Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

TANTANTANGAN SISWA SMAN 1 PETIR DALAM MENGHADAPI KURIKULUM MERDEKA DI ERA DIGITALTANGAN SISWA SMAN 1 PETIR DALAM MENGHADAPI KURIKULUM MERDEKA DI ERA DIGITAL Novita Ramaddini; Siti Kurniasih; Siti Hanina Nur Syahidah; Tatu Hilaliyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4611

Abstract

Pendidikan merupakan proses yang sistematis dalam membimbing anak untuk tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang seutuhnya. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, penerapan Kurikulum Merdeka menjadi salah satu upaya untuk menyesuaikan sistem pendidikan dengan kebutuhan zaman. Namun, di SMAN 1 PETIR, penerapan kurikulum ini menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait dengan kesenjangan literasi digital dan keterbatasan akses teknologi. Tantangan lain juga mencakup adaptasi terhadap metode pembelajaran mandiri yang diusung oleh kurikulum tersebut. Artikel ini mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi siswa dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di era digital, serta mencari solusi untuk mengatasi tantangan tersebut, agar proses pembelajaran dapat berjalan secara inklusif dan efektif. Kata Kunci: Pendidikan, Kurikulum Merdeka, Tantangan Pembelajaran
PENGARUH PERUBAHAN KURIKULUM TERHADAP PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 1 ANYER Dimas Abdul Rasyid; Yunengsih; Raisha Azzahra; Tatu Hilaliyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4703

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilandasi dengan adanya penerapan kurikulum merdeka dalam dunia pendidikan di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana SMA 1 Anyer bisa menerapakan kurikulum merdeka dengan baik. Pertanyaan penelitian yang disiapkan berupa bagaimana penerapan kurikulum yang dilakukan oleh SMA 1 Anyer. Penelitian dilaksanakan di SMA 1 Anyer pada tanggal 27 September 2024 dengan cara observasi dan wawancara kepada guru bidang kurikulum. Hasil penelitian menyatakan bahwa SMA 1 Anyer pada tahun 2024 masih menerapkan 2 kurikulum, yaitu kurikulum 2013 dan juga merdeka. Secara umum, transisi perubahan kurikulum berjalan secara alami dan beradaptasi dengan baik. Namun, masih banyak faktor yang menghambat peruban kurikulum secara menyeluruh menjadi kurikulum merdeka, salah satunya yaitu fasilitas yang belum bisa menunjang kurikulum merdeka diterapkan secara menyeluruh di SMA 1 Anyer. Tahun ini merupakan tahun terakhir SMA 1 Anyer menerapkan kurikulum 2013. Pada tahun selanjutnya SMA tersebut akan menerapkan kurikulum merdeka secara menyeluruh dan tentunya mencoba untuk memperbaiki hal-hal apa saja yang menghambat penerapan kurikulum tersebut agar kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik dan maksimal.Kata kunci: Kurikulum Merdeka, Penerapan, PendidikanAbstractThis research is based on the implementation of the independent curriculum in the world of education in Indonesia. Based on this, a study was conducted with the aim of determining the extent to which SMA 1 Anyer can implement the independent curriculum well. The research questions prepared were how the curriculum was implemented by SMA 1 Anyer. The research was conducted at SMA 1 Anyer on September 27, 2024 by means of observation and interviews with curriculum teachers. The results of the study stated that SMA 1 Anyer in 2024 still implemented 2 curricula, namely the 2013 curriculum and also the independent curriculum. In general, the transition to curriculum change runs naturally and adapts well. However, there are still many factors that hinder the complete change of the curriculum to the independent curriculum, one of which is the facilities that cannot yet support the independent curriculum being implemented comprehensively at SMA 1 Anyer. This year is the last year that SMA 1 Anyer has implemented the 2013 curriculum. In the following year, the high school will implement the independent curriculum comprehensively and of course try to improve anything that hinders the implementation of the curriculum so that teaching and learning activities run well and optimally.Keywords: Independent Curriculum, Implemention, Education
Pengaruh Penggunaan Media Berita dalam Instagram dan Media Audiovisual Tiktok Terhadap Keterampilan Menulis Cerpen di Kelas XI SMAN 2 Kota Serang Roudhotul Jannah; Tatu Hilaliyah; Sobri
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2024): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v6i2.5470

