Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI PHILOSOPHIES TEORI CARING OLEH JEAN WATSON PADA PASIEN SEBELUM TINDAKAN ESHOPAGOGASTRODUODENOSKOPI DI UNIT ENDOSKOPI RS PRIMAYA BEKASI TIMUR Bayu Aji Sismanto; Irna Nursanti
ZAHRA: JOURNAL OF HEALTH AND MEDICAL RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : CV. ADIBA ADISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The effect of the patient's anxiety before performing an esophagogastroduodenoscopy (EGD) action affects the patients' hemodynamics, it can affect the process of such actions when they are performed, usually anxieties are affected by the feeling of being that appears as a result of poor perception of the action to be done, negative perceptions appear often caused by a lack of information about the actions to be performed. Nursing care is very influential to the patient, one of the nursing model theories that can be applied to patients undergoing esophagogastroduodenoscopy (EGD) with the theory of Human Caring by Jean Watson. The nursing process focuses more on health promotion, disease prevention, care for the sick, and physical recovery. The author differentiates the nursing case/orphanage report by applying Jean Watson's model theory using nursery process methods that include the examination, diagnosis, planning, implementation and evaluation of these nurses' orphanages. The result of the implementation that has been done is that the patient feels a change in perception in which the patient experiences a decrease in the level of anxiety after performing a personal caring approach in accordance with Jean Watson's Model Theory.
PENERAPAN KONSEP TEORI MODEL KEPERAWATAN MADELEINE M LEININGER MODEL KONSEPTUAL KULTUR KEPERAWATAN PADA ASUHAN KEPRAWATAN ULKUS CRURIS DEXTRA DI RUANGAN RAWAT INAP Suharjo, Suharjo; Irna Nursanti
ZAHRA: JOURNAL OF HEALTH AND MEDICAL RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : CV. ADIBA ADISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the application of nursing care to Mrs. S with dextra cruris ulcers, referring to the nursing model and theory of Madeleine M. Leininger's concept. The case study method was used with a nursing approach based on Leininger's theory. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and documentation studies using an assessment format according to the theory. The results of the assessment identified factors such as technology, social, cultural values, policies, economics, and education that influence nursing care. Two nursing problems were found, namely Ineffective Health Maintenance and ineffective breathing patterns. Interventions were based on the Standardized Individualized Nursing Steps (SLKI) and Standardized Individualized Nursing Interactions (SIKI). After three days of nursing care, both problems were partially resolved. The conclusion of the study emphasizes the importance of nurses in providing quality nursing care with the Madeleine M. Leininger approach. It is hoped that this will improve overall nursing services.
Penerapan Asuhan Keperawatan Dengan Sistem Model Pamela G. Reed Tri Lestari; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember (on going)
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/66nzh035

Abstract

Teori Pamela G. Reed pada pasien kanker yang menekankan pada teori Self-Transcendence, Pamela G. Reed menjelaskan bahwa individu dapat mengembangkan kemampuan melampaui keterbatasan fisik maupun emosional yang menghadapi kondisi mengancam jiwa seperti penyakit kronis kanker. Ketika perubahan tubuh, pengalaman nyeri, kecemasan dan ketidakpastian pengobatan pada pasien kanker akan meningkatkan kerentanan, yang kemudian dapat mempengaruhi proses transcendence ketika dukungan terapeutik diberikan. Self-Transcendence selanjutnya dapat berperan sebagai mediator untuk menghubungkan antara kerentanan dan kualitas hidup. Perawat berperan membantu pasien membantu pasien memperluas makna hidup melalui refleksi diri, hubungan interpersonal dan harapan sehingga pasien dapat beradaptasi dengan penyakitnya. Self-transcendence dalam konteks kanker terbukti mendukung peningkatan kesejahteraan, ketenangan, dan kualitas hidup. Sehingga demikian dengan teori Reed dapat menjadikan landasan teori yang relevan, perawat dalam memberikan intervensi keperawatan yang holistik bagi pasien kanker.
Teori Keperawatan Hildegard E. Peplau : Hubungan Interpersonal  Ruth; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember (on going)
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/2fckcm78

Abstract

Teori Hubungan Interpersonal  Hildegard E Peplau dalam konteks keperawatan psikodinamik. Memaparkan konsep dasar  teori, fokus pada aspek keperawatan, manusia, lingkungan, dan kesehatan. Analisis kasus memperlihatkan penerapan teori dalam pengelolaan kecemasan pasien. Kelebihannya melibatkan peningkatan kejiwaan, penurunan kecemasan, dan pemberian asuhan yang lebih baik. Namun, teori ini memiliki kekurangan terutama dalam penekanan pada aspek psikologis dan kurangnya perhatian pada lingkungan fisik. Kesimpulan menekankan pada pentingnya menggabungkan pendekatan holistik untuk meningkatkan efektivitas asuhan keperawatan.
Model Teori Konsep Keperawatan Katharine Kolcaba : Teori Kenyamanan Pada Asuhan Keperawatan Pasien Dengan CA Fibrosarcoma Nia Triani; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember (on going)
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/p1frzf30

