Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

RESPONS PESERTA DIDIK TERHADAP PENGGUNAAN APLIKASI KAHOOT DALAM MENJAWAB SOAL PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM Ahdar Ahdar; Musyarif Musyarif; Tasman Ramadhan
al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 7, No 1 (2022): Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/alt.v7i1.2619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang respons peserta didik terhadap penggunaan aplikasi Kahoot dalam menjawab soal  pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Jenis peneilitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain The Statistik Group Comparison Design. Sampel penelitian menggunakan sampling jenuh, sample yakni kelas XI MIA 1 sebanyak 36 Siswa dan XI MIA 2 sebanyak 30 Siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tekni observasi, tes, angket, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisi datanya menggunakan teknik statistis desktriptif dan inferensial dengan  menggunakan bantuan software SPSS versi 2.4. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa respons peserta didik menjawab soal menggunakan aplikasi Kahoot yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian soal secara konvensional. Dari perbedaan angka tersebut dapat disimpulkan bahwa aplikasi Kahoot lebih efektif digunakan untuk menjawab soal dibandingkan dengan tes konvensional.
Pemikiran Pendidikan Politik H.O.S Tjokroaminoto Ahdar Ahdar; Musyarif Musyarif; Abd.Rahman Abd.Rahman
Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol 12, No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : IAIN Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.508 KB) | DOI: 10.46339/foramadiahi.v12i2.305

Abstract

Tulisan ini bertujuan menjabarkan pengaruh pemikiran H.O.S Tjokroaminoto yang berkaitan peran dan kontribusi sosialnya secara empiris terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Hal-hal yang berkaitan dengan sejarah dan kehidupan sosial kemasyarakatan umumnya dipengaruhi oleh seseorang atau sekelompok orang yang memiliki peran signifikan dan memiliki pengaruh yang besar, salah satunya adalah Pengaruh H.O.S. Tjokroaminoto dalam isu-isu islam dan sosialisme serta mendorong semangat nasionalisme bangsa indonesia untuk mencapai kemerdekaan. Selain itu, H.O.S. Tjokroaminoto juga memiliki pemikiran yang visioner tentang pendidikan politik di Indonesia yang belum secara mendalam dilakukan kajian sebagai upaya untuk memberikan penguatan terhadap sistem pendidikan di Indonesia dewasa ini. Metode kajian yang digunakan adalah menggunakan konsep dasar studi tokoh yang meliputi pemikiran, peran, dan kontribusi sosial secara empiris dari H.O.S Tjokroaminoto terhadap pengembangan pendidikan di Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah Metode rekontruksi biografis. Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa pemikiran HOS Tjokroaminoto mengandung nilai-nilai politik dan patriotisme untuk melawan penindasan kolonial Belanda bersama para tokoh perjuangan yang lain. Nilai-nilai tersebut dialirkan melalui jalur pendidikan.                
NILAI-NILAI EDUKASI DALAM KOMUNIKASI ISLAM Ahdar Ahdar
Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 9 No 2 (2013)
Publisher : Komunitas Dosen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.354 KB)

Abstract

The process of effective communication depends on the principles of credibility (trust), attractiveness, and power. Then the content (meaningful message to receiver), clarity (clarity of message), continuity (repetition), channels (channels of communication) and the capability of the audience. These principles can also be applied in the educational process of learning communication. In the whole process of education, teaching and learning activities are the most basic activities. Here, it means that the success or failure of educational goals depends on how teaching and learning processes are undertaken by the students and teachers. The effective learners can be measured from indicators such as personality, attitude, experience and ability to reach the goal. This opinion illustrates that educators can successfully carry out their duties if they have a good personality, intelligence, and ability to communicate.
Meningkatkan Motivasi Mahasiswa dalam Membangun Jiwa Nasionalisme melalui Program Sabbatical Leave Dedi Djubaedi; Andi Bahri S; Ahdar
Jurnal Abdimas Le Mujtamak Vol 1 No 2 (2021): Le MUJTAMAK 2021 : Juli - Desember
Publisher : Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.993 KB) | DOI: 10.46257/jal.v1i2.363

