Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi Menggunakan Modified Squirrel Search Algorithm Selsa Ulfia Siswanti; Annisa Kesy Garside; Ikhlasul Amalynda
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 9 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v9i2.7098

Abstract

CV XYZ merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi cup gelas dan galon. Saat ini, penempatan beberapa departemen CV XYZ masih belum sesuai dengan aliran proses produksi sehingga terjadi gerakan balik (backtracking) yang mengakibatkan jarak per­pindahan material lebih panjang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak departemen sehingga jarak perpindahan material menjadi lebih pendek. Metode yang diusulkan adalah modified Squirrel Search Algorithm (SSA). Berdasarkan data layout peru­sahaan saat ini, dimensi setiap departemen dan frekuensi perpindahan material diperoleh 9 alternatif tata letak (layout) usulan. Layout dengan urutan departemen A-B-E-G-F-C-D-H merupakan solusi terbaik karena menghasilkan total jarak perpindahan material paling minimum sebesar 2731,5 m. Total jarak perpindahan material berkurang sebesar 372 m dibandingkan dengan total jarak perpindahan material pada layout perusahaan. Sehingga diperoleh efisiensi tata letak usulan dengan algoritma SSA sebesar 11,99%.
Usulan Peningkatan Efektivitas Mesin Hammer Milling dengan Metode ORE dan FMECA Fuad Bahrul Ilmi; Annisa Kesy Garside; Amelia Khoidir; Rahmad Wisnu Wardana
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 10 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v10i1.8189

Abstract

PT. X adalah bagian dari Kappa Group, sebuah bisnis terintegrasi dalam industri rumput laut Indonesia. Salah satu masalah dalam produksi di PT. X adalah mesin hammer milling sering mengalami downtime sehingga menurunkan efektivitas mesin tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur efektivitas dan memberikan usulan untuk meningkatkan efektivitas mesin hammer milling. Langkah-langkah penelitian terdiri dari pengukuran efek­­­tivitas mesin dengan metode Overall Resource Effectiveness (ORE), identifikasi faktor penyebab rendahnya efektivitas mesin dengan fishbone diagram, perhitungan tingkat kekritisan mode kegagalan dengan Failure Mode Effect and Critical Analysis (FMECA), dan pemberian usulan peningkatan efektivitas mesin berdasarkan critical analysis. Hasil pengolahan data didapatkan nilai ORE sebesar 55,95% yang menunjukkan efektivitas mesin hammer milling cukup baik dan terdapat beberapa indikasi yang perlu dilakukan perbaikan. Usulan peningkatan efektivitas mesin yang direkomen­dasikan adalah penentuan tingkat persediaan suku cadang original dengan menggunakan metode continuous review, preventive maintenance berdasarkan jadwal perawatan yang ditetap­kan, dan implementasi autonomous maintenance.
LEAN SIX SIGMA APPROACH TO IMPROVE THE PRODUCTION PROCESS IN THE GARMENT COMPANY: A CASE STUDY Fibriani, Lenny; Garside, Annisa Kesy; Amallynda, Ikhlasul
JEMIS (Journal of Engineering & Management in Industrial System) Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jemis.2023.011.02.7

Abstract

A company engaged in the garment industry is facing problems that inhibit the production process. These problems comprise an excess of product defects beyond the specified limits, a considerable rate of product returns, delays in product shipment, and disorderly arrangements in storing raw material. This study aims to determine the root causes of problems and provide recommendations for improvement using the concept of lean six sigma. The waste assessment model is used to identify the dominant waste, while the value stream analysis tools is a method used to analyze the causes of the dominant waste. From the research results, four dominant wastes are identified, namely waste defects, unnecessary inventory, waiting and unnecessary motion, with percentages of 27.02%, 15.92%, 14.32% and 14.0% respectively. The results of the analysis using mapping tools show the details of waste in each dominant waste. Proposed recommendations for improvement are made using the failure mode and effect analysis based on the highest risk priority number for each dominant waste. The recommendations proposed by the researchers include implementing a standard operating procedure and work instruction for the sewing process; scheduling machine maintenance using reliability centered maintenance II; planning and scheduling materials using material requirement planning; implementing line balancing; and designing name tags, visual displays, and storage rack layout.
Assessment Model of Halal Good Manufacturing Practice in Bakery SMEs Lapele, Sukmawati; Garside, Annisa Kesy; Amallynda, Ikhlasul; Lukman, Mohammad
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.industria.2024.013.01.2

