Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Performans Jangkrik yang Diberi Pakan Kombinasi Daun Kangkung dan Daun Pepaya Sulna Sulna; La Ode Nafiu; Syam Rahadi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i1.11181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan kombinasi daun kangkung dan daun pepaya terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, konversi pakan, panjang badan dan  mortalitas jangkrik (Gryllidae). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan adalah pemberian (R0: buah pepaya 100% sebagai pakan kontrol, R1: daun pepaya 100%, R2: daun kangkung 75% + daun pepaya 25%, R3: daun kangkung 50% + daun pepaya 50%, R4: daun kangkung 25% + daun pepaya 75%, R5: daun kangkung 100%). Tiap perlakuan dilakukan tiga kali ulangan dengan masing-masing kandang berisi 100 ekor jangkrik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pakan kombinasi daun kangkung dan daun pepaya memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, konversi pakan, panjang badan dan mortalitas jangkrik. Perlakuan pemberian pakan daun pepaya 100% memberikan performans jangkrik  yang terbaik.
Kualitas Spermatozoa Ayam Kampung dengan Penambahan Vitamin E Dalam Pakan Darni Darni; Takdir Saili; Syam Rahadi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 3, No 1 (2021): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v3i1.16897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas spermatozoa ayam kampung yang ditambahkan vitamin E dalam pakan. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Unit IlmuTernak Unggas dan penelitian kualitas spermatozoa dilaksanakan di Laboratorium Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Pembibitan Ternak Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara pada bulan Februari 2017 selama 3 minggu. Pengamatan dilakukan pada karakteristik semen segar ayam kampung yang ditampung dari 16 ekor ayam kampung jantan yang berumur ± 7 sampai 8 bulan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Dengan penambahan vitamin E per 1000 gram pakan yang terdiri dari : kontrol (P0), 5 IU (P1), 10 IU (P2) dan 15 IU (P3).Variabel yang diamati adalah volume semen, pH semen, warna semen, bau semen, konsistensi semen, gerakanmassa spermatozoa, persentasemotilitas spermatozoa dan konsentrasi spermatozoa ayam kampong. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitianmenunjukkanbahwapenambahan vitamin E dalam pakan pada level yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap volume semen, pH semen, warna semen, bau semen, konsistensi semen, gerakanmassa spermatozoa, persentase motilitas spermatozoa dan konsentrasi spermatozoa ayam kampung. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan vitamin E dalam pakan tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas makroskopis maupun mikroskopis spermatozoa ayam kampung.
Pengaruh Penggunaan Gallipro® dalam Pakan terhadap Performans Produksi Ayam Petelur Strain Isa Brown Darfia Darfia; Hamdan Has; Audy Joinaldy; Syam Rahadi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 3 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i3.16999