Abstract

Banyak siswa yang kesulitan menemukan ide menarik saat menulis cerpen lalu beranggapan menulis cerpen adalah keterampilan yang sulit. Peneliti tertarik untuk menggunakan media sosial sebagai referensi menulis cerpen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media berita dalam Instagram dan media audiovisual Tiktok, serta perbedaan pengaruh antara kedua media tersebut terhadap keterampilan menulis cerpen di kelas XI SMAN 2 Kota Serang. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling yang memunculkan kelas XI-7 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-8 sebagai kelas kontrol. Data yang diperoleh berupa hasil pretest dan posttest menulis cerpen yang melalui perhitungan statistik dengan bantuan SPSS versi 26. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t- dan uji N-Gain. Hasil uji t- menunjukkan signifikasi pada media berita dalam Instagram dan media audiovisual Tiktok sama-sama sebesar 0,000 < 0,05 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Selanjutnya, selisih pengaruh ditunjukan oleh N-Gain Score, media berita dalam Instagram memperoleh rata-rata 49,25 % dan media audiovisual Tiktok memperoleh rata-rata 31,75%. Uji signifikasi tersebut menunjukkan bahwa aplikasi media berita dalam Instagram lebih unggul dibandingkan dengan media audiovisual Tiktok dalam meningkatkan keterampilan menulis cerpen di kelas XI SMAN 2 Kota Serang.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN ABAD 21 Maftuhatul Jannah; Rahma Aqila Putri; Viana Zaharani; Tatu Hilaliyah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i3.1060

Abstract

The purpose of this research is to analyze the effectiveness of project-based learning (PJBL) for students of SMPN 14 Serang City. This method centers on the critical thinking process and communication between students. The challenge faced by students in this learning is how they can solve the problems that occur and how to communicate well in the group.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMPN 1 RANGKASBITUNG: TANTANGAN DAN PELUANG Prasasti Dwi Putri; Vira Maulani; Tatu Hilaliyah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.1122

Abstract

This study examines the implementation of the Kurikulum Merdeka (Freedom Curriculum) at SMP Negeri 1 Rangkasbitung, Banten, as part of Indonesia's educational reform to meet the demands of globalization. The Kurikulum Merdeka is designed to offer flexibility, enabling project-based learning, instilling character values, and focusing on essential competencies for students. The findings reveal significant changes in teaching methods and evaluation approaches. However, challenges have been identified, including difficulties in adaptation by both teachers and students, limited supporting facilities, and insufficient involvement of key stakeholders. Efforts to address these challenges involve strategies such as intensive teacher training, strengthening school operational support, enhancing parental engagement, and leveraging technology to support learning. The study highlights the positive impact of the curriculum on increasing student engagement, personalizing the learning process, and fostering 21st-century skills, such as critical thinking, collaboration, and creativity. Data were collected through in-depth interviews with teachers, principals, and students, as well as direct classroom observations and analysis of documents related to the curriculum. Thematic analysis was employed to identify patterns of implementation, challenges encountered, and strategies adopted. Triangulation of data sources and methods ensured the validity of findings. The results underscore the potential of the Kurikulum Merdeka to enhance educational quality when supported by adequate resources and stakeholder collaboration. This research serves as a reference for other schools in adopting the curriculum effectively, promoting meaningful and future-oriented education for students.
PENGARUH METODE SCAFFOLDING DAN INKUIRI TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS RESENSI SISWA KELAS XI SMAN 1 PABUARAN Abdillah, Ulya; Tatu Hilaliyah; Sundawati Tisnasari
Sasando Vol 7 No 1 (2024): SASANDO APRIL 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v7i1.276