Abstract

AbstractBakery products are in great demand among Indonesians today. Therefore, small and medium enterprises (SMEs) of bakeries have an essential role in creating products that are guaranteed to be halal and safe, following regulations in Indonesia. This research aims to design a Halal Good Manufacturing Practice (HGMP) assessment model for “X” Bakery to improve product quality. HGMP integrates the criteria of Indonesia's Halal Assurance System, called Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), and Good Manufacturing Practices (GMP). The Quality Function Deployment (QFD) method evaluates company performance based on HGMP criteria and translates it into technical responses. The Pareto diagram determines the priority of HGMP criteria and technical responses. The identification results show 56 valid HGMP criteria for “X” Bakery, consisting of location and environment, buildings, facilities, employees, production, and storage. Implementing the assessment model at “X” Bakery resulted in 40 HGMP criteria that needed improvement and 12 technical responses that needed to be prioritized in meeting the HGMP criteria. This HGMP assessment model is hoped to help “X” Bakery improve the quality of halal, safe, high-quality products.Keywords: assesment model, bakery, good manufacturing practice, halal, quality function deployment AbstrakBakery merupakan salah satu produk pangan yang banyak diminati masyarakat Indonesia saat ini. Oleh karena itu, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bakery memiliki peran penting dalam menghasilkan produk yang terjamin kehalalan dan keamanannya sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model asesmen Halal Good Manufacturing Practice (HGMP) pada Bakery “X” dalam meningkatkan kualitas produk. HGMP mengintegrasikan kriteria Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) dan Good Manufacturing Practice (GMP). Metode Quality Function Deployment (QFD) digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan berdasarkan kriteria HGMP dan menerjemahkannya ke dalam respon teknis. Diagram Pareto digunakan untuk menentukan prioritas kriteria HGMP dan respon teknis. Hasil identifikasi menunjukkan 56 kriteria HGMP yang valid untuk Bakery “X” yang terdiri dari aspek lokasi dan lingkungan, bangunan, fasilitas, karyawan, produksi, dan penyimpanan. Implementasi model asesmen pada Bakery “X” menghasilkan 40 kriteria HGMP yang perlu ditingkatkan dan 12 respon teknis yang perlu diprioritaskan terlebih dahulu dalam memenuhi kriteria HGMP. Model asesmen HGMP ini diharapkan dapat membantu Bakery “X” dalam meningkatkan kualitas produk yang halal, aman, dan bermutu.Kata Kunci: assesment model, bakery, good manufacturing practice, halal, quality function deployment 
Usulan Peningkatan Efektivitas Mesin Multi Bor dengan Menggunakan Metode Overall Resource Effectiveness dan Failure Mode Effect Analysis Sanjaya, Wahyu Eka Putra; Garside, Annisa Kesy; Wardana, Rahmad Wisnu
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jrsi.v13i1.6520.69-78

Abstract

PT XYZ is a company engaged in the wood industry which is marketed for export. In carrying out the production process losses often occur in multi drill machines thereby reducing the effectiveness of the machine. These losses arise because the machine is often adjusted and experiences breakdowns. Therefore, this study will analyze the effectiveness of the multi drill machine using the Overall Resource Effectiveness (ORE) method. Furthermore, fishbone diagrams, Failure Mode Effect Analysis (FMEA), and Total Productive Maintenance will be used as a method for providing improvement suggestions to increase machine effectiveness. From the calculation results, the ORE value is 59.58% (below the standard, which is 85%). Furthermore, by using the fishbone and FMEA methods, 3 failure modes with the largest RPN values were taken. Proposed improvements to increase the effectiveness of multi-bore machines are the application of autonomous maintenance, quality maintenance, preventive maintenance, and provision of safety stock.
Integration of Lean Six Sigma and Theory of Inventive Problem Solving for Minimizing Waste in Shuttlecock Industry Renggarsari, Rika Risma; Garside, Annisa Kesy; Rosiani, Tyas Yuli; Saputro, Thomy Eko
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 22, No. 2, December 2023
Publisher : Department of Industrial Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v22i2.23012

Abstract

In today's competitive business world, organizations are striving to improve their operations and stay ahead. Lean Six Sigma is a popular approach that helps optimize processes and reduce waste. This research focuses on using Lean Six Sigma and TRIZ together to reduce waste in the shuttlecock industry. The study uses a structured process and tools like Value Stream Mapping and Fault Tree Analysis to find and solve waste issues. The results show problems like unnecessary activities, delays, and defects in the production process. Using TRIZ, suggestions for improvements are made based on the analysis. This study shows that combining Lean Six Sigma and TRIZ can effectively reduce waste and improve processes. The findings add to our understanding of using these methods in the shuttlecock industry and offer insights for future research and improvements.
Peningkatan Kualitas Layanan Logistik Melalui Integrasi Model Kano dan Servqual: Studi Kasus pada PT. Pos Gondang, Mojokerto Rosiani, Tyas Yuli; Garside, Annisa Kesy; Ikhlasul Amallynda
JURMATIS (Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Industri) Vol. 7 No. 1 (2025): January
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v7i1.6237

