Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

DEIKSIS PERSONA DALAM FILM DOKUMENTER DIRTY VOTE DAN IMPLEMENTASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Salsabil Najwa Azhari; Dase Erwin Juansah; Erwin Salpa Riansi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.1566

Abstract

This study aims to describe the use of personal deixis in the documentary film Dirty Vote and its implementation in Indonesian language learning for Grade XI high school students through a teaching module on short story writing. This research employed a qualitative method. The data were collected using observation techniques, including tapping, non-participatory observation, and note-taking. The data were derived from the utterances of Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar, and Feri Amsari in the documentary Dirty Vote directed by Dandhy Dwi Laksono. A total of 134 instances of personal deixis were identified, consisting of: (1) 29 first-person singular; (2) 71 first-person plural; (3) 8 second-person singular; (4) 12 third-person singular; and (5) 14 third-person plural deixis. Among these, the first-person plural deixis we appeared most frequently. Its use indicates inclusivity, in which the speaker involves the second person (the audience) in the conversation. In this study, the use of we serves as a rhetorical strategy by Bivitri, Zainal, and Feri to make the audience feel involved and become part of the film.
TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM LIRIK ALBUM SIALNYA, HIDUP HARUS TETAP BERJALAN KARYA BERNADYA DAN IMPLEMENTASINYA PADA PEMBELAJARAN MENULIS PUISI Novia Katingal Maharani; Aceng Hasani; Erwin Salpa Riansi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.1601

Abstract

This research aims to describe the forms of expressive speech acts in the lyrics of the album 'Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan' by Bernadya and to implement the results of the analysis in writing poetry lessons in high school Indonesian language classes. This research uses a qualitative approach with a documentation study method. The overall research results found 90 data points, including 45 data points of complaint speech, 12 data points of criticism speech, 10 data points of blame speech, and 23 data points of praise speech. The research results can be implemented in the form of a teaching module for the material 'Berkarya dan Berkreasi melalui Puisi’ based on song lyrics. Utilizing song lyrics as a medium can be an interesting alternative and can solve the problems faced by students and teachers in poetry writing lessons. This finding contributes to the development of pragmatic studies and innovations in literature learning in schools.
REGIONAL LANGUAGE HOMONYMY AS A RHETORICAL STRATEGY OF HUMOR IN DIGITAL MEME DISCOURSE Adinda Galih Mustika; Fitria Anggraini D; Erwin Salpa Riansi
Cakrawala Pedagogik Vol. 9 No. 3 (2025): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v9i3.830

Abstract

This study aims to analyze the use of homonyms in memes as a digital cultural phenomenon. The research method used is a qualitative method with a semantic approach, namely by exploring homonymous forms that are used to create meaning, humor, and social criticism in meme discourse. The research data was obtained through the collection of Indonesian memes from idntimes.com pages that contain elements of a homonym language game. The analysis was carried out by identifying homonymous words that give rise to ambiguity of meaning and examining the visual and linguistic context that reinforces the effects of humor and social innuendo. The results of the study show that homonyms in memes not only serve as a language game, but also as a rhetorical strategy to convey social criticism in a subtle and witty way. In addition, homonyms have proven to be effective in capturing the audience's attention because they bring out multiple layers of meaning and invite creative interpretations from readers.
PENGEMBANGAN MEDIA FLIPBOOK TERINTEGRASI CANVA DALAM PEMBELAJARAN TEKS BIOGRAFI KELAS X SMAIT PUTRI AL HANIF Atika Puji Lestiyani; Tatu Hilaliyah; Erwin Salpa Riansi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran digital berbasis flipbook yang terintegrasi dengan Canva guna meningkatkan kualitas pembelajaran teks biografi pada siswa kelas X SMAIT Putri Al Hanif. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Media flipbook dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek visual, interaktivitas, dan kemudahan akses, serta divalidasi oleh ahli materi dan media. Hasil validasi menunjukkan bahwa media dinyatakan sangat layak dengan skor validasi ahli materi sebesar 94,5% dan ahli media sebesar 97%. Uji keefektifan dilakukan melalui pre-test dan post-test yang menghasilkan nilai N-Gain sebesar 0,76 atau 76%, dikategorikan tinggi dan efektif. Respon siswa dan guru juga menunjukkan antusiasme dan penilaian positif terhadap media yang dikembangkan. Dengan demikian, media flipbook terintegrasi Canva terbukti layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran teks biografi untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa.
Analisis Tindak Tutur Ilokusi Direktif dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S.Chudori Rokmah; Ediwarman; Erwin Salpa Riansi
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): March
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.9470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi direktif dalam novel laut bercerita karya Leila S. Chudori. Metode dan teknik pengumpulan data menggunakan metode simak dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjutan berupa teknik Hubung Banding Menyamakan (HBS). Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan sebanyak 79 data tindak tutur ilokusi direktif dalam novel laut bercerita karya Leila S.Chudori mencakup perintah, permintaan, ajakan, nasihat, kritik, dan larangan. Dalam penelitian ini ditemukan bentuk perintah 40 data (fungsi memerintah 40 data, menginstruksikan 8 data), permintaan 11 data (fungsi meminta 8 data, mengharap 1 data, memohon 2 data), ajakan 8 data (fungsi mengajak 8 data), nasihat 10 data (Fungsi menasehati 5 data, menyerukan 5 data), kritikan 1 data (fungsi mengecam 1 data), dan larangan 1 data (fungsi melarang 1 data). Data yang paling banyak ditemukan yaitu bentuk perintah dengan 48 data dan fungsi memerintah 40 data.
Assertive Speech Acts in Ryan Adriandhy's Film Jumbo and Its Relevance as an Indonesian Language Teaching Module in High Schools Lidia Kristiani Situmorang; Erwin Salpa Riansi; Agus Iryana
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 10 No. 1 (2026): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009.Aksis.100107

