Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Media Berita dalam Instagram dan Media Audiovisual Tiktok Terhadap Keterampilan Menulis Cerpen di Kelas XI SMAN 2 Kota Serang Roudhotul Jannah; Tatu Hilaliyah; Sobri
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2024): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v6i2.5470

Abstract

Banyak siswa yang kesulitan menemukan ide menarik saat menulis cerpen lalu beranggapan menulis cerpen adalah keterampilan yang sulit. Peneliti tertarik untuk menggunakan media sosial sebagai referensi menulis cerpen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media berita dalam Instagram dan media audiovisual Tiktok, serta perbedaan pengaruh antara kedua media tersebut terhadap keterampilan menulis cerpen di kelas XI SMAN 2 Kota Serang. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling yang memunculkan kelas XI-7 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-8 sebagai kelas kontrol. Data yang diperoleh berupa hasil pretest dan posttest menulis cerpen yang melalui perhitungan statistik dengan bantuan SPSS versi 26. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t- dan uji N-Gain. Hasil uji t- menunjukkan signifikasi pada media berita dalam Instagram dan media audiovisual Tiktok sama-sama sebesar 0,000 < 0,05 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Selanjutnya, selisih pengaruh ditunjukan oleh N-Gain Score, media berita dalam Instagram memperoleh rata-rata 49,25 % dan media audiovisual Tiktok memperoleh rata-rata 31,75%. Uji signifikasi tersebut menunjukkan bahwa aplikasi media berita dalam Instagram lebih unggul dibandingkan dengan media audiovisual Tiktok dalam meningkatkan keterampilan menulis cerpen di kelas XI SMAN 2 Kota Serang.
PENGARUH METODE SCAFFOLDING DAN INKUIRI TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS RESENSI SISWA KELAS XI SMAN 1 PABUARAN Abdillah, Ulya; Tatu Hilaliyah; Sundawati Tisnasari
Sasando Vol 7 No 1 (2024): SASANDO APRIL 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v7i1.276

Abstract

Tujuan penelitian untuk menemukan perbandingan antara hasil belajar menggunakan metode pembelajaran scaffolding dan inkuiri. Hipotesis penelitian, yaitu ada perbedaan (Ha) dan tidak ada perbedaan (Ho) pada hasil belajar siswa SMAN 1 Pabuaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel diambil dengan metode random sampling. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan bantuan program SPSS 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ha diterima, sehingga disimpulkan adanya perbedaan antara hasil belajar menggunakan metode scaffolding dan metode inkuiri pada siswa.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DAN STORYTELLING TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VIII SMPN 18 KOTA SERANG Nia Nurcahyani; Tatu Hilaliyah; Sobri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34931

Abstract

Banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam mengemukakan pendapat atau argumennya di depan umum, sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan berbicara secara efektif. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif guna menciptakan suasana belajar yang mendorong partisipasi aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan model pembelajaran talking stick dan storytelling, serta perbedaan keefektifan antara model pembelajaran talking stick dan storytelling terhadap keterampilan berbicara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif Quasi experiment bentuk desain Nonequivalen Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, kelas VIII D sebagai kelas eksperimen dan VIII C sebagai kelas kontrol. Data penelitian berupa tes hasil berbicara siswa, yang dianalisis menggunakan SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas yang menggunakan model talking stick sebesar 76,89, sedangkan kelas yang menggunakan model storytelling sebesar 74,25, Meskipun secara deskriptif model pembelajaran talking stick menghasilkan peningkatan yang lebih tinggi, hasil analisis uji N-Gain Score menunjukkan nilai rata-rata 0,081, yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara kedua model pembelajaran tersebut. Dengan demikian, model pembelajaran talking stick dan storytelling memiliki pengaruh yang relatif sama dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VIII SMPN 18 Kota Serang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 6 KABUPATEN TANGERANG Pabean, Galan Yutri; Tatu Hilaliyah
Sasando Vol 9 No 1 (2026): SASANDO APRIL 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of the implementation of the Student Teams Achievement Divisions (STAD) Learning Model, the influence of the Discovery Learning Model, and the difference in influence between the Student Teams Achievement Divisions (STAD) Learning Model and the Discovery Learning Model on the skills of writing anecdotal texts in class X of SMA Negeri 6 Tangerang Regency. This study uses a quantitative method with a Pretest-Posttest Control Group Design research design. The sample was taken using the random sampling method. The data analysis technique used the t-test with the help of the SPSS 29 program. Hypothesis testing used the t-test. The results of the t-test showed significance in the Student Teams Achievement Divisions (STAD) Learning Model and the Discovery Learning Model of 0.000 <0.005 so that Ha was accepted and Ho was rejected.
ANALISIS MINAT BACA SISWA TERHADAP PEMBIASAAN LITERASI RUTIN DI SMAN 63 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2024/2025 Muhammad Akbar Putra Firdaus; Tatu Hilaliyah; Sundawati Tisnasari
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menelaah tingkat minat baca siswa kelas XI di SMAN 63 Jakarta selama pelaksanaan program literasi rutin. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Fokus kajian diarahkan pada siswa kelas XI F sebagai subjek utama dengan minat baca sebagai variabel inti. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, penyebaran angket, serta penelusuran dokumen. Analisis data dilakukan dengan metode penskoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antusiasme membaca siswa dalam kegiatan Literasi Rutin di SMAN 63 Jakarta masih membutuhkan perhatian lebih dari guru dan lingkungan sekitarnya. Secara keseluruhan, minat baca siswa kelas XI F berada pada kategori cukup baik. Hal ini tercermin dari temuan persentase, yaitu 62,9% siswa melakukan persiapan belajar, 48,6% menunjukkan ketertarikan awal yang positif, 42,9% memiliki minat bertanya, 68,6% tetap berpartisipasi mengikuti pembelajaran meskipun berada di posisi duduk belakang, 14,3% menunjukkan kesiapan menghadapi ujian, dan 37,1% aktif dalam kegiatan belajar kelompok. Dengan demikian, diperlukan dorongan, bimbingan, dan motivasi tambahan dari guru maupun orang tua untuk membantu meningkatkan minat belajar siswa.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEBSITE GENIALLY DAN CARRD.CO TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS PIDATO Yulia Dwi Putriani; Tatu Hilaliyah; M. Rinzat Iriyansah
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.5.3.399-407

