Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengolahan dan Analisis Data Product Quality Review (PQR) Pada Sediaan Injeksi A di Industri Farmasi Nurfalah, Ani; Saptarini, Nyi Mekar
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.46709

Abstract

Industri farmasi harus menghasilkan obat berkualitas sesuai dengan tujuan penggunaannya. Suatu obat harus memiliki efikasi, manfaat, aman, serta mempunyai mutu yang konsisten yang dapat diwujudkan dengan menerapkan aspek Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Salah satu proses penerapannya dapat dilakukan dengan pengkajian mutu produk atau disebut dengan Product Quality Review. Product Quality Review merupakan evaluasi yang dilakukan secara berkala terhadap semua produk obat farmasi. Tujuan PQR adalah untuk menilai dan membuktikan standar mutu masing-masing produk obat tetap terjamin serta untuk mengidentifikasi tren dan perbaikan yang diperlukan. Pada proses pengolahan data PQR untuk sediaan Injeksi A dilakukan terhadap 11 batch record dengan parameter kritis yang digunakan yaitu pH, keseragaman volume, dan kadar bahan zat aktif. Metode yang digunakan yaitu penginputan data mentah pada Software Open Office, manajemen data, dan analisis data. Hasil yang diperoleh dari ketiga parameter kritis yang digunakan dalam produksi Injeksi A masih dapat diterima dan layak dilakukan dengan tetap adanya suatu perbaikan yang berkesinambungan untuk mencapai kapabilitas yang sesuai persyaratan (≥ 1,33) sehingga dapat menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi dan stabil.Kata Kunci: Industri farmasi, CPOB, Product Quality Review (PQR).
ARTIKEL REVIEW: PENERAPAN LEAN MANAGEMENT & SIX SIGMA SEBAGAI TOOLS DALAM PENERAPAN CONTINOUS IMPROVEMENT DI INDUSTRI FARMASI SARAH, DEWI; Saptarini, Nyi Mekar; Nugraha, Aristo Fajar; Rambia, Ikhsan
Farmaka Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i4.33164

Abstract

Continual improvement menjadi landasan dari banyak industri manufaktur di dunia karena telah terbukti mampu menghilangkan pemborosan yang memberi nilai tambah produk/jasa dari perspektif konsumen. Industri farmasi mengadopsi konsep tersebut, untuk tujuan mengefektifkan biaya dari segi cycle time, pemasaran, pengemasan, memantau rantai pasok, dan streamline proses manufaktur. Pendekatan Lean Six Sigma adalah salah satu tools yang dapat digunakan untuk melakukan continous improvement. Tujuan kajian artikel ini adalah untuk mendeskripsikan cara implementasi continuous improvement dengan pendekatan Lean Six Sigma dan pengaruhnya terhadap industri farmasi. Metode dengan cara pencarian melalui electronic database dari jurnal yang telah dipublikasi melalui Google Scholar, ProQuest, PubMed, dan ScienceDirect. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah continuous improvement, lean management, Six Sigma dan industri farmasi Hasil kajian menemukan bahwa implementasi continuous improvement dengan pendekatan Lean Six Sigma secara signifikan memberikan pengaruh positif dalam memaksimalkan keuntungan dengan meminimalkan waste selama produksi serta mengeliminasi berbagai tipe pemborosan, seperti proses yang tidak sesuai, proses yang tidak perlu, produksi berlebih, pengerjaan ulang, inventaris dan work in process serta pengangkutan material dan pengurangan penanganan.Kata kunci: perbaikan terus-menerus, perampingan manajemen, Six Sigma, industri farmasi
REVIEW: PENGARUH VARIETAS TANAMAN TERHADAP AKTIVITAS PROTEASE BROMELIN DARI KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) PUTRI, ARRAUDHA ADINDA; Saptarini, Nyi Mekar
Farmaka Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i1.39817

