Articles
Word Clap Game to Enhance Students' Vocabulary Mastery
Evi Karmila;
Mujahidah;
Ahdar
Inspiring: English Education Journal Vol 3 No 1 (2020): Inspiring:English Education Journal
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Parepare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.654 KB)
|
DOI: 10.35905/inspiring.v3i1.1319
This study aims to see the improvement of vocabulary mastery students by using word clap game at the fourth grade of SDN 173 Tiroang Kabupaten Pinrang. The object is IV class which is consisted 25 students. The sample is taken by using classroom random sampling. The design is pre-experimental with pre-test and post-test design and questionnaire to know the students’ respond. The students did the pre-test, got the treatment, did the post-test and questionnaire in the last meeting. Then the criterion of vocabulary mastery of students about noun that consist of three points are memorize, pronounce and writing. It aimed to know whether using word clap game is able to improve students’ vocabulary mastery. The result indicates that there is improvement of the students’ vocabulary mastery. It is indicated by the students’ mean score of post-test (79,52) is greater than pre-test (43,83). Even, for the level significant (p) 5% and (df) = N-1=25-1= 24, and the value of the T- table is 1.710, while the value of t-test is 4.592. It means that, the t-test value is greater than t-table (4.592 ≥ 1.710). Thus, it can be concluded that the vocabulary mastery students is significant better after getting the treatment. The students’ response through the questionnaire by using scale likert also had concluded on the finding, the result showed all the students’ answered positive and most of them got 81-100; the students are very interest in learning English by using word clap game.
TINJAUAN KRITIS DAN MENYELURUH TERHADAP FUNDAMENTALISME DAN RADIKALISME ISLAM MASA KINI
Ahdar Ahdar
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 10 No 1 (2017): Pemikiran Islam dan Hubungannya dengan Budaya Nusantara
Publisher : LPPM IAIN Parepare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35905/kur.v10i1.582
The purpose of this research is to present a historical review and critique of the actions of radicalism on the basis of fundamentalism in Indonesia. This research is motivated by the development of discourse related to fundamentalism and radicalism which is often identified to Islam group with negative connotation in Indonesia. The methodology used in this research is a qualitative descriptive approach with a historical-critical study method. Data were collected through literature studies and related literature of several Islamic organizations consisting of; Darul Islam Or Islamic State of Indonesia (NII); Majelis Mujahidin Indonesia (MMI); Hizbut Tahrir Indonesia (HTI); and the Islamic Defenders Front (FPI). The results show that fundamentalism and radicalism is a verbic word whose roots are not contained in the language of Muslims in various Arabic speaking countries. Fundamentalism by term is the assertion of certain religious activists who define religion absolutely and literally. Fundamentalism as a reaction to modernism emerged in the nineteenth century. At that time, modernism appeared very fiery in the United States. In the era of the 1990s, there was a change of format and fundamental strategy in radical Islamic movement in Indonesia. If in previous years this movement runs latently and always confronted by the State so as to generate political fear for Muslims then in the era of the 1990s radical Islamic movement appears openly, as seen in the movement Laskar Jihad, Jamaah Islamiah Ahlussunnah wal Jamaah, Ikhwanul Muslimin, Mujahidin Jamaah, Nurul Fikr, Islamic Defenders Front and Hizb ut-Tahrir Based on the results of research, author concluded that Fundamentalism and radicalism is not a term derived from Islam but the term of Christianity which is today used for Islam. Both fundamentalism and radicalism potentially exist to any group, whether religious, social, or political. It occurs in any religion. Fundamentalism can be a virtue if it is not performed by the action of radicalism. Therefore, the solution to the value of tolerance in fundamentalism is a deep understanding of belief or religion.