Abstract

Penggunaan teori kenyamanan Kolcaba mudah diterapkan dan berguna untuk mengatasi berbagai kebutuhan kenyamanan pasien. Pemenuhan kenyamanan holistik melalui indikator relief (kebebasan), ease (ketenangan), transcendence (kebahagiaan). Tinjauan literatur ini dilakukan dengan mengumpulkan artikel dan textbox dari database seperti Google Search, Google Scholar. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kata kunci “Comfort”, “Katharine Kolcaba”, “Perawat” dan “asuhan keperawatan Ca-fibrosarcoma”. Artikel yang dipilih adalah yang berfokus pada practice theory Katharine Kolcaba tentang Comfort di Perawatan pasien kanker. Hasil studi didapatkan teori comfort sangat membantu dalam pemberian asuhan keperawatan pasien kanker, melalui perasaan nyaman memfasilitasi munculnya respon sinergis, organisme, multidimensional dapat mempengaruhi proses penyembuhan. Sehingga teori comfort sangat direkomendasikan dalam pemberian intervensi keperawatan pasien Ca. Intervensi keperawatan dalam empat konteks holistik mengarah pada berbagai cara untuk membantu pasien mendapatkan kelegaan, ketenteraman atau transendensi. Menggunakan teori kenyamanan dapat membantu perawat dalam menilai dan mengidentifikasi kebutuhan pasien dan dalam pemberian intervensi keperawatan.
Konsep Model Keperawatan Berdasarkan Self Transcendence Theory Pamela G. Reed Ni Wayan Rindiasih; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember (on going)
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/r6tpdg73

Abstract

Makalah ini membahas teori dan model konseptual keperawatan yang dikembangkan oleh Pamela G. Reed yaitu Self-Transcendence Theory.  Teori transendensi diri memiliki 3 konsep utama dan 2 konsep tambahan. Tiga konsep utama yaitu vulnerability (kerentanan), self transcendence (transendensi diri) dan well-being (kesejahteraan). Sedangkan 2 konsep tambahan yaitu moderating mediating factors (faktor-faktor yang mempengaruhi proses transendensi diri yang dapat mempengaruhi hubungan antara vulnerability dengan self-transcendence dan antara self-transcendence dengan well-being) dan point of intervention (tindakan keperawatan yang memfasilitasi self-transcendence). Teori ini menjelaskan bahwa individu yang mengalami kerentanan (vulnerability) akibat penyakit, penuaan, atau krisis kehidupan dapat mencapai kesejahteraan dengan memperluas kesadaran diri melampaui batas-batas personal, sosial, dan spiritual. Dalam konteks keperawatan, perawat berperan sebagai fasilitator untuk membantu klien menemukan makna positif, memperkuat dimensi spiritual, dan mencapai keseimbangan emosional. Makalah ini juga mengaitkan teori Reed dengan paradigma keperawatan yang meliputi manusia, lingkungan, kesehatan, dan keperawatan. Penerapan teori dijelaskan melalui studi kasus pasien dengan Ca buccal stadium lanjut, di mana intervensi keperawatan dilakukan untuk mengatasi isolasi sosial, gangguan citra tubuh, ansietas, dan proses berduka menggunakan pendekatan spiritual dan humanistik. Analisis menunjukkan bahwa teori ini memiliki kekuatan dalam penerapan pada masalah psikososial dan spiritual pasien, meskipun memiliki keterbatasan dalam menjelaskan variabel secara konkret dan aplikasi pada kasus fisik kompleks.
Penerapan Asuhan Keperawatan Dengan Teori Sunrise Model Madeleine Leininger Rinni Novella Simatupang; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember (on going)
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/r6amsb45

