Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Peningkatkan Motivasi Belajar IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together Pada Siswa SD Fiqry, Rizalul; Fuadi, Muhammad; Asriyadin, Asriyadin; Napisah, Elsa; Nurnamira, Nurnamira
Bima Journal of Elementary Education Vol. 2 No. 1 (2024): Bima Journal of Elementary Education
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/bijee.v2i1.1522

Abstract

This study aimed to enhance the motivation to learn Science through the application of the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model among fifth-grade students at SDN Inpres Pandai. The research methodology employed was classroom action research, involving 20 students as research subjects. The NHT model was implemented through several steps: dividing students into small groups based on numbers, posing questions to students with the same number in each group according to the current study material, collaborating within groups to find answers, and selecting one number from each group to present their group's answer. The research findings indicated an increase in learning motivation from 53.5% in the first cycle to 75.14% in the second cycle, marking an improvement of 21.64%. Furthermore, there was an enhancement in the completeness of learning outcomes from 60% in the first cycle (with a pretest of 0% and a posttest of 60%) to 80% in the second cycle (with a pretest of 40% and a posttest of 80%), reflecting a 20% increase. In conclusion, the use of the NHT model successfully increased both the motivation to learn and the completeness of science learning outcomes among fifth-grade students at SDN Inpres Pandai
Pengaruh Model Inquiry-Based Learning Berbasis Etnosains Rumah Lengge terhadap Kemampuan Berpikir Logis Siswa Sekolah Dasar Asriyadin, Asriyadin; Fuadi, Muhammad; Ibnusaputra, M.; Anwar, Khairil
Bima Journal of Elementary Education Vol. 3 No. 1 (2025): Bima Journal of Elementary Education
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/bijee.v3i1.2652

Abstract

This study aims to analyze the effect of the Inquiry-Based Learning (IBL) model integrated with Rumah Lengge ethnoscience on elementary school students’ logical thinking skills. The background of this research is rooted in the low level of students’ logical reasoning abilities, which are still dominated by conventional teaching methods that lack contextual relevance and fail to stimulate scientific reasoning. This quantitative study employed a one-group pretest-posttest design involving one experimental class of 25 fifth-grade students in Wawo District, Bima Regency. The research instrument consisted of a logical thinking skills test based on Ennis' (1996) indicators, comprising 10 multiple-choice items with reasoning. Data were analyzed using a paired sample t-test to examine significant differences between pretest and posttest scores. The results indicated a notable increase in the average score from 61.7 to 71.6, with a statistically significant difference (t = -28.4; p < 0.001). The normality test on the residuals confirmed that the data met the requirements for parametric analysis. These findings demonstrate that the IBL model based on Rumah Lengge ethnoscience is effective in enhancing students’ logical thinking skills by integrating scientific inquiry processes with relevant and meaningful local cultural contexts. The implication of this study suggests that locally contextualized inquiry-based approaches can serve as a strategic alternative to improve the quality of science education in elementary schools.
Pemanfaatan Media Digital dalam Model Fan-N-Pick untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA di Sekolah Dasar Anita Nurgufriani; Asriyadin, Asriyadin; Adi Apriadi Adiansha; Muhammad Fuadi
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2543

Abstract

Riset/penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media digital dalam model Fan-N-Pick terhadap pemahaman konsep Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk siswa Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini menerapkan metode eksperimen semu (quasi-experiment) dengan rancangan pengukuran sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pada kelompok eksperimen dan kontrol dengan sampel penelitian melibatkan 60 siswa kelas V SD. Kelompok eksperimen mendapatkan pembelajaran dengan model Fan-N-Pick berbasis media digital, sementara kelompok kontrol menggunakan metode tradisional. Data diperoleh melalui evaluasi pemahaman konsep, observasi, serta angket respons siswa. Data penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman konsep IPA yang signifikan pada kelompok eksperimen jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Peningkatan nilai rata-rata untuk posttest pada kelompok eksperimen mencapai 36,5%, sedangkan pada kelompok kontrol mengalami peningkatan sebesar 22,1%. Hasil uji-t independen mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan pemahaman konsep antara kedua kelompok pada taraf signifikansi 0,05. Selain itu, integrasi media digital dalam model Fan-N-Pick juga meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Penggunaan media digital dalam model Fan-N-Pick dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA di SD. Hasil utama dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital dalam model Fan-N-Pick mengalami kenaikan yang signifikan untuk pemahaman konsep IPA siswa SD dibandingkan dengan pendekatan tradisional. Implementasi strategi ini memerlukan kesiapan guru dalam mengadaptasi teknologi ke dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan keterampilan integrasi teknologi dalam pembelajaran berbasis kooperatif.
Analisis Kelayakan Bahan Ajar IPAS Berbasis Etnosains untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik SD Suriya Ningsyih; Nurjumiati, Nurjumiati; Asriyadin, Asriyadin; Nurul Fauziah
Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2024): Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/galaxy.v1i2.358