Eksistensi Media Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia
Ahdar Ahdar;
Isna Humaerah
Al-Riwayah : Jurnal Kependidikan Vol 13 No 1 (2021): Al-Riwayah: Jurnal Kependidikan
Publisher : LPPM IAIN Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47945/al-riwayah.v1i1.300
Seiring akselerasi ilmu pengetahuan dan teknologi, meretas dampak semakin kompleksnya proses belajar sebab tantangan tersebut muncul dari luar berupa terjadinya asimilasi dan akulturasi lewat paket-paket informasi dan komunikasi yang dihasilkan teknologi. Sedangkan dari dalam, terjadinya transformasi sikap dan tingkah laku bagi anak didik. Kamudian tantangan global adalah adanya tuntutan untuk mandiri agar dapat tetap eksis di era konpetitif. Fenomena kontemporer mendeskripsikan persaingan hidup yang konpetitif. Dalam hal ini, yang dapat menjadi maju ialah ialah orang-orang yang memiliki sumber daya manusia yang handal. Tuntutan dan desakan umat manusia agar dapat mandiri dan tidak tergantung kepada lembaga-lembaga yang dapat merekrut nantinya setelah terjun ke dunia kerja. Sebab mengingat lapangan kerja semakin sempit dan semakin membludaknya pengangguran. Oleh karena itu, dalam menjawab persoalan ini lembaga pendidikanlah yang berkompeten dalam membina manusia memiliki sumber daya akseptabel dan marketabel. Pendidikan merupakan suatu usaha membina manusia agar memiliki inteligensi yang tinggi, bermoral dan berskill. Dalam dunia pendidikan memiliki beberapa elemen penting, salah satu di antaranya adalah media. Media merupakan alat komunikasi dan informasi yang dapat mengakses ilmu pengetahuan kepada anak didik. Berhasil tidaknya proses belajar dalam dunia pendidikan sangat dipengaruhi oleh peran media. Namun, peran media juga dipengaruhi oleh kualitas dan profesional dalam memerankannya
Conception, Scientific And Re-Methodology Pesantren Sunan Drajat In Developing Islamic Education-Based Learning Output
Ahdar Ahdar;
Musyarif Musyarif;
Aris Muttaqin
Didaktika Religia Vol. 8 No. 1 (2020): June
Publisher : Postgraduate Program, State Islamic Institute (IAIN) Kediri, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (501.674 KB)
|
DOI: 10.30762/didaktika.v8i1.1266
This study seeks to explain the Islamic education development strategy based on the output (output) in Pesantren Sunan Drajat, East Java. This study is very important, considering the main issue of Islamic education today is its output where to go in the development of industry and technology. Many people judge if output Islamic educational institutions are not able to compete with other educational institutions. So in this study, I will expose the antithesis of all the criticism that comes. The method used in researching is a descriptive qualitative analytic approach. It is taken directly from your data source field as the primary data by purposive sampling. This research concludes several things, including: first, the design of Pesantren Sunan Drajat is oriented towards two things; potential development of students as scientists and economists and prepare competent graduates of the schools to be healthy and competent at the development of the industrial era. Second, schools apply four methods of seed; 1) The flipped classroom method. 2) methods cooperative system. 3) corporate methods of rule. 4) The simulation method of practice. Third, to prepare a well-established and competitive output, then boarding apply two strategies; placing its graduates as the successor to struggle in the company and take advantage of the boarding business partner network to use the services of graduates as a capable force.
RESPONS PESERTA DIDIK TERHADAP PENGGUNAAN APLIKASI KAHOOT DALAM MENJAWAB SOAL PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM
Ahdar Ahdar;
Musyarif Musyarif;
Tasman Ramadhan
al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 7, No 1 (2022): Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : IAIN Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33477/alt.v7i1.2619
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang respons peserta didik terhadap penggunaan aplikasi Kahoot dalam menjawab soal pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Jenis peneilitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain The Statistik Group Comparison Design. Sampel penelitian menggunakan sampling jenuh, sample yakni kelas XI MIA 1 sebanyak 36 Siswa dan XI MIA 2 sebanyak 30 Siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tekni observasi, tes, angket, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisi datanya menggunakan teknik statistis desktriptif dan inferensial dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 2.4. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa respons peserta didik menjawab soal menggunakan aplikasi Kahoot yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian soal secara konvensional. Dari perbedaan angka tersebut dapat disimpulkan bahwa aplikasi Kahoot lebih efektif digunakan untuk menjawab soal dibandingkan dengan tes konvensional.
Pemikiran Pendidikan Politik H.O.S Tjokroaminoto
Ahdar Ahdar;
Musyarif Musyarif;
Abd.Rahman Abd.Rahman
Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol 12, No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : IAIN Ternate
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (68.508 KB)
|
DOI: 10.46339/foramadiahi.v12i2.305
Tulisan ini bertujuan menjabarkan pengaruh pemikiran H.O.S Tjokroaminoto yang berkaitan peran dan kontribusi sosialnya secara empiris terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Hal-hal yang berkaitan dengan sejarah dan kehidupan sosial kemasyarakatan umumnya dipengaruhi oleh seseorang atau sekelompok orang yang memiliki peran signifikan dan memiliki pengaruh yang besar, salah satunya adalah Pengaruh H.O.S. Tjokroaminoto dalam isu-isu islam dan sosialisme serta mendorong semangat nasionalisme bangsa indonesia untuk mencapai kemerdekaan. Selain itu, H.O.S. Tjokroaminoto juga memiliki pemikiran yang visioner tentang pendidikan politik di Indonesia yang belum secara mendalam dilakukan kajian sebagai upaya untuk memberikan penguatan terhadap sistem pendidikan di Indonesia dewasa ini. Metode kajian yang digunakan adalah menggunakan konsep dasar studi tokoh yang meliputi pemikiran, peran, dan kontribusi sosial secara empiris dari H.O.S Tjokroaminoto terhadap pengembangan pendidikan di Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah Metode rekontruksi biografis. Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa pemikiran HOS Tjokroaminoto mengandung nilai-nilai politik dan patriotisme untuk melawan penindasan kolonial Belanda bersama para tokoh perjuangan yang lain. Nilai-nilai tersebut dialirkan melalui jalur pendidikan.
