Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Kualitas Spermatozoa Ayam Kampung dengan Penambahan Vitamin E Dalam Pakan Darni Darni; Takdir Saili; Syam Rahadi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 3, No 1 (2021): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v3i1.16897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas spermatozoa ayam kampung yang ditambahkan vitamin E dalam pakan. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Unit IlmuTernak Unggas dan penelitian kualitas spermatozoa dilaksanakan di Laboratorium Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Pembibitan Ternak Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara pada bulan Februari 2017 selama 3 minggu. Pengamatan dilakukan pada karakteristik semen segar ayam kampung yang ditampung dari 16 ekor ayam kampung jantan yang berumur ± 7 sampai 8 bulan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Dengan penambahan vitamin E per 1000 gram pakan yang terdiri dari : kontrol (P0), 5 IU (P1), 10 IU (P2) dan 15 IU (P3).Variabel yang diamati adalah volume semen, pH semen, warna semen, bau semen, konsistensi semen, gerakanmassa spermatozoa, persentasemotilitas spermatozoa dan konsentrasi spermatozoa ayam kampong. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitianmenunjukkanbahwapenambahan vitamin E dalam pakan pada level yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap volume semen, pH semen, warna semen, bau semen, konsistensi semen, gerakanmassa spermatozoa, persentase motilitas spermatozoa dan konsentrasi spermatozoa ayam kampung. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan vitamin E dalam pakan tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas makroskopis maupun mikroskopis spermatozoa ayam kampung.
Pengaruh Penggunaan Gallipro® dalam Pakan terhadap Performans Produksi Ayam Petelur Strain Isa Brown Darfia Darfia; Hamdan Has; Audy Joinaldy; Syam Rahadi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 3 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i3.16999

Abstract

Gallipro® merupakan salah satu probiotik yang ditujukan untuk meningkatkan berat badan dan meningkatkan efisiensi pakan pada unggas, yang dalam aplikasinya dapat dikombinasikan dengan semua aditif pakan dan antibiotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan Gallipro® sebagai probiotik dalam pakan terhadap performans produksi ayam petelur strain isa brown. Materi penelitian berupa ayam petelur strain isa brown sebanyak 200 ekor umur 37-40 minggu yang dipelihara salama 4 minggu dengan pakan komplit mash ayam petelur CP-36 yang diproduksi oleh PT. Sinar Terang Madani dan aditif pakan Gallipro®. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan ransum perlakuan P0 (pakan tanpa pemberian gallipro®), P1 (penambahan Gallipro® 0,050%), P2 (penambahan Gallipro® 0,075%), dan P3 (penambahan Gallipro® 0,100%). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Gallipro® dalam pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, hen day production (HDP), berat telur, dan konversi pakan.
Kualitas Semen Kambing Peranakan Etawah dengan Penambahan Lesitin Kedelai dalam Pengencer Tris Aminomethane Kuning Telur pada Penyimpanan Suhu 3-5ºC. Ardiansyah Ardiansyah; Takdir Saili; Syam Rahadi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i1.11162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mensubtitusikan sebagian konsentrasi Tris kuning telur dengan lesitin kedelai yang baik untuk pengenceran semen kambing peranakan etawah (PE). Semen yang diambil berasal dari 1 ekor kambing jantan. Semen ditampung sebanyak dua kali menggunakan vagina buatan dan dievaluasi secara makroskopis dan mikroskopis. Semen segar yang diamati memiliki rataan motilitas spermatozoa 90%, volume 1,05, warna krem susu, konsistensi kental, konsentrasi spermatozoa 1.492,50 juta/sel, dan spermatozoa abnormal 1,3%. Semen yang didapat diproses lebih lanjut. Masing-masing spermatozoa dibagi menjadi lima tabung. Empat tabung diencerkan dengan P1 (2,5% lesitin kedelai), P2 (5% lesitin kedelai), P4 (7,5% lesitin kedelai), dan P4 (10% lesitin kedelai). Satu tabung lainnya diencerkan dengan Tris kuning telur dengan konsentrasi spermatozoa 50 juta/ml. Semen kemudian disimpan pada suhu 3-5ºC dan diamati motilitas dan viabilitas spermatozoa setiap 12 jam hingga 48 jam penyimpanan. Setelah 48 jam penyimpanan hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa konsentrasi 2,5% merupakan pengencer spermatozoa terbaik dalam mempertahankan motilitas spermatozoa dan viabilitas spermatozoa bila dibandingkan dalam berbagai konsentrasi 5%, 7,5% dan 10%. Untuk tujuan inseminasi buatan, pengencer P1 (2,5% lesitin kedelai), dan P3 (7,5% lesitin kedelai) dapat digunakan hingga 48 jam penyimpanan.
Identifikasi dan Pemetaan Potensi Peternakan Melalui FGD di Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Nambo, Kota Kendari Bain, Ali; Sani, La Ode Arsad; Rahman, Rahman; Kurniawan, Widhi; Rahadi, Syam; Hakim, Muh Haidir
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7400

