Claim Missing Document
Check
Articles

Teori Model Keperawatan Nola J Pender Pada Asuhan Keperawatan Dengan TB Paru di Ruang Heliconia RS Grha Permata  Ibu Depok Dwi Ayu Fajar; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember (on going)
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/7c981g37

Abstract

Dalam penelitian ini, Nola J. Pender membuat model Health Promotion (HPM) untuk membantu pasien dengan tuberkulosis paru (TB Paru) di Ruang Heliconia RS Grha Permata Ibu Depok. Dengan mempertimbangkan manusia sebagai makhluk biopsikososial yang berinteraksi secara aktif dengan lingkungannya untuk mencapai kesejahteraan optimal, teori ini menekankan pentingnya promosi kesehatan dan pencegahan primer. Melalui pendekatan HPM, perawat membantu pasien meningkatkan kesadaran diri, motivasi, dan perilaku hidup sehat. Akibat efek samping obat dan kurangnya pemahaman tentang penyakit mereka, pasien tuberkulosis paru-paru dalam studi kasus mengalami ketidakpatuhan minum obat. Faktor-faktor individu, kognitif, dan sosial yang mempengaruhi perilaku kesehatan pasien diidentifikasi melalui penerapan model Pender. Selain itu, dirancang intervensi seperti edukasi kesehatan, dukungan sosial, dan promosi nutrisi. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan, kepatuhan pengobatan, dan perbaikan status gizi pasien. Oleh karena itu, dengan menggunakan pendekatan holistik dan promotif, teori Nola J. Pender berhasil meningkatkan perilaku kesehatan dan mempercepat proses penyembuhan pasien TB paru.
Model Teori Konsep Keperawatan Hildegard E. Peplau Interpersonal Process Joko Relo Sutopo; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember (on going)
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/pwm90g76

Abstract

Makalah ini mengangkat judul "Theory Hildegard E. Peplau" yang disusun menggunakan metode deskriptif dengan sumber primer buku dan jurnal, buku, serta media internet sebagai sekunder (pendukung). Makalah ini disusun sistematis sesuai aturan penulisan makalah pada umumnya. Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen pembimbing atas dukungan serta saran dalam proses penyusunan makalah ini sehingga makalah ini bisa diselesaikan tepat waktu. Penyusunan makalah ini akan terus disempurnakan. Segala kritik dan saran yang membangun senantiasa kami harapkan demi penyempurnaan makalah ini. Permohonan maaf juga kami haturkan apabila mempunyai kekurangan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam eksplorasi di dunia kesehatan khususnya dalam proses penerapan asuhan keperawatan menggunakan Theory Hildegard E. Paplau.
Konsep Teori Model Keperawatan Adaptasi Imogene King Pada Asuhan Keperawatan Pasien Tn. J Dengan Paliatif Kanker Paru Di Rs Kanker Dharmais Ito Iswati; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember (on going)
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/y8gpr174

Abstract

Latar Belakang: Imogene King adalah salah satu pakar dibidang ilmu keperawatan yang dikenal dengan teorinya sebagai teori sistem terbuka. Teori king menjelaskan dan mempelajari sistem manusia berinteraksi dengan merancang sebuah kerangka kerja konseptual tentang variabel saling bergantung dan konsep yang saling terkait. Kerangka konseptual Imogene M.King menjelaskan pandangan yang komprehensif tentang system. Dari tiga sistem yang saling berinteraksi dan berinteraksi secara dinamis, tersebut termasuk: Sistem Individu, Sistem Interpersonal, dan Sistem Sosial yang merupakan Grand Theory. Dari pengembangan teori King ini telah banyak dipergunakan dan dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan model praktik keperawatan dan menjadi pedoman dalam melaksanakan, praktik keperawatan, pendidikan keperawatan, administrasi dan manajemen asuhan keperawatan, dan bidang penelitian (Patria ,2023) Metode:Metode penulisan ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) Penerapan kasus dengan konsep teori Imogene King, Tujuan: mendapatkan gambaran model konseptual dari Imogene King.
Model Teori Keperawatan Katharine Kolcaba Pada Asuhan Keperawatan Dengan Selulitis Ayu Sundari; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember (on going)
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/6tcbt595

