Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Nurses Workload Comparison Between Voluntary Nurses and Government Employee Nurses Hotma Royani Siregar; Febrina Angraini Simamora
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 4, No 1 (2019): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.491 KB) | DOI: 10.24990/injec.v4i1.239

Abstract

Introduction: Padangsidimpuan General Hospital is a hospital owned by the Padangsidimpuan City government which employs Voluntary Nurses and government Employee Nurses. The purpose of this study is to determine the workload comparison of Voluntary Nurses and Government Employee  Nurses. Methods: Research was conducted using quantitatif and qualitative methods using observation techniques work sampling, and interview guidelines. Partisipant has been observed were 15 Voluntary Nurses and 15 Government Employee nurses who are on duty at that time by using accidental sampling technique. Samples taken were all activities carried out by Voluntary Nurses and Government Employee Nurses, such as direct nursing activities, indirect nursing activities, personal activities, and non-productive activities. Results: The results of observations and interviews described there is difference between workload of voluntary nurses with government employee nurses. After analysed using Collaizi’s Methode and The mannwhitney test on the workload of nurses Voluntary Nurses and Government Employee  Nurses found a significant difference with the value of p = 0.0001 (p <0.05) which means there is a difference in workload between Voluntary Nurses and Government Employee  Nurses. With the workload on Voluntary nurses amounted to 74.8%, while the Government Employee  nurses amounted to 69.6%. The results of the study suggest that the management of Padangsidimpuan General Hospital to manage nursing staff optimally to achieve quality nursing services. Conclusions: There is difference in workload between Voluntary nurses and government employee nurses.
IBM PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG 10 INDIKATOR PHBS DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID 19 BAGI MASYARAKAT LINGKUNGAN II DESA SIMIRIK Febrina Angraini Simamora; Hotma Royani Siregar; Masnawati
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.283 KB) | DOI: 10.37160/emass.v4i2.23

Abstract

Saat ini kita masih menghadapi tantangan yang mengharuskan beradaptasi dengan situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Masalah kesehatan yang ada dimasyarakat sangatlah banyak dan beragam macamnya. Penelusuran dari rumah ke rumah merupakan cara yang paling efektif untuk mengetahui secara nyata masalah kesehatan yang sebenarnya sedang dihadapi oleh masyarakat. Masyarakat memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 agar tidak menimbulkan sumber penularan baru/cluster pada tempat-tempat dimana terjadinya pergerakan orang, interaksi antar manusia dan berkumpulnya banyak orang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pelaksanaan PHBS di masyarakat dalam rangka pencegahan penyebaran covid 19 di masyarakat. hasil kegiatan didapatkan sebanyak 90% peserta mengalami peningkatan pengetahuan terkait penerapan PHBS dalam pencegahan penyebaran covid 19 sehingga diharapkan mampu meningkatkan pelaksanaan PHBS dalam masyarakat.
IBM Kebersihan Gigi dan Mulut pada Penghuni Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Kota Padangsidimpuan Lola Pebrianthy; Febrina Angraini Simamora
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 1 No 1 (2019): Vol. 1 No. 1 Desember 2019
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan IBMKebersihan Gigi dan Mulut pada Penghuni Lembaga Pemasyarakatan Klas II B bertujuan meningkatkan kemampuan penghuni lapas dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kebersihan gigi dan mulut / Oral hygiene (OH) adalah suatu tindakan perawatan yang diperlukan untuk menjaga mulut dalam kondisi yang baik, nyaman, bersih, lembab sehingga terhindar dariinfeksi. Program IBM ini dilakukan dengan cara memberikan pendidikan kesehatan tetntang cara menjaga kebersihan giogi dan mulut lalu mendemonstrasikan cara menyikat gigi yang benar, dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Hasil evaluasi selama proses kegiatan berlangsung didapatkan hampir seluruh peserta telah paham dan tahu bagaimana cara menjaga kebersihan gigi dan mulut dan mampu melakukan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Dengan adanya pendidikan kesehatan ini, diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penghuni lapas klas II B dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut mereka
Penyuluhan tentang Cuci Tangan Pada Anak Usia Prasekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Danau Marsabut Febrina Angraini Simamora; Arinil Hidayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 2 (2021): Vol. 3 No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v3i2.439

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Hidup sehat dapat dicapai dengan cara perilaku menjaga kebersihan diri, dan perilaku menjaga kebersihan diri dapat dilakukan dengan hal yang paling mudah salah satunya dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun.Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang teknik mencuci tangan pakai sabun melalui media menyanyikan lagu cuci tangan pakai sabun. Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak, orang tua dan guru dapat menyadari pentingnya kebersihan dan mampu membiasakan diri untuk berperilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini, salah satunya dengan terbiasa mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang baik dan benar setelah selesai melakukan kegiatan di dalam maupun di luar ruangan. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat melalui cuci tangan setelah dilaksanakan penyuluhan mengalami peningkatan signifikan.
Skrining Penyakit Degeneratif pada Masyarakat Desa Simatorkis Sisoma Kecamatan Angkola Barat Tapanuli Selatan Febrina Angraini Simamora; Arinil Hidayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 4 No 2 (2022): Vol.4 No. 2 Agustus 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i2.834