Abstract

Enzim bromelin merupakan enzim protease yang terkandung pada tumbuhan nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) umum digunakan dalam industri makanan dan obat-obatan. Bagian dari tumbuhan nanas umumnya digunakan pada bagian buah, sedangkan bagian seperti kulit, mahkota, dan inti nanas dijadikan limbah dan dibuang yang dimana sebenarnya bagian-bagian ini juga memiliki kandungan enzim bromelin yang dapat dimanfaatkan. Aktivitas dari enzim bromelin dipengaruhi oleh suhu dan pH. Tujuan review artikel ini adanya untuk mengetahui pengaruh dari varietas tumbuhan nanas terhadap aktivitas protease bromelin pada bagian kulit nanas. Metode dilakukan dengan cara penelusuran melalui database jurnal elektronik yaitu Google Scholar, Science Direct, Pubmed, Elsevier, dan sebagainya sehingga diperoleh 9 artikel ilmiah internasional. Pada penelitian ini mengumpulkan data aktivitas spesifik enzim bromelin pada kulit nanas, pH optimum pada rentang 3 - 8 dan suhu optimum pada rentang 30 – 70oC. Selain itu, seluruh varietas nanas telah sesuai dengan kisaran pH dan suhu optimum yang telah ditetapkan sehingga tidak terjadi kerusakan pada enzim bromelin yang terkandung di dalam kulit nanas.Kata kunci: Ananas comosus, bromelin, aktivitas bromelin, pH, suhu
Artikel Ulasan: Aktivitas Daun Sirsak (Annona muricata L.) Sebagai Antiinflamasi Pada Luka Bakar Sukmara, Sendi; Saptarini, Nyi Mekar
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 3, No 1 (2023): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v3i1.43535

Abstract

Inflamasi merupakan respon normal tubuh mengenali rangsangan berbahaya. Berdasarkan data dariRiskesdas pada tahun 2018 bahwa proporsi untuk luka bakar sebesar 1,3 untuk Indonesia dan palingbesar terjadi di Papua dengan proporsi sebesar 3. Daun sirsak (Annona muricata L.) menjadi salahsatu inovasi sekaligus solusi untuk mengatasi penanganan luka bakar yang terus meningkat. Metodepenelitian yang dilakukan adalah pencarian literatur atau studi pustaka dengan kata kunci “Annonamuricata L.”, “Anti Inflammatory Activity of Annona muricata L.”, dan “inflammation in burns” dengantahun publikasi 10 tahun terakhir dari situs valid seperti Google schoolar dan Pubmed. Literatur yangmemenuhi kriteria inklusi berjumlah 10 artikel ilmiah. Diperlukan pengkajian atau penelusuran senyawabioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai antiinflamasi pada luka bakar pada daun sirsak. Hasildari review ini adalah aktivitas antiinflamasi daun sirsak dipengaruhi oleh kandungan senyawa fenol,alkaloid dan senyawa lainnya yang berperan sebagai antioksidan alami yang telah teruji secara invitro dan in vivo sehingga dapat dimanfaatkan sebagai herba potensial dalam mengatasi luka bakardengan mekanisme sebagai antioksidan dan penghambatan mediator inflamasi.
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN TIN SEBAGAI SABUN ANTIBAKTERI DAN HAND SANITIZER DI MASA PANDEMI COVID-19 Saptarini, Nyi Mekar; Pratiwi, Rimadani; Maisyarah, Intan Timur
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i2.35600