Abstract

Latar Belakang: Katharine Kolcaba awalnya menulis kenyamanan dengan pasien Alzheimer dan demensia.  Kolcaba telah menulis beberapa artikel tentang cakupan keperawatan terkait teorinya. Ketika kolcaba mengembangkan teorinya, ia menggunakan penalaran logis, kolcaba menggunakan kerangka yang sudah ada sebelumnya untuk mensintesis atau mengidentifikasi jenis kenyamanan dan berdasar pengalaman, beliau melakukan pengembangan teori keperawatan untuk mengembangkan teori kenyamanan dan praktik, sebuah visi untuk perawatan dan riset kesehatan holistik. Ia juga memulai konsep analisis istilah, “comfort”. Katherine kolcaba mengumpulkan definisi, “kenyamanan” dari berbagai disiplin ilmu. Sejak itulah Katherine Kolcaba melandaskan kembali bahwa dalam pelayanan kesehatan harus ada suatu kenyamanan hingga ia membuat teori yang disebut “Comfort Theory and Practice: a Vision for Holistic Health Care And Research”. Tujuan: untuk memahami teori middle range Katharine kolcaba tentang kenyamanan dan mengaplikasikan dalam asuhan keperawatan. Metode: Pada penelitian ini menggunakan jenis pendekatan penelitian dengan Studi Kepustakaan (Library Research). Studi Kepustakaan adalah mempelajari berbagai buku referensi serta hasil penelitian sebelumnya yang sejenis dan berguna untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti menurut Sarwono (dalam Yeni 2024). Pada penelitian ini menggunakan buku, jurnal, makalah serta biografi tentang Katharine Kolcaba. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan asuhan keperawatan nyeri sudah berkurang dan pasien dapat mengontrol nyeri. Kesimpulan: Dalam bidang penelitian, kolcaba menciptakan suatu instrumen penelitian dalam melakukan pengukuran level kenyamanan pada seorang pasien sebagai suatu tolak ukur capaian dengan menggunakan skala pengukuran kenyamanan pada lingkup rumah sakit dan lingkungan.
Konsep Teori Model Keperawatan Dorothea Orem Pada Asuhan Keperawatan Pasien Pasca Hospitalisasi Rival Wastu Kencana; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember (on going)
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/6nar0191

Abstract

Pelayanan keperawatan profesional memerlukan penerapan model konseptual. Self-Care Deficit Theory oleh Dorothea Orem relevan bagi pasien pasca hospitalisasi yang sering mengalami defisit perawatan diri dan kecemasan. Teori ini berfokus pada peningkatan kemampuan individu untuk melakukan perawatan diri secara mandiri guna mencapai kesehatan optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep Self-Care Deficit Nursing Theory Orem, keterkaitannya dengan paradigma keperawatan, dan menguraikan penerapannya dalam asuhan keperawatan pasien pasca hospitalisasi. Penelitian ini menggunakan studi konseptual dan analisis kasus. Pengkajian dilakukan berdasarkan tiga pilar Orem: Basic Conditioning Factors, Therapeutic Self-Care Demand, dan Self-Care Agency. Kasus yang dianalisis adalah seorang pasien pasca hospitalisasi dengan Anemia yang mengalami defisit seperti intoleransi aktivitas, ansietas, dan risiko jatuh. Terdapat Self-Care Deficit yang jelas akibat ketidakseimbangan antara Self-care Agency yang rendah dan Therapeutic Self-care Demand yang tinggi. Sistem keperawatan yang diterapkan bervariasi: Partly Compensatory System untuk Intoleransi Aktivitas dan Supportive-Educative System untuk Ansietas dan Risiko Jatuh. Evaluasi menunjukkan bahwa intervensi berhasil meningkatkan kemampuan perawatan diri pasien dan mengurangi keluhan, didukung oleh peran penting dukungan keluarga. Penerapan Self-Care Deficit Nursing Theory Orem adalah kerangka kerja yang efektif untuk menilai kemandirian, mengidentifikasi defisit, dan merancang intervensi spesifik. Tujuannya adalah membantu pasien pasca hospitalisasi mencapai kemandirian dalam perawatan diri, mengurangi ketergantungan, dan mengoptimalkan perawatan di rumah.