Abstract

ABSTRAK Prevalensi Penyakit Degeneratif meningkat setiap tahun dan merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Peningkatan akibat Penyakit Degeneratif sejalan dengan meningkatnya factor risiko. Semakin meningkatnya kejadian penyakit degeneratif, maka perlu adanya edukasi dan pendampingan kepada masyarakat untuk melaksanakan deteksi dini atau skrining terhadap penyakit degeneratif, terutama pada kelompok yang berisiko. Sasaran pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat yang beresiko dan usia lanjut sebanyak 50 orang di Desa Simatorkis Sisoma Kecamatan Angkola Barat Tapanuli Selatan. Kegiatan ini dilakukan dengan membagikan leaflet tentang penyakit tidak menular, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, kolesterol dan asam urat. Hasil kegiatan menunjukkan 60% peserta adalah perempuan dan 40% peserta adalah laki laki. Terdapat 50% peserta dengan tekanan darah diatas 140 mmHg, 30% peserta dengan kadar gula darah sewaktu diatas 200gr/dl, 24% peserta dengan kadar kolesterol diatas 150gr/dl, dan 14% peserta dengan asam urat diatas 4gr/dl. Peningkatan penyakit degeratif dapat ditekan melalui pengendalian factor risiko yaitu pengurangan konsumsi rokok, alkohol, gula dan garam, peningkatan konsumsi buah dan sayur, meningkatkan aktifitas fisik melalui olah raga, mencegah kegemukan, pengendalian stress dengan kegiatan rekreasi serta melakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah secara teratur. Upaya pencegahan penyakit degeratif dapat dilakukan oleh masyarakat secara mandiri melalui kegiatan Posbindu. Kata kunci : deteksi dini, penyakit degeneratif, skrining ABSTRACT The prevalence of degenerative diseases increases every year and is one of the highest causes of death in Indonesia. The increase due to degenerative diseases is in line with the increase in risk factors. With the increasing incidence of degenerative diseases, it is necessary to provide education and assistance to the community to carry out early detection or screening of degenerative diseases, especially at risk groups. The target of this community service activity is 50 people at risk and elderly people in Simatorkis Sisoma Village, Angkola Barat District, South Tapanuli. This activity was carried out by distributing leaflets about non-communicable diseases, measuring blood pressure, checking temporary blood sugar levels, cholesterol and uric acid. The results of the activity showed that 60% of the participants were women and 40% of the participants were men. There were 50% participants with blood pressure above 140 mmHg, 30% participants with current blood sugar levels above 200gr/dl, 24% participants with cholesterol levels above 150gr/dl, and 15% participants with uric acid above 4gr/dl. The increase in degenerative diseases can be suppressed through controlling risk factors, namely reducing the consumption of cigarettes, alcohol, sugar and salt, increasing consumption of fruits and vegetables, increasing physical activity through exercise, preventing obesity, controlling stress with recreational activities and checking blood pressure, blood sugar levels. regularly. Efforts to prevent degenerative diseases can be carried out by the community independently through Posbindu activities.
Latihan Otot Progresif Untuk Keletihan Pada Penderita Diabetes Melitus Adi Antoni; Febrina Angraini Simamora
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 2 No 1 (2020): Vol. 2 No. 1 April 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is a degenerative disease whose number is increasing every year. This disease must be experienced for life and can cause various problems including fatigue. Puskesmas Labuhan Rasoki is one of the Aufa Royhan Health School areas who have diabetes sufferers. The purpose of this service is to help people who suffer from diabetes manage the fatigue they experience. The method used was counseling to 28 diabetics by providing progressive muscle relaxation exercises. In addition, demonstrations and redemonstrations related to this exercise were also provided. After being given a demonstration of progressive muscle relaxation, the participants were very enthusiastic and happy because there are cost-effective alternative methods for managing fatigue in diabetics.
Terapi Bermain Menggambar dan Mewarnai Pada Anak Usia Prasekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Gunung Tua Febrina Angraini Simamora
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 2 (2021): Vol. 3 No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v3i2.440