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Borg & Gall dengan tahapanya yaitu Pengumpulan data, Perencanaan, Pengembangan draf produk, Uji coba lapangan, Merevisi hasil uji coba, Uji coba lapangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelayakan bahan ajar IPAS berbasis etnosains untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan persentase hasil pengskoran skala liker. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan instrumen angket. Data angket dengan menggunakan skor skala Likert lima tingkat teridi dari : tidak baik (nilai 1), kurang baik (nilai 2), cukup baik (nilai 3), baik (4), dan sangat baik (nilai 5). Hasil uji kelayakan ini terdiri dari angket hasil validasi ahli media dan hasil validasi ahli materi. Hasil uji kelayakan berdasrkan validasi ahli materi di peroleh nilai sebesar 80% dengan kategori sangat layak, sedangkan hasil uji kelayakan berdasarkan validasi ahli media diperoleh sebesar 83,3 % dengan kategori sangat layak juga, sehingga diperoleh rata-rata dari validasi ahli media dan ahli materi untuk uji kelayakan bahan ajar IPAS berbasis etnosains sebesar 81, 7 dengan kategori sangat layak. Oleh karena itu, maka dapat disimpulkan bahwa bahan ajar IPAS berbasis etnosains untuk meningkatkan kemampuan berpikr kreatif peserta didik sekolah dasar yang di kembangkan sangat layak.
Pengaruh Brain-Based Learning Berbantuan Aplikasi Quizizz terhadap Kemampuan Bernalar Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Evaluasi Etnosains di Sekolah Dasar Asriyadin, Asriyadin; Adiansha, Adi Apriadi; Anwar, Khairil
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Brain-Based Learning berbantuan aplikasi Quizizz terhadap kemampuan bernalar kritis siswa Sekolah Dasar dalam menyelesaikan soal evaluasi etnosains di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest yang melibatkan 30 siswa sebagai subjek penelitian. Instrumen pengumpulan data dikembangkan berdasarkan lima indikator bernalar kritis: interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi, yang disusun dalam bentuk soal kontekstual etnosains. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik deskriptif dan inferensial, termasuk paired samples t-test dan visualisasi menggunakan raincloud plots. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada seluruh indikator (p < 0.001), yang mengindikasikan bahwa model pembelajaran yang digunakan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa secara menyeluruh. Penggunaan Quizizz sebagai media evaluasi turut mendorong partisipasi aktif, memberikan umpan balik instan, dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan. Temuan ini memberikan kontribusi praktis dan teoretis dalam pengembangan model pembelajaran berbasis teknologi yang mendukung penguatan profil pelajar Pancasila, serta menjadi dasar untuk inovasi pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir abad ke-21.
Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbantuan Media Gambar terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Metamorfosis Perubahan Bentuk Makhluk Hidup Nining Nurahmani; Asriyadin Asriyadin; Agustinasari Agustinasari
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.2385

Abstract

Dilema primer yang dihadapi yaitu rendahnya hasil belajar siswa akibat rendahnya variasi contoh dan media pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) berbantuan media gambar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Inpres Waduwani. Metode penelitian yang digunakan merupakan quasi eksperimen dengan desain one group pretest- posttest. Subjek penelitian merupakan seluruh siswa kelas III yang berjumlah 20 orang. Instrumen yang digunakan merupakan tes uraian pretest dan posttest yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data memberikan adanya peningkatan skor rata- rata berasal 49,40 pada pretest menjadi 88, 65 di posttest. Uji paired sample t- test membentuk nilai signifikansi sebanyak 0,000 (< 0,05) yang menampilkan adanya disparitas yg signifikan saat sebelum dan selesainya perlakuan. Dengan demikian, model CTL berbantuan media gambar berpengaruh positif terhadap akibat belajar siswa. pembelajaran dengan model CTL terbukti efektif karena mengaitkan materi pelajaran menggunakan konteks kehidupan konkret siswa, serta media gambar membantu memvisualisasikan konsep abstrak seperti metamorfosis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan CTL yang dibantu media gambar bisa menaikkan aktivitas serta yang hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA.
An Interesting Way to Learn Vibrations and Sound Waves Using Traditional Musical Instrument “Saron Sasak” for Developing Science Process Skills, Technology Literacy, and Student Creativity Anwar, Khairil; Yuda, Martoni; M. Aris Akbar; M. Isnaini; Yanti, Lili Rahma; Asriyadin, Asriyadin
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 1 (2026): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/9rybz268

Abstract

Developing 21st-century competencies in physics education requires learning approaches that integrate scientific process skills, technological literacy, and creativity through meaningful and contextual experiences. However, vibration and sound wave learning is often presented abstractly, with limited connection to students’ cultural environments and minimal use of affordable technology for data acquisition. This study aims to develop and validate vibration- and sound-wave teaching materials using the traditional Sasak musical instrument, saron, integrated with low-cost information and communication technology (ICT) devices to enhance science process skills, technological literacy, and student creativity. The study employed a research and development approach using the ADDIE model, encompassing analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Data were collected through field observations, document analysis, expert validation, and small-scale trials involving 11 prospective physics teachers. The developed teaching materials covered key vibration-wave concepts, including frequency, resonance, waveform analysis, harmonic structure, sound intensity, and creative musical instrument projects, supported by ICT tools such as Adobe Audition, LoggerPro, DaTuner, MacScope II, Advanced Spectrum, and intensity meter applications. The results indicate that the teaching materials were highly feasible, with an average validation score of 81.7% (good–very good), while user responses were very positive, with an average score of 399.91 out of 500. Empirical findings demonstrate that integrating the saron Sasak with ICT-based data acquisition enables students to connect abstract wave concepts with real phenomena, thereby strengthening inquiry skills, digital competence, and creative thinking. The novelty of this study lies in the comprehensive integration of local cultural instruments and affordable digital technologies into vibration-wave teaching materials that explicitly target multiple 21st-century skills within a TPACK-oriented framework. The study concludes that ethnoscience-based, ICT-integrated teaching materials are valid, practical, and effective for physics learning, advancing contextual, culturally responsive, and technology-enhanced physics education.