Abstract

Daun tin (Ficus carica L.) terbukti mengandung metabolit sekunder yang memberikan aktivitas antibakteri. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) kali ini adalah memanfaatkan daun tin dan tanaman pekarangan sebagai bahan aktif untuk membuat sabun antibakteri dan hand sanitizer. Kegiatan ini dilakukan secara hybrid, yaitu secara daring dan luring. Kegiatan daring dilakukan dengan membuat pembuatan video tutorial pembuatan sabun antibakteri dan hand sanitizer menggunakan tanaman yang ada di sekitar tempat tinggal mahasiswa, kemudian diunggah di media social. Kegiatan luring dilakukan dengan sosialisasi cara mencuci tangan yang baik disertai pemberian sabun antibakteri, hand sanitizer, leaflet, dan poster. Hasil yang diamati adalah jumlah dan respons masyarakat yang menonton video tutorial serta meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai cara mencuci tangan yang baik. Video tutorial pembuatan sabun antibakteri dan hand sanitizer memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat, bahwa kedua sediaan tersebut dapat dibuat dengan mudah menggunakan tanaman yang ada di sekitar tempat tinggal. Simpulan kegiatan ini adalah PKM membuka wawasan masyarakat mengenai kemudahan pembuatan sabun antibakteri dan hand sanitizer serta peluang wirausahanya di masa pandemic COVID-19 yang sangat memerlukan sabun antibakteri dan hand sanitizer untuk memutuskan rantai penyebaran COVID-19.
Formulasi Orally Disintegrating Tablets Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Sebagai Antioksidan Yedi Herdiana; Nyi Mekar Saptarini; Laura Natalia
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Farmasi Galenika Volume 3 No. 2, 2016
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan tanaman yang banyak digunakan sebagai minuman kesehatan yang memiliki banyak khasiat, salah satunya sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan Orally Disintegrating Tablets (ODT) ekstrak secang sebagai antioksidan, yang memenuhi persyaratan sediaan farmasi. ODT diharapkan akan mengalami disintegrasi cepat dalam mulut. Dibuat tiga formula ODT dengan metode kempa langsung dengan variasi konsentrasi HPMC yaitu 3%, 4%, dan 5%. Evaluasi massa cetak meliputi susut pengeringan, laju alir dan sudut istirahat, kerapatan nyata, kerapatan mampat, dan kompresibilitas. Evaluasi hasil cetak meliputi keseragaman ukuran, keseragaman bobot, friabilitas, waktu hancur, dan kekerasan. Uji aktivitas antioksidan ODT menggunakan metode Diphenylpicylhydrazyl (DPPH). Uji efektifitas sediaan ditentukan dengan mengukur aktivitas antioksidan dari sediaan ODT. Hasil penelitian menunjukkan formula sediaan ODT dapat memenuhi semua persyaratan sebagai suatu sediaan farmasi menurut Farmakope Indonesia IV. Hasil pengujian antioksidan terhadap ketiga formula ODT ekstrak secang tergolong dalam kategori antioksidan sangat kuat karena nilai IC50 kurang dari 50 ppm.
Education on the Production of Fig Leaves Extract Hand Sanitizer in Cilayung Village, Jatinangor Nyi Mekar Saptarini; Resmi Mustarichie; Diah Lia Aulifa; Rini Hendriani
ETHOS: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2024): (Januari, 2024) Ethos: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Sai
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v12i1.2582

Abstract

Abstract. During the COVID-19 pandemic, people are advised to always wash their hands using soap and running water or hand sanitizer. Concerns about dangerous chemicals in hand sanitizers encouraged us to carry out community service in villages close to our campus, namely Cilayung Village, Jatinangor, West Java. In this activity, we used the fig plant, which was proven to have antibacterial activity. This community service aims to use fig leaf extract as an active ingredient in hand sanitizer. The method used is simple technology on a household scale: boiling fig leaves to obtain an extract, which is then formulated into a hand sanitizer. Before the activity, we optimized the formula of hand sanitizer from fig leaves. During community service, we provide education on fig leaves which have antibacterial activity, accompanied by making your own (do-it-yourself) hand sanitizer that can be used every day. The result, which is assessed through an interactive quiz, shows that education can increase participants’ knowledge regarding the use of fig leaves, and they can process fig leaves into hand sanitizer. The conclusion is that people know the benefits of fig leaves and how to process them into hand sanitizer.
Tinjauan Persiapan Sertifikasi Halal di Industri Farmasi : Studi Kasus Analisis Titik Kritis Kehalalan Bahan Aktif dan Eksipien Priskila Margaretha; Nyi Mekar Saptarini
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2025): September : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v3i5.1619