Abstract

Masa usia dini merupakan masa yang sangat penting dalam meningkatkan potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang terbentuk pada usia ini. Pada usia prasekolah, kemampuan imajinasi dan belajar seorang anak sangatlah besar. Masa kanak-kanak merupakan lahan yang subur untuk menumbuhkan kreativitas pada anak. Kebiasaan menggambar dan mewarnai akan memberikan manfaat-manfaat yang tidak terduga untuk anak. Pengembangan motorik halus akan melatih anak agar terampil menggunakan tangan dan jari –jemari serta mengkoordinasikan mata dengan seimbang. Kegiatan terapi bermain menggambar dan mewarnai ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motoric halus anak usia prasekolah sehingga tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan kemampuan motoric anak dan menghilangkan kecemasan pada anak saat bermain tanpa ditemani orang tuanya. Setelah dilakukan kegiatan terapi bermain menggambar dan mewarnai, peserta tampak bersemangat dan mampu melakukan keterampilan motoric halus sesuai dengan tahap perkembangannya. Peserta juga merasa percaya diri dengan hasil menggambar dan mewarnainya sehingga dapat meningkatkan kemandirian dan menghilangkan kecemasan pada anak yang bermain tanpa didampingi orang tuanya.
Sosialisasi Upaya Pencegahan Covid 19 di Area Mesjid Shirotol Mustaqim Kelurahan Batunadua Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan Febrina Angraini Simamora; Nanda Masraini Daulay
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 2 No 2 (2020): Vol. 2 No. 2 Agustus 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 is a disease caused by a new type of corona virus that appeared at the end of 2019 for the first time in Wuhan, China which is currently causing a pandemic in almost all over the world. In an effort to prevent the increasingly widespread transmission of Covid-19. The government urges all levels of society to take various preventive measures such as carrying out physical distancing, using masks, washing hands regularly, increasing endurance and maintaining health. The socialization activity for the prevention of Covid 19 in the mosque area aims to increase knowledge and change the behavior of the community, especially the Shirotol Mustaqim congregation, so that they can continue to make efforts to prevent the spread of Covid 19 during the 5 daily prayers as well as tarawih and tadarusan prayers which are held at the mosque during this month of Ramadan . This activity consisted of some counseling and leaflet distribution at the nazir of the mosque and the shirotol mustaqim mosque congregation. The results of the evaluation during the activity process were obtained that as many as 90% (19 participants) experienced increased knowledge regarding efforts to prevent Covid 19. With this socialization, it is hoped that it will be able to increase the knowledge and behavior of the community to always make efforts to prevent Covid 19 in any activity.
IBM Self Management (Manajemen Diet, Latihan Fisik, dan Perawatan Kaki) Pada Penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Labuhan Rasoki Kota Padangsidimpuan Febrina Angraini Simamora; Nanda Masraini Daulay
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 1 No 1 (2019): Vol. 1 No. 1 Desember 2019
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan IbM Self Management (Manajemen Diet, Latihan Fisik, dan Perawatan Kaki) pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 ini bertujuan meningkatkan kemampuan penderita DM Tipe 2 dalam melakukan manajemen diet, latihan fisik, dan perawatan kaki serta pengontrolan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus. Kelompok penderita DM menunjukkan bahwa intervensi yang berbasis dukungan sosial ini efektif untuk diberikan di masyarakat. Program IbM Kelompok Penderita DM ini melakukan beberapa penyuluhan dan pelatihan pada kelompok pendukung pada peserta, dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang penderita DM, dan kegiatan yang dilakukan berupa: pendidikan kesehatan mengenai penyakit diabetes mellitus, gaya hidup sehat, modifikasi diet DM, aktifitas/olahraga untuk Diabetesi – Senam Kaki dan Senam Diabetes, perawatan kaki sebagai pencegahan dari luka diabetes, dan pengecekan GDS. Hasil evaluasi selama proses kegiatan berlangsung didapatkan sebanyak 88% (22 penderita DM) mengalami peningkatan pengetahuan terkait empat pilar penatalaksanaan DM, dan 12% (3 penderita DM) sudah melaksanakan keempat pilar penataksanaan DM tersebut sebelumnya. Dengan adanya pendidikan kesehatan ini, diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kemandirian penderita DM dalam melakukan manajemen diet, latihan fisik, dan perawatan kaki serta pengontrolan kadar gula darah secara mandiri.
Sosialisasi Pertolongan Pertama pada Korban Tenggelam bagi Petugas Penjaga di Kolam Renang Siharang-Karang, Kota Padangsidimpuan Febrina Angraini Simamora; Fahrizal Alwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 2 No 1 (2020): Vol. 2 No. 1 April 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Siharang-Karang Swimming Pool is one of the most visited pools by the people of Padangsidimpuan, especially on weekends. The large number of visitors in this swimming pool causes a very high risk of drowning victims. There are 4 pool guard officers who are on duty every day to monitor the activities in the pool, and help if there is a problem at the pool location, for example a drowning victim. Because it is necessary to carry out activities in the form of socialization of first aid to drowning victims for pool guard officers. The treatment for the drowning victim at the scene includes rescuing the victim from water, giving breath assistance, chest compressions, clearing vomit that allows obstruction of the airway, preventing heat loss and transportation of the victim to the nearest emergency facility for evaluation and monitoring. This activity provides provisions and trains pool guard officers to have good skills in providing first aid in an emergency situation of drowning victims. With this training, it is hoped that it will increase the safety rate for emergency victims because they receive proper first aid before arriving at the health service and receive further treatment.