Abstract

Persaingan dalam industri logistik yang semakin ketat menuntut penyedia layanan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar mampu memenuhi harapan pelanggan. PT. Pos Gondang Mojokerto menghadapi beberapa tantangan dalam memberikan layanan yang memadai, seperti antrian panjang, keterbatasan jam operasional, dan tidak adanya garansi untuk paket yang dikirim. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan meningkatkan kualitas layanan PT. Pos Gondang melalui integrasi metode Servqual dan Model Kano. Metode Servqual digunakan untuk menghitung kesenjangan antara kinerja pelayanan dengan harapan pelanggan, sedangkan Model Kano mengidentifikasi atribut layanan yang harus diprioritaskan untuk perbaikan. Berdasarkan analisis, terdapat 12 atribut yang memerlukan peningkatan segera, termasuk kecepatan layanan, ketepatan waktu pengiriman, dan kenyamanan fasilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi perbaikan pada atribut prioritas tersebut dapat meningkatkan kepuasan pelanggan secara signifikan dan memperkuat posisi kompetitif PT. Pos Gondang di pasar logistik. Implikasi dari penelitian ini memberikan wawasan bagi perusahaan dalam menyusun strategi perbaikan layanan berbasis kebutuhan konsumen, sehingga mampu meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri logistik yang dinamis.
PENJADWALAN PRODUKSI MENGGUNAKAN ALGORITMA JADWAL NON DELAY UNTUK MEMINIMALKAN MAKESPAN STUDI KASUS DI CV. BIMA MEBEL Setyo Harto; Annisa Kesy Garside; Dana Marsetya Utama
Spektrum Industri Vol. 14 No. 1: APRIL 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v14i1.3706

Abstract

CV. Mebel Bima merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengerjaan kayukhususnya pembuatan berbagai model daun pintu dan kusen. Tipe aliran produksi di perusaaan adalahjob shop dikarenakan pengerjaan setiap job memiliki aliran yang berbeda di setiap mesinnya.Penjadwalan produksi di perusahaan adalah diurutkan berdasarkan total waktu penyelesaian jobterlama sampai yang terkecil. Permasalahan di perusahaan selama ini adalah besarnya makespan yangdihasilkan oleh penjadwalan dengan metode perusahaan sehingga perusahaan mengalami keterlambatanpenyelesaian job dari waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya. Berdasarkan masalah tersebutpenelitian ini bertujuan untuk menentukan urutan pengerjaan job dengan makespan yang lebih kecilmenggunakan algoritma jadwal non delay dengan prioritas SPT. Tahap-tahap dalam penelitian iniadalah dimulai dari observasi langsung di perusahaan, studi literatur, perumusan masalah, pengambilandata, pengolahan data, dan terakhir adalah pembandingan hasil penjadwalan. Metode penjadwalanproduksi yang digunakan di perusahaan menghasilkan makespan sebesar 194,4 jam atau 25 hari kerja (1hari terdapat 8 jam kerja), sedangkan usulan penjadwalan dengan menggunakan algoritma jadwal nondelay menghasilkan makespan sebesar 168,79 jam atau 22 hari kerja, dengan demikian Penjadwalandengan menggunakan algoritma jadwal non delay dapat menghemat total waktu pengerjaan sebesar24,85 jam atau 3 hari kerja lebih 0,85 jam. Kata kunci : Non delay, job shop, penjadwalan produksi, penjadwalan mesin.
Penyelesaian Heterogenous Fleet Vehicle Routing Problem with Time Windows Menggunakan Algoritma Sequential Insertion Marrica Ahmad; Annisa Kesy Garside
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v12i1.13960