Abstract

Menulis teks pidato menjadi salah satu keterampilan yang seringkali dianggap sulit, tidak dikuasai, dan kurang menarik untuk dipelajari. Akibatnya, siswa cenderung tidak fokus dan tidak mampu menulis teks pidato dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran berbasis website genially dan carrd.co, serta perbedaan pengaruh antara kedua media tersebut terhadap keterampilan menulis teks pidato di kelas VIII SMPN 5 Kota Serang. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling, dan terpilih kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-C sebagai kelas kontrol. Data yang diperoleh berupa hasil pretest dan posttest menulis teks pidato melalui perhitungan statistik dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh media pembelajaran berbasis website genially dengan skor rata-rata pretest sebesar 52,93 dan skor posttest sebesar 82,60 dengan peningkatan poin sebesar 29,67. Sera adanya pengaruh media pembelajaran berbasis website carrd.co dengan hasil nilai pretest menunjukkan skor rata-rata sebesar 56,07 dan posttest dengan skor rata-rata sebesar 73,27 dengan peningkatan poin sebesar 17,2. Maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis website genially lebih efektif dibandingkan media berbasis website carrd.co dalam meningkatkan keterampilan menulis teks pidato siswa. Untuk itu, pembelajaran keterampilan menulis teks pidato akan lebih baik dengan menggunakan media berbasis website genially.
STUDI KOMPARATIF METODE PEMBELAJARAN TAKE AND GIVE LEARNING DAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN BERDISKUSI PESERTA DIDIK KELAS XI PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MAN 1 LEBAK Ameliatul Kholisoh; Tatu Hilaliyah; Ilmi Solihat
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.50740

Abstract

This research was motivated by the low discussion skills of eleventh-grade students at MAN 1 Lebak in Indonesian language learning, especially in expressing opinions, providing responses, defending arguments, and the lack of students’ activeness in discussion activities on review text materials. This study aimed to determine students’ discussion skills through the implementation of the Take and Give Learning method, determine students’ discussion skills through the implementation of the Group Investigation method, and identify the differences in students’ discussion skills between the use of the Take and Give Learning method and the Group Investigation method in Indonesian language learning on review text materials at MAN 1 Lebak. This study employed a quantitative approach with an experimental method and a pretest-posttest design. The research sample consisted of two experimental classes, namely the first experimental class using the Take and Give Learning method and the second experimental class using the Group Investigation method. Data collection techniques were conducted through tests, observations, and documentation. Data analysis was carried out using normality tests, homogeneity tests, and hypothesis tests. The results showed that the Take and Give Learning method and the Group Investigation method were able to improve students’ discussion skills. In addition, there were differences in discussion skills between students who used the Take and Give Learning method and those who used the Group Investigation method in Indonesian language learning on review text materials at MAN 1 Lebak. Therefore, both methods can be used as effective learning alternatives to improve students’ discussion skills.