Abstract

Gallipro® merupakan salah satu probiotik yang ditujukan untuk meningkatkan berat badan dan meningkatkan efisiensi pakan pada unggas, yang dalam aplikasinya dapat dikombinasikan dengan semua aditif pakan dan antibiotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan Gallipro® sebagai probiotik dalam pakan terhadap performans produksi ayam petelur strain isa brown. Materi penelitian berupa ayam petelur strain isa brown sebanyak 200 ekor umur 37-40 minggu yang dipelihara salama 4 minggu dengan pakan komplit mash ayam petelur CP-36 yang diproduksi oleh PT. Sinar Terang Madani dan aditif pakan Gallipro®. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan ransum perlakuan P0 (pakan tanpa pemberian gallipro®), P1 (penambahan Gallipro® 0,050%), P2 (penambahan Gallipro® 0,075%), dan P3 (penambahan Gallipro® 0,100%). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Gallipro® dalam pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, hen day production (HDP), berat telur, dan konversi pakan.
Kualitas Semen Kambing Peranakan Etawah dengan Penambahan Lesitin Kedelai dalam Pengencer Tris Aminomethane Kuning Telur pada Penyimpanan Suhu 3-5ºC. Ardiansyah Ardiansyah; Takdir Saili; Syam Rahadi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i1.11162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mensubtitusikan sebagian konsentrasi Tris kuning telur dengan lesitin kedelai yang baik untuk pengenceran semen kambing peranakan etawah (PE). Semen yang diambil berasal dari 1 ekor kambing jantan. Semen ditampung sebanyak dua kali menggunakan vagina buatan dan dievaluasi secara makroskopis dan mikroskopis. Semen segar yang diamati memiliki rataan motilitas spermatozoa 90%, volume 1,05, warna krem susu, konsistensi kental, konsentrasi spermatozoa 1.492,50 juta/sel, dan spermatozoa abnormal 1,3%. Semen yang didapat diproses lebih lanjut. Masing-masing spermatozoa dibagi menjadi lima tabung. Empat tabung diencerkan dengan P1 (2,5% lesitin kedelai), P2 (5% lesitin kedelai), P4 (7,5% lesitin kedelai), dan P4 (10% lesitin kedelai). Satu tabung lainnya diencerkan dengan Tris kuning telur dengan konsentrasi spermatozoa 50 juta/ml. Semen kemudian disimpan pada suhu 3-5ºC dan diamati motilitas dan viabilitas spermatozoa setiap 12 jam hingga 48 jam penyimpanan. Setelah 48 jam penyimpanan hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa konsentrasi 2,5% merupakan pengencer spermatozoa terbaik dalam mempertahankan motilitas spermatozoa dan viabilitas spermatozoa bila dibandingkan dalam berbagai konsentrasi 5%, 7,5% dan 10%. Untuk tujuan inseminasi buatan, pengencer P1 (2,5% lesitin kedelai), dan P3 (7,5% lesitin kedelai) dapat digunakan hingga 48 jam penyimpanan.
Identifikasi dan Pemetaan Potensi Peternakan Melalui FGD di Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Nambo, Kota Kendari Bain, Ali; Sani, La Ode Arsad; Rahman, Rahman; Kurniawan, Widhi; Rahadi, Syam; Hakim, Muh Haidir
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7400

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi peternakan di Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Nambo, Kota Kendari sebagai dasar pengembangan usaha peternakan berbasis sumber daya lokal dan partisipasi masyarakat. Kegiatan dilaksanakan oleh dosen Peternakan Universitas Halu Oleo bersama perangkat kelurahan dan kelompok peternak di Kelurahan Tobimeita melalui pendekatan Focus Group Discussion (FGD Fakultas) . Metode ini digunakan untuk menggali informasi mengenai potensi, kelemahan, dan peluang pengembangan subsektor peternakan di wilayah tersebut. Hasil FGD menunjukkan terdapat tiga komoditas utama yang berpotensi dikembangkan, yaitu sapi potong, ayam kampung, dan maggot (larva Black Soldier Fly ) . Dari ketiganya, maggot ditetapkan sebagai prioritas utama karena memiliki nilai ekonomi, ekologis, dan sosial yang tinggi. Budidaya maggot dinilai mampu menekan biaya pakan melalui penyediaan sumber protein alternatif, sekaligus berperan dalam pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendorong peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan usaha peternakan lokal. Hasil kegiatan diharapkan menjadi dasar bagi penyusunan program pelatihan, pendampingan, dan penguatan kelembagaan peternak guna mewujudkan peternakan yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Kelurahan Tobimeita.
Optimizing Cattle Farm Waste Management Through the Application of Biogas Technology in Kondoano Village, Mowila Subdistrict, South Konawe Regency Has, Hamdan; Aka, Rahim; Rahadi, Syam; Fadilla, Zahra Jinan; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Indonesian Journal of Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47540/ijcs.v4i2.2365

Abstract

Cattle waste is one of the common problems in cattle farms. Through proper processing, waste can be turned into new products with higher added value. This community service program takes the form of technical guidance provided by the Faculty of Animal Husbandry Team at Halu Oleo University to farmers. This activity aims to improve farmers' knowledge and skills in processing ruminant manure waste so that it can become an alternative energy source through the use of biogas technology. This activity was carried out in Kondoano Village, Mowila District, South Konawe Regency. The method of implementation began with a site survey, analysis of the problems experienced, exploration of the potential in Kondoano Village, technical guidance, and evaluation of the activities. Kondoano farmers were given additional knowledge through technical guidance on the application of biogas technology by utilizing livestock waste to produce energy and reduce environmental pollution. This activity involved a team of lecturers from the UHO Faculty of Animal Husbandry, students, and farmers. This technical guidance has been able to provide additional knowledge for the community to independently process livestock waste into biogas.