Abstract

Intisari— PT Sarwa Jaya Bersama merupakan distributor bihun jagung yang berlokasi di Surabaya. Dalam mendistribusikan produk tersebut, retail memiliki jam buka dan tutup dan kendaraan yang digunakan memilki kapasitas yang berbeda-beda. Permasalahan rute yang dihadapi perusahaan adalah kendaraan kadang-kadang datang terlambat sehingga pengiriman harus dijadwalkan ulang. Selain itu pemilihan kendaraan yang tepat untuk mengunjungi retail akan mempengaruhi total biaya bahan bakar yang dikeluarkan. Untuk menyelesaikan permasalahan perusahaan, penelitian ini mengusulkan penentuan rute dengan menggunakan algoritma sequential insertion. Dengan menggunakan algoritma ini, terbentuk 3 rute dengan jarak tempuh yang lebih minimum dan kedatangan kendaraan berada pada jam buka dan tutup pada masing-masing retail. Penghematan biaya bahan bakar dengan rute usulan sebesar 45,31% atau sejumlah Rp 254.720. Abstract— PT Sarwa Jaya Bersama is a distributor of corn vermicelli located in Surabaya. In distributing these products, retailers have opening and closing hours and the vehicles used have different capacities. The route problem faced by the company is that vehicles sometimes arrive late so deliveries must be rescheduled. In addition, the selection of the right vehicle to visit the retail will affect the total fuel costs incurred. To solve the company's problems, this research proposes determining the route by using sequential insertion algorithm. By using this algorithm, 3 routes are formed with a minimum mileage and vehicle arrivals are at the opening and closing hours of each retail. The fuel cost savings with the proposed route is 45.31% or Rp 254,720.
Telecommunication service quality analysis using integration of SIPA and modified Kano Munawar, Hanny Kanavika Rizky; Garside, Annisa Kesy; Nugraha, Adhi; Khoidir, Amelia
Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol. 7 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jsmi.v7i1.5530

Abstract

This article investigates the integrated approach of the Simultaneous Impor­tance-Performance Analysis (SIPA) model and the modified Kano model to evaluate and prioritize service attributes for telecommunication companies in Indonesia. The study is based on the demographic profiles and usage patterns of 74 respondents. The results demonstrate that the SIPA and Kano models can provide valuable insights for identifying priority areas and effective strategies for improving service quality. Specifically, the SIPA model helps to compare competitor performance and identify important service attributes. In contrast, the modified Kano model facilitates a dynamic cycle of service attribute evaluation to inform managerial strate­gies. This article contributes by highlighting the potential of the proposed ap­proach to offer valuable insights to telecommunication companies seeking to enhance their service offerings and remain competitive in a con­stantly evolving market.
Co-Authors Adelya Amanda Adhi Nugraha Adhi Nugraha Ahmad Zamawi Ghozali Alfian Alif Amelia Khoidir Andita Nataria F.G. ANDRI SULAKSMI ANDRI SULAKSMI, ANDRI Anindia Karunia Pangesti Aprilianti, Chusnul Azhar Adi Darmawan Bachri, Affan Baiq Nurul Izzah Farida Ramadhani Baiq Nurul Izzah Farida Ramadhani Baya’sud, Faris Cahyanti, Dian Nur Chairil Saleh Chusnul Aprilianti Dana Marsetya Utama Dian Nur Cahyanti Dian Palupi Restuputri Eduardo e Oliveira Ella Dewi Krisnanti Elya Rosiana Ernawan Setyono Fenny Rubbayanti Dewi Ferly Isnomo Abdi Fibriani, Lenny Firman Yasa Utama FITHRIANY HADZIQAH FITHRIANY HADZIQAH, FITHRIANY Fitra Risaldi Fuad Bahrul Ilmi Gigih Amayu Pragastio Hanny Kanavika Rizky Munawar Harto, Setyo Hasyim Yusuf Asjari Hasyim Yusuf Asjari, Hasyim Yusuf Heri Mujayin Kholik Ikhlasul Amallynda Ikhlasul Amalynda Iswanda, Dovian Junaidi, Mahbub Laili, Nabila Rohmatul Laksono, Arief Budi Lapele, Sukmawati Leo Rizki Ardiansyah Lukman, Mohammad Marrica Ahmad Marrica Ahmad Martina Juan Martina Juan, Martina Mohammad Irfan Muhamad Lukman Muhammad Alif Ihsan Muhammad Helmi Kurniawan Munawar, Hanny Kanavika Rizky Nabila Rohmatul Laili Nadia Mardhiyah Nasution, Riven Nyimas Mirnayanti Jayasari Sutadisastra Ode Rapija Gunarimba Waibo Pangesti, Anindia Karunia R. Hadi Wahyuono R. Hadi Wahyuono Rachman, Hamim Rahmad Wisnu Wardana Rara Putri Ayuning Tyas Renggarsari, Rika Risma Riven Nasution Sabrina Legtria Wardani Safitri, Wa Ode Nadhilah Sanjaya , Wahyu Eka Putra Sanjaya, Wahyu Eka Putra Santoso, Eko Wahyu Satya Sudaningtyas Satya Sudaningtyas Selsa Ulfia Siswanti Setyo Harto Shanty Kusuma Dewi Teguh Baroto Thomy Eko Saputro Tiananda Widyarini Tiananda Widyarini Tyas Yuli Rosiani Tyas Yuli Rosiani Wahyu Wicaksono Wardana , Rahmad Wisnu