NILAI-NILAI EDUKASI DALAM KOMUNIKASI ISLAM
Ahdar Ahdar
Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 9 No 2 (2013)
Publisher : Komunitas Dosen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (628.354 KB)
The process of effective communication depends on the principles of credibility (trust), attractiveness, and power. Then the content (meaningful message to receiver), clarity (clarity of message), continuity (repetition), channels (channels of communication) and the capability of the audience. These principles can also be applied in the educational process of learning communication. In the whole process of education, teaching and learning activities are the most basic activities. Here, it means that the success or failure of educational goals depends on how teaching and learning processes are undertaken by the students and teachers. The effective learners can be measured from indicators such as personality, attitude, experience and ability to reach the goal. This opinion illustrates that educators can successfully carry out their duties if they have a good personality, intelligence, and ability to communicate.
Meningkatkan Motivasi Mahasiswa dalam Membangun Jiwa Nasionalisme melalui Program Sabbatical Leave
Dedi Djubaedi;
Andi Bahri S;
Ahdar
Jurnal Abdimas Le Mujtamak Vol 1 No 2 (2021): Le MUJTAMAK 2021 : Juli - Desember
Publisher : Universitas Islam Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (537.993 KB)
|
DOI: 10.46257/jal.v1i2.363
Al-Qur’an surat Kafirun ayat 6 menjelaskan bahwa “Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku", yang memiliki makna bahwa dengan keyakinan terhadap Allah, umat Islam harus menjalankan kehidupan toleransi yang sesuai dengan tujuan penciptaan manusia yaitu hanya menyembah kepada Allah SWT. Permasalahan yaitu masyarakat yang intoleran menunjukkan lemahnya komitmen kebangsaan dan rapuhnya nasionalisme anak bangsa. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa sangat penting untuk dikuatkan jiwa nasionalisme. Tujuan pengabdian kepada masyarakat yaitu membangun jiwa nasionalisme terhadap mahasiswa melalui program..di Kampus IAIN Parepare. Manfaat dari kegiatan ini adalah memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan mahasiswa sehingga dapat menumbuhkan sikap serta perilaku yang memiliki jiwa nasionalismenya. Metode pelaksanaan menggunakan metode PAR (parcipatory action research). Hasil kegiatan yatiu mendorong langkah kongkrit dalam menyikapi disorientasi nasionalisme kaum milenial sebaga generasi pelanjut estafet pembangunan, yakni menyemai kembali nilai-nilai tradisional budaya bangsa Indonesia (local wisdoms) yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman, tanpa menafikkan eksistensi budaya lama yang baik. Oleh sebab itu, sivitas akademika, membuat rumusan kegiatan yang dapat menyediakan wahana persemaian tersebut, dan membangun hubungan kemitraan dengan lembaga-lembaga terkait kepemudaan, pemerintah daerah, serta stakeholder pembangunan nasional. Kesimpulan kegiatan ini berhasil karena dilihat dari peserta mengikuti dengan antusias, dan terlihat semangat untuk bertanya terkait membangun jiwa nasionalisme dikalangan kaum milenia.
Implementasi Peningkatan Motivasi Belajar Siswa terhadap Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di SMAN 3 Pare-pare
Ahdar Ahdar;
Musyarif Musyarif;
Munirah Munirah
Irfani Vol. 18 No. 2 (2022): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30603/ir.v18i2.2604
Artikel ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana motivasi belajar siswa SMA Negeri 3 Pare-pare terhadap bidang studi Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bidang studi melakukan berbagai usaha yang terbagi kepada usaha yang dilakukan di dalam kelas, meliputi pemberian motivasi secara langsung, pemberian tugas, mengumumkan hasil ujian, penerapan metode diskusi kelas, dan tanya jawab tentang materi, serta pembentukan kelompok belajar. Kemudian usaha yang dilakukan di luar kelas yang terkait dengan pengajian rutin, pengaktifan shalat berjamaah, ceramah setelah shalat dhuhur, pesantren kilat, dan peringatan hari besar Islam serta dialog keagamaan setiap tahun. Pada dasarnya, motivasi belajar siswa SMA Negeri 3 Pare-pare cukup tinggi terhadap bidang studi Pendidikan Agama Islam. Ini berdasarkan dengan tes motivasi yang diberikan kepada jumlah responden. Hanya saja, memang masih sangat diperlukan usaha-usaha dari guru bidang studi untuk lebih meningkatkan lagi motivasi yang sudah ada, di samping masih ada sebagian siswa yang harus mendapat perhatian dan dorongan dari guru.
Tantangan Pendidikan Islam di Indonesia pada Era Globalisasi
Ahdar;
Musyarif
Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2019): Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN PAREPARE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (481.473 KB)
|
DOI: 10.35905/alishlah.v17i1.984
Globalization has brought about the transformation of social life in various segments. Open territoriality between countries by information and communication technology. This has implications for the dimension of life especially in the existence and projection of Islamic education. Islamic education faces multidimensional and complex challenges such as technology, ideology, social, cultural, economic and political. Other challenges are professionalism, integrity, solidarity and vision. Present and future educational solutions with increased human resources include the ability to give birth to humans who can contribute to national development; the ability to produce human beings who can appreciate, enjoy and maintain the results of development, and the ability to produce humanitarian and humanitarian processes continuously towards a nation that is just and wise. Islamic education provides an effective and efficient solution in managing the social life system in the midst of multidimensional globalization.