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi peternakan di Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Nambo, Kota Kendari sebagai dasar pengembangan usaha peternakan berbasis sumber daya lokal dan partisipasi masyarakat. Kegiatan dilaksanakan oleh dosen Peternakan Universitas Halu Oleo bersama perangkat kelurahan dan kelompok peternak di Kelurahan Tobimeita melalui pendekatan Focus Group Discussion (FGD Fakultas) . Metode ini digunakan untuk menggali informasi mengenai potensi, kelemahan, dan peluang pengembangan subsektor peternakan di wilayah tersebut. Hasil FGD menunjukkan terdapat tiga komoditas utama yang berpotensi dikembangkan, yaitu sapi potong, ayam kampung, dan maggot (larva Black Soldier Fly ) . Dari ketiganya, maggot ditetapkan sebagai prioritas utama karena memiliki nilai ekonomi, ekologis, dan sosial yang tinggi. Budidaya maggot dinilai mampu menekan biaya pakan melalui penyediaan sumber protein alternatif, sekaligus berperan dalam pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendorong peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan usaha peternakan lokal. Hasil kegiatan diharapkan menjadi dasar bagi penyusunan program pelatihan, pendampingan, dan penguatan kelembagaan peternak guna mewujudkan peternakan yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Kelurahan Tobimeita.
Optimizing Cattle Farm Waste Management Through the Application of Biogas Technology in Kondoano Village, Mowila Subdistrict, South Konawe Regency Has, Hamdan; Aka, Rahim; Rahadi, Syam; Fadilla, Zahra Jinan; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Indonesian Journal of Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47540/ijcs.v4i2.2365

Abstract

Cattle waste is one of the common problems in cattle farms. Through proper processing, waste can be turned into new products with higher added value. This community service program takes the form of technical guidance provided by the Faculty of Animal Husbandry Team at Halu Oleo University to farmers. This activity aims to improve farmers' knowledge and skills in processing ruminant manure waste so that it can become an alternative energy source through the use of biogas technology. This activity was carried out in Kondoano Village, Mowila District, South Konawe Regency. The method of implementation began with a site survey, analysis of the problems experienced, exploration of the potential in Kondoano Village, technical guidance, and evaluation of the activities. Kondoano farmers were given additional knowledge through technical guidance on the application of biogas technology by utilizing livestock waste to produce energy and reduce environmental pollution. This activity involved a team of lecturers from the UHO Faculty of Animal Husbandry, students, and farmers. This technical guidance has been able to provide additional knowledge for the community to independently process livestock waste into biogas.
Principal Component Analysis of Morphometric Traits and Their Association With Body Weight in Indigenous Kacang Goats of Binongko Island, Southeast Sulawesi Rahadi, Syam; Irawati; Sandiah, Natsir; Rusdin, Muh.
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 36 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kacang goats represent one of Indonesia’s native genetic livestock resources and are widely recognized for their ability to thrive in harsh tropical conditions. Understanding body conformation traits and their association with live weight is important for improving breeding strategies and herd management. This research was conducted to describe the morphometric characteristics of adult Kacang goats reared on Binongko Island, Southeast Sulawesi, examine the association between body dimensions and body weight, formulate body weight prediction equations, and determine major sources of phenotypic variation through Principal Component Analysis (PCA). A total of 259 adult Kacang goats, comprising 117 bucks and 142 does, maintained under extensive production systems, were evaluated. Measurements recorded included body weight (BW), body length (BL), withers height (WH), chest girth (CG), chest depth (CD), chest width (CW), and rump height (RH). Data analysis involved descriptive statistics, Pearson correlation coefficients, regression analysis, and PCA. The findings demonstrated that body weight was positively and significantly associated with all measured body dimensions (p < 0.01). The highest correlation in males was between BW and WH (r = 0.741), and in does, between BW and CD (r = 0.675). The best regression models were obtained from CG and WH in bucks (R² = 0.560) and from BL, CD, and CW in does (R² = 0.509). PCA revealed that overall body size explained most of the morphometric variation, accounting for 84.91% in bucks and 89.86% in does, with BL, WH, CG, and RH identified as the most representative morphometric traits. 
Strategi Seleksi dan Recording Sederhana pada Kambing Lokal di Kelompok Ternak Sumber Tani Baru Kecamatan Poasia Kota Kendari: Simple Selection and Recording Strategies for Local Goats in the Sumber Tani Baru Farmer Group, Poasia District, Kendari City Badaruddin, Rusli; Prasanjaya, Putu Nara Kusuma; Pagala, Muhammad Amrullah; Rusdin, Muh; Aka, Rahim; Rahadi, Syam; Hakim, Muh Haidir
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kaa Mieera Vol. 4 No. 1 (2026): April: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kaa Mieera
Publisher : Politeknik Negeri Fakfak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60000/jipkam.v4i1.40

Abstract

This community service activity aimed to improve farmers’ knowledge and skills in implementing selection strategies and simple recording systems for local goats to support increased livestock productivity. The activity was conducted at the Sumber Tani Baru Livestock Farmer Group, Poasia District, Kendari City, targeting local goat farmers. The method used was a participatory approach, including observation, counseling, training, demonstrations, and mentoring. The results showed an improvement in farmers’ knowledge and skills in selecting superior does and bucks, as well as in recording livestock data. Farmers were able to identify superior animals based on specific criteria and began to implement simple recording systems to monitor livestock performance. In addition, farmer participation was relatively high, as indicated by active involvement in discussions and field practices. This activity proved effective in enhancing farmers’ capacity and has the potential to support sustainable improvement in local goat productivity.