Abstract

Al-Qur’an surat Kafirun ayat 6 menjelaskan bahwa “Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku", yang memiliki makna bahwa dengan keyakinan terhadap Allah, umat Islam harus menjalankan kehidupan toleransi yang sesuai dengan tujuan penciptaan manusia yaitu hanya menyembah kepada Allah SWT. Permasalahan yaitu masyarakat yang intoleran menunjukkan lemahnya komitmen kebangsaan dan rapuhnya nasionalisme anak bangsa. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa sangat penting untuk dikuatkan jiwa nasionalisme. Tujuan pengabdian kepada masyarakat yaitu membangun jiwa nasionalisme terhadap mahasiswa melalui program..di Kampus IAIN Parepare. Manfaat dari kegiatan ini adalah memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan mahasiswa sehingga dapat menumbuhkan sikap serta perilaku yang memiliki jiwa nasionalismenya. Metode pelaksanaan menggunakan metode PAR (parcipatory action research). Hasil kegiatan yatiu mendorong langkah kongkrit dalam menyikapi disorientasi nasionalisme kaum milenial sebaga generasi pelanjut estafet pembangunan, yakni menyemai kembali nilai-nilai tradisional budaya bangsa Indonesia (local wisdoms) yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman, tanpa menafikkan eksistensi budaya lama yang baik. Oleh sebab itu, sivitas akademika, membuat rumusan kegiatan yang dapat menyediakan wahana persemaian tersebut, dan membangun hubungan kemitraan dengan lembaga-lembaga terkait kepemudaan, pemerintah daerah, serta stakeholder pembangunan nasional. Kesimpulan kegiatan ini berhasil karena dilihat dari peserta mengikuti dengan antusias, dan terlihat semangat untuk bertanya terkait membangun jiwa nasionalisme dikalangan kaum milenia.
Implementasi Peningkatan Motivasi Belajar Siswa terhadap Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di SMAN 3 Pare-pare Ahdar Ahdar; Musyarif Musyarif; Munirah Munirah
Irfani Vol. 18 No. 2 (2022): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v18i2.2604

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana motivasi belajar siswa SMA Negeri 3 Pare-pare terhadap bidang studi Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bidang studi melakukan berbagai usaha yang terbagi kepada usaha yang dilakukan di dalam kelas, meliputi pemberian motivasi secara langsung, pemberian tugas, mengumumkan hasil ujian, penerapan metode diskusi kelas, dan tanya jawab tentang materi, serta pembentukan kelompok belajar. Kemudian usaha yang dilakukan di luar kelas yang terkait dengan pengajian rutin, pengaktifan shalat berjamaah, ceramah setelah shalat dhuhur, pesantren kilat, dan peringatan hari besar Islam serta dialog keagamaan setiap tahun. Pada dasarnya, motivasi belajar siswa SMA Negeri 3 Pare-pare cukup tinggi terhadap bidang studi Pendidikan Agama Islam. Ini berdasarkan dengan tes motivasi yang diberikan kepada jumlah responden. Hanya saja, memang masih sangat diperlukan usaha-usaha dari guru bidang studi untuk lebih meningkatkan lagi motivasi yang sudah ada, di samping masih ada sebagian siswa yang harus mendapat perhatian dan dorongan dari guru.
Tantangan Pendidikan Islam di Indonesia pada Era Globalisasi Ahdar; Musyarif
Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2019): Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.473 KB) | DOI: 10.35905/alishlah.v17i1.984

Abstract

Globalization has brought about the transformation of social life in various segments. Open territoriality between countries by information and communication technology. This has implications for the dimension of life especially in the existence and projection of Islamic education. Islamic education faces multidimensional and complex challenges such as technology, ideology, social, cultural, economic and political. Other challenges are professionalism, integrity, solidarity and vision. Present and future educational solutions with increased human resources include the ability to give birth to humans who can contribute to national development; the ability to produce human beings who can appreciate, enjoy and maintain the results of development, and the ability to produce humanitarian and humanitarian processes continuously towards a nation that is just and wise. Islamic education provides an effective and efficient solution in managing the social life system in the midst of multidimensional globalization.
Islamic Entrepreneurship Model Based on Local Wisdom and Competitiveness Buhaerah; Ahdar; Musyarif
Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 1 (2020): Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.712 KB) | DOI: 10.35905/alishlah.v18i1.1168

