Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Stilistika

DEFISIT TUTURAN ANAK TUNA RUNGU DALAM WACANA AKADEMIK DI SLB NEGERI GIANYAR: KAJIAN PRAGMATIK KLINIS I Putu Gede Sutrisna
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 7 No. 2 (2019): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.801 KB)

Abstract

Defisit pragmatik merupakan ketidaksempurnaan dalam mengucapkan simbol-simbol bahasa karena gangguan medis. Ketidaksempurnaan tersebut mengakibatkan gangguan berbahasa seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan defisit tuturan anak tuna rungu dalam wacana akademik, meliputi (1) tindak tutur anak tuna rungu, dan (2) kendala tutur anak tuna rungu. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara dengan teknik perekaman. Data penelitian ini berupa data deskriptif dan refektif. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat defisit tindak tutur asertif, tindak tutur direktif, tindak tutur komisif, dan tindak tutur ekspresif. (2) Kendala tutur yang dialami oleh anak tuna rungu terjadi pada bentuk tuturan yang diujarkan dan sering terdengar tidak jelas. Pragmatic deficits are imperfections in pronouncing language symbols because of medical disorders. These imperfections cause a person's language disorder. This study aims to describe the deficits of speech of deaf children in academic discourse, including (1) speech acts of deaf children, and (2) constraints of speech by deaf children. This study uses a qualitative descriptive design. Data collection methods used are the method of observation and interviews with recording techniques. The research data is descriptive and refective data. The results of this study are (1) there is a deficit of assertive speech acts, directive speech acts, commissive speech acts, and expressive speech acts. (2) Speech constraints experienced by deaf children occur in the form of speech spoken and often sounds obscure.
GERAKAN LITERASI DIGITAL PADA MASA PANDEMI COVID-19 I Putu Gede Sutrisna
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 8 No. 2 (2020): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.964 KB)

Abstract

Pada masa pandemi covid-19, setiap individu perlu menguasai bahwa literasi digital merupakan hal penting yang dibutuhkan untuk dapat berpartisipasi di dunia modern dan mengantisipasi penyebaran informasi negartif pada masa pandemi covid-19. Literasi digital akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif. Tulisan ini menawarkan konsep gerakan literasi digital yang bisa dilaksanakan pada masa pandemi covid-19. Gerakan literasi digital yang dapat dilakukan pada masa pandemi covid-19 adalah gerakan literasi digital keluarga dan gerakan literasi digital masyarakat. Gerakan literasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan positif dalam menggunakan media digital dalam kehidupan sehari-hari. Tulisan ini juga menawarkan konsep antisipasi berita hoaks pada masa pandemi covid-19. During the covid-19 pandemic, each individual should know that digital literacy is an important thing to participate in this modern era and to anticipate the spread of negative information. Digital literacy will create critical-creative mind-set and opinion for the society. This article offers the concept of digital literacy that can be carried out during covid-19 pandemic. The digital literacy action that can be done during covid-19 pandemic is family digital literacy and society digital literacy. Those actions aim to improve critical thinking, being creative, and using digital media positively in daily life. This article also offers the concepts to prevent hoax news during covid-19 pandemic.
REALISASI KEKUASAAN DAN IDENTITAS LOKAL: ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH DALAM PEMBERITAAN ORMAS GRIB DI BALI Sutrisna, I Putu Gede; Susanta, I Putu Agus Endra; Bhandesa, Asthadi Mahendra; Wicaksana, I Gusti Agung Tresna
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 14 No. 1 (2025): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v14i1.4859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana media daring Kompas.com merepresentasikan pemberitaan organisasi masyarakat (ormas) GRIB Jaya di Bali melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough. Pendekatan ini mencakup tiga dimensi analisis, yaitu teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis wacana terhadap beberapa artikel berita terkait GRIB Jaya yang terbit pada Mei 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com menggunakan leksikon kekuasaan, penolakan, dan identitas lokal yang membingkai GRIB Jaya sebagai entitas asing dan tidak sah dalam konteks sosial Bali. Struktur kalimat pasif, penggunaan metafora seperti “lockdown” dan “tercoreng”, serta absennya suara GRIB menunjukkan praktik eksklusi dalam teks media. Pada tataran praktik sosial, wacana media memperkuat dominasi ideologi kulturalisme Bali dan melegitimasi desa adat sebagai kekuasaan simbolik yang sah. Media bertindak sebagai agen hegemonik yang memperkuat resistensi terhadap dominasi politik nasional melalui peneguhan identitas lokal. Dengan demikian, media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk realitas sosial melalui bahasa dan representasi.