Abstract

Tujuan penelitian untuk menemukan perbandingan antara hasil belajar menggunakan metode pembelajaran scaffolding dan inkuiri. Hipotesis penelitian, yaitu ada perbedaan (Ha) dan tidak ada perbedaan (Ho) pada hasil belajar siswa SMAN 1 Pabuaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel diambil dengan metode random sampling. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan bantuan program SPSS 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ha diterima, sehingga disimpulkan adanya perbedaan antara hasil belajar menggunakan metode scaffolding dan metode inkuiri pada siswa.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE COPY THE MASTER DAN MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN NENULIS CERITA PENDEK SISWA KELAS X SMA AL HUDA Mufti Afifah Febria; Hanny Maulida Mawaddah; Lulu Pujawati; Syifa Mufada Khairunnisyah; Tatu Hilaliyah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i2.382

Abstract

Abstract This study aims to determine the effect of using the Copy the Master method and the Mind Mapping method on the ability of grade X students in writing short stories. In addition, this study also aims to determine the difference between the use of the Copy the Master method and the Mind Mapping method and its effect on the ability to write short stories of grade X students. The method used in this research is quantitative research method with simple random sampling technique. The researcher conducted the research by conducting pretest and posttest activities in the form of writing short stories for class X students. The data used in this study are in the form of assignments to students to write short stories using the Copy the Master method and the Mind Mapping method, then the results of the short story writing work sheets are examined so that it can be seen how the effect of using the two methods on students' ability to write short stories. This study found that in improving students' short story writing ability, the use of the Copy the Master method is better than the Mind Mapping method. This can be seen from the average posttest score and pretest score that has been carried out by class X students. In applying the Copy the Master method, the average pretest score was 53.04 and the average posttest score was 76.48. While in the application of the Mind Mapping method, the average pretest score was 55.96 and the posttest score was 64, 32. Keywords: short story, mind mapping method, copy the master method Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode Copy the Master dan metode Mind Mapping terhadap kemampuan siswa kelas X dalam menulis cerita pendek. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara penggunaan metode Copy the Master dan metode Mind Mapping serta pengaruhnya terhadap kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Peneliti melakukan penelitian dengan melakukan kegiatan pretest dan posttest berupa penulisan cerita pendek pada siswa kelas X. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa penugasan kepada siswa untuk menulis cerita pendek menggunakan metode Copy the Master dan metode Mind Mapping yang kemudian lembar hasil pengerjaan menulis cerita pendek tersebut diteliti sehingga dapat diketahui bagaimana pengaruh penggunaan kedua metode tersebut terhadap kemampuan siswa dalam menulis cerita pendek. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa dalam meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek siswa, penggunaan metode Copy the Master lebih baik dibandingkan metode Mind Mapping. Hal tersebut dapat dilihat dari rata-rata skor posttest dan skor pretest yang telah dilaksanakan oleh siswa kelas X. Dalam penerapan metode Copy the Master, rata-rata skor pretest adalah 53,04 dan rata-rata skor posttest adalah 76,48. Sedangkan dalam penerapan metode Mind Mapping, rata-rata skor pretest adalah 55,96 dan skor posttest adalah 64, 32. Kata-kata kunci: cerita pendek, metode mind mapping, metode copy the master
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DAN STORYTELLING TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VIII SMPN 18 KOTA SERANG Nia Nurcahyani; Tatu Hilaliyah; Sobri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34931

Abstract

Banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam mengemukakan pendapat atau argumennya di depan umum, sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan berbicara secara efektif. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif guna menciptakan suasana belajar yang mendorong partisipasi aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan model pembelajaran talking stick dan storytelling, serta perbedaan keefektifan antara model pembelajaran talking stick dan storytelling terhadap keterampilan berbicara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif Quasi experiment bentuk desain Nonequivalen Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, kelas VIII D sebagai kelas eksperimen dan VIII C sebagai kelas kontrol. Data penelitian berupa tes hasil berbicara siswa, yang dianalisis menggunakan SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas yang menggunakan model talking stick sebesar 76,89, sedangkan kelas yang menggunakan model storytelling sebesar 74,25, Meskipun secara deskriptif model pembelajaran talking stick menghasilkan peningkatan yang lebih tinggi, hasil analisis uji N-Gain Score menunjukkan nilai rata-rata 0,081, yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara kedua model pembelajaran tersebut. Dengan demikian, model pembelajaran talking stick dan storytelling memiliki pengaruh yang relatif sama dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VIII SMPN 18 Kota Serang.