konsep Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk siswa Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini menerapkan metode eksperimen semu (quasi-experiment) dengan rancangan pengukuran sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pada kelompok eksperimen dan kontrol dengan sampel penelitian melibatkan 60 siswa kelas V SD. Kelompok eksperimen mendapatkan pembelajaran dengan model Fan-N-Pick berbasis media digital, sementara kelompok kontrol menggunakan metode tradisional. Data diperoleh melalui evaluasi pemahaman konsep, observasi, serta angket respons siswa. Data penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman konsep IPA yang signifikan pada kelompok eksperimen jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Peningkatan nilai rata-rata untuk posttest pada kelompok eksperimen mencapai 36,5%, sedangkan pada kelompok kontrol mengalami peningkatan sebesar 22,1%. Hasil uji-t independen mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan pemahaman konsep antara kedua kelompok pada taraf signifikansi 0,05. Selain itu, integrasi media digital dalam model Fan-N-Pick juga meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Penggunaan media digital dalam model Fan-N-Pick dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA di SD. Hasil utama dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital dalam model Fan-N-Pick mengalami kenaikan yang signifikan untuk pemahaman konsep IPA siswa SD dibandingkan dengan pendekatan tradisional. Implementasi strategi ini memerlukan kesiapan guru dalam mengadaptasi teknologi ke dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan keterampilan integrasi teknologi dalam pembelajaran berbasis kooperatif.
Analisis Kelayakan Bahan Ajar IPAS Berbasis Etnosains untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik SD Suriya Ningsyih; Nurjumiati, Nurjumiati; Asriyadin, Asriyadin; Nurul Fauziah
Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2024): Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/galaxy.v1i2.358

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Borg & Gall dengan tahapanya yaitu Pengumpulan data, Perencanaan, Pengembangan draf produk, Uji coba lapangan, Merevisi hasil uji coba, Uji coba lapangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelayakan bahan ajar IPAS berbasis etnosains untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan persentase hasil pengskoran skala liker. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan instrumen angket. Data angket dengan menggunakan skor skala Likert lima tingkat teridi dari : tidak baik (nilai 1), kurang baik (nilai 2), cukup baik (nilai 3), baik (4), dan sangat baik (nilai 5). Hasil uji kelayakan ini terdiri dari angket hasil validasi ahli media dan hasil validasi ahli materi. Hasil uji kelayakan berdasrkan validasi ahli materi di peroleh nilai sebesar 80% dengan kategori sangat layak, sedangkan hasil uji kelayakan berdasarkan validasi ahli media diperoleh sebesar 83,3 % dengan kategori sangat layak juga, sehingga diperoleh rata-rata dari validasi ahli media dan ahli materi untuk uji kelayakan bahan ajar IPAS berbasis etnosains sebesar 81, 7 dengan kategori sangat layak. Oleh karena itu, maka dapat disimpulkan bahwa bahan ajar IPAS berbasis etnosains untuk meningkatkan kemampuan berpikr kreatif peserta didik sekolah dasar yang di kembangkan sangat layak.
Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbantuan Media Gambar terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Metamorfosis Perubahan Bentuk Makhluk Hidup Nining Nurahmani; Asriyadin Asriyadin; Agustinasari Agustinasari
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.2385

Abstract

Dilema primer yang dihadapi yaitu rendahnya hasil belajar siswa akibat rendahnya variasi contoh dan media pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) berbantuan media gambar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Inpres Waduwani. Metode penelitian yang digunakan merupakan quasi eksperimen dengan desain one group pretest- posttest. Subjek penelitian merupakan seluruh siswa kelas III yang berjumlah 20 orang. Instrumen yang digunakan merupakan tes uraian pretest dan posttest yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data memberikan adanya peningkatan skor rata- rata berasal 49,40 pada pretest menjadi 88, 65 di posttest. Uji paired sample t- test membentuk nilai signifikansi sebanyak 0,000 (< 0,05) yang menampilkan adanya disparitas yg signifikan saat sebelum dan selesainya perlakuan. Dengan demikian, model CTL berbantuan media gambar berpengaruh positif terhadap akibat belajar siswa. pembelajaran dengan model CTL terbukti efektif karena mengaitkan materi pelajaran menggunakan konteks kehidupan konkret siswa, serta media gambar membantu memvisualisasikan konsep abstrak seperti metamorfosis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan CTL yang dibantu media gambar bisa menaikkan aktivitas serta yang hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA.
An Interesting Way to Learn Vibrations and Sound Waves Using Traditional Musical Instrument “Saron Sasak” for Developing Science Process Skills, Technology Literacy, and Student Creativity Anwar, Khairil; Yuda, Martoni; M. Aris Akbar; M. Isnaini; Yanti, Lili Rahma; Asriyadin, Asriyadin
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 1 (2026): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/9rybz268