Abstract

Perawatan keperawatan yang sensitif budaya sangat penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, terutama pada masyarakat dengan kepercayaan tradisional yang kuat. Dalam praktiknya, masih banyak keluarga yang menggunakan cara perawatan turun-temurun, termasuk dalam merawat tali pusat bayi, sehingga berpotensi menimbulkan risiko infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan teori keperawatan transkultural Madeleine Leininger dalam asuhan keperawatan bayi dengan risiko infeksi tali pusat akibat praktik budaya penggunaan bubuk kopi. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada seorang bayi usia 10 hari dengan tanda iritasi dan risiko infeksi pada area tali pusat. Proses keperawatan diterapkan berdasarkan pendekatan Transcultural Nursing Theory menggunakan Sunrise Model. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi faktor budaya, keyakinan, sosial, pendidikan, serta ekonomi yang mempengaruhi perawatan bayi. Instrumen evaluasi menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI. Hasil menunjukkan bahwa praktik pemberian bubuk kopi pada tali pusat dilakukan karena kepercayaan budaya keluarga. Setelah dilakukan edukasi berbasis budaya dan negosiasi (culture care accommodation), keluarga memahami risiko infeksi dan bersedia mengganti perawatan dengan metode steril. Kondisi tali pusat bayi membaik, kemerahan berkurang, dan tidak ditemukan tanda infeksi lanjutan. Teori transkultural Leininger efektif membantu perawat menyesuaikan intervensi dengan nilai budaya pasien tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Pendekatan ini meningkatkan kepatuhan keluarga dan mengurangi risiko infeksi, serta memperkuat hubungan terapeutik dalam praktik keperawatan.
Konsep Model Teori Ramona T. Mercer Pada Asuhan Keperawatan Ibu Melahirkan Yunike Edmaningsih; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember (on going)
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/xymzfc37

Abstract

Teori Maternal Role Attainment–Becoming a Mother oleh Ramona T. Mercer menjelaskan proses adaptasi perempuan menjadi seorang ibu melalui pengaruh faktor individu dan lingkungan. Pada kasus Ny. A, seorang ibu postpartum, teori ini digunakan untuk memahami masalah menyusui tidak efektif, ansietas, serta kesiapan peningkatan peran sebagai orang tua. Pengkajian dilakukan menggunakan model ekologi Mercer (mikro–meso–makro), yang menunjukkan bahwa faktor mikrosistem berupa pelekatan ibu–bayi, pengalaman menyusui awal, dan kecemasan personal berkontribusi pada masalah utama. Mesosistem, seperti dukungan suami dan tenaga kesehatan, menjadi faktor protektif yang memperkuat kesiapan peran ibu. Sementara itu, makrosistem berupa nilai budaya dan harapan sosial terkait keberhasilan menyusui turut mempengaruhi persepsi diri Ny. A. Intervensi berbasis SDKI, SLKI, dan SIKI diberikan melalui konseling menyusui, manajemen ansietas, serta edukasi peran orang tua. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan menyusui, penurunan kecemasan, dan penguatan adaptasi peran ibu. Temuan ini menegaskan bahwa teori Mercer efektif digunakan sebagai pendekatan holistik dalam asuhan keperawatan ibu postpartum.
Penerapan Model Konsep Teori Keperawatan Katherine Kolcaba Suwalgiyah; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember (on going)
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/2a952966

Abstract

Kolcaba’s Comfort Theory emphasizes the fulfillment of patient comfort through relief, ease, and transcendence across physical, psychospiritual, sociocultural, and environmental dimensions. This framework is highly relevant for fracture patients who often experience pain, anxiety, and sleep problems. This case study describes the application of Comfort Theory in nursing assessment, intervention, and evaluation for a 65-year-old woman (Mrs. G) with a closed distal radius fracture who underwent ORIF. Assessment was guided by Kolcaba’s comfort taxonomy, and nursing diagnoses were determined using the Indonesian Nursing Diagnosis Standards (SDKI). Interventions were structured into standard comfort measures, coaching, and comfort food for the soul, with outcomes evaluated using pain scores, behavioral observations, and subjective reports. The interventions resulted in a reduction of pain from 5 to 2, decreased anxiety reflected in more relaxed behavior and stable vital signs, and improved sleep quality with about five hours of uninterrupted rest. The patient also showed better participation in light ROM exercises and demonstrated more adaptive coping and optimism. Overall, increases in relief, ease, and transcendence were achieved. In conclusion, applying Kolcaba’s Comfort Theory effectively enhanced multidimensional comfort in a patient with a distal radius fracture. Strengthening nurse competencies, improving the care environment, and institutional support are recommended to optimize comfort-based nursing care.
Konsep Teori Model Keperawatan Madeleine Leininger Pada Asuhan Keperawatan Pasien Tn. T Dengan Diabetes Melitus, CKD di RSU Bhakti Asih Etti Sumyati; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember (on going)
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/je3ct332

Abstract

Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif. Pemahaman yang benar pada diri perawat mengenai budaya klien,baik individu ,keluarga,kelompok maupun Masyarakat,dapat mencegah terjadinya culture shock maupun culture imposition. Perawatan (care) merupakan esensi dari keperawatan,dan perawatan harus kongruen secara budaya  (culturally congruent) untuk mencapai kesehatan yang efektif.Intervensi dan implementasi Tn.T berdasarkan teori model Madeleine Leininger, disesuaikan dengan pedoman keperawatan transkultural yaitu : cultural care accommodation and negotiation ( negosiasi budaya ) intervensi keperawatan ini dilakukan untuk membantu klien beradaptasi terhadap budaya tertentu yang lebih menguntungkan.