Abstract

Implementation of research-based dedication program with the title of development of Islamic Entrepreneurship Model (IEM) based on local competitiveness aims; (1) Making IEM is a reference for the government or policy determinant to create and direct the business people uphold Islamic values; (2) to make the community have an Islamic entrepreneurial soul, local wisdom-based, and competitive; (3) Increased business management skills and good financial management; and (4) implementing IEM in the form of training and mentoring for the community. The IEM development process includes three phases; (1) The development of IEM, (2) implementation and the assessment, and (3) Monitoring and evaluation. Some factors that are individual according to Islam that entrepreneurs need to have are fathonah, amanah, shiddiq, tabligh, and istiqomah. In addition to things that are inherently in entrepreneur, there are also external factors that can support the success of entrepreneurs including the existence of a conducive legal basis in the form of legislation that supports the growing and development of entrepreneurship. The existence of culture and mindset that supports entrepreneurship as a source of living. The IEM program held in South Sulawesi in 2019 has taken up by 76%. The IEM Program that is implemented for the people of business has reached the goal 80% namely: Increased business management skills and financial management for business people. Creating an entrepreneurial training method that is appropriate for the community of businessmen who are pioneering entrepreneurs. Conducting mentoring in business people who have started to open a new business.
Progressive Literacy Task: Design Strategy of digital literacy and competencies in learning outcomes Ahmad Zuhudy Bahtiar; Ahdar; Nur Eva Yanti
Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 21 No 1 (2023): Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/alishlah.v21i1.5284

Abstract

Raising interest in reading and digital literacy skills is currently a big challenge for teachers amid the many information vortices at this time. Attention and awareness of reading are still very low among students. This study aims to make the right learning strategy to form a culture of literacy among college students. This research is descriptive research to find the right model for teaching students about digital literacy both conceptually and in skills. The data in this study is to reveal (1) student learning motivation, (2) the use of learning strategies, (3) digital literacy skills, (4) and the formation of a literacy culture. Data collection techniques in descriptive research are through direct observation, questionnaires, independent assignments, and performance. based on a collection of various data used to formulate appropriate learning strategy designs for students completing instructional technology courses .
Pengaruh Tahfidz Al-Qur'an terhadap Kecerdasan Sosial Santri: Analisis Berbasis Dimensi SASSI di Pondok Pesantren Mamba'ul 'Ulum Sulawesi Selatan Muhammad Afiq Siddiq; Sitti Jamilah Amin; Muhammad Saleh; Ahdar; Kaharuddin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6324

Abstract

Penelitian ini menyajikan investigasi komprehensif mengenai pengaruh intensitas menghafal Al-Qur'an (Tahfidz) terhadap kecerdasan sosial santri di Pondok Pesantren Mamba'ul 'Ulum, yang berlokasi di Barabatu, Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Berpijak pada kerangka teoretis sintesis yang menggabungkan konstruksi kecerdasan sosial Karl Albrecht dengan etika antropologis-teologis yang digagas oleh Sassi (2020), penelitian ini mengukur kecerdasan sosial melalui lima dimensi fundamental: Situational Awareness ('Adl/Keadilan), Presence (Ukhuwah Insaniyyah/Persaudaraan Kemanusiaan), Honesty (Amanah/Tanggung Jawab), Charity (Khidmah/Pengabdian), dan Empathy (Tawasuth/Moderasi). Menggunakan desain penelitian kuantitatif ex-post facto, data primer dikumpulkan secara cermat dari sampel acak berstrata sebanyak 120 responden melalui kuesioner psikometrik skala Likert yang telah divalidasi. Data empiris dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan korelasi Pearson Product-Moment melalui perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Temuan penelitian mengungkapkan adanya pengaruh positif dan signifikan secara statistik dari aktivitas Tahfidz terhadap kecerdasan sosial (r = 0,520, p < 0,05), di mana intensitas menghafal menyumbang 27,1% dari varians kecerdasan sosial ( = 0,271). Model regresi menghasilkan persamaan , yang mengindikasikan hubungan prediktif yang kuat. Temuan ini mendekonstruksi paradigma umum yang memandang hafalan tekstual sebagai aktivitas kognitif yang soliter; sebaliknya, pedagogi komunal seperti sima'an (menyimak hafalan teman) dan muraja'ah (pengulangan bersama) berfungsi sebagai laboratorium sosial yang ketat. Praktik-praktik ini secara aktif menumbuhkan empati, integritas struktural, dan kehadiran sosial, yang secara efektif menjembatani teologi tekstual dengan praksis sosiologis. Pada akhirnya, integrasi program Tahfidz yang terstruktur dalam ekosistem pesantren secara signifikan memperkuat resiliensi psikologis, menekan kecemasan sosial di kalangan remaja, dan membekali generasi masa depan dengan kompas moral yang kuat untuk menghadapi kompleksitas multidimensional di Era Society 5.0.