Abstract

Developing 21st-century competencies in physics education requires learning approaches that integrate scientific process skills, technological literacy, and creativity through meaningful and contextual experiences. However, vibration and sound wave learning is often presented abstractly, with limited connection to students’ cultural environments and minimal use of affordable technology for data acquisition. This study aims to develop and validate vibration- and sound-wave teaching materials using the traditional Sasak musical instrument, saron, integrated with low-cost information and communication technology (ICT) devices to enhance science process skills, technological literacy, and student creativity. The study employed a research and development approach using the ADDIE model, encompassing analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Data were collected through field observations, document analysis, expert validation, and small-scale trials involving 11 prospective physics teachers. The developed teaching materials covered key vibration-wave concepts, including frequency, resonance, waveform analysis, harmonic structure, sound intensity, and creative musical instrument projects, supported by ICT tools such as Adobe Audition, LoggerPro, DaTuner, MacScope II, Advanced Spectrum, and intensity meter applications. The results indicate that the teaching materials were highly feasible, with an average validation score of 81.7% (good–very good), while user responses were very positive, with an average score of 399.91 out of 500. Empirical findings demonstrate that integrating the saron Sasak with ICT-based data acquisition enables students to connect abstract wave concepts with real phenomena, thereby strengthening inquiry skills, digital competence, and creative thinking. The novelty of this study lies in the comprehensive integration of local cultural instruments and affordable digital technologies into vibration-wave teaching materials that explicitly target multiple 21st-century skills within a TPACK-oriented framework. The study concludes that ethnoscience-based, ICT-integrated teaching materials are valid, practical, and effective for physics learning, advancing contextual, culturally responsive, and technology-enhanced physics education.
PENGEMBANGAN E-BOOK SMART READING BERBASIS ANDROID UNTUK MENDUKUNG GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SMPN 4 MADAPANGGA ST. Raodatul Jannah; Asriyadin Asriyadin; Wahyudin Wahyudin; Nur Fitrianingsih; Ahyar Ahyar
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.11444

Abstract

ABSTRACT The low reading interest of students and the suboptimal use of digital media in supporting the School Literacy Movement (Gerakan Literasi Sekolah/GLS) cause students difficulties in understanding reading materials and explaining the learned content. These problems indicate the need for learning innovation through the development of attractive and interactive digital media. This study aimed to develop an Android-based E-Book Smart Reading application and determine its validity, practicality, and effectiveness in supporting the School Literacy Movement at SMPN 4 Madapangga. This study employed a Research and Development (R&D) method using the Borg and Gall model consisting of eight stages. The research subjects consisted of two media experts, one material expert, and twenty seventh-grade students. Data collection techniques included expert validation sheets, student response questionnaires, observation sheets, and learning outcome tests. Data analysis was conducted qualitatively and quantitatively using Jamovi software. The results showed that the E-Book Smart Reading application obtained a media validation score of 87.5% and a material validation score of 90%, both categorized as very valid. The practicality test result reached 91.60%, categorized as very practical. Furthermore, the effectiveness test showed an increase in students’ average scores from 56 on the pretest to 90 on the posttest, with an N-gain score of 0.78 in the high category. The Wilcoxon Signed-Rank test result obtained a significance value of p<0.001 with an effect size of 1.00, indicating that the developed application was effective in supporting the implementation of the School Literacy Movement. Therefore, the Android-based E-Book Smart Reading application was declared valid, practical, and effective for students’ literacy activities. ABSTRAK Rendahnya minat baca peserta didik serta belum optimalnya pemanfaatan media digital dalam mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS) menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan dan menjelaskan kembali materi yang telah dipelajari. Permasalahan tersebut menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran melalui pengembangan media digital yang menarik dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi E-Book Smart Reading berbasis Android serta mengetahui tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifan aplikasi dalam mendukung Gerakan Literasi Sekolah di SMPN 4 Madapangga. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model Borg and Gall yang terdiri atas delapan tahapan. Subjek penelitian terdiri dari dua ahli media, satu ahli materi, dan dua puluh peserta didik kelas VII. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi ahli, angket respon peserta didik, lembar observasi, dan tes hasil belajar. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan bantuan perangkat lunak Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi E-Book Smart Reading memperoleh nilai validasi media sebesar 87,5% dan validasi materi sebesar 90% dengan kategori sangat valid. Hasil uji kepraktisan memperoleh persentase sebesar 91,60% dengan kategori sangat praktis. Selain itu, hasil uji keefektifan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta didik dari pretest 56 menjadi posttest 90 dengan nilai N-gain sebesar 0,78 pada kategori tinggi. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank memperoleh nilai signifikansi p<0,001 dengan effect size sebesar 1,00 sehingga menunjukkan bahwa aplikasi yang dikembangkan efektif dalam mendukung pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah. Dengan demikian, aplikasi E-Book Smart Reading berbasis Android dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam kegiatan literasi peserta didik.
Designing an Artificial Intelligence-Supported Research Project-Based Inquiry Model to Improve Scientific Reasoning in Academically Underprepared Students Asriyadin Asriyadin; Adi Apriadi Adiansha; Khairil Anwar; Syarifuddin Syarifuddin
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 2: April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i2.19159