Abstract

Assertive speech acts are a form of speech act used by speakers to convey information, opinions, or beliefs that are considered true. This study examines the form and function of assertive speech acts in the film Jumbo by Ryan Adriandhy and its relevance as an Indonesian language teaching module in high school. The study used a qualitative method with data sources in the form of dialogues between characters in the film Jumbo. Data were collected through listening methods with tapping techniques, free conversational engagement techniques, and note-taking techniques, then analyzed using the pragmatic equivalent method by considering the context of the speech through the SPEAKING model. The results of the study showed that there were 55 assertive speech act data consisting of 27 news sentences, 15 interrogative sentences, and 13 imperative sentences. The functions of assertive speech acts found included stating (11 data), informing (10 data), suggesting (10 data), boasting (5 data), complaining (6 data), demanding (7 data), and reporting (6 data). The research findings show that assertive speech acts in the film Jumbo have a variety of forms and functions and are relevant to be used as material for compiling Indonesian language teaching modules for grade XI SMA on the material of writing short stories.
KESANTUNAN BERBAHASA TUTURAN ROCKY GERUNG DALAM YOUTUBE BERTEMA PILPRES EDISI FEBRUARI 2024 Taqwa Bintang Adhitya; Odien Rosidin; Erwin Salpa Riansi
Asas: Jurnal Sastra Vol. 15 No. 1 (2026): Asas:Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ajs.v15i1.72635

Abstract

Kesantunan berbahasa memiliki peranan penting dalam menjaga keharmonisan antarmanusia agar terhindar dari konflik sosial. Dalam praktiknya, banyak individu yang belum menerapkan kesantunan berbahasa secara tepat, salah satunya disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap prinsip kesantunan. Dalam interaksi verbal, tuturan yang melanggar kesantunan kerap mengandung maksud tersirat. Pelanggaran terhadap prinsip kesantunan dan kemunculan implikatur dapat dijumpai dalam berbagai konteks komunikasi, termasuk media digital seperti youtube. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa serta implikatur yang dihasilkan pada tuturan Rocky Gerung dalam tayangan YouTube bertema Pilpres edisi Februari 2024. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa metode simak, teknik sadap, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Sumber data penelitian terdiri atas empat tayangan youtube yang menampilkan Rocky Gerung sebagai pembicara. Analisis data dilakukan menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik pilah unsur penentu (PUP) dan analisis kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan adanya 45 data pelanggaran prinsip kesantunan, yang meliputi maksim kebijaksanaan (7 data), kedermawanan (7 data), penghargaan (5 data), kesederhanaan (2 data), dan kemufakatan (24 data). Selain itu, ditemukan 42 implikatur konvensional dan 3 implikatur nonkonvensional. Temuan ini mengindikasikan bahwa tuturan Rocky Gerung cenderung bersifat terbuka, kritis, dan menunjukkan perbedaan pandangan terhadap lawan tuturnya.
Analisis Kontrastif Sufiks Bahasa Sunda Dialek Banten dan Bahasa Indonesia dalam Tindak Tutur Mahasiswa Untirta Agus Iryana; Erwin Salpa Riansi; Ilmi Solihat; Nesa Salsa Bila
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4903

Abstract

Bahasa sebagai alat komunikasi memiliki sistem morfologi yang kompleks, salah satunya melalui proses afiksasi, termasuk sufiks. Dalam konteks bilingual di lingkungan kampus, penggunaan sufiks dalam bahasa daerah dan bahasa Indonesia menjadi menarik untuk dikaji secara kontrastif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan sufiks bahasa Sunda dialek Banten dan bahasa Indonesia dalam tindak tutur mahasiswa Untirta. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik simak dan catat melalui observasi penggunaan bahasa di lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan pada penggunaan sufiks seperti -an, -eun, -keun, -na, dan -ing/-ning, baik dari segi bentuk, fungsi, maupun makna. Beberapa sufiks memiliki padanan langsung dalam bahasa Indonesia, sementara yang lain mengalami perbedaan fungsi gramatikal. Kesimpulannya, analisis kontrastif sufiks kedua bahasa dapat membantu memahami potensi kesulitan dan kemudahan dalam pembelajaran bahasa serta memperkaya kajian morfologi dan tipologi bahasa.