Abstract

Indonesia, as the country with the largest Muslim population in the world, has a significant demand for halal products, including pharmaceuticals. Halal certification serves not only as a regulatory compliance requirement but also as a strategic tool to build consumer trust, ensuring that products meet both religious and quality standards. This article aims to descriptively examine the process and challenges of preparing for halal certification in the pharmaceutical industry, focusing on the evaluation of active pharmaceutical ingredients (APIs) and excipients. The study is based on firsthand experience during a pharmacist professional practice (PKPA) at a national pharmaceutical company. Key areas of focus include material flowchart analysis, identification of critical non-halal points, and the implementation of the Halal Product Assurance System SJPH, in line with Indonesian halal regulatory frameworks. The findings highlight the importance of systematically identifying critical points, especially in evaluating the origin and status of materials such as alcohol, enzymes, and activated carbon, which frequently raise concerns in halal compliance. Furthermore, successful implementation requires comprehensive documentation, revision of standard operating procedures (SOPs), and staff training to ensure traceability and consistency throughout the supply chain. Collaboration with the Indonesian Ulema Council (MUI) and the Halal Product Assurance Organizing Agency (BPJPH) is also vital for technical guidance and certification processes. The study concludes that a structured and integrated approach to halal assurance not only facilitates certification but also enhances operational quality and market competitiveness. This study is expected to provide practical insights for pharmaceutical industries in effectively and sustainably implementing halal regulations, contributing to broader consumer protection and industry accountability.
Artikel Review: Perangkat Metode Manajemen Risiko Mutu Di Industri Farmasi Made Ayu Wardina; Nyi Mekar Saptarini; Ikhsan Rambia
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i1.pp8-21

Abstract

Manajemen Risiko Mutu (QRM) adalah komponen penting dalam industri farmasi karena memungkinkan untuk menjaga kualitas obat dengan menilai, mengontrol, mengomunikasikan, dan mengkaji risiko sepanjang siklus hidup produk. Tujuan dari pengamatan literatur ini adalah untuk mempelajari prosedur yang digunakan dalam industri farmasi untuk mengelola risiko, serta sumber daya yang tersedia untuk menilai risiko. Untuk menyusun artikel ini, Google Scholar digunakan untuk mencari literatur dengan kata kunci seperti "Manajemen Risiko Mutu", "Manajemen Risiko Mutu dalam Industri Farmasi". Hasil pengamatan menunjukkan bahwa metode manajemen risiko mutu di industri farmasi seperti FMEA, FTA, HAZOP, HACCP, rangking dan filtering risiko, dan diagram sebab/akibat dapat mengurangi kemungkinan risiko yang dapat diterima. Berdasarkan hasil tinjauan literatur dapat disimpulkan bahwa ada beberapa metode dalam manajemen risiko mutu dapat mengendalikan risiko secara efisien sehingga masalah dapat teridentifikasi dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja jika dikelola dengan baik. Tinjauan literatur menunjukkan bahwa berbagai pendekatan manajemen risiko mutu dapat mengendalikan risiko secara efektif. Hasilnya menunjukkan bahwa masalah yang ditemukan dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas jika dikelola dengan baik.
Evaluasi Emisi Karbon Dioksida (CO₂) Proses Granulasi pada Produksi Tablet Y di Pabrik X Nurdin, Halwa Aulia; Saptarini, Nyi Mekar; Bactiar, Bagus Muhti
Majalah Farmasetika Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i1.68236

Abstract

Emisi karbon dioksida (CO₂) merupakan indikator penting dalam menilai dampak aktivitas energi dan industri terhadap lingkungan. Pada tahun 2024, total emisi CO₂ dari penggunaan bahan bakar fosil dan industri di Indonesia mencapai 812,22 juta ton, yang setara dengan 2,1% dari total emisi global dan 3,47% dari total emisi CO₂ benua asia. Meskipun kontribusi sektor industri tertentu relatif kecil dalam skala nasional, emisi dari proses produksi tetap memberikan dampak yang signifikan pada akumulasi emisi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses granulasi tablet Y di Pabrik X dengan metode observasional-deskriptif pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan mengkaji durasi pelaksanaan serta emisi CO₂ yang dihasilkan selama proses granulasi tablet Y yang diproduksi pada periode Januari-Desember 2024. Proses granulasi dilakukan dalam sistem batch dengan kapasitas 845.000 kg (1.300.000 tablet) per batch. Hasil yang didapatkan proses granulasi tersebut menghasilkan emisi sebesar 596.409 gram per batch dan mencapai 40,5 ton per tahun. Temuan ini menegaskan bahwa upaya mitigasi pada level industri memiliki peranan penting dalam mendukung strategi pengurangan emisi nasional serta pencapaian target pengendalian perubahan iklim.