Abstract

This study aimed to (1) design and validate an artificial intelligence-assisted Research Project-Based Inquiry (RPBI) learning model and (2) examine its effectiveness in improving the scientific reasoning of academically underprepared students. A quantitative approach was employed using a non-equivalent control group quasi-experimental design involving 60 students assigned proportionally to experimental and control groups. The intervention was implemented over eight instructional sessions in a foundational science course. The AI component functioned to generate adaptive scaffolding questions, provide hypothesis-checking prompts, and deliver rubric-based formative feedback during project development. Scientific reasoning was measured using a test constructed around five indicators: Variable Identification, Hypothesis Formulation, Data Interpretation, Conclusion Drawing, and Procedure Evaluation. Rasch analysis indicated that the instrument demonstrated satisfactory measurement quality (Person Reliability = 0.82; Item Reliability = 0.91), with appropriate item-person alignment. The validity of the learning model itself was established through expert validation using a structured rubric, pilot implementation feedback, and monitoring of instructional fidelity. Independent sample t-tests revealed statistically significant differences between the experimental and control groups across all indicators (p < 0.001). Exploratory relationship analysis further indicated that Hypothesis Formulation showed the strongest association with other reasoning components, suggesting a hierarchical structure within students’ scientific reasoning processes. These findings indicate that the AI-assisted RPBI model is pedagogically feasible and effective in enhancing scientific reasoning, particularly among students with initial academic gaps.
Pengaruh Brain-Based Learning Berbantuan Aplikasi Quizizz terhadap Kemampuan Bernalar Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Evaluasi Etnosains di Sekolah Dasar Asriyadin Asriyadin; Adi Apriadi Adiansha; Khairil Anwar
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Brain-Based Learning berbantuan aplikasi Quizizz terhadap kemampuan bernalar kritis siswa Sekolah Dasar dalam menyelesaikan soal evaluasi etnosains di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest yang melibatkan 30 siswa sebagai subjek penelitian. Instrumen pengumpulan data dikembangkan berdasarkan lima indikator bernalar kritis: interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi, yang disusun dalam bentuk soal kontekstual etnosains. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik deskriptif dan inferensial, termasuk paired samples t-test dan visualisasi menggunakan raincloud plots. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada seluruh indikator (p < 0.001), yang mengindikasikan bahwa model pembelajaran yang digunakan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa secara menyeluruh. Penggunaan Quizizz sebagai media evaluasi turut mendorong partisipasi aktif, memberikan umpan balik instan, dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan. Temuan ini memberikan kontribusi praktis dan teoretis dalam pengembangan model pembelajaran berbasis teknologi yang mendukung penguatan profil pelajar Pancasila, serta menjadi dasar untuk inovasi pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir abad ke-21.